
Di istana kekaisaran.
Kasim kaisar terlihat sedang mondar mandir dengan cemas. Sudah hampir dua bulan kaisar menghilang dan masih belum kembali!
"Apa yang anda lakukan paman?" Tanya seorang pemuda yang lewat untuk mengambil sesuatu di kamar kaisar.
"Ah salam pangeran Yuan"
"Ya. Kenapa paman mondar mandir dengan gelisah seperti itu?" tanyanya.
"Itu pangeran. Yang Mulia Kaisar sudah hampir dua bulan menghilang dan belum kembali"
Dahi angeran Yuan mengerut. "Kakak mungkin akan kembali dalam waktu lama. Paman tidak perlu khawatirkan dia. Apa paman lupa siapa dia? Hanya orang bodoh yang akan menyerang kakakku!"
"Hamba tahu pangeran. Tapi tetap saja hamba mengkhawatirkan kaisar. Orang-orang diluar sana tidak mengenali wajah kaisar. Bagaimana jika ada yang menyerangnya disaat kaisar lengah?"
"Terimakasih paman sudah mengkhawatirkan nya. Tapi paman tidak perlu khawatirkan dirinya. Kaisar aman-aman saja. Bahkan aku baru saja bertemu dengannya kemarin" kata pangeran Yuan lalu tersenyum tipis.
Meskipun pria paruh baya itu bukan keluarga kekaisaran, tapi pria itu tetap saja mengkhawatirkan kaisarnya. Kaisar yang sudah ia rawat sedari kecil layaknya putranya sendiri.
Pangeran Yuan menatap kasim Gu dengan perasaan sayang, seperti kepada keluarganya sendiri. Ia tahu jika kasim Gu sangat menyayangi kakaknya dan dirinya.
"Benarkah pangeran? Apa kaisar baik-baik saja?!" tanya kasim Gu sedikit lega.
Pangeran Yuan mengangguk "Dia baik-baik saja. Bahkan sangat baik" katanya di akhiri kekehannya.
Tep
Pangeran Yuan menepuk bahu kasim Gu. "Jadi, paman jangan terlalu mengkhawatirkan kaisar. Jaga kesehatan paman itu lebih diperlukan sekarang. Lagi pula aku sudah mengirim orangku untuk menjaga kaisar dan kaisar terlihat tidak keberatan."
Kasim Gu menghela napas dalam-dalam. "Baiklah pangeran. Jika kaisar baik-baik saja, hamba jadi lega"
"Aku akan melanjutkan pekerjaanku, paman" pamit pangeran Yuan lalu pergi.
Pangeran Yuan menghentikan langkahnya lalu balik badan "Oh ya paman. Apa paman pernah diberitahu kaisar jika kaisar menghilang, paman tidak perlu bingung atau khawatir. Mungkin saja sekarang kaisar sedang berduaan dengan seorang gadis" kemudian pangeran Yuan kembali melanjutkan langkahnya.
"Ah iya! Kaisar pernah berkata padaku seperti itu. Apa yang dikatakan pangeran Yuan benar? Semoga saja kaisar segera membawa permaisuri ke istana yang sepi ini. Semoga anda selalu baik-baik saja Yang Mulia" gumam kasim Gu senang.
»---♡---«
__ADS_1
Di paviliun teratai
Haocun dari pagi terus membujuk istrinya yang sedang marah padanya.
Bagaimana tidak marah, jika dia melakukannya beberapa kali di dalam kamar mandi. Apa yang dilakukannya membuat tubuh ZeeLin rasanya remuk redam. Apa lagi malam itu adalah malam pertama bagi gadis itu.
"Sayang, aku sungguh minta maaf. Jangan marah lagi ya. Aku benar-benar tidak dapat mengendalikan diriku lagi malam itu. Pertahananku padamu seketika runtuh malam itu juga."
"Hmm..."
Haocun memikirkan banyak cara agar istrinya tidak marah lagi. Sungguh malam itu dirinya seperti bukan dirinya saat bersama dengan istrinya dulu saat masih menjadi kekasihnya.
"Aku akan melakukan apa saja asal kamu tidak marah lagi. Bagaimana?" Tawar Haocun.
Akhirnya ZeeLin menoleh kearahnya. "Apa saja?"
Haocun mengangguk "Apa saja yang kamu mau, aku berikan jika mampu"
ZeeLin memegang dagunya tanda berfikir.
"Kalau aku meminta gege untuk melakukan ini apa gege bisa?"
"Kaisar pasti sebentar lagi akan mengirim utusannya. Jika kaisar memilihku nanti dan dia tahu aku sudah menikah dengan gege, kaisar pasti akan murka dan membunuh kita semua"
Dahi Haocun mengerut penasaran. Apa yang di inginkan istrinya itu? Dan lagi berhubungan dengan kaisar!.
"Lalu?"
ZeeLin menoleh cepat kearah suaminya. "Gege bun*h kaisar! Jika kaisar mati, maka kita semua akan aman. Aku yakin kemampuan gege sangat mampu untuk membun*h kaisar!" Mengingat saat dimana pembunuh bayaran itu menyerang kediamannya, pria itu datang dn menghabisi para pembunuh bayaran dalam waktu cepat!.
Mendengar hal itu, Haocun tertegun. Membunuh kaisar?! Ide gila apa itu! Yang benar saja! Batin Haocun teriak frustasi.
"Apa gege bisa melakukannya? Jika tidak, aku tidak akan bicara lagi dengan gege!"
"Ee... Ze'er, apa tidak ada permintaan yang lain saja? Membun*h kaisar itu..." Bahkan Haocun tidak tahu haru bilang apa. Tidak mungkin kan dirinya melakukan ide konyol dari istrinya itu?! Sangat tidak mungkin!
Jika adiknya atau pangeran JinHu mendengar permintaan konyol dari istrinya, bisa dipastikan kedua pria itu akan tertawa. Yang benar saja!.
"Bilang saja kalau gege tidak berani! Hmm!" ZeeLin kembali memalingkan muka.
__ADS_1
Haocun kembali dibuat frustasi oleh istrinya. Ya tuhan, salah apa lagi dia? Ujian yang Kau berikan saja masih belum terselesaikan dan sekarang permintaan konyol istrinya!.
"Bukan begitu sayang. Permintaan kamu sangat tidak masuk akal. Aku tahu jika kemampuanku bisa melakukan apa yang kamu katakan. Tapi menembus pertahanan istana kekaisaran itu sangat tidak mungkin!" kata Haocun mencoba berunding. Siapa tahu istrinya akan mengurungkan permintaan nyelenehnya itu.
"Sebelum aku sampai pada kaisar, mungkin aku sudah mati ditangan para prajurit kaisar lebih dulu karena kehabisan tenaga. Apa kamu rela suamimu mati dengan cepat? Bahkan kita baru saja menikah!"
"Tapi, jika kaisar tahu kita sudah menikah bagaimana?" isakan lirih terdengar keluar dari bibir semerah ceri itu.
Haocun membawa sang istri ke pelukannya.
"Kaisar tidak akan bisa menyakiti kamu. Aku yang akan melindungimu sayang"
"Lalu bagaimana dengan keluargaku? Rakyat kerajaan ini? Kaisar pasti akan membumi hanguskan kerajaan Quan" tangis ZeeLin semakin menjadi.
Haocun mengerti sekarang. Istrinya marah padanya bukan karena masalah tadi malam. Melainkan ia sedang khawatir dengan apa yang akan terjadi jika kaisar marah terhadap kerajaan Quan. Sehingga membuat emosinya tidak stabil. Ditambah dengan dirinya yang selalu menggoda istrinya.
Haocun semakin mengeratkan pelukannya. Maaf. Aku tidak bisa mengetakannya sekarang. Jika tidak, kamu akan berada dalam bahaya. Batin Haocun menyesal.
Setelah lelah menangis, ZeeLin akhirnya tertidur dipelukan Haocun.
Pria itu membaringkan tubuh istrinya di atas ranjang dengan lembut. "Maaf!" hanya satu kata yang terucap dibibir Haocun.
Haocun mendaratkan kecupan penuh sayang di dahi istrinya.
»---♡---«
Malam harinya.
Tubuh ZeeLin menggigil kedinginan. Padahal tadi sore masih baik-baik saja.
Haocun menyentuh kening yang terus mengeluarkan keringat. "Panas sekali" ZeeLin terkena demam tinggi! Apa mungkin karena terlalu kepikiran dan tertekan sehingga membuatnya menjadi demam?! Mungkin saja.
Haocun memanggil tabib kepercayaannya yang ia bawa sendiri. Raja juga memberi izin padanya jika membawa tabibnya sendiri.
"Bagaimana keadaannya?" tanya Haocun yang tetap memperhatikan istrinya yang masih terpejam.
"Yang Mulia terkena demam tinggi disebabkan oleh pikirannya mengalami tekanan yang sangat berat. Jika hal ini terus dibiarkan, takutnya..." Tabib berhenti bicara, ia tidak berani mengatakan kemungkinan terburuk akan menimpa istri junjungannya.
"Aku tidak mungkin mengatakan hal itu padanya. Jika tidak, nyawanya akan berada dalam bahaya" gumam Haocun tak berdaya.
__ADS_1
Dalam kehidupannya sekarang, ia tidak pernah merasakan tak berdaya saat ini. Haocun tahu maksud tabib. Tapi ia tidak bisa mengatakannya!.