Tuan Muda Tampan Yang Kejam

Tuan Muda Tampan Yang Kejam
Mencari Gadis Kecil


__ADS_3

Vallen terbangun sudah pagi hari, kepalanya dikompes dengan handuk kecil. Dia mengingat terakhir pulang bersama pria muda itu. Vallen belum kenalan sama sekali dengan Albert jadi dia bisa seenaknnya sendiri.


Dia mengingat ketiduran di mobilnya segera dia turun dari ranjang menemui ayahnya yang pasti ada di ruang kerja miliknya.


“Ayah... ayah...Ayahku kemana?” tanya Vallen saat tidak menemukan ayahnya di ruang kerja.


“Tuan besar ada di tempat pelatihan nona.” Jawab Cassie yang panik saat Vallen sudah bangun.


“Baiklah aku akan menyusul kesana.” Vallen berlari menemui ayahnya, benar ayahnya sedang berlatih menembak. Bisa dilihat hasil peluru sempurna di lingkaran kecil.


“Tuan ada nona muda menghampiri Anda kemari.” Jawab salah satu pengawal ke Gabriel.


“Ayah.... princess mencari ayah.” Vallen segera memeluk ayahnya kini perasaan bersalah Vallen muncul karena tidak mendengarkan ayahnya lagi.


“Tidak apa princess sudah jangan bersedih terus, bagaimana ceritanya tuan muda William Dominic membantumu sayang. Dia yang membawamu pulang semalam.” Gabriel bertanya polos padahal dirinya sudah tahu semuanya hanya ingin mendengar cerita dari mulut cantiknya putrinya ini.


“Aku tidak tahu pasti ayah, saat itu aku di serang oleh beberapa orang dan mereka kalah di kakiku langsung. Tapi mungkin princess kelelahan jadi tidak melihat pergerakan mereka yang ingin memberi tembakan denganku


Untung saja tuan muda itu menolong princess dengan cepat. Maafkan princess ayah yang sudah coba pergi dari mansion.” Jawab Vallen dengan menjelaskan kejadian singkat saja.


“Menurut kamu bagaimana princess?”


“Apanya ayah?” tanya balik Vallen.


“Kamu menyukai?” tanya singkat Gabriel.


“Omong kosong apa yang ayah bicarakan, Vallen tidak tertarik sama sekali dengannya.” Jawab Vallen cepat segera pergi dari hadapan ayahnya.


“Oh mungkin dia yang menyukaimu sayang, bahkan semalam juga kau demam dia yang merawatmu juga.” Jawab Gabriel dengan cepat.


Deggg


Seketika tubuh Vallen tegang begitu saja, bagaimana bisa diirnya di rawat. Pasti ayahnya sedang menggodannya, dia langsung pergi dari hadapan ayahnya segera.


‘Apa yang ayah bicarakan sangat omong kosong sekali.'


Vallen hendak ke dapur tiba – tiba semua pelayan membahas dirinya semalam dengan Albert. Membuat Vallen semakin penasaran apa yang sebenarnya di lakukan pria bodoh itu.


“Iya benar bahkan tuan muda itu menereakki tuan besar karena tidak bisa menjaga putrinya.”

__ADS_1


“Apa nona dan pria muda itu ada hubungan ya?”


“Mungkin saja ada, ya tidak masalah. Yang satu tampan dan cantik mereka sangat serasi sekali bukan. Uh menggemaskan pastinya.”


Suara bisikan itu tersebut mmebuat Vallen geram akhirnya dengan santai dirinya mengambil air dingin hingga membuat pelayan tersebut bungkam tidak berani berbicara lagi. Vallen menatap malas segera meletakkan gelas dan kembali ke kamarnya.


Dia memilih untuk segera mandi saja, namun dia urungkan karena tubuhnya masih terasa hangat. Dengan itu dia hanya mencuci muka saja dan kembali ke tempat tidur, lebaik baik tidur daripada bangun menghadapi kenyataan yang sangat menyebalkan.


***


Albert di dalam mobil tertidur, karena tenaganya hampir terkuras sejak malam. Mike hanya mengemudi terus tidak ingin membangunkan tuannya juga. Albert bangun walaupun tidurnya tidak nyaman dan sedikit membuat badannya pegal tapi tidak masalah untuknya.


“Tuan Anda sudah bangun?” tanya Mike melihat pergerakan Albert.


“Hmm... bagaimana jadwal kita hari ini Mike?” tanya Albert datar dan juga pasti dingin.


“Hari ini ada pertemuan dengan tuan besar John tuan, disana juga ada tuan besar Jason dan nyonya juga.” Jawab Mike akhir – akhir ini banyak sekali pertemuan dengan keluarganya juga.


“Kita kesana sekarang Mike.” Jawab Albert menatap jalanan yang terasa sepi sudah.


“Tuan muda kita sudah tiba..” jawab Mike segera membuka pintu dan juga Albert turun dari mobilnya.


“Diruang keluarga sudah ada nyonya dan juga tuan besar silakan Anda langsung masuk saja tuan muda.” Jawab Mike membuka pintu segera Albert masuk disana.


Saat Albert datang semua mata lansung tertuju dengannya begitupun John, kakeknya yang sudah tua namun terlihat masih gagah dan tegas sekali.


“Boy kau baru datang, mom pikir kau tidak datang.” Clara membuka suara sedangkan dua pria lainnya menatap tajamnya sangat tajam.


“Albert ketiduran di jalan mom. Kakek bagaimana kabarmu?” tanya Albert duduk di deket John.


“Seperti yang kau lihat boy, kapan kau akan menikah?” tanya langsung John dengan Albert.


“Apa tidak ada pertanyaan lain tentang membahas kapan aku menikah?”


“Albert, kau sudah berumur 26 tahun. Tidak mungkin daddymu Jason terus memegang kekuasaan Dominic terus.


Kini memang kekuasaan kamu ikut turun tangan tapi tidak akan resmi jika kamu belum menikah boy. Apa kau ingin terus memberi beban dengan putraku hum?” tanya John terlihat sangat tegas sekali.


“Boy segera cari gadis yang ingin kau jadikan istri, jangan terlalu memikirkan gadis kecil itu terus.”

__ADS_1


Clara karena dirinya tahu Albert menunggu gadis kecil ditaman saat dulu hingga larut malam, kalau tidak mom nya mengajak pulang mungkin akan menginap di taman itu untuk menunggu gadis kecil yang Albert inginkan.


“Mom benar boy, kan kamu juga CEO yang kejam dan juga tampan pasti banyak sekali wanita kelas atas yang tentu saja bisa kamu jadikan istrimu boy.” Jawab Jason tentu banyak berita beredar tentang beberapa wanita mengincar putranya ini.


“Aku tidak tertarik dengannya jangan memaksaku terus menerus. Aku bisa memegang Dominic sendiri, bahkan sangat mudah tanpa ada wanita juga.” Jawaban yang sama selalu Albert katakan.


“Cucucku bagaimana juga itu tidak akan resmi. Bahkan kau juga sering di panggil dengan William sendiri, segera cari pendamping hidupmu. Kakek memaksa kali ini.”jawab John dengan tegas.


“Baik kakek, aku kan mengusahakan permintaan dari kakek.” Jawab Albert.


“Boy keluarga kita mendapatkan undangan pesta dari keluarga Paul Sean, dia merayakan ulangtahun putrinya Oliver Sean.” Jawab Clara saat mengingat ada pesta yang akan datang.


“Dan kebetulan Dad dan mom tidak bisa datang, jadi dad serahkan denganmu langsung untuk kehadirannya dad.” Jawab Jason.


“Boy tahu dad, boy sudah mendapatkan undangan itu langsung sendiri.” Jawab Albert.


“Seperti rumor yang beredar Oliver juga masuk ke dunia model yang pastinya kelas atas. Mom juga tidak tahu pastinya di dunia model, hanya tauyang terkenal saja menurut mom.” Jawab Clara.


“Jason apa humor tentang putri Eroise kembali itu benar?” tanya John mulai serius.


“Benar ayah, dan sepertinya sekarang Gabriel Eroise sangat ketat sekali menjaga putrinya itu.”


“Dia cantik pastinya, jika aku punya cucu atau anak yang cantik aku akan menjaganya. Pasti kini banyak sekali pria tinggi ingin mendapatkan lamaran dari Eroise itu sendiri.”jawab John meletakkan gelas teh di meja.


Albert hanya berdiam saja, karena sebenarnya Albert juga berpikir jika Vallen jatuh di tangan orang lain juga akan sangat berbahaya. Karena kemampuannya sangat bagus sekali di tambah dirinya cerdik pasti sangat akan menguntungkan oleh pria yang mendapatkan putri Eroise itu sendiri.


“Boy... kau melamun?” suara John menyadarkan Albert yang terdiam.


“Tidak, aku harus segera pergi untuk menyelesaikan beberapa hal lagi. Sangat senang sekali bertemu dengan kakek.” Jawab Albert menepuk bahu John segera keluar dari ruangan itu.


“Jason apa terjadi sesuatu dengan cucuku?”


“Sepertinya boy sangat tertekan untuk mencari pendamping hidupnya ayah... bahkan Clara sering sekali menawakan beberapa wanita untuk boy namun juga tidak minat olehnya.” Jawab Jason.


“Apa gadis kecil yang di cari cucuku belum kunjung ketemu juga?”tanya John.


“Belum ayah, bahkan boy juga tidak bisa menemukan keberadaannya.” Jawab Jason.


“Ayah akan turun langsung membantu cucu ayah yang satu ini. Sangat terlihat kasihan sekali walaupun tidak perlu dikasihani.” Jawab John.

__ADS_1


John memang sudah lepas kekuasaan dengan Dominic sepenuhnya untuk Jason, putranya. Namun karena Jason sudah memiliki putra yang tidak kalah hebat dan juga jiwa kepimpinan yang sama akhrinya Jason juga menyerahkan sebagian kekuasaan dengan Albert. Karena tidak bisa sepenuhnya jika Albert sendiri belum menikah.


__ADS_2