True Empire'S (Kekaisaran Sejati)

True Empire'S (Kekaisaran Sejati)
True Empire's • 08 • Jendral Besar Xuan!


__ADS_3

"Ini aku Ze'er. Jendral besar Xuan! Jendral besar Xuan mu sudah datang kembali"


Mendengar hal itu, Zee Lin melepas pelukan Haocun dengan paksa. "Kamu Jendral besar Xuan?!" ia menatap pria didepannya dengan pandangan sulit. Matanya berkaca-kaca.


Bertahun-tahun lamanya ia berpisah dari kekasihnya setelah kekasihnya diangkat menjadi Jendral besar kekaisaran Timur mereka tidak pernah bertemu.


Lalu saat Zee Lin baru di angkat menjadi jendral besar di salah satu kerajaan besar kekaisaran Timur, ia mengikuti perang antar kekaisaran selatan dan bertemu dengan kekasih yang sekian lama tidak bertemu.


Tapi, pertemuan itu menjadi pertemuan terakhir mereka. Jendral besar kekaisaran Timur, Hao Xuan. Terbunuh karena menjadikan tubuhnya sebagai tameng saat kaisar sedang terpojok dan hendak dibunuh.


Jika kaisar berhasil dikalahkan, maka seluruh kekaisaran akan tunduk pada pihak musuh. Jendral besar Xuan tidak ingin negaranya di ambil alih oleh musuh. Lebih baik ia mengorbankan nyawanya dari pada mengorbankan rakyat seluruh kekaisaran.


"Kakak Xuan!" Gadis itu memeluk pria didepannya dengan sangat erat. Ia menangis terseduh karena kembali bertemu dengan sang kekasih.


"Maafkan aku. Aku terpaksa mengorbankan nyawaku demi keselamatan seluruh kekaisaran dan juga demi dirimu. Aku tidak ingin kamu ikut menderita jika kaisar berhasil dibunuh" kata Haocun membalas pelukan kekasihnya.


Setelah beberapa saat, Zee Lin akhirnya tenang. Keduanya duduk sambil berpelukan didekat danau.


"Seharusnya setelah perang usai, aku datang menemui kakek Luo untuk menjadikanmu sebagai istriku. Namun, takdir tidak memberiku kesempatan" ucap Haocun setelah lama terdiam membiarkan kekasinya tenang.


"Kenapa kakak bisa sampai sini?" tanya Zee Lin dengan mata bengkak habis menangis ia menatap Haocun dengan penuh kerinduan.


"Aku kembali ke masa lalu karena ada sesuatu yang belum aku selesaikan. Aku yakin kamu juga demikian" kata Haocun memandang kekasih kecilnya dengan lembut.


"Jadi, tubuh ini adalah..."


"Benar sayang. Tubuh kita yang sekarang adalah kehidupan kita sebelumnya. Di kehidupanku sebelumnya, aku melakukan banyak kesalahan yang berimbas pada masa depan." jelas Haocun sambil mengusap pipi Zee Lin yang masih basah karena air mata.


"Memangnya apa kesalahan kakak dimasa lalu?" tanya Zee Lin penasaran.


"Kamu akan tahu nanti" ucap Haocun  misterius lalu mengecup kening Zee Lin lembut.


"Hari semakin petang, sebentar lagi para binatang buas yang tinggal didaerah sini akan muncul. Aku akan mengantarmu pulang"

__ADS_1


"Tapi aku masih ingin..."


"Aku tahu sayang. Tapi kamu harus kembali sekarang. Aku juga akan kembali" kata Haocun.


Dengan terpaksa Zee Lin menyetujui perkataan Haocun.


Ia berjalan menuntun sang kekasih sampai dimana Zee Lin keluar dari pintu masuk yang ada didalam hutan.


"Masuklah" kata Haocun setelah pintu batu terbuka yang memperlihatkan sebuah lorong panjang.


"Ikutlah denganku" ajak Zee Lin tidak ingin berpisah.


Haocun terkekeh gemas "Aku akan kembali menemuimu esok lusa sebelum siang. Apa kamu puas sayang"


"Besok!" ucap Zee Lin mengerucutkan bibirnya.


"Tidak bisa sayang. Besok aku ada urusan mendesak yang harus aku selesaikan lagi seperti sebelumnya. Aku berjanji akan kembali seperti yang sudah aku janjikan" ujar Haocun memberi pengertian. Ia mengerti jika kekasihnya tidak ingin berpisah darinya.


Haocun memeluk Zee Lin pelan. "Hari sudah mau petang. Masuklah sayang. Aku akan segera pergi dari sini. Apa kamu mau aku dimakan binatang buas ditempat ini hmm?!" candanya.


Glek!


Haocun menelan ludah kasar. Pertahanannya akhirnya runtuh. Sejak tadi ia sekuat tenaga menahan diri agar tidak menerkam gadis kesayangannya itu.


Dengan terpaksa ia melepas pelukan mereka secara paksa. Dengan lembut ia berkata "Masuklah. Aku akan kembali sesuai janji"


"Kakak janji akan kembali? Kakak tidak akan ingkar seperti waktu itu kan?!"


"Aku janji!" ucap Haocun dengan tegas.


Zee Lin akhirnya mau masuk. Setelah pintu lorong tertutup, Haocun segera pergi dari hutan tersebut.


Meskipun hutan itu berbahaya, tapi saat siang hari, didalam hutan seperti tidak ada binatang buas sama sekali. Berbeda ketika malam hari seluruh penghuni hutan akan keluar untuk berburu makanan.

__ADS_1


Sebelum pintu lorong tertutup sempurna, samar-samar Zee Lin melihat sesuatu yang membuat wajahnya memanas.


Apa ia terlalu agresif saat tahu bahwa pria yang semula membuatnya kesal ternyata adalah kekasihnya dikehidupan sebelumnya.


Memikirkan betapa ia sangat lengket pada pria itu membuatnya sangat malu, apa lagi mata jernih miliknya melihat sesuatu dibalik pakaian pria itu.


Sungguh memalukan! Tapi yang membuatnya bahagia adalah, pria itu mampu menahan nafsunya. Meski pada akhirnya pertahanannya runtuh akibat perbuatan Zee Lin yang tidak ingin berpisah dengan terus memeluknya.


Memikirkan hal itu membuatnya tidak sadar bahwa dirinya sudah sampai didalam kediamannya. Zee Lin baru tersadar saat Fu Len memberi salam padanya.


"Putri akhirnya kembali. Putra mahkota sudah menunggu anda dari tadi siang" ujar Fu Len menunduk takut.


"Apa?! Mengapa dia bisa masuk?! Bukankah aku sudah menyuruh kalian untuk melarang siapapun masuk kemari" ujar Zee Lin cemas.


"Maafkan hamba Yang Mulia Putri, Putra mahkota memaksa masuk. Dengan terpaksa hamba menuntun jalan untuk putra mahkota"


"Hah... Aku mengerti Fu Len. Berdirilah. Aku tidak akan menghukummu. Aku tahu jika kakak pertamaku orang yang keras kepala. Berbeda dengan kakak keduaku yang masih mau mengalah"


»---♡---«


Malam harinya Zee Lin tidak bisa tidur. Ia teringat dengan pertemuan dimana dia dan jendral besar Xuan pertama kali bertemu.


Ketika itu mereka tidak sengaja bertemu ketika Zee Lin sedang terluka  sehabis bertarung dengan pembunuh bayaran. Meskipun pembunuh bayaran itu berhasil dikalahkan oleh nya, namun ia juga mendapat luka yang sangat serius.


Di ambang kematian, seorang pemuda menolongnya dengan membawa Zee Lin ke kediamannya agar bisa mendapat perawatan.


Setelah sadar, Zee Lin dan Xuan yang masih bergelar komandan pasukan tentara perang semakin hari semakin dekat. Sampai beberapa minggu mereka bersama menjadi sepasang kekasih, Zee Lin memutuskan untuk pulang setelah tugas yang diberikan kakek luo terselesaikan.


Meskipun dipisahkan oleh jarak yang jauh, ZeeLin berada di kerajaan Qin dan Xuan di ibukota kekaisaran, keduanya tetap saling berhubungan. Sesekali mereka juga saling bertemu. Entah ZeeLin yang ikut kakek Luo ke ibukota kekaisaran, atau Xuan yang datang ke kerajaan Qin. Hingga saat Xuan diangkat sebagai Jendral besar muda, membuat Xuan semakin sibuk dan jarang bertemu dengan kekasihnya.


Keduanya kembali bertemu saat perang antar kekaisaran. Namun, takdir kembali memermainkan mereka. Takdir kembali memisahkan sepasang kekasih itu untuk selamanya.


Air mata Zee Lin keluar tanpa bisa dibendung. Ada rasa senang sekaligus sedih.

__ADS_1


Senang karena kekasihnya sudah kembali padanya dan sedih karena berpisah dengan sang kekasih untuk selamanya sekaligus berpisah dengan kakek Luo dan sang ayah yang tidak pernah ia temui setelah kejadian Ibunya dibunuh.


__ADS_2