True Empire'S (Kekaisaran Sejati)

True Empire'S (Kekaisaran Sejati)
True Empire's • 18 • Penolakan Haocun!


__ADS_3

Wajah cantik berseri itu dengan cepat meredup saat kekasihnya menolak bertatapan dengannya.


"Maaf Yang Mulia, Hamba tidak pantas menikah dengan anda. Hamba hanyalah rakyat biasa" tolak Haocun.


Pegangan ZeeLin pada lengan Haocun terlepas. Mata indahnya mulai berkaca-kaca. "Xuan gege.... kamu..." ZeeLin tidak dapat berkata-kata lagi. Ia berlari meninggalkan aula kerajaan dengan menahan tangis.


Haocun melirik pada pangeran JinHu kemudian menggeleng pelan saat pangeran JinHu balas menatapnya. Pangeran JinHu mengangguk kecil tanda mengerti.


"Mohon ampuni hamba Yang Mulia Raja, hamba tidak seberani itu untuk menikahi tuan putri. Hamba hanyalah rakyat biasa. Hamba memutuskan untuk berhenti menjadi pengawal tuan putri" kata Haocun menunduk kearah raja.


Pangeran JinHu membulat saat menyaksikan Haocun menunduk pada raja layaknya orang biasa. .


Begitupun dengan putra mahkota, saat pria itu dibawa oleh adiknya untuk menemuinya, pria itu bahkan tidak pernah mengeluarkan suara sama sekali saat ditanyainya. Putra mahkota sampai berpikir jika pria itu begitu angkuh, namun nyatanya dia bisa berkata lembut pada adik dan ayahnya.


Raja menatap Haocun yang memiliki paras tampan. Sangat jarang ada orang yang berparas tampan sepertinya. Setelah dipikirkan Raja akhirnya membuat keputusan.


"Jika kau memutuskan untuk berhenti menjadi pengawal putri ZeeLin maka aku izinkan. Tapi, kau harus tetap menikah dengan putriku" Raja turun dari singgasananya, berjalan menuju Haocun yang masih membungkuk.


"Aku memintamu untuk menikahi putriku sebagai seorang ayah, bukan seorang raja! Kau harus bertanggung jawab atas perasaan yang ditanggung oleh putriku! Apa kau bersedia?" Raja menepuk pundak Haocun yang lebih tinggi darinya setelah diminta berdiri tegak.


Haocun menatap raja.


"Hamba bersedia Yang Mulia" putus Haocun.


Pangeran JinHu tersenyum tipis. Dia mengerti permainan pria itu.


"Baiklah. Karena kau sudah bersedia, maka temui putriku, katakan padanya kalau ayahnya sudah setuju" kata Raja Quan Zee Lan.


"Baik Yang Mulia"


"Panggil aku ayah atau ayah mertua. Jangan memanggilku seperti itu emm...."


"Namaku Haocun ayah" kata Haocun memberitahu namanya.


"Ekhem... Ya Hao'er. Tidak masalah kan aku memanggilmu begitu?" Kata raja.


"Tentu saja boleh ayah"


Entah kenapa, Raja merasa senang saat dipanggil ayah oleh pria didepannya itu. Senyum lebar terlihat diwajahnya yang sudah setengah abad lebih. Terdapat senyum kebahagiaan.


"Bagus bagus. Kau akan menjadi menantu kesayanganku nantinya! Sekarang pergilah" kata Raja mengangguk puas.

__ADS_1


Semua orang yang berada di aula saling menatap melihat kepuasan raja mereka tampak begitu jelas.


Orang ini bukan orang sembarangan! Aku sudah mencari tahu tentangnya, namun tidak ada informasi apapun tentangnya. Aku harus berhati-hati padanya!. Batin raja melihat kepergian Haocun menyusul putrinya.


»---♡---«


Haocun terus mengetuk pintu kamar ZeeLin yang masih tertutup. Dari luar ia bisa mendengar suara tangisan kekasihnya.


Ada rasa menyesal hinggap dihatinya saat mendengar tangisan kekasihnya. Tapi, dia harus melakukannya!.


"Sayang, dengarkan aku. Aku terpaksa melakukannya! Tolong buka pintunya dulu ya. Aku akan jelaskan didalam" Ujar Haocun dengan sangat lembut, membujuk sang kekasih yang tengah bersedih.


"Aku akan tetep berdiri disini sampai kamu membukakan pintunya!"


Waktu terus berlalu. Hari pun berganti. Haocun tetap berdiri kokoh di tempatnya dari kemarin siang sampai siang berikutnya.


Pangeran JinHu datang menghampiri Haocun.


"Yang Mulia. Apa dia masih tidak mau bicara?" Tanya pangeran JinHu berbisik.


Haocun hanya menoleh sekilas lalu menghela napas. Jangan salahkan dirinya jika mengikuti drama yang dimulai gadis keras kepala itu.


"Dia tetap tidak berubah. Keras kepala!" kata Haocun yang memejamkan mata.


"Ze'er, buka pintunya. Aku akan jelaskan didalam. Tolong buka pintunya Ze'er" Haocun berusaha membujuk kekasihnya dengan lembut.


Pangeran JinHu menatap Haocun tak percaya. Pria dingin sepertinya bisa bersikap lembut seperti itu pada seorang gadis.


"Ze'er. Aku tahu kamu mendengarku! Tolong biarkan kali ini saja aku jelaskan padamu. Jika kamu tidak suka dengan caraku, kamu boleh menghukum ku!"


Tak berselang lama, pintu yang sudah tertutup dari kemarin kembali terbuka.


Senyum Haocun merekah. Ia tahu, kekasihnya tidak mudah dibujuk, tapi pada akhirnya akan tetap terbujuk. Itulah yang disukai Haocun dari gadis itu.


"Aku akan menemuinya" katanya pada pangeran JinHu seraya tersenyum kecil.


Haocun berjalan cepat ke kamar gadis yang sudah ia bujuk dari kemarin siang. Ia tidak ingin, gadis keras kepala itu berubah pikiran kembali.


Pangeran JinHu mengangguk samar saat Haocun menatapnya sebelum pintu ditutup.


"Ze'er!" Haocun memeluk kekasihnya dengan erat.

__ADS_1


"Aku tahu kamu akan memberiku kesempatan untuk menjelaskan"


"Lepaskan. sekarang jelaskan apa maksud gege kemarin!" ketus ZeeLin cemberut.


"Aku terpaksa melakukannya. Apa yang kamu lakukan membuatku sangat terkejut. Aku tidak menyangka bahwa kamu akan meminta hal itu pada ayahmu secara terbuka" kata Haocun mulai menjelaskan.


"Sayang, aku waktu itu hanya seorang pengawalmu saja. Mana mungkin seorang pengawal pantas menikah dengan seorang putri kerajaan!"


ZeeLin menoleh kearah Haocun. "Apa maksud gege? aku tidak mengerti"


Haocun turun dari tempat duduknya. Ia berlutut didepan ZeeLin. Menggenggam tangan halus seperti sutra itu dengan lembut.


"Aku mengatakan itu agar aku memiliki kesempatan untuk mengundurkan diri dari pengawalmu. Aku tidak ingin, putri pertama kerajaan Quan menikah dengan pengawalnya sendiri. Raja juga pasti akan sangat malu jika putrinya menikah dengan pengawalmya sendiri. Sekarang aku sudah bukan pengawalmu lagi. Aku pasti akan menikahimu Ze'er. Raja juga sudh setuju!"


"Benarkah dia setuju?!" tanya ZeeLin kembali bersemangat.


Haocun mengangguk pasti.


Senyum manis kembali terbit di wajah cantik gadis itu. ZeeLin memeluk kekasihnya erat sampai Haocun hendak terjatuh kebelakang jika tidak segera menahan tubuh keduanya dengan tangan kekarnya.


"Maafkan aku sudah berburuk sangka padamu" sesalnya mengeratkan pelukan.


"Ini juga salahku karena bertindak nekat hingga membuatmu salah paham" Haocun mengelus rambut ZeeLin lembut.


Keduanya berdiri lalu duduk kembali ditempat mereka tadi.


"Lalu apa lagi yang raja itu katakan?"


"Sayang jangan berkata seperti itu"


"Kenapa? Dia tidak pernah menyayangi pemilik tubuh ini sebelumnya!" Sungut ZeeLin tidak suka.


"Ayahmu bukan orang yang seperti itu. Percayalah padaku" ucap Haocun memberi pengertian agar gadis itu tidak terlalu benci terhadap keluarganya.


"Apa yang kita lihat, bukan berarti apa yang terlihat sebenarnya" lanjut Haocun.


ZeeLin berdiri menghadap keluar jendela. "Jika begitu, apa yang aku lihat dari dirimu adalah dirimu yang sebenarnya? atau apa yang kulihat pada mu bukan kamu yang aku lihat?!"


Tubuh Haocun sedikit menegang, dengan cepat ia merilekskan diri.


"Apa yang ingin kamu katakan Ze'er? aku tidak mengerti"

__ADS_1


ZeeLin menatap Haocun dingin "Mungkin di kehidupan sebelumnya, gege adalah orang yang ku kenal yang sebenarnya. Katakan dengan jujur! Siapa kamu sebenarnya dikehidupan ini?!"


__ADS_2