
“Nona bagaimana dengan gaun ini sangat cocok untuk kulit nona yang bersih.” jawab manajer karena frustasi Vallen sudah hampir menolak 12 gaun.
“Aku ingin bungkus semuanya.” jawab Vallen asal agar segera pulang.
“Semuanya nona?” kaget manajer yang melayaninya.
“Albert, aku ingin semua gaun disini. Cepat bungkus semua.” jawab datar Vallen pertama kalinya memanggil Albert.
"Cepat bungkus semuanya, mike kau atur yang di inginkan gadis ini.” jawab Albert menahan senyum.
“Aku lapar.” jawab pelan Vallen karena dirinya melewatkan makan siang.
“Mike bagaimana?” tanya Albert.
“Sudah tuan muda, akan segera di kirim ke mansion.” jawab Mike lalu mulai menjalankan mobilnya.
“Mansion mana?” tanya Vallen karena sangat gantung pasti tidak jelas.
“Mansion tuan muda.” jawab Mike dengan tenang.
***
Vallen tidak bisa menolak paksaan Albert sendiri. Dengan terpaksa dia menuruti kemauannya. Bahkan Vallen sudah beralasan dicari oleh Gabriel sendiripun dan meminta ayahnya untuk menjemputnya namun tetap saja Albert pemenangnya.
Ya tentu saja Albert mengancam Gabriel kalau tidak membiarkan Vallen dengannya akan membunuhnya. Bukannya Vallen yang takut tapi ayahnya yang takut karena yang dikatakan oleh Albert itu bisa terjadi.
“Kita sudah tiba di restoran tuan muda.” Jawab Mike saat tiba di reston.
“Kita turun sekarang. Apa kau juga tidak ingin turun?” tanya Albert dengan Vallen yang masih berdiam diri.
“Hmm...” dengan polos Vallen mengikuti Albert.
Namun karena suasa malam hari sangat ramai, banyak pria yang melirik Vallen karena cantik tentunya. Bahkan beberapa orang lainnya kepo dengan dirinya. Albert mendengar bisik – bisik dari orang itu tentu saja geram. Segera dirinya menarik pinggang Vallen merangkulnya sangat posesif bukan?
“Hei... kauu!!!” jawab kaget Vallen tentunya saat pria lain memegangnya secara intim ini.
“Diamlah, jangan berisik.” Jawab dingin Albert menuju meja makan yang sudah tersedia makanan tentunya.
Vallen mulai makan, karena sangat mengunggah selera sekali. Bahkan dirinya sangat lapar juga, kini dia menjadi sorotan semua orang. Albert sangat dikenal dengan semua orang. Bahkan Vallen yang sedang mengunyah makanan jadi tidak nafsu.
“Makan.” Jawab dingin Albert saat Vallen terlihat mengacak – acak makanannya.
“Tidak nafsu, mereka berbisik – bisik tentangku, namun telingaku masih bisa mendengarnya.” Jawab lesu Vallen.
“Jadi inginnya bagaimana?” tanya datar Albert dengan Vallen namun tidak mendapat jawaban olehnya.
__ADS_1
“Mike kosongkan restoran ini, wanitaku tidak bisa makan jika hama – hama membicarakannya.” Tegas Albert segera Mike melakukan tugasnnya dan dibantu beberapa pengawal untuk mengatasinya.
“Ha...” terlihat Vallen terkejud dengan tindakan yang dilalukan oleh Albert.
"Kenapa kau melakukan ini?" Tanya Vallen masih tidak habis pikir apa yang di lakukan oleh Albert.
"Karna ini yang kamu inginkan nona Eroise." Jawab Albert.
"Apa yang kau bicarakan, tidak bermutu." Jawab Vallen sambil melihat resto yang sepi sunyi ini.
“Sudah kosong, sekarang makan yang banyak.” Jawab tegas Albert.
“Kau terlihat seperti mempunyai tempat ini.” Jawab Vallen mulai makan.
“Kalau kau ingin aku bisa membelinya.” Jawab Albert juga melahap makananya.
“Beli saja, tidak masalah juga.” Jawab asal Vallen.
“Mike urus pembelian resto ini untuknya.” Jawab Albert langsung Mike segera menyiapkan berkas pembelian untuk resto ini.
Vallen hanya bisa tersenyum karena menurutnya ini lucu, bahkan sama seperti ayahnya juga yang dengan mudah mengeluarkan uang tanpa berpikir lebih dulu. Sangat sama bukan?
“Aku mau pulang ke mansion aku tidak mau ikut denganmu.” Vallen sudah marah sejak keluar dari restoran tadi bahkan sempat lari namun dengan cepat Albert menangkapnya dengan mudah.
“Turun.” Jawab tajam Albert.
Namun Vallen masih berdiam saja dengan cepat Albert menarik paksa Vallen dan Vallen dengan cepat menendang perutnya namun pergerakan Vallen diketahui oleh Albert sendiri.
“Ayahh....” teriak Vallen dan semua orang melihat ke arah pintu ternyata bohong.
"Dia pandai membohongi orang." Jawab Albert tidak berminat mengejarnya.
"Bagaimana jika dia pergi dari mansion ini tuan?" Tanya Mike karena melihat pergerakan Vallen sangat cepat sekali.
"Tidak akan Mike, kita lihat saja nanti dia akan kembali sendiri." Jawab Albert.
Segera Mike dan lainnya memerintah untuk mengejar namun dengan cepat Vallen menyerang mereka semua dengan mudah.
Vallen segera berlari keluar menuju jalanan, dia lari sangat kencang sekali bahkan seperti terbang. Bahkan beberapa pengawal Albert mengejarnya dan terlihat mobil didepannya menuju seerti yang sangat dia kenali, Mosha.
“Kau pasti lelah bukan lari seperti itu apalagi di malam hari.” Jawab Mosha melajukan mobilnya, Vallen masih mengatur nafasnya agar tetap tenang.
“Pulang, aku sangat lelah.” Vallen memejamkan matanya, dirinya seperti memang kelelahan sekali.
"Siapa suruh kau lari menjauh dari Albert." Jawab Mosha mulai memberi minum untuk Vallen dan dirinya langsung meminumnya.
__ADS_1
"Kau sangat berisik sekali, cepat pulang ke mansion. Atau aku akan mengatakan dengan ayah semua perlakukanmu." Jawab Vallen rasanya pusing sekali.
“Baiklah, kau bisa tidur karena jarak mansion lumayan jauh dari sini.” Jawab Mosha tersenyum melihat Vallen yang sudah memejamkan matanya.
"Sialan, kau memberiku obat tidur." Jawab Vallen karena dia meminum air yang sudah sengaja di campur Albert obat tidur tentunya.
Namun dugaan Mosha salah dia membawa Vallen kembali ke mansion Albert, disana Albert sudah menunggu kedatangannya. Ya tentu saja mereka bekerja sama dengannya. Mosha dengan mudah membohongi Vallen karena dirinya tertidur sepertinya.
“Aku sudah melalukannya dengan baik, apa yang aku dapat tuan muda?” jawab senyum aneh milik Mosha dengan Albert.
“Kau ingin apa?” tanya Albert tajam.
“Tidak ada hanya mengatakan saja untuk pesta Oliver ada sedikit permainan menyengkan pastinya.” Jawab Mosha tersenyum namun Albert tidak membalasnya.
“Oh ya kau harus menjaganya juga, sepertinya akan ada beberapa bencana untuk kedepannya.” Jawab senyum Mosha.
“Kau memang suka menambah pekerjaanku tuan Barnes.” Jawab Mike dengan geram.
Benar saja banyak berita mengatakan bahwa Vallen dan Albert memiliki hubungan. Dan itu langsung meludak dan banyak sekali kelompok mafia lainnya yang ingin mengetahui siapa wanita itu.
"Memang kau sangat membebani perkerjaanku saja." Jawab sinis Mike saat mengetahui berita dengan cepat tranding.
"Kau memberinya obat tidur Mosha?" Tanya Albert saat melihat Vallen tertidur dengan pulas.
"Iya dia sangat emosian sekali, bahkan tidak mengizinkanku berbicara apapun. Dengan terpaksa aku menyuruh dia minum tapi sudah ku campur dengan obat tidur." Jawab Mosha tersenyum licik.
"Kalau dia bangun aku akan mengatakannya dengan jujur, karna Mike sudah merekam omong kosongmu." Jawab Albert dengan senyuman kemenangan.
"Sialan." Jawab Mosha bodoh.
Dengan cepat Albert menggendong Vallen menuju kamarnya dan terlihat sekali wajah kelelahan Vallen. Albert mengingat mungkin dirinya lelah karna juga Vallen di jatuhkan di kolam renang terus harus berlari kabur dari mansionnya.
Albert mengamati wajah Vallen sangat cantik jika tidur, bahkan lebih baik dirinya diam dan penurut pikir Albert.
“Tidurlah, kau pasti sangat lelah.” Jawab Albert mengucap pucuk kepala Vallen dan meninggalkan dirinya agar bisa istirahat.
“Mike jaga keamanan mansion lagi, terutama balkon kamar itu.” Jawab Albert menuju ruang kerjanya.
“Baik tuan muda akan saja siapkan sekarang juga.” Jawab Mike segera mengatur kemanan mansion ini.
“Mosha membuat bebanku bertambah lagi, dasar anak ini sangat kurang kerjaan sekali.” Geram Albert banyak sekali berita yang tidak – tidak tentang Vallen kalau gadis itu tahu tentu saja di akan marah langsung dengan Albert.
“Hapus berita yang beredar dalam 1 jam Mike, aku tidak ingin dia mengatuinya.” Jawab Albert masih fokus dengan komputernya.
“Baik tuan muda.” Jawab Mike segera menyuruh orang – orang yang ahli teknologi untuk menghapus berita itu, dan benar saja baru 30 menit semuanya menghilang tidak ada lagi.
__ADS_1