True Empire'S (Kekaisaran Sejati)

True Empire'S (Kekaisaran Sejati)
True Empire's • 15 • Jalan-jalan


__ADS_3

Pria tampan yang baru menjabat sebagai pengawal putri pertama kerajaan Quan sudah berdiri tegap di depan kediaman sang putri. jangan lupakan wajah tampannya yang memiliki sorot mata tajam bak elang yang mengintai mangsanya siap untuk menerkam siapapun yang berani mengusik tuan putrinya.


"Xuan gege!" bisik ZeeLin ditelinga Haocun yang tentu saja pria itu sudah merasakan kehadiran kekasihnya yang usil itu untuk mengagetkan dirinya. Tidak ingin mengecewakan sang kekasih, Haocun memilih berpura-pura kaget.


"Tuan putri, anda mengagetkanku" katanya menggunakan wajah khas miliknya, datar dan dingin. Tapi Haocun tidak pernah sekalipun berbicara dengan dingin jika berbicara dengan kekasihnya.


"Aku berhasil mengagetkanmu! Apa kamu sungguh terkejut?"


Haocun mendekatkan kepalanya ketelinga ZeeLin lalu berbisik. "Apa yang kamu lakukan bisa saja mengagetkan yang lainnya juga loh" candanya.


"Lainnya? Siapa?" tanya ZeeLin ikut berbisik.


"Kamu akan tahu nanti. Sekarang kita mau kemana?" Haocun kembali menegakkan tubuhnya. Jika ia lanjutkan, yang ada dia yang tidak akan bisa mengendalikan diri.


"Ish! Kamu tidak usah ikut! aku akan pergi sendiri saja!" seru ZeeLin cemberut.


"Hal ini akan terdengar tidak sopan jika didengar seorang gadis. Tapi mungkin berbeda jika dengan gadisku ini. Apa kamu tetap ingin mendengar hmm?" Bisik Haocun disamping telinga kekasihnya yang sengan cemberut.


"Tidak usah! Aku sudah tidak mau mendengarnya" ketus ZeeLin lalu melangkah pergi.


Haocun terkekeh gemas ketika melihat rona merah dipipi gadisnya. Padahal dia tidak sedang membahas hal jorok, tapi sepertinya, kekasihnya itu memiliki pikiran yang unik. Tanpa menunggu lama, ia menyusul tuan putrinya yang sudah mendekati pintu keluar.


"Adik!" Panggil pangeran JinHu saat melihat adiknya baru keluar dari paviliun anggrek.


"Gege? Ada apa?"


"Kamu mau kemana?" Tanya pangeran JinHu penasaran, pasalnya adiknya yang ini jarang sekali keluar dari paviliun. kecuali saat tertentu dia akan keluar tapi dengan jalan rahasia. Hanya dia yang tahu dimana jalan rahasia itu berada, untuk anggota kerajaan yang lain tidak tahu.


"Aku ingin pergi jalan-jalan. Sudah lama aku tidak keluar istana"


"Jalan-jalan? kalau begitu, gege ikut!" ujar pangeran JinHu tak ingin dibantah.


"Terserah!" ujar ZeeLin lalu pergi meninggalkan pangeran JinHu yang masih tercengang dengan sikap acuh dari sang adik. Hingga ia tersadar, saat seseorang melewatinya begitu saja dan berjalan dengan santai dibelakang adiknya.


"Hei! Kau tidak sopan terhadap pangeran!" teriak pengawal pribadi pangeran JinHu kesal karena junjungannya diperlakukan tidak sopan.


"Sudahlah. Mari kita ikuti dia" kata pangeran JinHu mengalah, pasalnya pria yang membuntuti adiknya terus berjalan santai.


"ZeZee tunggu gege!" ujar pangeran JinHu mengejar langkah adiknya.

__ADS_1


"Gege lamban. Kita harus segera keluar, sebelum pria tua itu menghentikan kita keluar istana tanpa izinnya" gerutu ZeeLin karena kakaknya yang sedikit lamban.


"Pria tua? maksud kamu Raja? Ayah kita?" tanya pangeran JinHu.


"Hmm" jawab ZeeLin sekenanya.


Pangeran JinHu dan Bai Li (pengawal pangeran JinHu) tercengang dengan panggilan baru dari ZeeLin terhadap sang Raja.


Jika Raja tahu, ia pasti akan tersedak.


"Hei. Apa kau pengawalnya ZeeLin?" tanya pangeran JinHu tanpa melihat orang yang diajaknya bicara.


"Hmm" jawabnya dingin.


"Kau! Apa kau tidak memiliki sopan santun pada pangeran?!" geram Bai Li.


"Dia tidak haus rasa hormat dari orang lain bukan?" Tanya Haocun dingin dan acuh tak acuh.


Pangeran JinHu tersentak mendengar suara yang belum lama ini ia dengar. Ia merasa seperti kenal dengan nada suara itu! Dengan pelan ia menoleh pada pria yang lebih tinggi darinya itu.


Betapa terkejutnya ia saat orang yang ia lihat sedang melirik tajam padanya dengan seringai kecil diwajah tampan itu "Kau!" seru pangeran JinHu terkejut sampai tidak tahu harus berkata apa.


glek!


"Sebaiknya kau harus menjaga mulutmu pada orang itu! Jangan mencari masalah padanya! apa kau paham!" seru pangeran JinHu dengan serius.


"Pa-paham pangeran!"


Sesampainya di pasar, ZeeLin melihat-lihat apa yang dijual para penjual. Ia merasa bebas tanpa ada prajurit yang mengikutinya seperti dikehidupan sebelumnya saat ia menjadi jendral, kemanapun ia harus dikawal.


"Berikan sepuluh tanghulunya" ujar Haocun pada penjual tanghulu keliling sambil menjajakan tanghulu dengan berteriak.


"50 koin perunggu tuan" kata sipenjual sembari memberikan tanghulu sepuluh tusuk dengan senang.


"Ambil saja kembaliannya" ujar Haocun memberi beberapa koin perak tidak peduli. Mana mungkin ia membawa koin perunggu! koin paling sedikit yang ia bawa adalah koin perak! semua yang ada disakunya hanya ada koin emas saja. Untuk kali ini, dia menyiapkan koin perak juga.


"Tapi tuan ini terlalu banyak! saya kembalikan" ujar si penjual tanghulu menolak.


"Tidak apa ambil saja. Aku tidak memerlukan koin perak yang tidak berguna bagiku" ketus Haocun sombong, sengaja agar si penjual tanghulu menerima koinnya.

__ADS_1


"Kalau begitu terimakasih banyak tuan! Akhirnya aku bisa membawa putriku ke tabib!" ujar si penjual kemudian pergi.


"Yang Mulia!" panggil pangeran JinHu pelan ketika berada disamping pria jangkung itu.


"Hmm... Jika kau ingin bertanya nanti saja. Panggil saja namaku, Haocun!"


Pria itu pergi setelah berbicara dengan dingin terhadap pangeran JinHu. Ia memberikan satu tusuk tanghulu pada kekasihnya.


"Terimakasih! ternyata gege masih ingat makanan kesukaanku!" seru ZeeLin menerima tanghulu yang diberikan Haocun dengan senangnya.


"Aku juga membelikan beberapa tusuk" ucap Haocun di iringi senyum manis sambil memperlihatkan sembilan tusuk tanghulu yang tersisa.


"Woaaa... Banyak sekali!" seru ZeeLin dengan tatapan berbinar.


Pangeran JinHu terperangah melihat interaksi adiknya dengan pria yang menjadi pengawal pribadi adiknya. Pria dingin itu berubah menjadi hangat dan penuh perhatian.


"Pangeran ada apa?" tanya Bai Li.


"Tidak apa. Sekarang aku sudah tidak ragu lagi untuk menyerahkan Ze'er" gumam pangeran JinHu yang masih mengikuti kedua insan didepan.


ZeeLin memasuki sebuah toko tak begitu besar dan tidak kecil juga. "Selamat datang ditoko kami nona. Ada yang bisa dibantu?" tanya pelayan toko dengan ramah.


"Aku akan melihat-lihat sebentar"


"Baik nona"


ZeeLin melihat-lihat beberapa pakaian yang dipajang ditokoh itu. ia melihat sebuah gaun berwarna ungu yang terlihat cantik.


"Kau tidak akan mampu membayar gaun itu! Jadi, jangan menyentuhnya!" seru seorang wanita dengan galaknya.


ZeeLin menoleh pada wanita itu. "Memangnya berapa harga gaun ini?" tanyanya.


"Sepertinya aku tidak salah mengenali orang. Kau putri ZeeLin yang tidak berguna itu bukan?! Gaun ini tidak cocok untuk orang tidak berguna sepertimu!" ejek wanita itu.


Kedua tangan Haocun mengepal erat saat kekasihnya dihina dihadapannya. Ia bersumpah akan menghancurkan wanita itu bagaimanapun caranya!.


Begitupun dengan pangeran JinHu merasa sangat marah ketika adiknya dihina. Saat ia hendak maju, Haocun mencegahnya untuk tidak ikut campur. Sepertinya wanita muda itu tidak mengenali pangeran JinHu. Memang, pangeran kedua kerajaan Quan sangat jarang menunjukkan dirinya didepan umum. Kebanyakan waktunya digunakan untuk belajar.


"Biarkan saja. Lihat apa yang akan ia lakukan" cegah Haocun di ikuti seringai licik terpatri dibibirnya.

__ADS_1


__ADS_2