True Empire'S (Kekaisaran Sejati)

True Empire'S (Kekaisaran Sejati)
True Empire's • 32 • Racun!


__ADS_3

Semakin lama, melodi yng dimainkan ZeeLin semakin cepat dan bertambah cepat saat Flute milik suaminya mulai dimainkan.


Permainan yang sebenarnya baru saja dimulai adikku sayang! Batin ZeeLin sembari melihat tarian putri Hia Lu yang semakin bertambah cepat mengikuti kedua melodi itu.


Bruk!


Ah!


Cetas! Tak!


Suara alat musik selesai dimainkan disusul dengan putri Hia Lu terjatuh dengan wajah yang menyentuh lantai dengan keras lalu disusul suara senar guzheng yang terputus dan alat bantu yang berupa kuku palsu yang terbuat dari cangkang kura-kura terbelah menjadi dua.


Semua orang tercengang dengan penampilan ketiganya. Permainan gila apa itu?! Sangat indah dan menakutkan!. Mereka tidak pernah mendengar melodi seindah dan semenakutkan itu!


"Aih... Senarnya putus. Kualitas senar ini sungguh jelek!" gumam ZeeLin yang masih terdengar.


Kualitas senar itu jelek katanya?! Apa dia tidak tahu harga senar guzheng yang dimiliki kerajaan Quan ini?! Harganya sangat mahal! Dengan peringkat harga di urutan kedua dari atas! Untuk peringkat pertama hanya dimiliki kekaisaran saja!. Pikir mereka yang mendengar gumaman ZeeLin.


"Tidak masalah, senarnya bisa diganti nanti putriku" ucap Raja dengan senyum canggung.  Tidak mudah mendapat senar itu putriku! Dan kau mengatakan kualitas senar itu sangat jelek! Apa kau tidak tahu harganya?! Lanjut raja dalam hati.


ZeeLin berdiri lalu membungkuk dengan anggun sama seperti sebelumnya saat dirinya selesai menari.


"Sudah cukup! Aku tidak ingin kamu menerima tantangan dari siapapun lagi! Cukup duduk dan nikmati saja acaranya!" seru Haocun dengan tegas tidak ingin dibantah.


Apa?! Jadi maksud bermain yang di ucapkan kedua putri kerajaan Quan adalah sebuah tantangan?!. Pikir para tamu.


"Silahkan kembali ketempat duduk kalian" kata Raja pada ZeeLin dan Haocun. Untuk putri Hia Lu, dia sudah pergi kekamarnya karena hidungnya mengeluarkan darah. Seperti nya tulang hidungnya patah karena benturan yang sangat keras.


ZeeLin dan haocun kembali ketempat duduk mereka. ZeeLin hendak meminum tehnya yang sudah dingin namun dicegah oleh Haocun.


"Jangan minum! Teh nya beracun!" ujar Haocun berbisik.


"Apa?! Bagaimana gege tahu tehnya beracun?!" balas ZeeLin berbisik juga.


"Aku tadi berpura-pura salah ambil cangkir milikmu. Saat aku cium, aku merasakan bau racun yang terasa sangat samar. Aku merasa racun itu adalah racun yang bisa membuat seseorang akan lumpuh secara perlahan-lahan. Bisa dibilang racun itu lebih sedikit berbahaya dari racun yang pernah kamu konsumsi dulu"


"Apa?! Apa mereka orang yang sama yang memberiku racun seperti waktu itu?!"

__ADS_1


"Kita tidak bisa menyimpulkan sekarang. Jika nanti ada yang memberimu racun seperti dulu. Maka orang itu adalah orang disekitar kita"


"Tunggu dan bersabarlah. Aku sudah merencanakan sesuatu yang bisa membuat seluruh keluarga ikut terlibat juga."


"Memangnya apa yang gege rencanakan?"


"Itu rahasia sayang. Aku akan katakan saat rencana itu akan menuju puncaknya" Haocun menoel hidung mancung istrinya sambil menggodanya.


"Ish gege nyebelin pakai rahasia segala!"


Haocun terkekeh pelan. "Aku tidak ingin menyeretmu kedalam bahaya. Jadi bersabarlah" pintanya.


Mau tidak mau, ZeeLin hanya bisa mengangguk pasrah.


Acara dilanjutkan dengan penampilan bakat para putri kerajaan maupun putri bangsawan. Tidak ada lagi yang semenarik permainan sepasang suami istri itu.


Tidak disangka hari yang menurut semua pria akan menjadi hari membosankan disepanjang acara malah terdapat tontonan seru dan menegangkan dari anggota keluarga kerajaan Quan sendiri!.


Besok adalah acara penampilan bakat para pangeran dan putra bangsawan. Apakah besok akan ada kejadian menarik lagi seperti hari ini?. Lihat saja besok.


»---♡---«


Ratu memeluk putrinya "Sabarlah putriku, kita akan segera membalas kejadian hari ini dua kali lipat dari yang mereka berikan padamu!"


"Benarkah?!"


"Ya! Kita balas mereka berdua hingga tak berkutik lagi!"


"Tidak bu. Aku ingin wanita jal*ng itu saja yang mendapat balasannya!"


"Maksudmu, pria yang bernama Haocun itu tidak perlu mendapatkan balasan?"


Putri Hia Lu mengangguk senang.


"Apa kau menyukainya putriku?!" tanya ratu kedua sembari menggoda putrinya itu.


"Ibu, jangan menggodaku" kata putri Hia Lu dengan manja.

__ADS_1


"Baiklah, jika itu keinginanmu Hia'er" ratu kedua mengusap rambut putrinya sayang"


"Terimakasih ibu" kata putri Hia Lu kemudian memeluk ibunya.


Tunggu pembalasanku jal*ng! Aku akan membuatmu menderita sekaligus merebut suami tampanmu itu! Batin putri Hia Lu dengan seringaian kecil.


»---♡---«


Saat tengah malam, Haocun mendapati seekor burung kecil yang tiba-tiba bersuara disamping jendela kamar.


"Untung saja Ze'er tidak terbangun" gumamnya melihat istrinya masih tertidur lelap.


Mengingat kejadian sebelum tidur, membuat Haocun tersenyum senang. Istrinya masih sekuat dulu sebelum terkena racun dan membuat dirinya menyiksa istrinya untuk menutupi ego nya.


Haocun mengambil sebuah gulungan kecil dikaki burung. Setelah itu burung tersebut dilepaskan kembali.


'Aku sudah menyiapkan apa yang kakak perintahkan' isi surat itu.


Kenapa Haocun menggunakan burung kecil sebagai perantara surat rahasianya? Jika dia menggunakan burung berukuran besar seperti elang, bisa mengundang rasa curiga terhadap musuhnya.


Biasanya orang-orang tidak akan peduli pada burung kecil dan menganggap tidak ada sesuatu pada burung itu. Jadi Haocun lebih menyukai berkirim pesan menggunakan burung kecil yang sudah ia latih agar tetap aman.


Haocun kembali tidur sambil memeluk istrinya. Membiarkan sang tangan kiri kaisar mulai bekerja. Pertama, dia harus sesegera mungkin mengirim pangeran JinHu ke istana kekaisaran agar rencana bisa di laksanakan sesegera mungkin. Ia yakin jika sang ikan mulai tertarik dengan umpan yang dipasangnya.


'Aku tidak akan membiarkan kalian hidup tenang di kehidupan kali ini!' gumam Haocun dalam hati sebelum terlelap menyusul sang istri ke alam mimpi.


Di kehidupan kali ini, Haocun bersumpah pada dirinya sendiri. Dia akan menjaga istrinya dengan segena jiwa dan raganya. Menekan ego nya sampai ketitik terendah. Tidak akan membiarkan istri tercintanya menderita lagi seperti dikehidupan pertamanya.


Jika bayangan masa lalu terlintas kembali di ingatannya, Haocun langsung merasakan penyesalan yang mendalam. Karena kebodohannya yang lebih memetingkan ego nya, istrinya harus menanggung penderitaan yang ia berikan.


»---♡---«


...Sedikit penjelasan :...


...(Guzheng adalah salah satu alat musik tradisional China serupa kecapi dari Jawa Barat atau siter dari Jawa Tengah. Mereka merupakan alat musik petik dan sama-sama memiliki kotak kayu sebagai resonator. Bedanya, guzheng menyuarakan nada pentatonis yang terdiri dari nada-nada do re mi sol la, khas musik China. Guzheng atau kecapi Cina termasuk alat musik tradisional Cina yang paling populer. Guzheng mempunyai bentuk seperti kotak yang cembung dan terbuat dari kayu sebagai kotak suara, diatasnya terbentang 21 senar.)...


...Itu sedikit yang saya cari tahu, jika ada yang salah harap di maklumi....

__ADS_1


__ADS_2