Tuan Muda Arogan

Tuan Muda Arogan
Menolak Perjodohan


__ADS_3

Agra tak mau menerima atas syarat yang mamanya ajukan, satu minggu terlalu cepat baginya karena masalah pendamping hidup adalah sesuatu yang tak bisa dibuat main-main. " Baiklah…" mama Rani terdengar menghela nafas " Mama beri kamu waktu satu bulan! Tapi ingat kalau dalam satu bulan ini belum juga kamu bawa calon menantu mama, perjodohan ini akan tetap berlanjut !!" Tegasnya tanpa mau mendengar penolakan lagi dari Agra lalu berjalan meninggalkan Agra yang tampak tergugu tak dapat berkata apa-apa lagi kalau sudah melihat mamanya merajuk.


Memangnya mencari istri semudah itu apa… aku tahu mudah sekali mencari wanita bayaran yang akan dengan sukarela untuk aku nikahi secara kontrak, tapi ini masalahnya menikah… aaggh... ikatan sakral ini tak bisa kubuat main-main!! Mencengkram rambut dengan kedua tangan seakan frustasi.


Pria tampan itu terlihat mengeluarkan ponsel dari saku celananya, berjalan menuju balkon yang terdapat disamping kamarnya, mencoba menenangkan pikiran sembari menenggak air hangat yang dibawakan kepala pelayan tadi, rutinitas yang tak pernah ditinggalkan karena baginya air hangat mampu melancarkan peredaran darah pada tubuhnya. Ia memikirkan perkataan mamanya yang selalu memintanya untuk segera menikah, tetapi jangankan calon pendamping hidup, pacar saja ia tak punya yang ada dipikirannya saat ini adalah tentang bisnis dan bagaimana perusahaannya berkembang pesat. Mudah baginya untuk mendapatkan perempuan cantik dan seksi namun ia sadar bahwa menikah bukan hanya tentang seberapa penting keindahan rupa ragawi melainkan kecantikan hatilah yang paling utama.


" Hallo"


" Iya tuan… selamat malam " Suara Alex terdengar disambungan telepon


" Bagaimana dengan gadis itu?"


" Semua informasi tentang gadis itu sudah saya kirimkan ke alamat email anda, anda bisa langsung melihatnya. Gadis itu sama sekali tidak ada hubungannya dengan pesaing kita tuan muda"


" Kerja bagus, aku tidak mau sampai ada kebocoran data sehingga menyebabkan kerugian besar seperti waktu dulu"


"Ada satu lagi tuan…" Asisten Alex terdengar menjeda kalimatnya


" Katakanlah!" dengan tegas suara baritonnya memecah kesunyian malam


" Gadis itu… gadis itu mungkin saja adalah gadis yang akan dijodohkan dengan anda, saya mendengarnya langsung dari perbincangan nyonya besar dan nyonya Maya ketika pesta berlangsung kemarin"


" Biarkan saja mereka… lebih baik kita fokus pada tender kali ini, pihak investor sudah mempercayakan sepenuhnya pada Wijaya group besok kita adakan rapat bersama seluruh dewan direksi, aku tidak mau sampai ada kesalahan sekecil apapun kali ini!!"

__ADS_1


" Baik tuan, diagendakan" tegasnya


Panggilan berakhir..


...****************...


Satu minggu berlalu, Delia merasa cukup percaya diri kali ini, dari upah kerja yang ia kumpulkan sedikit demi sedikit kini terkumpul dan sudah bisa digunakan untuk mendaftar kuliah. Dia telah meminta izin pada bu Maya untuk melanjutkan pendidikan dan bekerja part time di toko bunga, dengan baiknya bu Maya tentu saja mengizinkan Delia karena baginya pendidikan juga amatlah penting meski tokonya akan kekurangan karyawan dengan skill merangkai yang baik.


Bu Maya merasa iba melihat gadis secantik dan sepintar Delia harus hidup sendiri tanpa orangtua yang menemani dan menjadi pelindung baginya, takut terjadi sesuatu hal yang tak diinginkan, untuk itu ia berencana menjodohkan Delia dengan putra dari sahabat kecilnya. Niat itu belum disampaikan secara langsung pada Delia karena mama Rani menyampaikan bahwa Agra meminta waktu satu bulan lantaran menemukan pendamping hidup tidaklah semudah berkata kata, kendati demikian bu Maya merasa jika nanti Delia akan menyetujui perjodohan ini.


Hari ini adalah hari pertama Delia masuk kuliah, jadwal kuliahnya masih pukul tiga sore nanti dan sekarang ia masih memiliki waktu satu jam untuk bersiap, tadi Delia sudah membawa semua perlengkapan dan pakaian yang ia masukkan di locker karena ternyata kampusnya berjarak lumayan dekat dengan toko bunga, agar lebih efisien waktu gadis itu bersiap di tempat kerja.


" Tina, nanti tolong kamu gantikan aku merangkai bunga ya, hari ini aku ada jadwal kuliah pukul tiga"


Cukup tegang karena pertama masuk kuliah, sudah membersihkan badan dan berganti pakaian di kamar mandi khusus karyawan di ruang locker. Delia meminta izin pada bu Maya di ruang kerja, dengan tersenyum lembut bu Maya melihat gadis berlesung pipi membuka pintu. " Semangat belajar ya Del… semoga kelak kamu mejadi orang sukses" kalimat penyemat itu secara tak langsung menularkan ketenangan di pikiran dan hati gadis itu, dengan senyum tulus yang terukir di bibir cantiknya menandakan bahwa kegundahan pada dirinya telah terobati.


" Trimakasih bu Maya … sudah begitu baik kepada saya, saya…saya tak tahu harus membalasnya dengan apa, karena bagi saya kebaikan bu Maya tak akan pernah terganti" Kedua tangannya memegang erat tangan bu Maya


" Kamu adalah gadis yang baik dan pintar Del, tentu saja kamu pantas mendapatkannya… saya sudah menganggap kamu seperti anak saya sendiri, untuk itu jika ada sesuatu hal yang membuatmu kesulitan atau mengganggu pikiranmu, katakan pada saya mungkin dengan begitu sedikit bisa meringankan bebanmu… jangan memendamnya sendiri nak…!" ucapannya begitu tulus sehingga membuat netra sayu Delia terlihat berkaca-kaca.


" Terimakasih bu Maya saya akan selalu mengingat pesan dan kebaikan anda" Delia memeluk bu Maya erat sesekali mengusap ujung matanya yang sembab akibat menahan haru yang menyeruak memenuhi rongga dadanya.


" Hari ini adalah hari pertama saya masuk kuliah bu, saya mohon izin dan doa restu dari anda sebagai wali saya bu…"

__ADS_1


"Pergilah nak, saya mendoakan mu semoga lancar dalam meraih gelarmu"


" Baik bu, saya pamit berangkat" Menyalimi bu Maya kemudian berjalan keluar dari ruang kerja, setelah itu berpamitan pada teman-teman kerjanya.


Hatinya Dipenuhi rasa bahagia yang menyebar kedalam rasa terdalam di jiwa, merasakan betapa anugerah yang terlimpah untuknya saat ini seperti binar cahaya setelah mendung menerpa. Kehilangan orang-orang terkasih menjadikan jiwanya setegar karang ditengah lautan yang luas, tak kan mudah koyak dan terkikis oleh ombak yang menerpa. Mencoba kuat dan tegar, yakin suatu saat akan indah pada waktunya asalkan jiwa dan raga tetap terjaga… terjaga suci sehingga bisa berbangga diri bahwa meski dirinya seorang perempuan tetapi mampu melindungi yang paling berharga dihidupnya. Harga Diri Harga Mati


Bersambung…


...****************...


JANGAN LUPA LIKE, VOTE, RATE BINTANG LIMANYA DAN JUGA KOMENTARNYA SUPAYA AKU SELALU SEMANGAT MELANJUTKAN CERITA RECEH INI


Ditengah pandemi yang tak kunjung reda ini


Aku mendoakan semoga kalian semua sehat selalu,


Semangat berkarya dan selalu hati-hati


Semoga keadaan lekas membaik


Stay Save and Stay Healthy


salam sayang♥️♥️

__ADS_1


Author Pita Wulan


__ADS_2