
"Apa mom aku harus datang ke mansion Eroise untuk melihat kondisi gadis itu?" tanya Albert tiba-tiba kaget.
Karena Clara menyuruhnya untuk datang ke mansion Vallen melihat kondisinya yang sudah 3 hari tidak ada kabar sedikitpun. Albert juga sangat sibuk mengurus pekerjaannya yang sangat pastinya.
"Iya boy, dad juga memaksa mommy agar melihat kondisinya untuk tidak menjadi permusuhan. Karena tidak akan bisa Eroise bermusuh dengan Dominic apalagi Dominic ada ditanganmu." jawab sinis Clara agar membuat Albert terus bangkit dari hinaan yang dia terima
"Aku tidak mau mom, lagipula aku tidak ada urusan dengan wanita itu." jawab Albert mulai pergi dari hadapan mommynya.
"Baiklah kalau tidak ingin kesana, biar mommy dan daddy yang ke sana sendiri." Jawab Clara langsung meninggalkan putranya.
Clara memang wanita yang tegas dalam apapun, dia tidak pernah berbicara ragu atau tidak yakin selalu yakin dan tegas.
Berbeda dengan Albert yang dingin dan datar namun kejam sekali, tapi Albert dengan mommynya. selalu menurut dan tidak pernah melawannya sama sekali.
"Apa yang sebenarnya mom inginkan, tidak berguna sekali." jawab Albert sendiri.
Setelah Clara meninggalkan ruangan Albert, Mike baru saja datang segera Clara menatap Mike tegas.
"Nyonya ada yang bisa saya lakukan?" tanya Mike karena melihat Clara yang sudah sangat emosi.
"Suruh boy datang ke mansion Eroise, untuk meminta maaf jika tidak ingin permusuhan dimulai." jawab Clara segera meninggalkan Mike juga.
Mike hanya berdiam saja, memang kini Eroise sudah beberapa kali menyerah dan menghancurkan kerja Albert sendiri.
Segera Mike memberitahu dengan Albert, sebelum semuanya terlambat.
"Apa yang kau bicarakan Mike, aku tidak akan pernah mau meminta maaf dengan seorang gadis sekalipun." jawab Albert sudah mengetahui isi otak Mike.
"Saya hanya menyampaikan apa yang nyonya besar katakan tuan muda." jawab Mike.
"Lanjutkan perkerjaanmu, jangan memikirkan hal tidak penting seperti itu. Bagaimana dengan penyerangan dan siapa orang yang menghancurkan proyek itu Mike?" tanya Albert karena beberapa bisnis proyek mereka hancur seperti disengaja oleh orang.
Bahkan orang tersebut sangat bermain sangat rapi, tidak menghilangkan bekas apapun membuat Albert mencurigai seseorang, namun dia tak punya bukti yang cukup kuat.
"Saya sudah mengecek semuanya tuanku, tapi tidak ada bukti yang ada. Bahkan tiba-tiba CCTV tersembunyipun bisa dijangkau dengan mereka sengaja. Sepertinya mereka melakukan dengan rapi tuan muda." jawab Mike menjelaskan sesuai penyelidikannya.
"Kau mencurigai sesuatu pastinya?" tanya Albert menatap Mike.
"Iya tuan muda hanya dia yang bisa melakukan ini dengan rapi, tapi apa hubungan dengannya?" tanya Mike bertanya balik.
"Apa aku harus ke mansion Eroise Mike?"
"Itu semua sesuatu keputusan tuan muda, jadi saya tidak bisa memaksakan jika tuan sendiri ingin kesana." jawab Mike karena tidak ingin memaksa Albert sekalipun.
"Bagaimana dengan jadwalku selanjutnya?"
"Hanya mengecek berkas yang sudah ada tuan muda, tidak ada berpergian juga. Sedikit ada waktu untuk kita luang."
__ADS_1
"Baiklah kita ke mansion Eroise sekarang juga... " jawab Albert dingin dan terlihat sangat menahan sesuatu.
"Baik tuan muda... saya akan menyiapkan beberapa keperluan untuk anda juga."
***
"Bosan sekali.... aku bosan bahkan hanya tidur dan makan saja kerjaanku." jawab Vallen tengah di kamarnya.
Kondisi tanngannya sudah membaik namun masih saja harus di gips untuk kesembuhan yang maksimal. Bahkan untuk makan saja Vallen menerima suapan dari siapapun.
"Nona.... huh huh ada yang datang..." Jawab Cassie seperti dikejar setan karena lari menuju kamar Vallen.
"Kau bicara apa Cassie, aku tidak mengerti jangan membuat pikiranku ada bebannya." jawab malas Vallen.
"Dibawah ada tuan Dominic sedang mencari nona, sedangkan tuan besar tadi pergi mengurus sesuatu bersama dengan Crist belum kembali." jawab Cassie mulai panik.
"Ngapain mereka kesini?" Vallen ingin keluar namun Cassie menahannya lebih dulu.
"Jangan nona lebih baik nona istirahat saja. Biar pengawal yang lain mengatasinya." jawab Cassie khawatir.
"Minggir!!!" tatap maut Vallen bertemu dengan mata Cassie membuat Cassie takut dan membiarkan Vallen keluar.
Vallen menuruni tangga, sudah banyak sekali tergelak pengawal yang mencoba menghalangi Albert dan Mike untuk masuk.
"Siapa kau berani sekali menyakiti semua orang di sini?" sinis Vallen masih menuruni tangga.
"Kami datang dengan baik tapi mereka tetap menyerang kami." jawab Mike yang tidak suka.
"Pergilah aku tidak ada keperluan denganmu." jawab Vallen lalu ingin kembali ke kamarnya.
"Bagaimana tanganmu?" dua kata keluar dari mulut Albert.
"Oh, hanya luka kecil. Ada apa kemari?" jawab Vallen menolehkan dirinya.
"Ingin bicara dengan tuan Eroise!" jawab Albert datar.
"Ayahku tidak ada, jadi bicarakan saja denganku biar kusampaikan." jawab Vallen menghampiri mereka.
"Duduk. Jangan berdiri seperti patung." jawab Vallen menyuruh mereka duduk di ruang tamu.
"Cassie buatkan mereka minum dan beberapa potong cake yang manis." jawab Vallen dengan Cassie.
"Baik nona, tunggu sebentar." jawab Cassie.
"Silakan nona, tuan." Cassie dan beberapa para pelayan meletakkan jamuannya.
Sedangkan Mike dan Albert masih saja datar dan diam saja tidak merespon apapun.
__ADS_1
"Tanganmu...tidak parah bukan?" tanya Albert datar.
"Tidak, apa kau tuli? Aku sudah mengatakan hanya luka kecil." jawab sinis Vallen.
"Ada apa?" tanya Vallen mulai serius, karna dia tidak suka basa basi.
"Tidak ada, hanya melihatmu saja. Kau tidak parah jadi aku tidak perlu mencari tangan lain untuk menggantikan tanganmu yang lemah itu." hina Albert tidak suka.
"Oh benarkah kau mencari tangan orang lain. Hum lucu haha..." tawa renyah Vallen.
"APA YANG KALIAN LAKUKAN DENGAN PUTRIKU!!!!!" suara bariton Gabriel baru saja tiba langsung marah begitu saja.
Seketika semuanya langsung berdiri, tapi tidak dengan Albert masih berdiam duduk saja dan menoleh ke arah Gabriel Eroise dengan menatapnya tajam.
Vallen yang tau Albert menatap ayahnya sangat tajam langsung melemparkan bantal didekatnya.
"Jaga matamu dari orang yang punya tempat." jawab geram Vallen.
"Princess ke atas saja." jawab Gabriel langsung to the point.
"Ayah aku... ah baiklah aku ke atas." jawab Vallen segera meninggalkan mereka semuanya.
"Saya hanya ingin bertemu dengan Anda, tetapi Anda tidak ada jadi putri Anda yang menyambut kami dengan baik." jawab Albert dengan datar.
"Pergi Jason sudah bertemu denganku, jadi kau pergi saja. Aku tidak ingin putriku terluka saat bersamamu terus." jawab Gabriel dingin dirinya pergi karena Jason dan Clara memaksakan diri juga.
"Baiklah tuan Eroise kami akan pergi, mari tuan muda." jawab Mike mulai menjauh dari hadapan Gabriel.
Tiba-tiba didalam mobil Albert sudah ada Vallen yang duduk manis tangannya masih di perban.
"Hai... apa yang kau bicarakan dengan ayahku?" tanya Vallen dengan senyuman manisnya.
"Sejak kapan kau masuk ke dalam mobilku? Keluarlah setelah kau membuat kerusuhan ini semuanya." jawab dingin Albert.
"Kau pasti penasaran ya? Ada deh aku masuk dari mana."
"Sebaiknya Anda keluar karena jika tuan Eroise mengetahui pasti mengira kami yang membawamu." jawab dingin Mike.
"Aku sudah mengirim pesan kepada Crist, cepatlah kita pergi dari sini." jawab Vallen mulai melihat semua pengawal bergerak.
"Kau benar-benar gadis nakal." jawab dingin Albert.
"Oh tidak ayah ada di depan. Lebih baik aku turun saja." jawab Vallen turun dari mobil.
Gabriel dan Crist sudah berjaga, dan para pengawal mulai bersiap untuk menembak namun seperti menunggu perintah dari Gabriel.
Vallen menghembuskan nafas kasar segera berjalan menuju kamarnya. Dan lebih baik dirinya tidur saja daripada keluar punya resiko yang sangat besar.
__ADS_1