True Empire'S (Kekaisaran Sejati)

True Empire'S (Kekaisaran Sejati)
True Empire's • 27 • Penyesalan Kaisar Han Haocun


__ADS_3

Kembali pada masa sekarang.


Haocun terus bercerita, sedangkan ZeeLin  menatap pria itu tidak percaya.


"Saat kedua pangeran sudah besar. Kaisar membagi kekaisaran menjadi dua kubu agar kedua pangeran itu tidak saling berebut."


Haocun mengambil napas sejenak.


"Tapi yang dilakukan kaisar malah membawa malapetaka bagi kaisar sendiri dan kekaisaran Han. Kaisar Han malah berhasil diracuni oleh orang ratu Quan Mei Lu saat kaisar sedang sakit"


Haocun berdiri dan berlutut desamping ranjang. Pria itu menunduk dalam. Terdengar suara isak tangis kecil. Bisa dilihat tubuh pria itu bergetar.


"Kaisar yang ku ceritakan adalah aku di kehidupan pertamaku. Kaisar yang tak berperasaan bahkan terhadap istrinya sendiri, orang yang tidak berhak mendapat pengampunan darimu"


"Permaisuri, ku mohon maafkan aku! Tolong ampuni aku. Aku salah sudah bersikap buruk padamu. Tolong ampuni aku" Haocun bahkan hampir bersujud pada istrinya jika istrinya tidak segera menghentikan apa yang akan dilakukannya.


ZeeLin memeluk Haocun dengan erat. Tubuhnya juga ikut bergetar.


"Tidak suamiku! Jangan lakukan itu! Aku tidak pernah menyalahkanmu. Bahkan aku selalu menunggu kaisar ku" lirih ZeeLin dengan air mata kembali meluruh.


"Kamu? Apa kamu sudah... "


"Ya Yang Mulia! Setelah aku kembali pada tubuh ini, aku mengingat semua ingatan kehidupan pertamaku. Aku tidak pernah menyalahkan kaisar. Aku tahu jika harga diri kaisar sangatlah besar. Tapi, aku juga tahu jika kaisar masih memiliki hati nurani pada permaisurinya. Buktinya, kaisar akan langsung berhenti melakukan hubungan badan dengan permaisuri saat tahu jika permaisuri sudah sangat lelah. Yah... Meski sebelum pergi, kaisar harus bersikap kasar dulu pada permaisuri untuk menutupi harga dirinya yang setinggi gunung itu" kata ZeeLin panjang di akhiri kekehan yang entah kenapa terasa menusuk hati Haocun.


"Tapi kenapa kamu tidak langsung mengenaliku Ze'er?!" tanya Haocun menatap wajah istrinya dengan lembut.


ZeeLin tersenyum hangat "Meski aku mengingat semua kejadian itu, tapi aku tidak dapat mengingat wajah kaisar, bahkan namanya saja aku tidak ingat! Hehe"


Haocun tertegun. "Apa? Entah kenapa yang kamu katakan barusan lebih menyakitiku ketimbang kamu pergi meninggalkanku selamanya sayang!"


"Hehe entahlah. Aku berusaha untuk mengingat wajah dan nama kaisar sebelum menikah dengan gege. Tapi tetap saja aku tak bisa mengingatnya"


Haocun membawa istrinya kepelukannya. "Hmm... Jika kamu tahu, apa kamu akan tetap menikah denganku?!" tanyanya.


"Tentu saja tidak! Jika aku tahu, mungkin aku akan kabur darimu hahaha"


"Gege haha... Apa hahaha.... Yang gege.... Lakukan!... Hahahaha... Geli!... Hentikan" teriak ZeeLin karena digelitik oleh Haocun.


"Dasar nakal! Aku tidak akan membiarkanmu kabur dariku!" Haocun terus menggelitik pinggang istrinya.


"Gege... Hentikan.... Geli..."


Hah...hah... Hah


"Aku lelah sekali. Gege sudah tahu jika aku gelian tapi tetap melakukan itu" sungut ZeeLin memejamkan matanya sambil mengatur napas.


"Aku sangat mencintaimu istriku" gumam Haocun kembali memeluk ZeeLin sambil berbaring diranjang.

__ADS_1


ZeeLin menoleh pada suaminya. "Aku juga sangat mencintai kaisarku" balasnya diikuti senyuman manisnya.


"Tidak berubah. Selalu sama seperti dulu"


"Apanya?" tanya ZeeLin.


"Senyumanmu selalu memabukkan. Jika aku lupa bahwa kamu sedang sakit, mungkin aku akan memakanmu lagi malam ini"


"Apa gege tahu?"


"Apa?"


"Ish! Aku belum selesai bicara!" kata ZeeLin sambil mengerucutkan bibirnya.


"Gemas deh" kata Haocun mencium bibir ZeeLin yang sedang manyun.


"Gege!"


"Hahaha iya sayang baiklah. Katakan apa yang ingin kamu katakan!"


"Hmmp! Tidak jadi!"


"Kamu marah sayang? Aku gelitik lagi biar kamu tertawa lagi"


"Gege! Aku lelah mau tidur lagi!"


"Jika kaisar datang, maka gege harus tidur dilantai selama sebulan! Hmmp!"


"Apa?! Tidak! Aku tidak akan membiarkan kaisar kejam itu mendatangimu!" ujar Haocun.


ZeeLin menatap suaminya geli. Kemudian keduanya tertawa bersama dengan tingkah konyol mereka sendiri.


"Baiklah, sudah cukup! Kamu harus istirahat yang cukup! Biarkan masalah itu aku yang mengurusnya" sela Haocun.


"Selamat tidur suamiku" ucap ZeeLin memandang penuh cinta.


"Selamat tidur juga istriku" balas Haocun yang juga memandang istrinya penuh cinta.


»---♡---«


Putra mahkota terus saja meneror pangeran JinHu. Setelah pertemuan itu, pangeran JinHu tidak langsung memberitahu putra mahkota tentang Han Haocun yang sebenarnya.


Terjadilah kejar-kejaran antara pangeran JinHu dan putra mahkota.


"Ya! Adik pertama jangan kabur kau!" teriak putra mahkota kembali berlari mengejar pangeran JinHu yang terlihat sendirian.


"Putra mahkota, apa kau tidak lelah terus mengejarku seperti itu?!" teriak pangeran JinHu membalas perkataan putra mahkota sambil berlari.

__ADS_1


"Jika aku menangkapmu, aku akan mengurungmu di paviliunku!" teriak putra mahkota.


"Coba saja kau menangkapku! Meskipun kau menangkapku sekalipun, aku tidak akan memberitahu sekarang!"


"Berhentilah mengejarku putra mahkota!" sambung pangeran JinHu.


Dari kejauhan terlihat Raja Quan Zee Lan berjalan dengan rombongannya.


"Salam ayahanda" ucap putra mahkota memberi salam. Dia terpaksa menghentikan aksinya karena ada raja. Tidak mungkin dia bersikap tidak sopan bukan.


"Sepertinya kau sedang senggang putra mahkota" kata raja saat menyadari jika putra mahkota hanya sendirian.


"Eh... Itu ayahanda. Ananda harus segera menemui adik pertama"


"Baiklah" kata raja.


Putra mahkota langsung undur diri. Pada awalnya putra mahkota hanya berjalan biasa, tapi lama-lama bertambah cepat dan kemudian berlari.


"Ya! Adik pertama! Ku bilang berhenti! Kembali kau!" teriak putra mahkota.


Raja terheran dengan sikap putra mahkota yang tidak seperti biasanya. "Ada apa dengan putra mahkota dan pangeran kedua?" tanya raja terheran.


"Jawab Yang Mulia. Kabarnya, putra mahkota dan pangeran kedua saling kejar-kejaran dalam beberapa hari ini. Entah apa yang di inginkan putra mahkota dari pangeran kedua" jawab kasim.


"Biarkan saja mereka. Asal tidak sampai saling melukai satu sama lain"


»---♡---«


ZeeLin menatap wajah suaminya yang masih terpejam. Tampan! Hanya satu kata yang menjelaskan pria itu.


Ingatannya kembali pada cerita suaminya semalam. Ternyata pria yang menjadi suaminya adalah kaisar itu sendiri! Sungguh tidak terduga.


"Aku tahu, aku sangat tampan sehingga bidadari disampingku ini terus menatapku tanpa berkedip!" seru Haocun dengan suara serak khas bangun tidur. Terdengar seksi ditelinga wanita itu.


"Ya! Kaisarku memang sangat tampan!" balas ZeeLin.


Haocun membuka matanya. Pria itu terkejut saat melihat istrinya memandangnya dengan air mata yang mengalir dipipinya.


"Sayang, kamu menangis? Ada apa hemm!" tanya Haocun sembari mengelus rambut istrinya.


"Tidak. Ini bukan air mata kesedihan" ZeeLin tersenyum kecil sambil memegang tangan suaminya yang sedang mengelus rambutnya.


"Ini air mata kebahagiaan. Kaisar yang sebelumnya berhati keras, kini sudah bisa bersikap lembut padaku. Aku bahagia bisa mendapatkan kaisarku sepenuhnya"


Haocun kembali didera rasa bersalah. "Maafkan kaisar ini permaisuri" kata nya pelan.


ZeeLin menggeleng pelan. "Tidak Yang Mulia, anda tidak bersalah. Aku lah yang tidak bisa berkata jujur pada anda waktu itu. Jika aku berkata jujur tentang keadaanku waktu itu, anda pasti tidak akan salah paham padaku"

__ADS_1


__ADS_2