True Empire'S (Kekaisaran Sejati)

True Empire'S (Kekaisaran Sejati)
True Empire's • 06 • Pertemuan Raja dan Para Pangeran


__ADS_3

Di paviliun Raja


Raja Quan Zee Lan beserta semua putranya kecuali JinHu. Mereka sedang berdiskusi, awalnya mereka hanya melaporkan tugas mereka karena ada seseorang yang menguping. Setelah beberapa jam, orang yang berani menguping itu akhirnya pergi karena didalam sudah tidak ada suara lagi. Keempat orang itu berdiam sebentar agar penguping itu pergi karena yang mereka bahas tidak berguna baginya.


"Aku rasa dia sudah pergi" gumam ZaYun yang diangguki oleh yang lainnya.


"Sudah dua Minggu ini Ze'er melarang semua orang untuk menjenguknya. Ada apa sebenarnya? Apa kau tahu alasan yang sebenarnya?" Tanya Raja Quan memulai pembicaraan yang sebenarnya pada Putra mahkota.


"Katakan apa yang sebenarnya terjadi? Apa kau merahasiakan sesuatu dari kami bertiga?" Sentak Raja Quan ketika ia melihat putra pertamanya diam menikmati teh nya.


ZaYun tersentak tapi dengan cepat ia mengendalikan emosinya kembali. Ia meletakkan teh nya kembali dengan anggun kemudian menatap ayahnya.


"Hah... Jika aku mengatakan hal itu, ZaYun harap ayahanda dan adik tidak terkejut apa lagi berteriak" pintanya.


"Memangnya ada apa? Jadi benar kakak pertama menyembunyikan sesuatu dari kami?!" Sahut YangXun menatap kakaknya menyelidik.


"Semua ini atas permintaan Ze'er pribadi. Zezee membuatku berjanji kepada nya untuk merahasiakan tentang kondisinya"


"Apa Ze'er baik-baik saja kak?" Tanya YangXin khawatir.


"Dia baik-baik saja. Bahkan kondisi nya sangat jauh lebih dari baik" jawab ZaYun.


"Apa?!" Mereka bertiga kaget mendengar perkataan ZaYun.


"Ayah tidak perlu mengkhawatirkan Ze'er lagi...-"


"Apa maksudmu Zay'er?! Ze'er putri ayah! Bagaimana mungkin seorang ayah tidak boleh mengkhawatirkan putrinya!" Geram Raja Quan.


ZaYun menatap sedih kearah ayahnya. "Ze'er bukan Ze'er yang dulu lagi ayah" lirihnya sambil menggelengkan kepalanya.


Mereka bertiga semakin tidak mengerti. "Apa maksudmu?!" Tanya Raja Quan.


ZaYun tidak yakin untuk mengatakan hal ini. Tapi, ia harus mengatakan apa yang terjadi.

__ADS_1


"Ze'er siuman sejak beberapa bulan yang lalu. Tepatnya sejak delapan bulan yang lalu"


mereka bertiga kaget karena hal semacam ini dirahasiakan oleh ZaYun. "Mengapa kau tidak mengatakannya Zay'er! Mengapa kau hanya diam saja!" Raja Quan marah.


"Dia sendiri yang meminta Zay'er untuk berjanji agar tidak mengatakan hal ini pada siapapun ayah".


Raja Quan Xing Yu memejamkan matanya lelah. Ia tidak tahu apa yang sebenarnya putrinya itu lakukan.


"Ketika ia baru siuman, tubuhnya sangat lemah dan sangat sulit untuk bergerak. Jadi dia memutuskan untuk menyembunyikan keadaannya dan tetap merahasiakan dirinya yang sudah siuman. Ia berpikir seperti itu agar orang-orang yang tidak menyukainya akan berpikir bahwa dirinya tidak akan pernah bangun kembali dan dia memiliki waktu untuk memulihkan diri" jelas ZaYun.


'Aku tidak bisa mengatakan hal ini ke mereka jika Zee Lin kita sudah tiada dan sekarang yang menempati tubuh itu adalah Zee Lin yang lain. Tapi setidaknya aku sudah mengatakan pada mereka jika Zee Lin yang sekarang berbeda dari Zee Lin yang dulu dan aku juga harus menyembunyikan kemampuan ZeZee yang luar biasa itu. Jika tidak, ZeZee akan dalam masalah besar.' gumam ZaYun dalam hati.


»---♡---«


Di paviliun Anggrek


Seorang prajurit yang bertugas berjaga didalam gerbang berlari menghampiri Fu Len yang saat ini sedang berdiri di luar kediaman Zee Lin. "Ada apa?" Tanya Fu Len heran saat prajurit itu sudah sampai didepannya.


Prajurit itu mengatur napasnya sebelum berbicara. "Pangeran Jin Hu memaksa untuk masuk nona Fu Len"


Gadis itu berpikir keras agar kakaknya JinHu tidak masuk ke dalam paviliun nya atau dia akan tahu dan akan membuat kakaknya celaka jika sampai tidak sengaja mengenai jebakan itu. "Katakan padanya untuk menemui ku di danau biasanya" putus Zee Lin.


Fu Len mengangguk lalu keluar untuk memberitahu prajurit tadi yang masih setia berdiri di luar.


Zee Lin memutuskan untuk mengganti pakaian nya seperti pakaian laki-laki agar saat ada orang lain yang melihat nya tidak akan menyadari jika ia adalah seorang putri dan pakaian itu sudah ia siapkan sejak lama.


Saat Zee Lin keluar dari dalam kediamannya, Fu Len menatap Zee Lin bengong tidak tahu apa yang di pikirkan junjungan nya itu.


"Putri mengapa anda memakai pakaian ini?" Tanyanya bingung sekaligus syok melihat junjungannya terlihat sangat tampan seperti pangeran.


"Aku tidak mungkin keluar dengan pakaian yang biasanya aku gunakan. Jika aku memakai pakaian seperti ini, orang luar tidak akan menyadariku" ujarnya.


"Tapi...-"

__ADS_1


"Kau ingin membantahku Fu Len?!" Potong Zee Lin dengan tatapan yang biasa ia berikan dulu kepada prajurit yang berani membangkang terhadap nya.


"Ti-tidak putri" Fu Len gelagapan saat junjungannya memberikan tatapan seperti itu.


"Bagus. Kau tetap disini untuk berjaga. Aku akan pergi sendiri. Tak ada bantahan Fu Len!" Seru Zee Lin kemudian keluar melalui jalan rahasia yang diujungnya langsung bertepatan dengan hutan. Dan jalan itu hanya diketahui oleh dirinya dan juga pelayan pribadinya saja.


Zee Lin berjalan dengan tenang meskipun hanya memakai penerangan berupa sebuah obor. Sampai diujung terowongan terdapat batu besar yang menjadi pintu masuknya.


Zee Lin menekan salah satu batu sehingga batu besar yang menghalangi jalan keluar bergeser sendiri membuka sebuah jalan yang didepannya terdapat hutan yang lebat.


Ketika ia sudah berada diluar, batu itu bergeser kembali menutup jalan rahasia itu. Siapapun tidak akan sadar, jika batu itu merupakan pintu masuk menuju istana. Karena batu itu dibuat seperti batu biasa yang ditumbuhi lumut dan juga tumbuhan rambat.


...----------------...


Hutan yang sangat lebat dan juga terdapat hewan buas yang menghuni hutan belakang istana. Jadi, tidak ada yang berani masuk kedalam hutan itu jika orang itu memang cari mati atau memiliki seribu nyawa.


Didepan sana, tepatnya dipedalaman hutan terdapat danau yang sangat indah dan tentunya sangat berbahaya jika tidak berhati-hati. Zee Lin melihat seorang pria berdiri dengan tenang melihat air danau yang sangat tenang. Seolah danau tersebut aman untuk diselami.


Merasa ada pergerakan yang semakin mendekat, JinHu mulai waspada dengan menggenggam pegangan pedangnya untuk berjaga-jaga.


Semakin lama semakin mendekat hingga akhirnya pangeran JinHu menarik pedangnya dan mengarahkan pedangnya pada sesuatu yang mendekat itu.


'Sringgg' pedangnya mengeluarkan bunyi akibat bergesekan dengan sarung pedangnya.


Pangeran JinHu kaget ketika melihat siapa yang mendekatinya. "Siapa kau?!" serunya waspada dengan sosok pria tampan atau cantik?.


"Siapa kau?!" seru Pangeran JinHu yang masih setia mengacungkan pedangnya


Sedangkan lawan bicaranya hanya menatap datar ujung pedang yang sangat tajam mengarah kelehernya.


Tanpa diduga pria itu justru mengeluarkan pedangnya tanpa suara sekecil apapun lalu menangkis pedang pangeran JinHu.


Ayunan pedang itu terlihat bak malaikat pencabut nyawa. Pangeran JinHu dibuat kuwalahan untuk menghindar, menangkis dan menyerang balik. Sampai akhirnya pedang pangeran JinHu terlepas dari genggamannya.

__ADS_1


"Tak kusangka, pangeran JinHu yang terkenal akan bakat pengobatannya hebat dalam memainkan pedang" seru pria itu. 


Dengan tenang pangeran JinHu menatap pria itu "Siapa kau sebenarnya?!" tanyanya waspada.


__ADS_2