Tuan Muda Tampan Yang Kejam

Tuan Muda Tampan Yang Kejam
Mengincar Vallen


__ADS_3

Vallen menatap remeh ke arah Albert yang menatap dirinya datar namun tajam. Kini dengan santainya Vallen duduk di depan Albert tersebut dan tersenyum seperti biasa.


"Apa yang kau lihat, matamu bisa copot jika kau menatap diriku seperti itu."


"Apa kau merasa kalau aku sedang memperhatikanmu? Jangan terlalu kepedean jadi orang."


Albert mengalihkan tatapan tajam dengan Mike, sebagai tanda harus segera pergi.


"Oh kalian akan pergi. Baiklah hati - hati." tanya senyuman Vallen.


"Hei kau kenapa kau selalu memberi aura yang tajam denganku, aku bukan orang rendah yang bisa kau rendahkan dengan matamu yang jelek itu."


"Bisakah Anda lebih sopan dengan tuanku, jangan bersikap kurang ajar!" Geram Mike yang terus memberi tatapan maut dengan Vallen namun dirinya tidak merasa takut sekalipun.


"Memang dengan siapa aku harus bersikap sopan?" tanya sinis Vallen meremehkan Albert.


"Kita pergi, tidak usah meladeni gadis gila sepertinya." jawab Albert segera bangkit dari kursi dan pergi.


Disana juga ada Cristian dan Gabriel yang memperhatikan dirinya dengan Vallen. Namun Albert tidak tertarik sama sekali.


"Hei apa kau miskin, sampai kau tidak membayar makananmu." suara teriakan Vallen membuat semua orang melihat ke arah Albert.


'Gadis ini benar-benar menguras emosiku, aku sejak tadi sudah diam diri tapi tetap saja dia terus mencari masalah denganku.'


'Dasar pria tidak tau diri, siapa suruh menggangu tadi. Membuatku jadi tidak nafsu makan saja.'


Akhirnya Albert tetap melanjutkan langkahnya tanpa meladeni Vallen yang sudah membuat dirinya emosi.


"Princess.... " Suara bariton ayahnya memanggilnya.


"Iya ayah, aku baik saja. Ayah jangan mengkhawatirkanku seperti itu." jawab Vallen mulai duduk di hadapan ayahnya dan mulai menikmati makanannya.


"Baiklah, makanlah nanti ayah akan jelaskan denganmu princess!"


"Tentang pemuda itu ayah? Oh princess sudah tau, bahkan sudah beberapa kali bertemu juga." jawab Vallen dengan enteng.

__ADS_1


Perkataan Vallen membuat Cristian dan Gabriel saling tatap. Apa Vallen terus mencari dan memancing emosi Albert terus. Bagaimana bisa dirinya sebagai orangtua bisa tenang kalau putrinya berhadapan dengan pria yang sangat kejam seperti malaikat maut itu.


"Makankah terlebih dulu sayang, bagaimana makanannya lezat bukan?" tanya Ayah Gabriel.


"Sangat ayah, ayah makanlah kau juga Crist jangan terus berdiam melihat keadaan. Tidak akan terjadi apapun." jawab Vallen membuat Crist kagum.


'Ternyata nona muda mempunyai bakat dan mental jiwa yang sangat kuat. Tapi tetap saja saya khawatir apalagi yang baru saja di hadapi adalah Wiliam Dominic pasti tidak akan segan untuk mengincar nona muda.'


"Jangan melamun Crist, kau tidak perlu khawatirkan diriku dengan pria muda itu. Kekhawatiranmu tidak akan pernah terjadi, percayalah." jawab Vallen tersenyum manis.


"Saya tetap khawatir nona, apalagi sudah lama kami menunggu kehadiran nona kembali." jawab Crist.


"Sudah Crist lebih baik kau ikut makan juga, tidak baik bicara didepan makanan." jawab Gabriel agar tetap tenang dan menikmati makanannya.


***


Mike mengemudi bisa merasakan aura kemarahan Albert yang sudah di pancing oleh gadis tadi, Vallen. Tapi Mike terus berdiam saja karena dia akan menuju tempat dimana Albert bisa menjadi tenang.


"Tuan muda kita sudah tiba di tempat eksekusi semua sudah di siapkan." jawab Mike karena Albert akan melampiaskan semuanya di tempat eksekusi ini.


Albert memukul mereka dengan besi yang sudah di panaskan dengan suhu yang sangat panas. Dia menggunakan sarung tangan untuk melindungi tangannya.


"Kau akan mati.... Aku akan membawamu ke neraka karna sudah mengkhianatiku dengan berpura-pura menjadi baik." Albert terus menyiksa pria didepannya.


Dia mengiris tubuhnya dengan pisau yang sangat tajam bahkan Mike tanya menatapnya datar karena sudah biasa dengan pemandangan ini.


Sedangkan para penjaga disana merasakan tubuhnya merinding sekali, karena aura yang diberikan oleh tuan Albert sangat menyeramkan dan juga tajam. Bahkan beberapa penjaga disini sudah mengabdi penuh dirinya untuknya.


"Arrhg....... sakit arhgggg...." teriakan dari pria yang disiksa oleh Albert.


"Berisik sekali dia, Mike... bereskan. Aku tidak ingin mengotori tanganku dengan serangga seperti dia ini." jawab Albert dirasa sudah puas dengan penyiksaannya.


"Siapkan pakaian gantiku." jawab Albert menyuruh penjaga disana dia menyuci tangannya di wastafel.


Terlihat jelas bajunya terkena darah yang dia bersihkan tadi, segera dia masuk ke dalam kamar yang sudah dibuat khusus. Dia membuka bajunya dan mengantinya yang sudah disiapkan.

__ADS_1


"Harusnya tadi aku tidak memakai baju putih!" Ia bercermin dirinya terlihat lebih segar dari sebelumnya.


"Aku harus mengincar gadis itu, agar dia lebih mengerti bagaimana harus menghadapi seseorang yang bukan tandingannya sama sekali."


"Baru kali ini ada seseorang yang sudah membuat emosiku sampai menuncak sekali. Awas saja kau, aku tidak akan tinggal diam begitu saja."


Pintu kamar di ketuk oleh Mike, memastikan bahwa Albert sudah selesai dan bersiap untuk kembali.


"Tuan, ini saya Mike."


"Masuk Mike."


"Dia sudah mati tuan, dan organ tubuhnya sudah dimasukan ke dalam oven panas sesuai perintah tuan sendiri." jawab Mike.


"Baiklah, Mike kemarin kau sudah mencari tau tentang gadis itu. Jelaskan Mike, kalau perlu tangkap juga akan akan bermain - main dengannya." jawab Albert tersebut licik.


"Sudah tuan, dia putri dari keluarga Eroise tuan. Pria tua tadi yang kita jumpa itu adalah ayahnya. Dia kabarnya menghilang 2 tahun dan hidup di jalanan. Dan kemarin saat pertama kali kita bertemu dia baru juga di temukan oleh Eroise sendiri tuan."


Mike menjelaskan informasi yang dia dapat tentang Vallen. Albert tersenyum dia seperti mempunyai mainan baru akan tiba.


"Bisa kau membawanya ke mansion Mike, aku akan menyiksanya dengan cara tersendiri." jawab Albert segera keluar di ikuti oleh Mike di belakangnya.


'Apa tuan Albert tertarik dengan gadis itu, dia juga cantik tidak begitu buruk. Aku juga tidak masalah tapi tetap saja menjadi masalah karena ia jauh dari kata perempuan.'


Mike bertanya dengan dirinya sendiri. Sedangkan Albert memeriksa tablet yang dia kerjakan beberapa kali pekerjaannya tertunda karena memang selalu ada hama yang menggagunya.


Mike terus mengemudi dengan kecepatan tinggi, dia menuju kawasan yang akan di kunjungi yaitu mengecek proyek yang sudah di bangun di dekat pantai.


Hotel yang sudah hampir sempurna bahkan sangat indah sekali. Yang sudah pasti menghabiskan biaya sangat banyak untuk memperoleh hasil yang maksimal.


"Kerja bagus, Mike akan mengurus upah yang harus kau berikan pada pekerjaan lainnya. Mike kau urus akhir dari semunya. Aku ingin melihat ke dalam."


"Baik tuan muda."


Albert masuk ke dalam dia menuju kamar hotel VVIP room yang dibuat khusus untuknya. Dia melihat ruangan sangat rapi dan juga elegan dan pemandangan langsung ke arah pantai yang sudah disiapkan untuknya juga.

__ADS_1


'Sangat indah sekali, aku harusnya menginap tapi karena tugas aku banyak. Tidak aku harus kembali lagi.'


__ADS_2