
"Aku menawarkan posisi tangan kanan kaisar padamu, pangeran JinHu dari kerajaan Quan. Kau bisa memikirkannya dulu. Jika kau menolak, aku tidak akan memaksamu dan tidak akan macam-macam padamu" Kata kaisar setelah sedikit menjelaskan tentang apa yang dia tawarkan.
"Kau pikirkan saja dulu. Jika sudah memutuskan, temui aku. Aku pergi sarapan dulu. Kau tidak perlu sungkan, anggap saja seperti kerajaanmu sendiri" ucap kaisar kemudian beranjak pergi menuju ruang makan. Demi menemui calon kakak iparnya, ia rela menahan rasa lapar. Sungguh luar biasa! Jika orang lain yang sudah membuatnya harus menahan lapar, orang itu pasti akan berakhir mengenaskan!.
Pangeran JinHu berpikir keras. Kesempatan langka ini tidak akan datang untuk yang kedua kalinya.
Jika ia menerima posisi tangan kanan kaisar, ia setara dengan posisi raja-raja dikerajaan kekaisaran dinasti Han ini. Bahkan para raja tidak akan berani mengusik orang-orang kepercayaan kaisar. Karena keinginan tangan kanan dan tangan kiri kaisar setara dengan titah kaisar!.
Dengan begini, ia bisa melindungi adiknya dari orang-orang selir itu. Dan ia akan meminta pada kaisar untuk melindungi adiknya.
Namun, perlakuan yang seperti itu harganya sangat mahal! Bisa saja nyawanya yang menjadi taruhan. Tapi, jika ia menolak, kapan ada kesempatan seperti ini lagi? Dia tidak akan bisa melindungi adiknya sepenuhnya dan bisa saja, adiknya akan berada dalam bahaya jika ia tidak bersama dengannya, meski kemampun adiknya tidak bisa dianggap remeh. Tapi tetap saja, sebagai seorang kakak, ia mengkhawatirkan adiknya.
Tapi, ia sedikit curiga dengan sikap kaisar padanya!. Kaisar tidak pernah sesantai ini pada siapapun terkecuali keluarganya sendiri!.
Keputusan pangeran JinHu sudah bulat. Ia akan tahu sikap kaisar yang aneh itu mapanya setelah menerima tawaran kaisar!. Semoga keputusannya tidak salah.
Pangeran JinHu berbalik badan hendak menemui kaisar. Ia terkejut saat melihat seorang pria muda sedang tersenyum padanya.
"Apa kakak sudah memutuskan? Jika sudah, aku akan bawa kakak pada kaisar" katanya dengan sopan.
"Yang Mulia pangeran, maafkan hamba yang tidak menyadari keberadaan anda. Hamba tidak layak mendapat penghormatan dari pangeran" ujar pangeran JinHu yang lagi-lagi merendah.
"Tidak-tidak! Kakak lebih tua dariku. Jadi aku harus bersikap sopan padamu. Panggil saja aku Yuan. Jangan sungkan padaku!" kata pangeran Yuan dengan santai.
"Baiklah, jika itu keinginan pangeran. Bolehkah aku memanggilmu saudara Yuan saja?" tanya pangeran JinHu yang sudah pasrah.
Lagi-lagi ada yang aneh dengan kaisar dan adiknya ini. Ia tidak bodoh! Pangeran Yuan tidak pernah bersikap sehangat dan sesantai ini. Bahkan pangeran Yuan hampir mirip dengan sifat kaisar!. Ada yang aneh dengan kaisar dan adiknya.
Kaisar fokus terhadap makanan didepannya. Ia mengunyah dengan anggun. Setelah menelan ia berkata pada orang yang ia tunggu.
__ADS_1
"Kau bisa memikirkannya dulu, tidak perlu terburu-buru" katanya lalu melanjutkan makannya.
"Terimakasih atas tawaran Yang Mulia. Hamba sudah memutuskannya."
"Hmm... Kita bicarakan diruang kerjaku" kata kaisar yang sudah menyelesaikan acara sarapan yang sempat tertunda.
Kaisar pergi meninggilkan ruang makan di ikuti pangeran Yuan dan pangeran JinHu.
"Duduklah" ucap kaisar setelah didalam ruang kerjanya.
"Apa kau yakin dengan keputusanmu pangeran? Setelah memutuskan, kau tidak bisa mengundurkan diri kecuali kematian! Posisi bawahan kaisar yang paling penting adalah posisi yang sangat berbahaya! Apa kau bersedia menyerahkan nyawamu pada kaisar ini?!"tanya kaisar memastikan pangeran JinHu agar tidak salah mengambil keputusan.
"Hamba sudah memikirkannya Yang Mulia. Hamba bersedia menyerahkan nyawa hamba pada Yang Mulia Kaisar!" kata pangeran JinHu dengan tegas.
"Jika itu keputusanmu. Sekarang ajukan syaratmu!"
"Aku suka dengan sikapmu yang tegas dan tanpa ragu-ragu itu. Tapi kau harus jelaskan, alasan agar posisimu dirahasiakan untuk sementara waktu! Jika alasanmu tidak masuk akal, aku tidak akan setuju" kaisar menatap pangeran JinHu datar.
"Hamba mengajukan syarat itu agar dapat melindungi adik hamba, Quan ZeeLin. Hamba tidak ingin, posisi penting itu membahayakan nyawa adik hamba, Yang Mulia"
"Apa lagi syaratmu" kata kaisar.
Pangeran JinHu menarik sunyum tipis. Kaisar ternyata sudah tahu dengan tujuannya! Tidak heran bisa menjadi kaisar yang disegani dan ditakuti!.
"Hamba juga ingin, agar kaisar melindungi adik hamba" kata pangeran JinHu sedikit ragu.
"Aku mendengar nada ragumu pangeran! Aku terima syaratmu!" kata kaisar dengan santai.
Pangeran JinHu membungkuk hormat. "Terimakasih atas kebesaran hati Yang Mulia"
__ADS_1
"Hmm... Tapi kau masih belum mendengar syaratku bukan?! Siapapun boleh mengajukan syarat padaku. Tapi mereka juga harus mendengar syaratku!" kata kaisar dengan dingin.
Pangeran JinHu melupakan fakta ini! Ia tidak tahu apa yang akan kaisar ajukan! Dan jika syarat itu membahayakan adiknya, ia lebih baik mundur saja.
"Sebelum aku mengatakan syaratku, aku katakan padamu. Tidak ada yang bisa menarik kembali syarat yang sudah diajukan pada kaisar. Jika ia berani mengajukan syarat pada kaisar, ia juga tidak boleh menariknya" ujar kaisar sambil tersenyum miring.
Jebakan! Ini sebuah jebakan yang sudah dipersiapkan oleh kaisar sehingga ia tidak bisa mundur! Batin pangeran JinHu.
"Syarat yang ku ajukan tidaklah sulit. Dan syaratku ini masih berhubungan dengan syaratmu!" kaisar menatap pangeran JinHu datar.
"Silahkan, Yang Mulia mengatakan syarat anda" ucap pangeran JinHu yang hanya bisa pasrah karena sudah berhasil ditipu oleh kaisar! Sungguh licik!.
"Tidak adil rasanya, jika seseorang sudah mengajukan syarat dan sudah disanggupi, tapi orang itu tidak menerima syarat dari orang yang menyanggupinya"
"Kau bukan orang yang seperti itu bukan?!" lagi-lagi kaisar kembali menjebaknya. Pangeran JinHu kembali disudutkan.
Dengan amat sangat terpaksa pangeran JinHu berkata "Hamba adalah pria yang tidak akan menarik perkataan yang sudah keluar!"
"Hmm.. Aku suka dengan sikapmu. Namun, apa kau sanggup dengan syaratku ini?!" kaisar menyeringai. Ia menyadari keterpaksaan dari pria didepannya itu.
"Apapun kecuali anda meminta nyawa adik hamba!"
Mendengar hal itu, kaisar tertawa keras. "Kau sungguh seorang kakak yang baik. Aku tidak akan meminta nyawa adikmu! Tapi, aku meminta adikmu" kata kaisar dengan dingin di akhir kalimatnya.
Pangeran JinHu mengepalkan kedua tangannya erat. Ia sudah menebak apa yang di inginkan kaisar. Apakah, adiknya akan menjadi korban selanjutnya?!
"Jika kau tidak bersedia, kau boleh mundur pangeran. Namun, kau sudah terlanjur mengajukan syarat dan aku sudah menyanggupinya. Kau tidak berpikir aku akan menjadikan adikmu korban selanjutnya bukan?!" kaisar menebak tepat sasaran untuk yang kesekian kalinya. Sungguh menyebalkan dengan orang yang pandai bermain intrik!.
"Hamba tidak berani Yang Mulia"
__ADS_1