
Peringatan!
Sebelum baca harap baca ini dulu.
**Jika sedang puasa, sebaiknya baca saat berbuka nanti. Atau diloncati saja. Anak kecil dilarang baca!
Terimakasih**!
...----------------...
Haocun memandang kekasihnya dengan tatapan tak terbaca. "Sebenarnya aku masih ingin merahasiakan hal ini darimu untuk sementara agar kamu tetap aman. Tapi, jika kamu memaksa ingin tahu siapa aku. Maka aku akan katakan padamu"
Pria itu menghampiri ZeeLin yang masih diam ditempat. Jarak diantara keduanya semakin terkikis. "Sebelum aku mengungkap diriku yang sebenarnya, aku tekankan padamu Ze'er! Percayalah padaku. Percayalah jika aku sungguh-sungguh mencintaimu. Aku menginginkan kamu menjadi istriku karena kamu adalah kamu. Entah dikehidupan sebelumnya, kehidupan sekarang, maupun di kehidupan selanjutnya. Aku tetap menginginkan kamu untuk menjadi istriku satu-satunya sampai aku tidak ditakdirkan untuk hidup lagi. Apapun yang kamu inginkan, akan kuberikan, bahkan jika harus mencari di seluruh semesta sekalipun. Jika kamu menginginkan nyawaku, akan kuberikan dengan senang hati"
Hati ZeeLin bergetar mendengar seluruh perkataan Haocun yang terlihat tulus dimata pria itu.
"Sekarang aku tanya sekali lagi. Apa kamu siap mendengar siapa aku sebenarnya? Jika kamu sudah mengetahuinya, meskipun kamu menolak, bahkan kamu mengakhiri hidup sekalipun. Aku akan tetap menjadikanmu istriku! Jika aku tidak bisa mendapatkanmu, maka orang lain juga tidak boleh mendapatkanmu! Kamu hanya milikku! Cintaku! Gadis satu-satunya yang akan menjadi pendampingku selamanya! Meskipun kamu meminta kepada tuhan sekalipun, kamu akan tetap berakhir padaku! Semakin besar penolakanmu terhadapku, semakin kuat takdirmu untuk bersamaku!"
ZeeLin menunduk bingung. ia sangat penasaran identitas kekasihnya itu. Tapi, yang dikatakan kekasihnya benar. Jika dia pada akhirnya menolak kehadiran pria itu jika sudah mengetahui identitasnya, maka ia yang akan tersiksa sendiri. Mungkinkah dirinya harus bersabar sampai pria itu mau mengungkap siapa dirinya dengan sendirinya. Tapi, jika dia hanya terus menebak, yang ada dirinya akan hidup dan percaya pada pria itu seperti orang b*doh. Apa yang harus dia lakukan?.
Tangan Haocun menyentuh dagu ZeeLin agar menatapnya.
"Jika kamu percaya padaku, suatu saat nanti aku akan mengatakan semuanya tentangku padamu. Untuk sekarang, hidupmu bisa berada dalam bahaya. Bersabarlah sampai aku berhasil membalas dendam kita dikehidupan lalu. Setelah aku menghabisi semua orang yang berhubungan dengan orang yang menghabisi kita di kehidupan lalu, akan aku katakan semuanya tanpa ada sedikitpun yang kusembunyikan. Apa kamu bisa percaya padaku Ze'er?"
ZeeLin menatap mata yang biasanya setajam elang kini berubah sendu dihadapannya. Dengan pelan ia menganggukkan kepala. "Aku percaya pada gege"
Senyum manis kembali terbit di wajah tampan Haocun. pria itu memeluk sang kekasih dengan erat. "Terimakasih Ze'er. Terimakasih sudah mau percaya padaku! Aku sangat mencintaimu sayangku" bisik Haocun lega.
"Aku juga mencintai gege" balas ZeeLin.
»---♡---«
__ADS_1
Satu bulan berlalu.
Besok adalah hari dimana ZeeLin dan Haocun menikah.
Sekarang ini, ZeeLin sedang ditemani kakak keduanya.
"Gege tidak percaya, kamu akan menjadi istri orang lain. Kamu sudah dewasa adikku" ucap pangeran JinHu mendekap adiknya penuh kasih sayang.
"Ya aku juga tidak percaya akan menikah di usia yang terbilang masih muda" balas ZeeLin pelan.
"Umurmu sudah delapan belas tahun. Dua bulan lagi, umurmu sembilan belas tahun. Kamu sudah dewasa Ze'er"
"Apa gege sudah menyiapkan hadiah untukku?!" tanya ZeeLin menatap sang kakak.
"Tentu saja saja gege sudah menyiapkan hadiah spesial untuk kalian berdua" ucap pangeran JinHu penuh misterius.
"Benarkah? Apa yang gege siapkan untuk kami?" Tanya ZeeLin penasaran.
"Gege tidak seru!" kata ZeeLin lalu beranjak pergi.
Pangeran JinHu hanya menggelengkan kepalanya melihat sifat adiknya yang masih sedikit kekanak-kanakan.
»---♡---«
Di istana kerajaan Quan tampak sibuk. Semua orang berlarian kesana kemari menyiapkan dekorasi pernikahan dengan sangat megah. Perayaan pernikahan semuanya di atur sendiri oleh raja dan ke empat putranya.
Waktu di adakan pernikahan sudah datang.
Haocun berdiri dengan gagah mengenakan pakaian pengantin menunggu di atas altar pernikahan. Sedari tadi, pria itu hanya menampilkan wajah datar. Di hari bahagia untuknya sakalipun, ia tidak menunjukkan senyum sedikitpun walau sebentar saja.
Raja dan para pangeran kecuali pangeran JinHu sudah duduk di tempat yang sudah disediakan.
__ADS_1
Ratu ke dua dan putrinya duduk ditempat mereka juga dengan wajah angkuh mereka. Menganggap jika mereka sudah mendapat kemenangan. Kaisar hanya bisa memilih putri Hia Lu yang masih belum menikah.
Kabarnya, kaisar tidak akan sudi menikah dengan seseorang yang sudah menikah bahkan yang pernah menikah!.
Yang di tunggu semua orang akhirnya sudah tiba.
Arak-arakan pengantin wanitanya sudah datang.
Semua orang berdiri ketika raja berdiri.
Pengantin wanita turun dari kereta kuda yang tampak mewah dibantu pangeran JinHu. Kereta pemberian Haocun sendiri.
Gaun pengantin berwarna merah menyala dengan sulaman benang emas berbentuk naga terlihat indah dikenakan sang pengantin. Wajah pengantin ditutup sehelai kain merah.
Pangeran JinHu berdiri disamping sang pengantin untuk mengantar adik tercintanya kepada orang yang akan menjadi suaminya. Mengapa pangeran JinHu yang mengantar tuan putri kerajaan Quan? mengapa bukan Raja atau putra mahkota sendiri? Jawabannya adalah karena yang selalu ada bersama dengan ZeeLin adalah dirinya! Jadi dia yang lebih berhak untuk mendampingi sang adik saat penyerahan di pernikannya.
Seperti biasa, pangeran JinHu selalu mengenakan pakaian berwarna putih terlihat sosok anggun dan gagah secara bersamaan.
Disetiap langkah kaki mempelai wanitanya, terdengar gemericik gelang kaki disetiap kakinya.
Pangeran JinHu dapat merasakan tangan adiknya sangat dingin. Pria itu tahu jika adiknya sedang gugup.
Sedangkan di ujung sana. Sang mempelai pria menunjukkan senyum hangatnya ketika calon istrinya sudah tiba. Senyum itu terbingkai dengan indah di wajah yang tampan rupawan.
Semua gadis yang melihat senyum pengantin pria yang sedari tadi hanya menampilkan wajah datar saja, mulai mengagumi Haocun.
Senyum Haocun semakin merekah saat gadis pujaan hatinya sudah sampai didepannya.
Pangeran JinHu mengambil tangan Haocun lalu meletakkan tangan yang digandengnya tadi diatas telapak tangan Haocun yang memakai sarung tangan berwarna hitam. Digenggam nya kedua tangan dengan ukuran berbeda itu dengan kedua tangannya.
"Aku Quan Jin Hu, kakak kedua dari Quan Zee Lin menyerahkan adikku untuk kau jadikan istri. Jaga dia sepenuh hati. Jangan pernah untuk menyakitinya. Jika kau sudah tidak menginginkan tuan putri kami, kembalikan dia dalam keadaan utuh tanpa kekurangan sedikitpun!"
__ADS_1
"Aku Han Haocun bersedia menerima. Akan kupastikan tuan putri kalian, Quan Zee Lin selalu bahagia dan akan ku lindungi bahkan dengan nyawaku sendiri" balas Haocun dengan tegas.