True Empire'S (Kekaisaran Sejati)

True Empire'S (Kekaisaran Sejati)
True Empire's • 16 • Aksi ZeeLin


__ADS_3

"Oh! Yang kau katakan benar!" seru ZeeLin.


"Ya! Orang tidak berguna sepertimu tidak pantas menggunakan gaun yang indah ini" sekali lagi wanita muda itu mengejek ZeeLin. Wanita itu tidak tahu saja. Jika ia sudah masuk keperangkap ZeeLin.


"Benar. Orang tidak berguna sepertiku tidak cocok dengan gaun ini" kedua tangan ZeeLin terulur kearah gaun berwarna ungu itu. Lalu...


Kreeekkkk!


ZeeLin merobek gaun itu dengan santainya.


"Karena gaun ini terlihat murahan! Mungkin matamu buta! gaun yang kukenakan lebih mahal sepuluh kali lipat dari gaun murahan ini!" lanjutnya dengan seringai kejam yang selalu ia tampakkan ketika sedang menghadapi musuh dimedan perang.


"Ini untuk harga gaun murahan itu. Apa masih kurang?!" ZeeLin melempar kantung koin yang berisi beberapa koin emas yang ia minta dari kekasihnya.


"Ini terlalu banyak tuan putri. Silahkan di ambil kembali!" ujar pelayan yang menyambutnya tadi dengan sopan.


ZeeLin mengambil kembali kantung koinnya yang hanya di ambil lima keping koin emas saja.


"Aku sudah membayarnya! Bakar gaun jelek itu, atau kau ambil saja! Bahkan gaunku lebih mahal dari gaun murahan itu" dengan kesal, ZeeLin pergi begitu saja. Jika ia terus menetap, bisa dipastikan toko itu akan hancur dalm sekejap.


"Aku mendengar putri pertama sedang keluar." seru seseorang dari luar toko.


"Putri Hia Lu" kata ZeeLin dingin.


"Kenapa gadis itu bisa ada disini!" gerutu pangeran JinHu tidak suka dengan kedatangan putri Hia Lu.


Haocun hanya melirik pangeran JinHu yang terdengar menggerutu tidak suka.


Pria itu juga memandang Hia Lu dengan pandangan pembunuh. Belum saatnya gadis itu menerima hukuman!. pikir Haocun dengan seringai samar dibibirnya.


"Aku keluar atau tidak itu tidak ada hubungannya denganmu" kata ZeeLin dingin.


"Kenapa kakak berkata seperti itu? kakak melukai hatiku" ujar Hia Lu bersikap sedih.


"Terserahlah" ZeeLin memutar bola mata jengah melihat gadis itu hanya berpura-pura saja. Tidak ada yang berubah sedikitpun dari gadis itu! Dari di kehidupan pertamanya dan juga sekarang masih tetap saja.


"Bukankah dia putri tidak berguna itu?!" seru seorang gadis yang merupakan teman Hia Lu mengejek ZeeLin.


"Apa yang dilakukan putri tidak berguna itu disini? jangan bilang untuk mengemis!" timpal yang lainnya kemudian tertawa.

__ADS_1


"Apa yang kalian katakan! Berhentilah menghina kakakku!" seru Hia Lu marah saat kakaknya di hina. tentu saja hanya berpura-pura saja.


"Maafkan kami putri. Anda memang memiliki rendah hati. Tidak sepertinya yang berbuat seenaknya sendiri!"


"Kakak mau kemana setelah ini?" tanya Hia Lu basa-basi.


"Kemana aku pergi itu bukan urusanmu. Menyingkirlah dari hadapanku! Aku sangat jijik dengan ular!" kata ZeeLin dingin menusuk hati.


Kurang ajar! Berani sekali dia menghinaku dengan ular! secara tidak langsung, dia mengataiku ular! Tunggu saja kau wanita jal*ng! Batin Hia Lu geram.


Pfftt...


Pangeran JinHu tidak tahan dengan perkataan adiknya yang mengatakan jijik dengan ular. Ia hampir saja tertawa karena mengatai Hia Lu yang merupakan putri selir yang di angkat menjadi ratu ke dua dengan sebutan ular.


Dengan segera ia berdehem untuk menghilangkan rasa geli dibibirnya yang terus berkedut untuk menyemburkan tawa.


"Kau!" putri Hia Lu memilij pergi dengan perkataan yang tertahan di tenggorokannya.


Ingin sekali ia membalas wanita jal*ng itu! Namun sayangnya, pangeran kedua berada disana. Jika ia bertindak gegabah, maka ia akan mendapat mesalah dari pangeran JinHu. Pria yang satu ini sangat merepotkannya dan juga ibunya.


»---♡---«


"Hamba tidak menyangka dengan kehadiran anda disini! Jika hamba tahu, hamba pasti akan menyiapkan segalanya untuk anda Yang Mulia!"


"Tidak perlu! Aku ingin identitasku tetap dirahasiakan!" Haocun menyesap teh buatan Fu Len..


"Apa yang harus hamba lakukan Yang Mulia?" Tanya pangeran JinHu agar tidak mengambil langkah yang salah.


"Kau hanya cukup bersikap biasa saja padaku. Tidak ada orang lain yang tahu aku ini siapa sebenarnya. Disini hanya kau yang tahu apa identitas ku yang sebenarnya."


"Panggil aku dengan namaku, Haocun!"


"Ampun Yang Mulia. Hamba tidak berani!"


"Disini sekarang aku adalah orang biasa. Kau tidak perlu sesungkan itu padaku. Jika kau tetap memanggilku seperti itu dan membongkar identitas ku, akan ku pastikan kau mendapat hukuman" ancam Haocun menatap pangeran JinHu tajam.


Pangeran JinHu benar-benar dibuat terkejut oleh orang yang satu ini. Sekarang ia diperintahkan secara tidak langsung untuk memanggil namanya.


"Jika Yang Mulia tidak keberatan, bolehkah hamba memnggil anda saudara Haocun?" Tanya nya dengan sopan.

__ADS_1


Haocun menatap pangeran JinHu datar. "Terserah kau ingin memanggil apa, asal jangan sampai identitasku terbongkar!"


"Lalu, apa kau sudah memberikan kabar pada Raja soal itu?!" tanya Haocun.


"Maafkan hamba Yang Mulia, hamba masih belum memiliki kesempatan" pangeran JinHu menunduk.


"Hamba ada sedikit pertanyaan untuk anda"


Haocun menoleh pada pangeran JinHu. "Katakan!"


»---♡---«


Hari terus berlanjut. Sesuai dengan janji ZeeLin pada putra mahkota. Ia mengenalkan kekasihnya yang menjadi pengawal pribadi nya. Awalnya putra mahkota tidak setuju jika pria yang hanya menunjukkan wajah datar padanya menjadi pengawal pribadi nya. ZeeLin tetaplah ZeeLin. Ia dapat membujuk sang kakak pertama.


Pria itu memang akan berwajah datar kepada siapapun, tapi tidak kepadanya. ZeeLin membuktikannya dengan berkomunikasi langsung dengan pengawal pribadinya itu di hadapan putra mahkota.


Putra mahkota terkejut dengan apa yang ia lihat. Pria yang sebelumnya hanya datar saja tidak memiliki ekspresi, bisa berekspresi lembut dan hangat serta penuh cinta?! kepada sang adik. Bukankah itu tidak sopan?! hanya seorang pengawal bersikap demikian.


ZeeLin tidak berlama-lama dengan putra mahkota. Ia tidak ingin, putra mahkota mencurigai pria yang menjadi pengawal pribadinya adalah kekasihnya sendiri.


Sekarang ZeeLin sedang berjalan menuju aula utama di ikuti Haocun tentunya.


"Maaf Yang Mulia, pengawal anda tidk diperbolehkan masuk. Hanya anggota kerajaan saja yang diizinkan masuk" Cegah kasim saat ZeeLin dan Haocun hendak masuk.


"Apa?! Kalau dia tidak boleh masuk, aku juga tidak akan masuk!"ketus ZeeLin.


Tangan mungil itu dengan segera menarik tangan besar Haocun untuk masuk kedalam aula.


Terlihat di dalam aula terdapat anggota keluarga kerajaan dan beberapa anggota pejabat penting.


"Orang luar dilarang masuk!" ucap seseorang saat melihat kehadiran keduanya.


Kasim masuk kedalam aula dengan tergopoh-gopoh kemudian bersujud "Ampun Yang Mulia, Tuan putri memaksa masuk dengan pengawalnya"


Raja hanya menghela napas pelan. "Biarkan saja. Kau kembalilah ketempatmu" kata Raja.


"Tapi Yang Mulia" ucap ratu ke dua.


"Tidak apa. Biarkan saja dia" kata Raja membuat ratu ke dua mengepalkan tangan.

__ADS_1


"Baik Yang Mulia"


__ADS_2