
"Tuan muda sepertinya kita disambut dengan sangat baik seperti dugaan kita sebelumnya."
"Ini pasti kerjaan Dad dia pasti sengaja melakukan ini."
Mike membuka pintu untuk Albert keluar lebih sudah pengawal menyambut mereka dengan rapi dan tegas. Tapi tetap tidak membuat Albert bangga.
"Dimana Jason Dominic?" tanya Albert sangat dingin dan menyeramkan sekali.
"Boy kamu tidak sopan memanggilku seperti itu." jawab sinis tak kalah tajam dari Albert.
"Sama saja dad, sebenarnya Albert sangat malas untuk kemari. Tapi Albert ingin menanyakan sesuatu dengan Dad penting."
"Apapun boy, mommy ku datang dia sudah menyambutmu membawa susu hangat untukmu." senyuman Jason sangat aneh sekali tapi Mike dan Albert sudah biasa melihatnya.
"Anak mommy sudah datang, owh sorry mommy hanya bisa membuatkanmu susu hangat. Minumlah boy, kau pasti lelah."
"Mom aku sudah besar, jangan terus memanjakanku seperti ini. Apa kata mereka terus mom kalau aku seperti ini. " jawab Albert menerima gelas susu hangat di tangan mommy nya dan meminumnya.
"Oh Mike kenapa wajahmu? Apa anak nakal ini memukulmu?" tanya tajam Clara dengan Albert.
"Tidak apa nyonya hanya luka sedikit." jawab Mike dengan sopan.
"Hanya Mike tidak berguna mengerjakan sesuatu mom." jawab datar Albert.
"Apa yang kamu rencanakan boy? Tidak seperti biasanya Mike sampai tidak berguna dan kesulitan baginya." tanya Jason juga penasaran.
"Aku ingin bicara dad, tapi tidak disini." jawab Albert karena disini banyak pengawal dan pelayan.
Akhirnya mereka semua menuju ruang rapat khusus yang dibuat oleh Jason. Bahkan keamanannya jauh lebih aman dan pastinya jika ada orang yang sudah berani masuk pasti akan menjadi mayat detik itu juga.
"Bicaralah Boy... " Jawab Jason mulai menatap serius.
Kini aura yang mereka keluarkan sangat menyeramkan sekali. Bahkan rasanya sangat sesak menghirup oksigen sekalipun.
Clara juga menara Albert tidak kalah tajam, karena keluarga Dominic bukan orang sembarangan yang bisa menjadi. bagian ini darinya.
"Apa yang dad tau tentang Eroise?" tanya Albert langsung to the point.
__ADS_1
Bahkan Mike juga tekejut, kalau tuan mudanya sampai turun langsung mengincar gadis itu. Karena dia juga menarik karena ulahnya juga sombong dan pemberani sekali.
"Eroise?" tanya Clara tiba-tiba mengingat sesuatu.
"Dad, Eroise pasti dia.... " Clara tersenyum menatap suaminya juga.
"Kenapa kau bertanya tentang Eroise boy, ada apa? Sampai kau tidak bisa memecahkan masalah itu sendiri."
"Bukanya Albert tidak bisa Dad, hanya saja Eroise sudah di bawah kuasa kita kenapa dia tiba-tiba mempunyai seorang putri yang Albert baru tau.
Dn putrinya sangat menguras emosi Albert, dan Albert ingin menangkap gadis itu bahkan ingin sekali Albert eksekusi juga. Tapi dugaan Albert salah mereka sangat ketat dan rapi menjaga gadis itu dad?"
Clara tersenyum penuh arti saat melihat putranya berbicara seperti itu. Tapi dia juga heran kenapa putranya memikirkan seorang gadis yang terus mencari masalah dengannya. Sungguh aneh bukan?
"Apa kau tidak bisa mengatasi seorang gadis boy? Atau kau tertarik dengannya?" Jason mencoba membaca pikiran putranya.
"Apa yang dad katakan, aku tidak tertarik dengan ****** gembel sepertinya."
"Kau berbohong boy, mommy akan membantu kamu mendapatkan wanita yang kau kejar itu." jawab Clara langsung.
"Mom, dad sudah bilang jangan mencampuri urusan perasaan boyboy mom. Biarkan dirinya memilih wanita bukan mom terus mendesak boy." Ucap Jason karena sudah bosan mendengar istrinya Clara selalu menjodohkan orang lain dengan putranya.
"Apa yang dad dan mom bicarakan. Aku tidak tertarik dengan wanita itu sekalipun." jawab Albert datar.
"Eroise itu salah satu mafia yang cukup berkuasa waktu itu boy. Eroise sendiri sekarang sudah tiada karena usia yang sudah cukup tua. Dan digantikan dengan putranya Gabriel. Saat putranya Gabriel sudah menikah, Eroise sendiri yang menyuruh untuk tidak meneruskan kekuasaannya.
Karena menantu dan cucunya lahir seorang wanita. Karena takut menjadi ancaman untuknya. Jadi sejak itu dirinya menutup diri karena sudah tidak perlu berurusan dengan dunia bawah hingga kini.
Dad juga mendengar kabar putrinya menghilang sejak usia 18 tahun mungkin. Waktu itu dad di beri laporan namun karena Dad tidak ada urusan dengan Eroise jadi dad tidak tertarik sama sekali.
Namun kabarnya kini putri Eroise sudah kembali. Bahkan wajahnya dikabarkan sangat cantik. Namun dad juga belum mengenalnya bagaimana menurutmu boy? Apa perlu dad dan mom yang turun tangan?"
Perkataan Jason terus membuat Albert menatap tajam. Dia juga sudah tau laporan itu. Bahkan lebih dulu daripada daddynya menjelaskan buang tenaga saja.
"Tidak tertarik lagi dad, aku hanya ingin tau hubungan Dominic dengan Eroise. Bukan asal usul Eroise itu sendieu."
"Hubungannya baik boy, mommy rencana mau menemui gadis yang kamu inginkan. Bolehkan Dad?" tanya Clara dengan Jason.
__ADS_1
"Iya mom, lakukan sesuai yang mom inginkan. Dad pusing mendengar ucapan mom yang ingin melihat boy menikah terus."
"Makasi dad, kalau begitu mommy akan pergi sekarang. Dah boy, cium dulu nak."
Clara mencium pipi putranya membuat Albert tak suka dan mengusap bekas itu segera.
Dirinya terlihat seperti anak kecil saat dengan mommynya.
"Apa dad tidak pusing melihat tingkah mommy seperti itu terus?"
"Tidak boy, daddy bahagia sekali karena mommy terus menyayangi mu. Sudahlah apa yang ingin kau katakan lagi." tanya Jason mulai serius.
"Tidak ada, karna tidak penting lagi. Aku ingin pergi, ayok Mike kita pergi dari tempat neraka jelek ini."
Sinis Albert segera meninggalkan daddynya yang sedang menatap tajam juga.
"Saya permisi tuan Dominic." jawab Mike pamit dengan Jason.
"Mike jangan pernah takut dengan anak kurang ajar itu. Kalau perlu pukul saja kepalanya." jawab Jason juga tak kalah sengit dari Albert.
"Baik tuan Dominic, kalau begitu saya permisi dulu."
Mike segera mengejar Albert yang sedang kesal dengan kedua orangtuanya.
'Sepertinya benar yang dikatakan nyonya, kalau tuan muda tertarik dengan gadis Eroise itu sendiri.'
***
Sementara Clara sibuk merias wajahnya agar terlihat lebih elegan lagi. Bahkan Jason sangat tidak suka saat melihat istrinya pergi dengan penampilan cantik ini.
"Dad apa mau ikut? Ayolah Dad pasti dia sangat cantik dad."
"Tidak, daddy tidak tertarik dengan wanita itu. Mom sendiri saja yang menemui. Daddy banyak urusan dan perkerjaan yang harus diselesaikan."
"Baiklah Dad kalau begitu mom berangkat ya. Mencari menantu untuk anak kita yang kejam itu sama sepertimu."
"Mom siapa yang kejam?" tanya Jason terus menyindirnya.
__ADS_1
"Siapa lagi kalau bukan bocah itu dad, bahkan mom yang harus turun tangan untuk menemui gadisnya."