
"Makanlah yang banyak. Lihatlah, tubuhmu kurusan. Apa saja yang kamu pikirkan sehingga membuatmu sekurus ini" ujar Haocun pelan namun bisa didengar semua orang di ruangan itu. Perkataannya memiliki maksud tersembunyi! ZeeLin dapat mengetahuinya.
Kurus dari mana? Tubuhnya sudah ideal masih dibilang kurus. Pikir ZeeLin.
ZeeLin hampir saja menyemburkan makanannya ketika suaminya kembali berkata "Aku lebih menyukai wanita gemuk. Kamu tahu bukan?!" diikuti kedipan sebelah mata genit dan kekehan.
Pffttt!
Pangeran JinHu hampir menyemburkan tawanya saat mendengar kelakuan konyol dari seorang kaisar yang biasanya berwibawa.
Kaisar menyukai wanita gemuk? Mungkin saja jika itu adiknya sendiri! Siapa lagi kalau bukan ZeeLin. Jika wanita lain berani mendekatinya. Yang ada wanita itu akan berakhir mengenaskan.
ZeeLin menatap suaminya geli. Jadi itu tujuan suaminya sebenarnya?! Dia tahu jika adiknya yang berbeda ibu itu sedari tadi melirik beberapa kali ke arah suaminya.
Tujuan perkataan suaminya adalah...
Jika putri Hia Lu memiliki niat untuk mendekatinya, dia akan mengurungkan niatnya itu setelah tahu kriteria wanita idaman Haocun.
Tapi, jika putri Hia Lu masih tetap melakukannya. Mungkin saja, putri Hia Lu akan bertindak bodoh dengan mengubah tubuhnya menjadi gemuk sesuai dengan kriteria yang dikatakan Haocun. Menembak dua burung dengan satu panah!.
Jika tubuh putri Hia Lu gemuk, maka dia akan dijauhi atau bahkan dihina banyak orang. Menghancurkan putri Hia Lu akan lebih mudah jika jiwanya terluka dan hancur karena ia dibutakan oleh obsesinya terhadap Haocun.
"Sungguh? Apa gege ingin aku gemuk?" tanya ZeeLin seakan mendukung perkataan suaminya.
"Tentu saja! Jika kamu gemuk, maka semua orang tahu jika kamu bahagia menikah denganku"
"Alasan macam apa itu! Tapi jika orang lain yang bertubuh gemuk menyukai gege bagaimana?!"
"Eeeh.. Ehem mungkin masih bisa dipikirkan!"
"Aku hanya bercanda! Tidak mungkin aku menduakan istriku yang cantik ini" lanjut Haocun saat mendapat tatapan tajam dari ZeeLin.
Acara sarapan pun kembali menjadi tenang. Dengan putri Hia Lu merasa kesal dengan sikap pasangan baru itu.
Selesai sarapan.
Raja menjelaskan hari ini akan ada acara apa saja pada ZeeLin dan Haocun karena kemarin keduanya tidak keluar dari kediaman mereka sama sekali. Raja tidak tahu saja jika putrinya terkena demam tinggi. Untung saja tabib kekaisaran yang ia bawa segera mengobatinya. Jika tidak, istrinya tidak akan bisa duduk dimeja makan ini.
"Apa kami boleh hanya mengikuti setengah kegiatan saja?" tanya Haocun menawar.
"Setengah kegiatan?" tanya ratu tidak suka.
Haocun menatap ratu kedua dingin "Benar. Apa kami boleh mengikuti setengah kegiatan saja?" ulangnya lebih dingin dari sebelumnya. Pria itu tidak suka mengulang kata-kata nya! Pengecualian bagi istrinya!.
Entah kenapa atmosfer ruang makan menjadi sangat dingin. Semua orang tahu jika aura dingin itu berasal dari Haocun. Pria misterius itu.
"Apa kau bisa mengatakan alasannya menantu?" tanya raja berusaha bersikap sebiasa mungkin. Namun faktanya dia merasa tertekan dengan aura Haocun yang terasa mendominasi.
__ADS_1
"Hmm! Apa aku harus mengatakan alasannya?!" kata Haocun dingin dengan suara beratnya. Tidak ada yang berani menyuruhnya untuk menjelaskan sesuatu! Orang itu harus mencari tahu maksud darinya sendiri!.
Tep
ZeeLin menyentuh lengan Haocun. Menyadarkan pria itu agar tidak bertindak lebih.
Meskipun Haocun tahu jika Raja dan ketiga pangeran yang merupakan kakak istrinya hanya berpura-pura bersikap buruk pada istrinya. Tapi tetap saja dia tidak menyukai tindakan mereka yang terlalu acuh pada istrinya. Mungkin hanya putra mahkota yang sekarang sedang berusaha untuk dekat dengan istrinya.
Haocun menarik napas dalam-dalam sebelum kembali berbicara. "Aku hanya tidak ingin istriku kelelahan." jelasnya mencoba sabar.
Raja tertawa canggung mendengar alasan menantunya itu. Sedangkan ratu hanya mendengus kesal. Tak ayal, dia juga merasa tertekan pada suaminya ZeeLin.
"Baiklah jika itu keinginanmu. Aku tidak masalah jika kalian berdua hanya mengikuti setengah kegiatan saja." kata raja.
"Tapi Yang Mulia, bukankah mereka berdua adalah bintang utamanya? Jika mereka mengikuti hanya setengah acara saja..."
"Tidak perlu dipermasalahkan. Itu sudah menjadi keputusan mereka. Biarkan saja mereka melakukan apa yang ingin mereka lakukan" sela raja.
"Yang Mulia!" seru ratu kedua kesal.
Apa raja sudah mulai berpihak pada anak itu?! Tidak! Jika raja mulai berpihak pada anak itu, maka rencananya akan gagal! Putrinya akan gagal menjadi permaisuri kekaisaran! Pikir Ratu kedua mulai waspada.
»---♡---«
Seperti yang di ucapkan raja. ZeeLin dan Haocun hanya menghadiri setengah acara saja disetiap acara untuk beberapa hari kedepan.
"Lalu? Apa yang ingin kamu lakukan?" tanya Haocun masih tetap mengelus rambut istrinya.
"Bolehkah aku mengikutinya?" ZeeLin menatap suaminya memohon.
"Apa yang akan kamu lakukan jika aku mengizinkanmu ikut?"
ZeeLin menyeringai kecil "Tentu saja mempermalukan adik kesayanganku itu"
Haocun terkekeh.
"Terserah kamu saja. Asal kamu tidak terluka"
"Sungguh boleh?!"
"Tentu saja. Apa yang di inginkan istriku akan aku kabulkan kecuali perpisahan"
ZeeLin mencium pipi suaminya "Terimakasih Yang Muliaku sayang. Anda baik sekali hihi"
"Hmm yang ini juga" Kata Haocun sambil menunjuk bibirnya.
Cup
__ADS_1
"Sudah" kata ZeeLin setelah mengecup bibir suaminya.
"Mana? Tidak terasa tuh"
"Memang gege mau yang bagaimana?"
"Seperti ini sayang. Perhatikan dengan baik!"
Haocun mempraktekkan apa yang di inginkannya. Dia terus melakukannya sampai ZeeLin kehabisan napas.
"Hah... Hah... Apa gege ingin membunuhku!" sungut ZeeLin setelah ciuman terlepas.
"Tentu saja tidak. Aku sedang mengajari istriku bagaimana mencium suaminya dengan benar"
"Itu memang gege saja yang mes*m!"
Haocun tertawa keras. "Tidak masalah jika mes*m pada istri sendiri kan" tangan Haocun mulai merambat kemana-mana.
"Gege! Apa yang emmmp..."
"Aku menginginkanmu sayang" ucap Haocun dengan suara beratnya. Mata tajamnya mulai berkabut.
"Tunggu sebentar!" ZeeLin menutup bibir suaminya menggunakan tangannya saat suaminya akan mencumbunya lagi.
"Ada apa sayang?" tanya Haocun berusaha menahan hasratnya.
"Pintunya masih belum ditutup!"
Haocun menoleh kebelakang. Benar saja jika pintunya masih terbuka lebar. Untung saja tidak ada siapa-siapa disana. Untuk para pelayan ZeeLin, Haocun memberi perintah untuk berjaga sedikit lebih jauh dari kamar mereka. Tidak ada yang berubah dari sifat angkuh dan ingin menangnya itu. Terkecuali pada istri tercintanya. Dia rela menekan harga dirinya sampai titik terendah sekalipun.
"Sudah ditutup" seru Haocun kembali menaiki ranjang setelah menutup pintu.
"Tunggu dulu!" cegah ZeeLin lagi.
Haocun berdesis kesal "Apa lagi sayang?!" ia mencoba bersabar dan menekan hasratnya yang sudah membara.
ZeeLin tertawa malu "Aku masih belum mandi"
Haocun hanya bisa tertegun. "Mandi?"
ZeeLin mengangguk.
"Kalau begitu, kita lakukan sambil mandi!" Haocun menggendong istrinya bridal style.
"Ah gege!" ZeeLin memukul pundak suaminya pelan karena terkejut.
"Nikmati saja sayang. Biarkan aku yang bekerja, kamu hanya perlu diam menikmatinya saja"
__ADS_1
Pintu kamar mandi pun tertutup dengan dorongan kaki Haocun yang sedikit keras.