
"Katamu hari ini penampilan bakat para pangeran dan putra bangsawan, kenapa penampilan bakat putri" tanya Haocun berbisik ditelinga istrinya.
"Mungkin jadwalnya dirubah agar besok bisa berfokus pada penampilan bakat para pangeran dan putra bangsawan" jawab ZeeLin sambil berbisik juga.
"Apa kamu tidak merasa ada sesuatu yang mengganjal?"
"Emm! Aku juga merasakannya!"
ZeeLin menatap sekitar dengan lirikan. Begitu juga dengan Haocun. Kali ini, telinganya harus bekerja dua kali lipat dari biasanya. Dia harus sigap jika ada penyerangan nantinya.
"Kita nikmati dulu acaranya sampai selesai" bisik ZeeLin.
"Aku lebih menyukai menikmati istriku ini"
"Berhenti menggodaku gege!" pipi ZeeLin merona mendengar godaan suaminya. Dia teringat bagaimana buasnya suaminya itu. Sama seperti dulu sebelum dia mulai diracuni!
"Aku dengar, kakakku ZeeLin bisa menari. Kakak, bisakah kau menari untukku? Aku akan memainkan musiknya untukmu" seru putri Hia Lu yang berada ditengah aula.
"Yang Mulia, izinkan hamba mengundang kakak hamba untuk bermain bersama hamba" ucap putri Hia Lu seraya membungkuk dengan anggun.
Raja melihat ZeeLin yang sedang menyuapi suaminya sebutir anggur. Seakan tidak peduli dengan undangan adiknya. Tidak! Melainkan sebuah tantangan yang diberikan adiknya!.
"Jika putri pertama tidak keberatan, kau boleh melakukannya dengannya" kata raja bijak.
Putri pertama huh! Batin putri Hia Lu kesal.
ZeeLin meraih cangkir berisi teh. Ketika hendak meminumnya.
"Kakak apa kau mendengar perkataan ku tadi?!" tanya putri Hia Lu dengan anggun.
"Cih! Kau bersikap sok anggun, tapi bicaramu tidak ada sopan santunnya terhadap orang yang lebih tua darimu. Bujuk aku dengan sopan, maka aku akan layani permainanmu!" ZeeLin kembali menyuapi suaminya anggur.
"Bagaimana suamiku? Apa anggur ini manis?" tanya ZeeLin yang kesekian kalinya.
"Hmm... Tidak lebih manis dari istriku ini" jawab Haocun yang juga kesekian kalinya.
Putri Hia Lu mengepalkan tangannya marah. Berani sekali putri tidak berguna itu mempermalukan dirinya. Telinganya dapat mendengar bisikan orang-orang yang berada di aula. Ada yang mencemoohnya dan ada juga yang mendukungnya, kesal dan marah pada putri ZeeLin.
__ADS_1
"Kakak, adik dengar kakak pandai menari. Bisakah kakak menarikan tarian untuk adik, dan adik akan memainkan musiknya untuk kakak?!" putri Hia Lu mencoba untuk tersenyum manis walau sedang kesal pada ZeeLin.
"Bagaimana suamiku?" tanya ZeeLin kembali akan menyuapi suaminya anggur. ZeeLin masih tetap mengingat buah kesukaan suaminya itu dari dulu, anggur yang masih segar. Sudah banyak biji yang berada di mangkuk kecil itu.
"Jika kamu mau, bermainlah dengannya" lalu memakan buah anggur ditangan istrinya.
"Jangan kecewakan suamimu ini!" kata Haocun sebelum istrinya pergi. ZeeLin hanya mengangguk pelan seraya tersenyum manis.
Senyum manis ZeeLin mengundang banyak pasang mata yang menatapnya. Ada yang terpesona dan ada juga yang iri dan benci padanya.
Namun, ZeeLin tetap acuh.
Haocun menggeram marah saat banyak mata menatap istrinya.
"Yang Mulia, izinkan hamba untuk melayani keinginan adik Hia Lu" ucap Zeelin seraya membungkuk dengan anggun diiringi dengan senyum manisnya.
Raja tertegun melihat wajah putrinya itu yang semakin lama semakin mirip dengan mendiang istri pertamanya.
Ratu, apa kau melihat putrimu ini semakin lama semakin mirip denganmu! Hanya saja dia lebih cantik darimu? Apa kau merasa bangga?! batin Raja.
Raja kembali dari lamunannya saat kasim disebelahnya menyadarkan raja Zee Lan dari lamunannya.
Darah ZeeLin terasa berdesir. Jantungnya berdetak kecang saat raja memanggilnya putriku dengan nada lembut.
ZeeLin menunduk lalu membungkuk hormat. Hampir saja ia mengeluarkan air matanya!
"Mainkan alat musikmu adik" ujar ZeeLin dingin tanpa melihat putri Hia Lu.
Putri Hia Lu menyeringai kecil. Haocun bisa melihat seringai kecil yang dikeluarkan putri Hia Lu.
Kau akan segera ku permalukan! Batin putri Hia Lu yang sudah duduk dibelakang alat musiknya, Guzheng.
Gadis itu mulai memetik senar dari alat musiknya. Pada awalnya putri Hia Lu memainkannya dengan pelan, tapi semakin lama bertambah semakin cepat dan cepat.
ZeeLin juga yang awalnya menari dengan santai berubah menjadi cepat. Sudah dia duga akan seperti ini! Putri Hia Lu berniat untuk mempermalukan dirinya dengan cara jatuh.
Bruk
__ADS_1
Suara Guzheng berhenti diikuti ZeeLin terjatuh. Tapi, cara ZeeLin terjatuh terlihat anggun hingga hampir semua orang didalam ruangan itu terpesona padanya. Dalam hati para pangeran dan putra bangsawan, jika seandainya putri ZeeLin yang dirumorkan tidak berguna itu dapat menarikan tarian dengan indah masih lajang. Bisa diastikan akan banyak pria yang melamarnya. Namun sayang, putri ZeeLin sudah menikah dengan pria misterius itu.
Huh! Kau kira bisa mempermainkan diriku! Lihat pembalasanku! Batin ZeeLin.
Suara tepuk tangan terdengar dengan keras. ZeeLin berdiri lalu membungkuk hormat pada raja dan para penonton dengan anggun.
"Tarian kakak sangat indah!" kata putri Hia Lu yang sudah berada disamping ZeeLin, menatapnya dengan senyum manis. Namun, kedua tangannya mengepal keat dibalik lengan pakaiannya.
"Terimakasih atas pujian adik. Tapi rasanya tidak adil jika hanya kakak saja uang menari! Bagaimana jika sekarang giliran adik yang menari untuk kakak?!" kata ZeeLin menantang balik putri Hia Lu.
Putri Hia Lu tidak bodoh. Dia tahu jika kakak beda ibu itu menantang balik dirinya.
"Tentu saja adik tidak keberatan" kata putri Hia Lu yang masih mempertahankan senyum manisnya.
"Baiklah. Mari kita mulai permainannya" yang sebenarnya adikku sayang!. Lanjut ZeeLin dalam hati.
ZeeLin duduk dibelakang alat musik guzheng. Dia menoleh pada suaminya "Suamiku, apa kita bisa memainkan itu?!" tanya ZeeLin yang seperti sebuah ajakan.
Dahi Haocun mengernyit tidak suka saat paham maksud istrinya.
"Ku mohon" seru ZeeLin cepat saat ia tahu suaminya akan menolaknya.
Haocun hanya menghela napas pelan. Baiklah, turuti saja apa keinginan istrinya itu. Jika tidak, dapat dipastikan istrinya akan marah padanya! Pikirnya sebelum mengangguk.
"Terimakasih suamiku" ucap ZeeLin seraya tersenyum manis.
Haocun berjalan menuju tempat istrinya berada, lalu berdiri disamping sang istri yang masih tetap melihatnya.
Pria itu mengeluarkan sebuah Flute yang terbuat dari emas dari balik pakaiannya.
Rupanya pria itu selalu membawa alat musik kesayangannya itu kemana-mana! Batin ZeeLin.
"Apa adik sudah siap?!" tanya ZeeLin pada putri Hia Lu.
Putri Hia Lu hanya mengangguk.
ZeeLin mulai memainkan alat musik guzheng dengan irama lembut pada awalnya.
__ADS_1
Putri Hia Lu juga mulai menari dengan anggun mengikuti melodi yang dimainkan putri ZeeLin.
Cih! Hanya seperti ini saja?! Pikir putri Hia Lu meremehkan sambil terus menari mengikuti irama yang dimainkan pasangan suami istri yang masih baru itu.