
Vallen pergi meninggalkan kawasan yang anak – anak jalanan tempati. Sebelum Vallen melanjutkan perjalanannya dirinya seperti mendapatkan olahraga baru di malam hari. Vallen melihat jam tangannya pukul 1 dini. Karena dia sudah sejak sore disini dan pulang di malam hari.
Terlihat didepan banyak sekali preman – preman, menurut Vallen mereka orang baru yang di maksud dengan anak – anak. Bahwa wilayah ini selalu datang dengan orang yang tidak dikenalnya.
“Sepertinya ada wanita cantik sendirian nih....” jawab salah satu dari mereka.
“Paling mencari pria yang akan ia tiduri haha...”
“Awas muka kalian tua dan jelek. Pergi sana menghalangi jalanku saja.” Jawab Vallen sangat galak dan sinis dengan mereka.
“Cantik gini galak amat ya.” Jawab dari salah satu mendekati Vallen dan mengambil kunci motornya.
“Mau kenapa memangnya.... atau mau ikut dengan kita iya gak bung....” jawab mereka tertawa seperti menghina Vallen.
“Kami juga bisa kalik mencobanya, berapa sih palingan murah benar gak haha...” mereka terus memancing Vallen agar dirinya turun dari motornya.
‘Untung tanganku sudah sembuh... jadi gampang menghadapi mereka. Tapi mereka ini siapa ya?’
Salah satu dari mereka menarik tangan dan baju Vallen dengan paksa. Bahkan Vallen memikirkan mereka siapa malahan dirinya kalah cepat dengan mereka. Mereka tertawa sangat puas saat meliat Vallen ada ditangannya dan tidak bisa melawannya.
“Sekarang dia tidak akan bisa kabur lagi, bawa ke tempat biasanya ayoo...” jawab mereka yang memegangi tangan Vallen dua – duanya.
Baru saja dua langkah mereka berjalan terlihat Dayton menghisap rokok didepnnya tersenyum puas sekali saat wanita menyebalkan seperti dirinya akhirnya kalah di tangannya juga.
“Waw Vallenrie....akhirnya dirimu berdiam juga. Sebentar lagi mereka akan menikamti tubuhmu sebelum kamu mati haha...”
“Siapa yang berdiam, hanya saja takut jika mereka kalah dan tersungkur di kakiku akan kau buang. Jadi aku kasihan denganmu yang saat kau lemah dengan temanmu kau mencari teman yang baru bukan?” jawab Vallen dengan senyum meremkan Dayton.
“Wanita ****** ini benar – benar selalu menguras emosiku sejak dulu.” Jawab emosi Dayton mengambil kayu besar didekatnya siap memukul Vallen.
Namun pukukannya malahan terkena temannya. Vallen langsung menghindari dan mendang perut Dayton. Hingga akhrinya mereka melawan Vallen ada 5 pria tubuh besar ditambah juga Dayton yang sekarang juga lebih lincah dari biasanya.
Bugh...
__ADS_1
Bugh, bugh....
Suara tendangan dari Albert yang membantu Vallen. Hanya Albert sendiri tidak ada Mike karena Mike hanya buang – buang tenaga saja saat ikut lawannya bukan setara dengannya. Mereka semua tersungkur didepan kaki Vallen.
Vallen menginjakan kakinya di perut Dayton sangat keras bahkan dirinya sudah muak sekali ingin membunuhnya terus.
“INGAT DAYTON AKAN SELALU BODOH DAN BODOH!!!!” hinaan Vallem membuat Dayton murka yang mengambil pistol dari sakunya menembakkan Vallen yang sudah berbalik badan.
Dorrr dorrr...
Albert segera menarik tangan Vallen dan tentu saja itu membuat Vallen mematung hingga dirinya ditarik menuju pelukan Albert. Albert menembakkan langsung ke tangan Dayton tentu saja Dayton melepaskan pistol yang dia bawa.
“Arghh.... bajiangan kau wanita sialan argh....” suara jeritan Dayton segera Mike menyeret Dayton menuju tempat eksekusi yang memang ditempat karena sudah berani mengusik Albert sendiripun.
Vallen tubuhnya masih menegang, kalau saja Albert tidak menarik tubuhnya mungkin dirinya sudah menyusul ibuku dengan membawa banyak sekali dosa. Vallen yang masih didalam pelukan Albert hanya berdiam saja.
“Tanganmu terluka?” tanya Albert menatapnya seketika Vallen lupa kalau dirinya tidak suka dengan Albert sekalipun.
“Kau terlihat sangat kelelahan, aku akan menghantarmu pulang.” Jawab Albert menarik tangan Vallen masuk ke dalam mobil.
Vallen memang tubuhnya sangat lelah hari ini, mungkin belum makan juga sejak kemarin. Vallen di dalam mobil berdua dengan Albert hanya diam saja. Dia masih memikirkan kejadian barusan.
“Jangan memikirkan yang sudah terjadi, kau benar tidak terluka bukan?” tanya Albert bisa membaca apa yang dipikirkan oleh Vallen sekaligus.
“Iya benar, mungkin aku lelah saja. Hingga pergerakan darinya tidak bisa aku baca. Atau mungkin ini akibat melawan ayah karena aku pergi diam – diam dari mansion juga.” Jawab Vallen mulai ada rasa sesal pergi tanpa izin dari Gabriel.
Albert tidak membalas perkataan Vallen, dirinya melajukan mobilnya menuju mansion Eroise. Tidak mungkin jika harus kembali ke mansionnya bisa saja kejadian itu terjadi lagi.
Tidak terasa Vallen tertidur di dalam mobil saat sudah tiba di mansion Eroise, disana sudah ada Gabriel dan juga Crist yang menunggu kedatangan Vallen.
Albert membuka pintu mobil ingin menggendong Vallen ala bridal style, namun saat menyentuh tangan Vallen tubuhnya panas sekali.
“Dia pasti demam.” Jawab Albert memberi isyarat dengan Gabriel.
__ADS_1
“Dimana kamarnya?”
“Mari ikuti saya tuan muda.” Jawab Crist didepan menunjukkan jalan ke kamar Vallen.
“Panggil dokter untuk memeriksanya, dirinya terlihat demam.” Jawab Albert dengan Crist. Dan tak lama dokter mengatakan bahwa Vallen hanya kelelahan dan juga kekurangan cairan serta nutrisi di tubuhnya.
“Buatkan dirinya makanan yang bergizi, biar aku yang menjaganya jika kau sebagai ayahnya tidak bisa menjaga putrimu sendiri.” Jawab Albert tidak terima saat mengatakan Vallen tidak ada nutrisi sama sekali yang masuk ke dalam tubuhnya.
“Jaga bicara Anda tuan William, bahkan Anda tidak berhak atas nona terhadap tuan saya sekalipun.” Jawab tegas Crist.
“Biarkan Crist, sekarang kau siapkan makan untuk putriku.” Jawab Gabriel langsung keluar dari kamar Vallen.
“Aku tidak mungkin menyukai gadis nakal dan tidak patuh seperti dirinya. Aku hanya kasihan saja sudah itu saja, lebih baik aku pulang saja aku tidak ingin gadisku terluka saat aku bersama wanita lain.”
Albert di landa rasa bimbang dengan ucapan semua orang mengatakan dirinya tertarik dengan Vallen akhrinya dirinya memutuskan untuk pulang dan tidak jadi menemani Vallen.
Sebelum dia keluar dari kamar Vallen dia menatap Vallen yang tengah tidur, sangat cantik sekali dan juga imut. Tidak heran jika Gabriel menyembunyikan putrinya dari incaran para kelompok mafia lainnya.
“Katakan pada tuan kalian, kalau aku harus pergi.” Jawab Albert meminta tolong dengan penjaga di depan kamar Vallen. Segera Albert pergi dari mansion Eroise segera.
***
“Kau menjalankan tugas sesuai dengan hasil yangku inginkan Crist. Ternyata memang putra Jason menyukai putriku.” Jawab Gabriel saat mengetahui cerita yang Crist ceritakan.
“Saya juga tertegun tuan, saat tuan muda William juga ikut memantau nona juga. Apalagi sempat saat nona hampir tertembak namun dengan cepat tuan muda memeluknya hingga peluru tersebut melesat dengan cepat.” Jawab Crist masih ikut tersenyum dengan apa yang tadi dirinya lihat.
“Apa tuan mengizinkan nona bersama dengan tuan muda William?” tanya Crist.
“Aku tidak bisa memutuskan itu Crist, karna aku juga hanya ingin princess mendapatkan cinta yang sesungguhnya.” Jawab Gabriel.
“Nona sendirian tuan, kata penjaga depan tuan muda pergi keluar mansion.” Jawab pengawal mengetuk pintu.
‘Aku juga belum yakin kalau Albert William menyukai putriku sendiri, aku tidak boleh terlalu berburu- buru aku harus menghargai dan mendukung keputusan dari putriku sendiri.'
__ADS_1