True Empire'S (Kekaisaran Sejati)

True Empire'S (Kekaisaran Sejati)
True Empire's • 13 • Aku Menginginkan Adikmu!


__ADS_3

"Aku menginginkan adikmu untuk ku jadikan permaisuriku!" ujar kaisar langsung membuat pangeran JinHu terkejut bukan main.


Permaisuri?! Sebelumnya kaisar tidak pernah mau mengangkat permaisuri! Hanya selir saja dan akhirnya juga berakhir tragis. Apa yang ia curigai akhirnya terjawab sudah.


Sikap dua orang itu yang memiliki posisi lebih tinggi darinya, bersikap begitu santai padanya ternyata memiliki maksud tersembunyi!


"Itu... " rasanya lidah pangeran JinHu terasa kelu. Ia tidak tahu harus bersikap seperti apa.


Otaknya kembali berpikir cepat. Ia mengajukan kedua syarat untuk melindungi adiknya dan kaisar juga mengajukan syarat yang tidak jauh dari syarat yang ia ajukan. Namun ini begitu lebih mengejutkan dirinya.


Jika adiknya menjadi permaisuri, maka kaisar akan melindungi adiknya secara langsung! Tapi ia masih tidak sepenuhnya percaya dengan kaisar. Ia tahu kaisar seperti apa diluar sana. Kejam, berdarah dingin yang tak berperasaan!


"Heh... Meskipun kau menolak, aku akan tetap mendapatkan adikmu pangeran" kaisar kembali bicara karena pangeran JinHu hanya diam saja.


"Hamba tidak tahu harus bersikap seperti apa Yang Mulia. Posisi permaisuri sama saja dengan Yang Mulia Kaisar sendiri yang melindunginya secara langsung. Namun, sebagai seorang kakak. Hamba tetap tidak bisa percaya sepenuhnya terhadap anda Yang Mulia! Anda bisa menjaga adik hamba dari siapapun, tapi siapa yang akan menjaga adik hamba dari anda sendiri Yang Mulia?! Tolong ampuni hamba"


"Aku tidak pernah bertemu orang yang seberani itu tapi masih meminta pengampunan. Kau sungguh luar biasa pangeran." ujar kaisar dengan dingin.


"Apa kau melupakan dirimu sendiri pangeran? Kau masih bisa melindungi adikmu dari ku jika kau masih tidak percaya padaku! Apa kau puas dengan itu?!" kata kaisar menatap pangeran JinHu tanpa ekspresi.


Pangeran JinHu menunduk. Apa ia yakin bisa melindungi adiknya dari kaisar?!.


"Pada dasarnya kau adalah kakak dari adikmu bukan? Itu berarti kau akan menjadi kakak ipar dari kaisar. Dalam posisi keluarga, seorang kakak masih berhak untuk melindungi adiknya dari suaminya. Tapi, dalam posisi bawahan setia kaisar, dia tidak berhak untuk memberontak dari kaisar! Melawan kaisar berarti memberontak!"


Dua posisi yang saling bertentangan. Satu posisi mendapat keuntungan, dan satu posisi bisa membuat keadaan tidak dapat berkutik. Jika ia mundur untuk menjadi tangan kanan kaisar, apa adiknya tetap akan menjadi permaisuri kekaisaran dinasti Han ini?!. Itu yang dipikirkan pangeran JinHu.


Dengan memberanikan diri pangeran JinHu mengajukan pertanyaan ada kaisar.


"Jika hamba memilih mundur untuk tidak menjadi tangan kanan anda, apa anda akan tetap menjadikan adik hamba permaisuri?"


Kaisar menatap pangeran JinHu dingin. "Apa kau termasuk orang yang serakah pangeran? Apa yang aku dapatkan jika adikmu tetap kujadikan permaisuri? Apa keuntungan yang kudapat heh!"

__ADS_1


"Anda benar! Sebagai seorang kakak, hamba akan menjadi orang yang serakah jika berhubungan dengan adik hamba! Apapun akan hamba lakukan demi kebahagiaan dan keselamatannya!"


Kaisar bertepuk tangan puas dengan perkataan pangeran JinHu. "Bagus sekali! Kau pantas menjadi kakak iparku, pangeran JinHu! Jika kau tidak mengatakan demikian, aku pasti akan langsung menghabisimu karena tidak peduli dengan gadisku!"


"Maksud Yang Mulia?!" ucap pangeran JinHu terkejut.


Kaisar melepaskan topeng yang ia kenakan. Terlihat wajah tampan kaisar bak seorang malaikat yang turun ke bumi. Ketampanan yang sangat sempurna! Berbeda dengan rumor yang beredar. Wajah kaisar tidaklah buruk rupa! Jika wajah sesempurna itu disebut buruk rupa, maka wajah dibawah standar wajah kaisar disebut apa?.


"Jika kau mengkhawatirkan adikmu karena aku, malaikat kematian yang akan menghampiriku jika aku menyakiti adikmu. Aku dan dia sudah ditakdirkan bersama jauh sebelum kehidupan ini. Jika aku menyakitinya, sama saja aku mengundang kematianku! Kau percayakan saja keselamatan adikmu padaku!" kata kaisar.


"Apa anda sudah bertemu dengan adik hamba Yang Mulia?" tanya pangeran JinHu.


"Jangan terlalu formal! Bukankah aku akan menjadi adik iparmu nanti, kakak ipar?!"


"sebelum adik hamba menikah dengan anda, anda tetap seorang kaisar!" ucap pangeran JinHu pelan.


"hahaha.... Kau adalah kau! Tidak seperti penjilat diluar sana! Bagus sekali! Aku tidak salah memperlakukanmu dengan baik dari awal!"


"Lalu jika aku sudah menikahi adikmu, kau akan menganggapku apa?!" lanjut kaisar mengajukan pertanyaan.


Kaisar tersenyum miring "Jika aku menyiksamu saat berstatus kaisar, apa yang akan kau lakukan?!"


"Aku juga akan menyiksa adik iparku!" ucap pangeran JinHu dengan tegas tanpa rasa takut sama sekali.


Lagi-lagi kaisar tertawa dengan keras. Ia suka dengan jawaban calon kakak iparnya itu. Sungguh menakjubkan! Tidak ada rasa takut sama sekali!.


"Hmm... Ternyata kau pendendam juga calon kakak ipar!" sarkas kaisar.


"Sebaiknya aku memperlakukanmu dengan sangat baik! Tapi jika kau bertindak melewati batas, aku bisa menghukummu atas perintah kaisar!" lanjut kaisar kembali dengan wajah datar.


Cepat sekali orang ini mengatur ekspresi nya! Sepertinya dia memiliki kepribadian ganda!. Batin pangeran JinHu.

__ADS_1


"Bukankah dia orang yang menarik adikku, Yuan'er?!" ujar kaisar pada sang adik yang hanya diam memperhatikan.


"Ya! Sangat jarang ada orang yang seberani ini pada mu kak!" jawab pangeran Yuan.


"Jadi apa keputusanmu, pangeran?" tanya kaisar setelah memasang topengnya kembali.


Pangeran JinHu berlutut sambil menangkupkan kedua tangannya didepan dada.


"Hamba bersedia mengisi posisi itu Yang Mulia! Hamba bersedia menyerahkan hidup dan mati hamba ditangan anda!" dengan tegas pangeran JinHu menjawab.


Ia tidak ragu lagi dengan kaisar. Tapi, sepertinya dia terlewatkan sesuatu! S1al! Kaisar berhasil mengalihkan pembicaraan!


Pangeran JinHu hanya bisa menghela napas pelan. Ia hanya bisa bersabar menunggu waktu yang menjawabnya sendiri.


»---♡---«


Di Paviliun Anggrek.


Setelah mendengar kabar terjadi penyerang di paviliun Anggrek. Putra mahkota  datang dan memaksa untuk masuk.


Kekacauan malam itu sudah dibersihkan. Bahkan seperti tidak ada penyerangan sama sekali.


"Ada apa kakak kesini?!" tanya ZeeLin langsung.


"Aku mengkhawatirkan kamu adikku. Aku dengar terjadi penyerangan dimalam hari pada paviliun anggrek ini? Apa kamu baik-baik saja? Tidak ada yang terluka kan?" tanya putra mahkota beruntun mengkhawatirkan adik perempuan satu-satunya.


ZeeLin menghela napas pelan. "Aku baik-baik saja. Ada seseorang yang datang membantuku untuk menghabisi mereka. Kakak tidak perlu khawatir lagi"


"Ze'er, meskipun kamu berkata seperti itu. Sebagai seorang kakak, tetep saja akan mengkhawatirkan adiknya! Mungkin penyerangan itu berhasil digagalkan! Tapi bagaimana dengan penyerangan berikutnya! Orang yang merencanakan pembunuhan padamu masih belum di temukan!"


ZeeLin tersenyum tipis, ia tahu jika kakaknya tulus mengkhawatirkan dirinya. "Kakak tidak perlu khawatir, aku akan mengangkat seseorang yang sudah membantuku jadi pengawal pribadiku. Kemampuannya tidak perlu diragukan. Dia sangat hebat!" hanya saja, dikehidupan sebelumnya ia mati konyol karena melindungi kaisar menggunakan tubuhnya. Lanjut ZeeLin membatin.

__ADS_1


"Seseorang? Apa dia lebih hebat dari kakakmu ini?!" kata putra mahkota tidak suka.


"Apa kakak cemburu?! Bisa dibilang iya bisa dibiang tidak juga! Aku tidak tahu kemampuan kakak sampai sebatas mana!" ucap ZeeLin santai lalu menikmati teh miliknya.


__ADS_2