True Empire'S (Kekaisaran Sejati)

True Empire'S (Kekaisaran Sejati)
True Empire's • 07 • Kembali Bertemu


__ADS_3

"Kau tidak mungkin melupakan siapa aku kan, kakak?" jawabnya sambil membuka ikatan rambutnya.


Mata pangeran JinHu membola tidak percaya. "Ze'er apa yang kamu lakukan! Tadi itu sangat berbahaya! Jika kamu terluka bagaimana!" seru pangeran JinHu mencemaskan adik perempuan yang sangat ia sayangi.


Zee Lin tersenyum tipis "Tapi aku tetap baik-baik saja bukan" balasnya enteng.


"Hahh... Lain kali jangan lakukan lagi Ze'er! Kakak sangat menghawatirkan kamu dan kamu malah seperti tadi" pangeran JinHu tidak bisa berkata apapun dengan kelakuan adiknya barusan.


"Ze'er tidak janji kak hehe" jawab Zee Lin meringis.


"Jika kamu terluka bagaimana?"


"Jika hanya terluka tidak ada apa-apanya dibanding dengan kematian yang sudah aku alami. Lagi pula aku sudah pernah berkali-kali terluka dan hampir mati" gumam Zee Lin pelan.


"Kamu bilang apa?" tanya pangeran JinHu saat mendengar gumaman Zee Lin.


"Bu-bukan apa-apa"


"Oh iya. Untuk apa kakak ingin bertemu denganku?" alih Zee Lin.


"Kakak hanya merindukan adik kecil kakak. Kakak sangat khawatir padamu setelah mendengar jika kamu tidak ingin diganggu"


"Aku hanya sedang berlatih kakak. Dan aku tidak ingin diganggu untuk sementara sampai selesai" ucap Zee Lin sambil berjalan mendekati danau yang terlihat tenang. Pangeran JinHu juga mengikuti dibelakangnya.


Jangan mengira sesuatu yang terlihat tenang tidak berbahaya, namun nyatanya ketenangan itu bisa menghanyutkan seseorang kedalam bahaya tana sepengetahuan mereka.


"Tapi mengapa kamu melarang semua orang untuk tidak mengunjungimu" tanya Pangeran JinHu penasaran.


"Aku hanya ingin fokus memperkuat fisikku, kak" kata Zee Lin memberi alasan.


"Ya sudah terserah kamu. Kakak hanya mau bilang jika kakak akan pergi dalam waktu dekat" ucapan pangeran JinHu membuat Zee Lin berbalik badan menatap pria jangkung itu dengan pandangan sulit.


"Kemana?" tanya Zee Lin.


"Keistana 'Kekaisaran'. Kakak dipanggil Kaisar, karena kaisar tertarik dengan metode pengobatan  berpedang"


»---♡---«


Zee Lin tidak langsung kembali ke kediamannya. Ia memilih berjalan-jalan dipasar. Karena Zee Lin sangat bosan terkurung terus menerus didalam paviliun.

__ADS_1


Semua orang menatap kagum kearahnya. "Seharusnya aku tadi menutup wajahku juga, huh" gumamnya memakai bahasa asalnya agar orang lain tidak mengerti apa yang diucapkannya. Tapi sayangnya ada seseorang yang mengerti ucapannya.


Pria itu tersnyum penuh arti dibalik penutup wajahnya. "Akhirnya aku menemukanmu, gadisku. Tapi mengapa dia terlihat seperti seorang pemuda yang cantik?!" gumamnya dengan menggunakan bahasa yang sama dengan bahasa yang Zee Lin katakan.


Sebelum pergi dari danau, Zee Lin kembali mengikat rambutnya agar terlihat seperti laki-laki.


Dengan sengaja pria itu menabrakkan tubuhnya kearah Zee Lin. Karena Zee Lin sedang melihat-lihat sampai ia tidak sadar jika ia ditabrak yang akhirnya ia hampir terjatuh jika tidak ada sepasang tangan yang menahan tubuhnya.


Mata tajam itu bertemu dengan mata bulat milik Zee Lin. Dalam beberapa detik mereka saling bertatapan sampai tatapan mereka terputus karena seseorang tak sengaja menabrak mereka disusul dengan teriakan.


"Pencuri. Dia mengambil tas milikku" teriak seorang gadis yang sepertinya nona muda dari kediaman bangsawan.


Tanpa berpikir panjang, Zee Lin langsung mengejar pencuri itu meninggalkan pria tadi yang hanya diam berdiri ditempat "Baru kali ini aku seperti dicampakkan. Ah tidak, aku selalu dicampakkan ketika mereka tahu siapa aku. Menyedihkan tapi juga menyenangkan" gumamnya pelan lalu menyusul gadisnya yang mengejar pencuri itu.


Sebelum Zee Lin menyentuh pencuri itu, tubuh pencuri itu tiba-tiba jatuh tergeletak tak sadarkan diri dengan jarum perak yang menancap di leher belakang sang pencuri.


Pria tadi mendekat lalu mengambil kembali jarumnya. "Dia hanya pingsan, bukan mati" ucapnya enteng.


Gadis tadi yang kehilangan tasnya mendekat dan mengambil tas miliknya. Tanpa diduga dia menghajar pencuri yang tidak sadarkan diri.


"Berhenti!" ujar pria itu menghentikan gadis itu.


Gadis dari kaum bangsawan tersebut menoleh kearah pria yang memliki paras tampan rupawan.


Dengan gerakan centil ia mendekati pria itu.


Namun, sebelum gadis itu berhasil mendekatinya. Dengan cepat pria tersebut merengkuh tubuh mungil pemuda cantik yang ia incar.


"Silahkan berterimakasih pada kekasih kecilku ini. Tidak perlu berterimakasih padaku" ucapnya sambil melihat Zee Lin dengan tatapan lembut.


Sedangkan yang dipeluk, tubuhnya menegang. Bahkan jantungnya tiba-tiba berdetak kencang. Namun ia tidak merasakan sakit seperti di kehidupannya sebelumnya.


"Jadi kau suka dengan.... " ucap gadis bangsawan itu terbata. Ia tak tahu harus berkata apa. Pria yang menyukai pria memang pernah terjadi, jadi tidak heran jika kaisar memperbolehkan hubungan terlarang itu asal pasangan sesama jenis itu tidak menikah dan melakukan hubungan intim, hanya sebatas menjalin kasih sayang biasa saja. Karena kaisar tahu jika pasangan sesama jenis itu pasti akan berakhir cepat atau lambat.


"Terimakasih tuan muda sudah menolongku" ucap gadis itu lalu pergi.


"Apa yang kau lakukan! Berani sekali kau menyentuhku!" ujar Zee Lin sengit.


Setelah berhasil melepaskan diri, ia pergi dengan tergesa. Dia harus segera kembali ke istana karena hari sudah sore.

__ADS_1


Sesampainya ditepi hutan ia menghentikan langkahnya. Zee Lin melihat pria tadi masih mengikutinya.


"Apa maumu! Mengapa mengikutiku terus?! Pergilah dan jangan menggangguku!" ketus Zee Lin mengusir pria tersebut lalu kembali berjalan memasuki hutan.


Zee Lin menghentikan langkahnya kembali setelah didekat danau tempat ia dan pangeran ke dua bertemu tadi. Ia berbalik badan dengan tangan bersedekap di dada.


"Apa maumu sebenarnya?! Mengapa kau terus mengikutiku! Pergilah!" ketus Zee Lin kesal.


"Jika aku tidak mau bagaimana?" ujar pria itu dengan keras kepala.


"Kau..."


Zee Lin tidak dapat berkata-kata.


"Namaku Haocun" ujarnya memperkenalkan diri pada Zee Lin.


"Aku tidak bertanya siapa namamu!" ketus Zee Lin.


"Aku hanya ingin mengatakannya saja" ucapnya dengan santai.


"Kau!"


"Jangan ikuti aku lagi!" ujar Zee Lin kembali berjalan.


Namun telinganya yang tajam kembali menangkap suara langkah kaki yang mengikutinya.


Zee Lin menghela napas kesal. Ia berbalik badan.


Bruk


Tubuhnya terpental kebelakang karena menabrak tubuh kokoh yang ternyata tepat berada dibelakangnya hingga membuatnya hampir terjatuh, jika tidak ada sepasang tangan yang menangkap tubuh rampingnya.


Keduanya terhanyut dalam tatapan yang tak asing bagi keduanya.


Tiba-tiba setetes air mata keluar dari kelopak mata kanan Zee Lin. Terlihat jurang kesedihan didalam mata gadis itu, dan pria bernama Haocun itu menyadari pancaran mata dari gadis yang ada di pelukannya.


Dengan cepat Haocun memeluk Zee Lin dengan erat. "Ze'er. Aku tahu itu kau, gadis kecilku" bisik Haocun disamping telinga Zee Lin.


"Kau?!"

__ADS_1


__ADS_2