True Empire'S (Kekaisaran Sejati)

True Empire'S (Kekaisaran Sejati)
True Empire's • 23 • Awal Dari Segalanya!


__ADS_3

Dinasti Han kehidupan pertama Kaisar Han Haocun.


Kaisar Han Haocun, dikenal dengan kaisar yang bengis tak memiliki pengampunan sama sekali.


Kehidupannya hanya ada tentang membun*uh dan melakukan banyak kesalahan yang lainnya. Termasuk kesalahan yang sangat fatal!.


Dimana saat itu Dinasti Kekaisaran Han tidak diperbolehkan memiliki istri lebih dari satu! Hanya boleh memiliki permaisuri saja!.


Dinasti kekaisaran Han memiliki kutukan yang bisa menghancurkan seluruh dinasti. Memecah belah kekaisaran dan terjadi peperangan terus menerus.


Kutukan tersebut dimulai dari, Kaisar ke Tiga pada masa Dinasti Kekaisaran Han yang telah melakukan kesalahan besar.


Kaisar pada kekaisaran Han tidak boleh memiliki istri lebih dari satu, atau kutukan itu akan mulai bekerja jika Kaisar berani memiliki istri lebih dari satu.


Dari generasi ke generasi kekaisaran Han. Kaisar hanya memiliki satu istri yang menjadi permaisurinya. Hingga...


Di saat keturunan ke sebelas kekaisaran Han menjadi kaisar.


Kaisar Han Haocun melakukan kesalahan fatal! Dimana kaisar memiliki lebih dari satu istri. Permaisuri dan para selir yang mencapai puluhan orang.


Bukan hanya itu!


"Kenapa aku harus mengangkat permaisuri bod*h sepertimu! Permaisuri tidak berguna dan selalu menyusahkanku! Menyingkir dari hadapanku!" teriak kaisar Han Haocun murka terhadap permaisuri Quan Zee Lin.


Kaisar pergi dengan perasaan murka meninggalkan permaisurinya yang tergeletak sehabis ditendang kaisar karena berani menghentikan kaisar.


Permaisuri Quan Zee Lin hanya bisa menangis pilu. Lagi-lagi kaisar memperlakukannya dengan buruk. Kaisar bahkan tega menyiksanya setelah mendapatkan kebutuhan tubuhnya.


Meskipun kaisar memiliki banyak istri, tapi untuk masalah kebutuhan tubuhnya, kaisar hanya bisa datang kepada permaisuri.


Kaisar terus berjalan dengan cepat menuju paviliun mawar, tempat para selir berada.


Para selir yang tahu kaisar sedang berjalan menuju mereka, puluhan selir itu langsung mendandani mereka dengan cepat agar bisa mendapat perhatian kaisar mereka.


Para selir segera berbaris menyambut kaisar dengan dandanan tebal mereka.


"Salam pada kaisar. Semoga kaisar panjang umur" ucap para selir bersamaan saat kaisar memasuki paviliun.


Kaisar hanya berjalan acuh sampai langkah kakinya terhenti. Kaisar menatap datar selir tersebut dan menarik tangan selirnya menuju kamar selir itu.


Para selir yang lainnya hanya bisa menelan kekecewaan saat kaisar sudah memilih salah satu selir.


"Selir Hia Lu sangat beruntung bisa dipilih kaisar!"


"Benar! Dia sangat beruntung"

__ADS_1


"Bukankah selir Hia Lu adalah adik dari permaisuri Zee Lin!"


"Benar. Dan sekarang, kaisar beralih pada adiknya permaisuri! Mungkin kaisar sudah bosan dengan permaisuri"


"Sstt... Jaga ucapanmu! Jika kaisar mendengar, kau akan dihukum!"


"Kaisar baru pertama kali ke paviliun mawar ini. Tapi kaisar sudah memiliki tujuan dari awal"


Para selir hanya menghela napas pasrah.


Mereka sudah dapat menebak apa yang akan terjadi di kamar selir Hia Lu. Sudah pasti.


Keesokan harinya


Kaisar kembali menyiksa permaisuri. Entah dengan memukul, menjambak serta caci-maki yang keluar dari mulut kaisar sangat menyakiti relung hati permaisuri.


"Kau memang tidak berguna! Begitu saja kau sudah kesakitan! Apa kau tahu? Adikmu itu jauh lebih nikmat darimu!" Teriak kaisar sambil menjambak rambut permaisuri yang tanpa mengenakan sehelai benang.


Permaisuri memandang kaisar kaget. Apa kaisar tidak salah bicara?! Apa kaisar sudah melakukannya dengan wanita lain? Apa kaisar sudah melupakan kutukan itu?!.


"Yang Mulia, apa anda sudah melupakan kutukan itu?!" lirih selir menatap kaisar dengan pandangan kosong.


Kaisar melepaskan jambakannya dari rambut permaisuri dengan kasar. Lalu mencengkram dagu permaisuri dengan keras hingga membuat permaisuri meringis kesakitan.


"Apa pedulimu! Kau hanya bisa sakit-sakitan dan tidak pernah bisa memuaskanku!"


"Aku sudah tidak peduli dengan kutukan itu! Bukankah aku sudah menikahi puluhan selir?! Apa yang terjadi? Tidak ada yang terjadi bukan?! Kutukan itu hanya kebohongan belaka!" Lagi-lagi kaisar berlaku kasar.


"Ya... Semoga kutukan itu hanya kebohongan" lirih permaisuri sebelum memejamkan matanya. Tubuhnya sudah tidak kuat lagi menahan siksa yang dilayangkan suaminya.


Kaisar tertegun saat permaisuri tiba-tiba menutup mata. Entah mengapa hatinya terasa sakit. Tapi dengan entengnya, kaisar menepis perasaan itu.


Kaisar keluar dari kediaman permaisuri yang sudah tergeletak tak sadarkan diri di lantai yang dingin tanpa busana.


"Urus dia" titah kaisar pada pelayan yang selalu berjaga tak jauh dari kamar permaisuri.


Para pelayan itu hanya menunduk takut.


Setelah kaisar menghilang dari pandangan, para pelayan segera bergegas mendatangi kamar permaisuri mereka. Termasuk Fu Len yang berlari cepat untuk melihat junjungannya.


"Yang Mulia!" Teriak Fu Len begitu tahu keadaan permaisuri.


Para pelayan segera menghampiri Fu Len yang terhenti di pintu karena terkejut setengah mati.


Fu Len masuk kekamar permaisuri lalu memeluk tubuh polos permaisuri yang dipenuhi lebam dimana-mana. Selama ini dirinya tidak mengetahui keadaan permaisuri yang sesungguhnya.

__ADS_1


Permaisuri selalu menampilkan dirinya dengan baik. Seakan dirinya tidak pernah mendapat siksaan dari kaisar.


Para pelayan yang lain juga terkejut dan ikut menangis saat tahu keadaan permaisuri yang memprihatinkan.


Salah satu pelayan mengambil selimut untuk menutupi tubuh polos permaisuri.


"Tutup pintunya. Jangan izinkan siapapun masuk" perintah Fu Len sebagai kepala pelayan.


"Panggil tabib juga segera!" lanjut Fu Len.


"Tapi, bagaimana jika kaisar datang?" tanya seorang pelayan paling muda.


"Kaisar tidak akan kemari lagi untuk yang kedua kalinya dalam sehari. Cepat lakukan apa yang aku minta!" Fu Len menjawab cepat.


Fu Len dan beberapa pelayan mengangkat tubuh permaisuri keatas pembaringan setelah ranjang sudah dibersihkan.


Fu Len membersihkan tubuh permaisuri dengan mengelap menggunakan handuk halus dan air hangat yang bercampur rempah-rempah agar tubuh permaisuri terasa harum.


Fu Len melakukannya dengan sangat perlahan di iringi isak tangis yang memilukan.


"Yang Mulia, mengapa anda menyembunyikan semua ini dari kami. Kami tidak tahu jika selama ini anda sangat menderita" isak Fu Len masih terus melakukan aktivitas nya.


Selesai mengelap. Fu Len dibantu pelayan lain untuk memakaikan pakaian permaisuri lalu mendandaninya agar tetap terlihat cantik.


Setelah tugas selesai. Fu Len hampir roboh. Dia sudah tidak kuat menahan bobot tubuhnya lagi. Untung saja pelayan permaisuri yang lain segera menangkapnya.


"Kakak istirahatlah. Biar kami yang menjaga permaisuri" kata pelayan paling muda.


"Benar. Kakak istirahat saja" timpal yang lain.


"Tidak. Aku harus tetap menjaga permaisuri! Bahkan sampai aku mati juga akan tetap menjaga permaisuri!"


"Tabib sudah datang!" ujar pelayan yang berjaga didepan pintu.


Fu Len mengelap bekas air matanya. Namun matanya masih terlihat sembab dan bengkak.


"Bagaimana keaadaan permaisuri tabib?!" tanya Fu Len langsung setelah tabib selesai memeriksa.


Sebelum bicara, tabib menghela napas pelan. "Tubuh permaisuri sangat lemah! Dan yang membuatku lebih khawatir adalah.... " tabib tidak meneruskan perkataannya.


Fu Len geram karena tabib tidak melanjutkan kata-kata nya. "Cepat katakan tabib!" paksa Fu Len.


Tabib menundukkan kepalanya. Ia tahu jika kepala pelayan permaisuri sangat mengkhawatirkan permaisuri. "Permaisuri sedang mengandung!" lanjutnya.


Mata Fu Len membola. "Permaisuri... Mengandung?!" beo nya.

__ADS_1


"Benar. Tapi, keadaan permaisuri yang seperti ini akan sangat membahayakan nyawanya. Aku tidak tahu harus mengatakan apa lagi" tabib menggeleng pelan.


__ADS_2