
"Aku mengumpulkan kalian semua karena ada kabar penting yang dibawakan oleh pangeran kedua, pangeran JinHu sudah kembali dari istana kaisar dan membawa kabar penting dari kaisar langsung." kata Raja memulai pembicaraan.
"Silahkan pangeran mengatakan apa yang disampaikan oleh kaisar!" lanjut raja menyuruh pangeran JinHu untuk berdiri dan mengatakannya.
Pangeran JinHu berdiri lalu menunduk hormat kepada raja lalu menghadap adiknya, ZeeLin. Ia sedikit menganggukkan kepalanya pada orang dibelakang adiknya itu, siapa lagi kalau bukan Haocun.
"Terimakasih Yang Mulia. Hamba akan menyampaikan pesan yang kaisar berikan pada hamba"
Pangeran Haocun mengatakan soal ketertarikan kaisar terhadap adiknya dan ingin menjadikan adiknya sebagai istri. Dengan kata lain, kaisar akan menjadikannya permaisuri, bukan selir lagi! pangeran JinHu tidak mengatakan apapun lagi setelahnya. Mengenai apa saja yang ia dan kaisar bahas soal posisi tangan kanan kaisar, ia tidk mengungkapnya.
"Begitulah Yang Mulia apa yang kaisar samaikan pada hamba"
"Duduklah pangeran" suruh raja setelah putra keduanya menjelaskan.
"Terimakasih atas kebaikan Yang Mulia"
Mendengar hal itu, para pejabat berbisik satu sama lain. Hia Lu menunduk tersipu. Dirinya mengira, bahwa kaisar tertarik padanya.
Ratu kedua melirik putrinya yang menunduk malu-malu menyunggingkan senyum tipis. Akhirnya, putrinya akan menjadi permaisuri kekaisaran, dirinya sudah berhasil menjadi ratu di kerajaan Quan dan sekarang putrinya akan jadi permaisuri kekaisaran dinasti Han.
"Apa pangeran tahu, siapa yang dipilih kaisar? Putri pertama Quan ZeeLin atau putri kedua Quan Hia Lu?" tanya raja.
Pangeran JinHu kembali berdiri saat ditanyai oleh raja "Maaf Yang Mulia, Hamba tidak tahu mengenai itu. mengenai putri mana yang dipilih kaisar, kaisar akan mengutus utusan kekaisaran dan akan tahu siapa yang dipilih" kemudian ia kembali duduk.
Raja hanya mengangguk sekali. "Jika kerajaan kita yang dipilih langsung oleh kaisar, maka kerajaan Quan akan menjadi saudara kekaisaran. Masalahnya, kita tidak tahu siapa yang dipilih oleh kaisar"
"Hamba yakin, jika yang dipilih kaisar pasti tuan putri Hia Lu" ucap seorang mentri yang diangguki yang lainnya.
ZeeLin berdiri membuat semua orang memperhatikannya. "Maaf Yang Mulia, tapi aku tidak tertarik dengan pembicaraan ini"
"Apa maksudmu putriku?" tanya raja.
"Jika kaisar menginginkan putri kerajaan Quan, maka nikahkanlah putri yng lainnya. Aku tidak ingin menikah dengan kaisar!"
"Lancang! Berani sekali putri sepertimu bersikap seperti itu terhadap kaisar!" seru ratu kedua.
"Aku tidak takut dengan kaisar! Memangnya kenapa dengan putri sepertiku?! Aku bukan penjilat yang akan naik menggunakan jalan pintas heh!" ketus ZeeLin menatap tajam ratu.
"Kau! Dimana sopan santunmu!"
__ADS_1
"Rasa sopan santunku terhadapmu sudah dimakan anj*ng! jika kau ingin tahu" ketus ZeeLin.
Para pangeran hampir saja menyemburkan tawanya melihat keberanian adik mereka. Bahkan Raja juga hampir tertawa, bisa dilihat jika kedua sudut bibirnya berkedut.
"Aku akan menghukummu atas ketidak sopananmu itu!" ancam ratu.
"Menghukumku?!" ZeeLin menunjuk dirinya sendiri.
"Benar menghukummu!" ratu mengangkat kepala angkuh.
"Memangnya kau siapa?" tanya ZeeLin
"Aku adalah ratu kerajaan Quan!" dengan angkuh ratu kedua berkata demikan.
Masuk perangkap. batin Haocun, pangeran JinHu dan putra mahkota.
"Ooohh... Jadi kau adalah ratu" kata ZeeLin dengan polosnya.
"Tentu saja"
Wajah ZeeLin kembali datar. Ia menatap ratu dengan aura jendralnya di kehidupan sebelumnya.
Mendengar hal itu, Ratu kedua dan Hia Lu bergetar menahan amarah.
Tunggu saja kau!. Batin mereka.
Haocun menatap punggung kekasihnya lamat. Kekasihnya itu masih tetap seperti dulu! Tidak pernah berubah!.
"Sudah cukup bertengkarnya" ucap raja melerai.
"Apa alasanmu menolak kaisar putriku?" tanya raja.
"Aku tidak ingin menikah dengan orang kejam sepertinya!"
"Ada lagi putriku?"
ZeeLin menunduk. Ia ragu untuk mengatakannya. Jika ia mengatakannya, maka usahanya menyembunyikan kekasihnya akan terbongkar.
"Katakan putriku, tidk perlu ragu" ujar raja yang melihat keraguan pada ZeeLin.
__ADS_1
ZeeLin mendongak menatap raja dengan dingin. "Apa yang mulia akan setuju dengan apa yang akan ku katakan?!" tanyanya memastikan.
Alis raja mengernyit "Memangnya apa putriku? katakan saja, ayah akan pertimbangkan"
ZeeLin menggeleng cepat "Tidak sebelum anda berjanji akan setuju padaku!"
Dengan pasrah raja akhirnya berjanji untuk setuju, ia yakin putrinya yang sekarang sangat keras kepala. Jika ia tidak menuruti keinginan putrinya itu, bisa dipastikan putrinya akan memberontak dan paling buruk akan pergi dari istana diam-diam tanpa diketahui.
Selama ini Raja selalu mengawasi putrinya yang tiba-tiba menghilang begitu saja di paviliun anggrek. Jika putrinya bisa lepas pengawasan darinya dengan mudah meskipun tidak ada masalah dan tekanan. Maka ia sangat yakin, putrinya yang satu ini akan menghilang tanpa jejak jika ia paksakan kehendaknya.
Raja mengernyitkan dahinya bingung saat ZeeLin menarik dan memeluk lengan pengawal pribadinya.
"Aku mencintainya ayah! Aku ingin menikah dengannya!" seru ZeeLin mengagetkan semua orang didalam aula.
"Apa!" seru raja kaget setengah mati.
"Ya! Aku ingin menikah dengan Haocun gege sebelum kaisar mengirim utusannya kemari! Jika ayah tidak setuju, aku akan pergi bersamanya!" ancam ZeeLin.
Raja dibuat pusing oleh putrinya itu. Namun ia sudah terlanjur berjanji, jika ia ingkar janji, maka putrinya akan sangat membencinya.
Selama ini Raja mencari tahu orang disamping putrinya itu. Tapi raja tidak menemukan apapun yang berhubungan dengan pria itu.
Ratu kedua dan putrinya menyeringai kecil. Sadar diri juga putri tidak berguna itu. batin mereka.
Sedangkan pangeran JinHu tampak menahan tawa. Putra mahkota yang berada disampingnya lantas menoleh lalu berbisik "Apa yang kau tertawakan adik?! Apakah ada yang lucu?"
Pangeran JinHu segera berdehem pelan untuk menetralkan ekspresi nya. "Bukan apa-apa"
"Kau menyembunyikan sesuatu dariku adik. Cepat katakan apa yang kau sembunyikan"
"Ck! Aku akan jelaskan nanti. Jangan banyak tanya atau akan ada yang mencurigai kita nanti!"
Sedangkan Haocun menatap kekasihnya terkejut. Pria itu tidak menyangka jika kekasihnya akan seberani itu mengatakan hal tersebut pada raja. Rencananya melenceng karena kekasihnya tersebut! Tapi tidak masalah. Kekasihnya malah membuat semuanya semakin mudah!. Terdapat senyum tipis diwajah tampan Haocun.
"Aku tidak ingin menikah dengan kaisar! Aku ingin menikah dengan Haocun gege! Aku tidak peduli dengan kaisar! Jika ayah tidak setuju maka aku...-"
"Baiklah putriku. Ayah akan menikahkan kalian berdua sebelum utusan kaisar datang. Jika itu yang kamu inginkan"
Senyum ZeeLin merekah mendengar keputusan raja. ia menoleh ke arah kekasihnya. "Xuan gege, kamu mau kan menikah denganku?" tanya nya dengan semangat.
__ADS_1