
Semua orang menegang saat mendengar nama Haocunyang merip dengan seseorang yang terkenal kejam, berdarah dingin dan tak berperasaan. Siapa lagi kalau bukan Yang Mulia Kaisar Agung Han Haocun!
''Tunggu! Namamu adalah Han Haocun?!" Seru putra mahkota terkejut setengah mati.
Haocun menoleh ke arah putra mahkota "Benar! Apa ada masalah?!" tanya nya kelewat santai.
"Namamu mirip dengan kaisar! Apa kau tidak tahu nama kaisar? Atau jangan-jangan kau adalah…-"
"Memangnya hanya kaisar saja yang memiliki nama yang sama denganku?! Jangan berpikir yang tidak-tidak! Aku hanya orang biasa!" sela Haocun agar semuanya kembali tenang.
Setelah Haocun menjelaskan sedikit siapa dirinya, ritual pernikahan dimulai!
"Selamat kepada Tuan Putri dan pangeran sudah sah menjadi pasangan suami istri!" ujar pendeta yang menikahkan keduanya.
Acara dilanjutkan dengan jamuan dan tarian. Semua orang menikmati apa yang disajikan oleh pelayan.
Sedangkan pasangan pengantin baru duduk di atas singgasana yang sudah disiapkan oleh raja.
Haocun sedari tadi terus menggenggam tangan istrinya seakan-akan takut menghilang.
Waktu terus berjalan.
Perayaan akan terus berlangsung sampai satu minggu. Bahkan di kalangan rakyat juga disiapkan perayaan tak kalah besar dari di istana kerajaan.
Para rakyat sampai berpikir, apakah putri tidak berguna itu benar-benar tidak pernah mendapat perhatian dan kasih sayang? namun kenyataannya, saat putri tidak berguna itu menikah, pesta perayaan dibuat semewah mungkin.
Apa jangan-jangan karena dengan adanya pangeran JinHu, sehingga pernikahan sang putri yang terkenal tidak berguna dibuat semewah mungkin?! Semua pemikiran hanya tebakan para rakyat dan bangsawan yang hadir di pesta pernikahan putri pertama kerajaan Quan.
Bahkan Raja juga mengundang raja dan pangeran dari kerajaan lain di kekaisaran dinasti Han ini! Hanya satu orang yang raja tidak berani mengundangnya, sang kaisar agung!. Jika sampai raja mengundang kaisar, bisa dipastikan kerajaan Quan akan berakhir sebelum hari pernikahan.
Pangeran JinHu menghampiri Haocun dan ZeeLin yang sedang duduk di singgasana mereka.
"Selamat kepada kalian berdua! Aku sudah menyiapkan hadiah spesial untuk kalian. Ku harap kalian suka dengan hadiah yang kuberikan!" kata Pangeran JinHu sambil menyerahkan bungkusan yang berwarna putih kepada Haocun.
"Apa itu isinya gege?" Tanya ZeeLin penasaran.
"Kamu akan tahu setelah membukanya nanti. Aku menunggu kabar baik dari kalian. Sekali lagi aku ucapkan selamat pada kalian berdua, terutama untukmu Ze'er. Jadilah istri yang baik mengerti?"
__ADS_1
ZeeLin mengangguk sekilas.
Setelah urusan Pangeran JinHu selesai, Pangeran JinHu turun dan kembali ketempat duduknya.
Semua orang sudah menyiapkan hadiah untuk mempelai pengantinnya. Hadiah mereka akan di kirim langsunymg ke paviliun Teratai. Paviliun Ratu sebelumnya, Ibu kandung ZeeLin dan ke empat pangeran.
Sesuai dengan keinginan Ratu pertama, raja memberikan kediaman ratu untuk sang putri.
Untuk paviliun anggrek, paviliun itu tetap menjadi milik ZeeLin.
»---♡---«
Rembulan sudah muncul sedari tadi, acara hari ini sudah selesai. Para tamu kerajaan kembali ke tempat yang sudah disediakan Raja. Sedangkan para bangsawan kembali pulang ke kediaman mereka masing-masing.
ZeeLin dan Haocun sekarang sudah berada di kamar mereka, di paviliun teratai.
Entah apa yang dipikirkan raja. Putri tidak berguna mengapa ditempatkan di paviliun mendiang istri kesayangannya. Apa raja sungguh membenci putri tidak berguna yang terkenal bod*h, cacat, sakit-sakitan dan segala kekurangan berada pada putri itu.
Jika Raja membenci putri tidak berguna itu, mengapa Raja menempatkan gadis itu di paviliun mendiang istri tercintanya?
Sepertinya raja sudah menemukan solusi dari apa yang selama ini Raja dan para pangeran sembunyikan! itu yang dipikirkan Haocun.
Yang ditunggu akhirnya menampakkan dirinya. Haocun keluar dari kamar mandi hanya mengenakan kain bawahan saja. Menampilkan tubuhnya yang putih, kekar dan atletis. Pemandangan yang sangat menggiurkan. Rambutnya terlihat basah dan masih menetes membasahi kulit putihnya yang terlihat mengkilap.
ZeeLin menunduk malu melihat pria itu keluar kamar mandi hanya bertelangj*ng dada. "Kenapa gege tidak mengenakan pakaian di dalam saja?" tanya ZeeLin berusaha menghilangkan rasa gugupnya.
Haocun menaikkan satu alisnya. "Bukankah percuma jika aku mengenakan pakaian terlebih dahulu? Sebentar lagi juga akan dilepas lagi" godanya dengan menampilkan senyum mes*m nya.
"Apa gege suka dengan tidur tidak memakai pakaian? eh!" ZeeLin menutup mulutnya menggunakan tangannya yang halus bak sutra, menyadari jika ia salah bicara.
"Ide bagus. Aku akan tidur dengan tanpa menggunakan sehelai benang saja" Haocun semakin gencar menggoda istrinya.
"Tidak! Jangan!"
"Kenapa tidak? bukankah kamu yang memberikan ide bagus itu? aku hanya menuruti kamu saja"
"Gege… berhentilah menggodaku!"
__ADS_1
"Aku sedang tidak sedang menggodamu sayang. Bukankah itu yang kamu mau?!" Haocun berjalan mendekati istrinya yang sedang duduk dengan gugup di atas ranjang semakin gugup. Nampaknya pria tampan itu menemukan kegiatan baru yang menurutnya menyenangkan. Menggoda istrinya.
Bruk
Haocun mendorong ringan tubuh istrinya hingga terlentang diatas ranjang. Sedangkan dirinya mengurung sang istri dibawah tubuhnya.
Tangan ZeeLin menyentuh dada Haocun dan berusaha mendorongnya. Namun, kekuatannya tidk sebanding dengan pertahanan pria itu.
"Sayang, apa kamu sudah siap?" tanya Haocun dengan suara yang sudah serak. Jakunnya terlihat bergerak dengan cepat. Bisa dipastikan jika pria itu sudah melepas semua pertahanan yang ia bangun sejak kembali bertemu dengan sang kekasih.
"Gege… apa yang kamu emmm…-"
Bibir ZeeLin seketika terbungkam dengan bibir Haocun yang masih terasa dingin karena sehabis mandi.
Haocun semakin memperdalam cium*nnya dengan lembut dan sedikit menuntut. Dalam hatinya ia bersorak senang. Akhirnya semua yang ia tahan sudah bisa ia lakukan dengan bebas pada gadis yang ia cintai itu.
Semakin lama, ZeeLin mulai ikut terbuai. Dari yang awalnya sedikit menolak, sekarang sudah mulai terhanyut akan permainan suaminya.
Haocun terus melakukan serangan pada tubuh istrinya mengikuti nalurinya sendiri. ZeeLin hanya bisa menerima serangan demi serangan yang dilakukan suaminya. Bahkan ia tidak sadar jika sudah mengeluarkan suara lenguhan dan des*han yang semakin membakar semangat Haocun untuk menguasai tubuhnya.
Kini kedua insan yang baru saja menjadi suami istri sudah tidak ada sehelai benang yang melekat ditubuh keduanya.
Haocun menarik selimut untuk menutupi tubuh keduanya. Siapa tahu ada yang mengintip. Tidak mungkin pria itu akan membiarkan orang lain melihat tubuh indah sang istri. Hanya dia seorang yang boleh melihatnya!.
Sebelum memulai permainan yang sesungguhnya, Haocun menatap istrinya penuh cinta "Aku akan melakukannya dengan lembut. Jika kamu merasa sakit, kamu boleh mencakar atau menggigit pundakku. Apa kamu sudah siap sayang?"
ZeeLin membalas tatapan suaminya dengan sayu "Lakukanlah"
Hanya satu kata, tapi membuat Haocun terasa mendapatkan air untuk menghilangkan dahaganya di tengah gurun pasir yang panas dan tandus.
Sesuai dengan perkataannya. Haocun melakukan dengan amat sangat pelan dan lembut. Hingga keduanya mencapai surga dunia bersama.
"Terimakasih sayang. Aku sangat mencintaimu" kata Haocun setelah permainan berakhir. Ia memeluk tubuh istrinya yang juga kelelahan.
"Istirahat sejenak, setelah itu membersihkan diri ya" lanjutnya
»---♡---«
__ADS_1
Jangan lupa istighfar. Bulan suci ramadan soalnya. Mana bikin beginian lagi. Terpaksa :) Untung bikinnya malem dan cuman eh…! meskipun dikit, dosa juga ya.