
Acara hari ini di adakan di tempat arena kerajaan Quan. Semua pangeran dan putra bangsawan sudah mendaftar untuk ajang penampilan bakat pada acara hari ini.
Penampilan bakat kali ini harus berhubungan dengan pedang, tombak, panah, cambuk, belati, maupun senjata lainnya.
Saat ini ZeeLin dan Haocun sedang duduk ditempat yang sudah disediakan. Lagi-lagi pangeran JinHu memilih duduk disamping ZeeLin hingga membuat semua orang kecuali anggota keluarga kerajaan merasa penasaran dengan sikap pangeran JinHu.,
'Huh! Lagi-lagi dia menghindar dariku!' kata putra mahkota dalam hati dengan kesal.
Acara segera dimulai setelah raja dan ratu kerajaan Quan hadir.
Raja dan ratu akhirnya telah datang dan acara pun dimulai!.
"Apa gege tidak ikut?!" tanya ZeeLin sembari melihat penampilan pangeran kembar kerajaan Quan yakni pangeran Quan Yang Xun dan Quan Yang Xin.
Untuk keluarga kerajaan quan sendiri tidak perlu mendaftar. Mereka hanya perlu mengatakan pada orang yang bertugas memegang daftar nama orang-orang yang mengikuti ajang penampilan bakat.
"Tarian pedang pangeran ke-tiga dan pangeran ke-empat sangat bagus. Bukan begitu adik ipar?" ujar pangeran JinHu pada Haocun yang duduk disamping ZeeLin.
"Hmm" balas Haocun.
Setelah penampilan kedua pangeran kembar, dilanjut dengan penampilan pangeran dari kerajaan lain dan terus berlanjut hingga tengah hari dihentikan dulu sejenak untuk beristirahat selama dua jam.
"Jika aku ikut, apa yang aku dapatkan dari istriku ini!" seru Haocun setelah selesai makan di paviliun teratai yang hanya makan berdua saja.
ZeeLin terdiam beberapa saat. "Tidak perlu. Gege tidak perlu ikut ajang penampilan bakat!" sungutnya.
Alis Haocun terangkat sebelah "Kamu berubah pikiran?"
ZeeLin mengangguk. "Aku tidak ingin, gege jadi sorotan gadis-gadis itu!"
"Kamu cemburu?!" seru Haocun merasa senang.
ZeeLin menatap suaminya sebentar, ia berdiri dari duduknya dan menghampiri suaminya.
Haocun hanya diam memandang istrinya yang tengah menghampirinya lalu duduk dipangkuannya dan kemudian mengalungkan tangannya di lehernya.
"Jika aku berkata iya, apa yang akan gege berikan padaku?" ucap ZeeLin dengan manja.
__ADS_1
Haocun tersenyum kecil. Rupanya istrinya itu sedang mengembalikan ucapannya! Baiklah, ikuti saja apa yang akan dia lakukan selanjutnya. Pikir Haocun.
"Aku sudah pernah mengatakan hal ini padamu. Tidak masalah jika aku mengulanginya sampai jutaan kali sekalipun! Apapun yang kamu inginkan, akan aku berikan kecuali perpisahan dan jika aku mampu"
Senyum ZeeLin yang semula mengembang langsung hilang seketika. "Gege tidak asik! Punya suami kaisar ada enaknya ada ga enaknya juga" katanya sembari mengerucutkan bibirnya kesal.
Haocun tertegun dengan tingkah istrinya yang menurutnya sangat menggemaskan. "Hmm... Aku penasaran apa yang membuatmu merasa tidak enak memiliki suami seorang kaisar?" tanyanya penasaran.
ZeeLin menatap suaminya sebentar sebelum mendengus pelan. "Gege penasaran?"
"Hmm. Katakanlah"
"Baik. Kalau gitu dengarkan dengan baik!"
"Aku dengarkan dengan baik apa yang istriku bicarakan tentang kaisar" Ucap Haocun lalu tersenyum manis.
"Kaisar itu sudah kejam, jahat, licik, tak berperasaan, egois, brengs*k, posesif parah, overprotektif, ngeselin juga!" kata ZeeLin yang terus menatap suaminya yang tetap tersenyum manis meskipun telinganya mendengar seperti sebuah hinaan bagi kaisar, tapi yang terdengar ditelinganya apapun yang dikeluarkan dari mulut istrinya membuat dirinya selalu gemas.
"Benarkah kaisar seperti itu?" tanya Haocun yang masih tersenyum.
ZeeLin mengangguk tanpa ragu.
"Ada hal buruk lagi tentang kaisar?" tanyanya.
"Masih banyak!"
"Sungguh? Kalau begitu katakan apa saja keburukan kaisar"
"Apa gege tidak akan marah padaku jika aku mengomeli kaisar?" kata ZeeLin dengan wajah polosnya.
"Hahaha....! hanya istriku yang berani mengomeli seorang kaisar kejam itu"
"Katakan sayang! Aku penasaran dengan hal buruk apa lagi yang dilakukan kaisar!" sambung Haocun.
ZeeLin tersenyum kecil ketika melihat suaminya tertawa begitu lepas, berbeda dengan dulu yang bahkan tidak pernah tertawa sedikitpun!.
"Tidak suamiku. Kali ini bukan keburukan kaisar"
__ADS_1
"Lalu?"
ZeeLin menatap suaminya intens "Ini kelebihan yang dimiliki suamiku!"
"Benarkah? Jangan membuatku terbang terlalu tinggi sayang"
"Suamiku itu... sudah baik, perhatian, lemah lembut pada istri, tidak seperti kaisar. Aku penasaran, kelak suamiku ini bagaimana sikapnya saat menjadi seorang ayah. Aku yakin, suamiku ini pasti akan menjadi pahlawan dalam keluarga kecilnya"
Haocun lagi-lagi tertawa lepas mendengar kejujuran istrinya yang sangat menggelitik telinganya.
"Bunuh aku, jika aku gagal menjadi suami dan ayah yang baik!" seru Haocun.
"Gege bercanda kan?! Aku yakin suamiku ini akan menjadi suami dan ayah yang baik!"
"Baiklah jika itu yang kamu inginkan" Haocun sangat beruntung bisa memiliki istri yang sangat pengertian padanya. Bahkan di kehidupan pertamanya, istrinya bersikap sangat baik padanya. Tapi sayang, dirinya dibutakan oleh harga dirinya sebagai seorang kaisar! Dia tidak pernah menempatkan posisi dirinya sebagai seorang suami yang setidaknya harus bersikap lembut terhadap istrinya. Bukan malah menyiksa dan membiarkannya menunggu dirinya dalam keadaan hamil selama berbulan-bulan dan sampai melahirkan, istrinya tidak sempat bertemu dengannya walau hanya sedetik saja.
Itu sebabnya, Haocun merasa sangat bersalah dan sangat menyesali tindakan bodohnya yang bersikap sewenang-wenang pada istri yang selalu baik padanya.
Tuhan begitu baik padanya hingga memberikan dirinya kesempatan untuk memperbaiki kesalahan besar yang pernah ia lakukan di kehidupan pertamanya.
Mungkin, jika dirinya sudah menebus dosanya pada istrinya, dirinya akan kembali pada masa sebelum ia bereingkarnasi menjadi jendral besar kekaisaran Han Utara lalu kembali ke masa dimana kehidupan pertamanya berada.
Haocun memandang istrinya sendu. Jika tugasnya sudah selesai, dirinya akan kembali ke masa depan. Dia akan berpisah lagi dari istri tercintanya. Mengapa takdir menghukumnya dengan sangat berat! Dia rela berpisah dari istrinya saat ia harus kembali ke masa depan, asalkan dirinya tetap mengingat sosok yang mengisi penuh di dalam hatinya.
"Gege?!" ZeeLin memandang suaminya bingung lantaran suaminya memeluk dirinya dengan sangat erat.
"Biarkan aku memelukmu seperti ini sebentar saja" gumam Haocun yang masih didengar ZeeLin.
ZeeLin tertegun, ia lantas memeluk balik suaminya sambil mengelus rambut hitam panjang suaminya dengan lembut.
Aku tidak tahu apa yang gege pikirkan sampai membuat mu ketakutan seperti ini! Sejujurnya aku juga merasa takut, jika kelak aku harus kembali ke masa depan. Aku akan berpisah darimu suamiku. Jika kelak dimasa depan kamu terlahir juga, semoga kita dapat bertemu dan kembali bersatu!. Batin ZeeLin semakin mengeratkan pelukannya.
"Aku tidak mau kembali lagi ke arena. Kita seperti ini dulu sampai kita merasa lelah karena terus saling berpelukan." seru ZeeLin pelan saat waktu istirahat sudah hampir habis.
"Ya. Kita berpelukan sampai lelah!" balas Haocun.
"Fu Len, tolong katakan pada pangeran kedua. Kami tidak akan kembali ke arena. Aku ingin beristirahat" seru ZeeLin keras agar Fu Len yang berjaga diluar kamar bisa mendengar perkataannya.
__ADS_1
"Baik tuan putri"
»---♡---«