Tuan Muda Tampan Yang Kejam

Tuan Muda Tampan Yang Kejam
Jaga Putriku


__ADS_3

Akhirnya Albert menemui Gabriel langsung agar Vallen bersamannya. Awalnya memang Gabriel sengaja bertemu dia juga sedikit yakin dengan keberanian yang dimiki oleh Albert sendiri.


“Biar putrimu denganmu, aku akan mengahntarkan pulang jika semuanya sudah selesai.” Jawab datar Albert.


“Jaga putriku.” Jawab Gabriel datar dan segera pergi dari hadapannya.


“Tanpa kau suruh aku akan melakukannya sendiri.” Jawab Albert menatap kepergian Gabriel dengan cepat.


“Kau benar – benar bodoh, nagapain kau membawaku kemari. Aku ingin pulang awas....” jawab Vallen mendorong Albert karena menghalangi jalannya.


“Mereka sudah pulang.” Jawab cepat Albert.


“Apa, ayahku sudah pulang. Ih.. ini semua pasti ulahmu yang sengaja membunuhku.” Jawab tajam Vallen ingin sekali dirinya melemparkan juga.


“Apa yang kau inginkan sebenarnya, kenapa kau selalu menantangku seperti itu.” Jawab Albert.


“Kau jelek, aku tidak suka.” Jawab Vallen terus berjalan keluar dari sana.


“Lalu apa dirimu cantik?” tanya Albert kembali, seketika langkah Vallen terhenti dan membalikan badan menatap membunuh dengan Albert.


“Tentu saja aku cantik. Lalu kenapa, kau menyukaiku?”


“Kalau iya bagimana?” jawab Albert dengan santai seketika membuat Vallen gugup dan menahan rasa itu juga.


“Bercandamu tidak lucu.” Jawabnya segera meninggalkan Albert dengan cepat.


“Aku tidak bercanda nona Eroise.” Jawab Albert.


“Berhenti memanggilku nona Eroise, aku tidak suka.” Jawab sinis Vallen karena tidak menyukai nona Eroise karena itu adalah ibunya sendiri Yasmine.


“Bagaimana kalau menjadi nyonya muda Dominic?”tanya Albert saat mendengar ucapan itu.


“Sama sekali tidak tertarik denganmu, cari wanita lain. Aku tidak menyukaimu, kau jelek. Seleraku bukan kau. Jadi berhenti mengikutiku.” Jawab Vallen mulai emosi dan langsung keluar dari bangunan itu.


“Dia tahu caranya menarik seseorang agar lebih jauh.”


“Bagaimana caraku pulang. Bahkan bangunan di depan sangat jauh. Dan aku malas kalau berjalan.” Jawab frustasi Vallen


Terlihat Mike dan Albert keluar dari bangunan tersebut. Albert menunggu Mike mengambil mobil terlihat santai sekali bahkan tidak memikirkan Vallen juga.


“Mau ikut pulang denganku nona? Aku bisa menghantarmu.” Tawar Albert saat mulai masuk ke dalam mobilnya.


“Ikut, apa kau tega meninggalkan anak kecil sendirian disini.” Kesal Vallen mulai masuk ke dalam mobil.


“Kau anak kecil yang tidak perlu dikasihani sama sekali.” jawab Albert.

__ADS_1


“Dasar pria gila.” sinis Vallen segera masuk ke dalam mobil.


“Kau sudah masuk ke dalam mobilku dan tidak bisa keluar, kecuali kau mengikuti perintahku.” Jawab Albert mengancam Vallen.


“Aku tidak takut ancaman remeh darimu.” Jawab sinis Vallen.


“Ini bukan ancaman nona, tapi ini perintah. Kenapa kau selalu berpikir buruk sekali.” Jawab tak suka Albert.


“Sama saja, aku tidak mau mengikuti rencana murahmu.”jawab tidak peduli Vallen.


“Kau harus mengikuti mauku nona Eroise, aku tidak suka penolakan. Mike bawa ke tempat yang aku bilang tadi.” Jawab Albert memaksa.


“Kau pria pemaska keinginan orang lain.” Celetuk Vallen langsung tidak suka.


“Kalau kau tidak dipaksa, tidak akan mau juga apa yang aku perintahkan.” Jawab diam Albert mulai membuka tablet memeriksa pekerjaanya.


Karena ulah daddynya yang menyuruh untuk segera datang kesini, jadi dia memundurkan beberapa jadwal pekerjaannya. Sangat menyebalkan sekali.


Vallen hanya berdiam dan bosan pastinya, dia juga penasaran dan memikirkan perkataan pria disampingnya kalau dia menyukainya. Apa yang harus dia lakukan, menyukai juga? Tapi dia tidak bisa menyukai pria ini dengan mudah.


“Aku tidak menyuruhmu untuk menyukaiku juga nona Eroise, aku hanya mengatakan apa yang aku rasakan juga.” Jawab Albert tiba-tiba membuat Vallen terdiam bagaimana bisa dia juga memikirkan hal yang sama.


“Jangan suka membaca pikiran orang lain.”


“Tidak.” Jawab singkatnya.


“Kau berkata bohong nona, siapa namamu?” tanya Albert.


“Vallenrie.” Jawab singkat Vallen.


“Oh Vallenrie? Nama yang cantik, sesuai orangnya. Namaku Albert William. Beberapa orang memanggilku William, namun aku sering juga dipanggil Albert dengan orang yang sudah mengenalku saja.” Jelas Albert perkenalkan dirinya.


“Aku tidak bertanya, tidak usah menjelaskannya.” Jawab cuek Vallen membuat Albert tersenyum bisa – bisa ada gadis yang mengabaikannya.


Mike menahan senyum karena jawaban Vallen sangat masuk akal juga. Padahal Vallen tidak bertanya namun Albert dengan santainya menjelaskan.


“Tuan muda kita sudah tiba di dalam butik, mari turun nona.” Jawab Mike yang baru membuka suara. Karena sejak tadi dirinya hanya menjadi pendengar saja karena juga tidak ingin mengganggu tuan mudanya berbicara.


“Kita turun gadis nakal.” Jawab Albert membuka pintu untuk Vallen.


“Mau ngapain kita kesini. Aku tidak mau. Aku ingin pulang saja ke mansion.” tolak langsung Vallen dengan cepat.


Vallen tidak pernah pergi ke tempat seperti ini, tentu saja dulu dia tidak akan mungkin punya uang sebanyak ini. Kalau pun dia juga putri Eroise tetap saja dia tidak menyukai tempat begini.


Vallen melihat sekitarnya sangat banyak sekali perempuan yang menatap Albert. Dirinya tidak mau jatuh juga, harus diperhatikan. Dia melihat penampilannya cukup bagus. Karena kini dia menggukan dress selutut lengan pendek tentunya.

__ADS_1


“Kau memakai pakaian cukup pantas untuk dirimu, jadi berhenti berpikir yang tidak penting.” jawab Albert saat Vallen melihat bajunya.


“Banjigan ini benar-benar menguras emosiku.” jawab Vallen menahan emosi.


“Jangan berbicara kasar terus... Aku tidak suka mendengarnya.” Jawab Albert.


Albert berjalan lebih dulu dan dengan cepat Vallen menarik tangan Albert meletakkan di tangannya. Pertama kalinya Albert sangat gugup sekali, sedangkan Vallen tampak tenang seolah – olah tidak terjadi apapun.


“Apa tidak boleh aku memegangmu?” tanya Vallen tersenyum melihat Albert yang sangat gugup.


“Kau pandai menggoda gadis nakal.” jawab Albert menahan gugup juga.


Mereka memasuki butik yang sangat mewah dan juga pasti kualitas dan harganya tidak main – main. Banyak sekali wanita yang berbisik – bisik melihat Vallen juga namun dia tidak peduli.


“Kenapa mereka melihatmu seperti itu?” cetus Vallen tidak suka jika Albert diperhatikan seperti itu.


“Karna aku membawa wanita cantik bersamaku.” Jawab singkat Albert bisa membuat jantung Vallen berdetak lebih cepat sekali.


“Bicara kosong apa yang kau katakan pria jelek.” jawab langsung Vallen terlihat dirinya menahan malu.


“Aku mengatakan jujur Vallenrie. Kau sungguh cantik.” jawab Albert menghentikan langkah menatap Vallen benar dia memang cantik dan imut.


“Terimakasih untuk pujiannya tuan muda Dominic.” jawab senyuman Vallen.


“Mike panggil manajernya. Aku ingin dia langsung yang mengurus gadis ini.”


“Baik tuan muda, saya akan memanggilnya.”


“Selamat sore tuan muda, nona. Ada yang bisa saya bantu.” tanya langsung dari manajer butik mewah ini.


“Carikan gaun yang cocok untuknya.” jawab singkat Albert segera duduk.


“Untuk apa, aku tidak suka dan tidak mau.” jawab cepat Vallen.


“Untuk pesta ulang tahun putri Sean yang kau temui beberapa waktu lalu.” jawab Albert fokus dengan handphone tanpa melihat Vallen.


“Aku tidak kenal dengannya jadi jangan memaksa aku.” tolak Vallen.


Seketika Albert mengeluarkan aura menyeramkan dan menatap tajam diri Vallen seperti ingin membunuhnya detik itu juga. Dan Vallen merasakan emosi yang di keluarkan Albert dengan malas dia berdiri dan menuruti kemauannya.


"Iya cepatlah kau jangan memandangku seperti itu.” jawab sinis langsung Vallen saat beberapa pegawai memandang rendah Vallen.


“Jauhkan mata rendah kalian dari wanitaku. ” jawab Albert mulai memberi tatapan tajam kepada semua orang karena memandang Vallen sangat rendah.


Belum tau saja kalau Vallen nona Eroise. Bahkan kekuasaannya hampir dibawa Dominic namun tidak sama juga. Karena Gabriel ingin hidup damai tanpa ada musuh apapun.

__ADS_1


__ADS_2