Tuan Muda Tampan Yang Kejam

Tuan Muda Tampan Yang Kejam
Tenggelam


__ADS_3

Mereka tiba di bangunan sayang sangat tua sekali, namun dugaannya yang salah. Bangunan tua hanya dari depannya tidak dengan dalamnya sangat adem dan juga terawat.


Jason dan John sudah tiba lebih dulu, mereka masih datar dan tajam menatap Vallen yang ikut memperhatikannya tadi.


“Silakan masuk tuan Eroise dan nona muda Eroise juga.” Jawab Jason menyuruh mereka masuk ke dalam. Dan seketika semua pelayan mengahantarkan minuman dan beberapa cake juga.


“Terimakasih jamuannya tuan Dominic.” Jawab Crist yang angkat bicara.


“Nona muda siapa namamu?” tanya John tersenyum dengan Vallen karena sejak tadi John memperhatikan Vallen terus.


“Siapa Anda yang ingin tahu dengan namaku?” tanya balik Vallen.


Sangat tidak terduga, Vallen tidak takut dengan siapa yang dia hadapi sekarang. Bahkan Gabriel juga tenang namun ekspresinya berubah saat putrinya mengatakan hal itu.


“Aku John Dominic, kau bisa memanggilku kakek seperti cucuku juga.” Jawab John tersenyum karena sifat Vallen sangat menantang dirinya juga.


“Aku bukan cucumu, jadi aku tidak bisa memanggilmu dengan sebutan itu.” Jawab Vallen tersenyum.


“Boleh aku memakan stawberry ini? Terlihat manis sekali warnanya?” tanya Vallen menatap John dan tersenyum sebagai jawaban boleh.


“Terimakasih, bahkan saat aku di rumah paman dekatmu aku tidak diberi minum. Hingga aku memaksa dan memberi pelayan uang karena mungkin harga air putih sangat berharga di matanya.” Jawab Vallen mengunyah buah yang dia makan.


“Jason apa benar?” tanya John memastikan.


“Benar ayah, bahkan cucu ayah juga kasar dengannya.” Jawab Jason tenang.


“Oh jadi dia cucumu? Sangat menyebalkan sekali. Sangat kasar, bahkan tidak melihat kalau aku kecil begini di lempar seenaknya saja.” jawabnya mengadu dengan John.


“Hahaha... Gabriel putrimu sangat berani sekali. Bahkan cucuku tidak pernah menantangku seperti ini.” Jawab John.


“Putriku memang begitu paman, dan juga sangat cantik tentunya.” Jawab Gabriel.


“Kau pinter menyombongkan diri Gabriel.” Jawab Jason.


“Apa itu pujian?” tanya Vallen ikut nimbrung juga.


“Untukmu nona Eroise.” Jawab Jason.

__ADS_1


“Gabriel aku ingin meminang putrimu untuk cucuku, Albert William bagaimana?” tanya John mulai serius.


“Tidak, aku tidak mau.” Jawab Vallen langsung menolak dengan keras juga.


Seketika ruangan tersebut diam semuanya, bahkan Vallen langsung berdiri bergitu saja.


“Aku tidak mau menerima tawaran dari tuan Dominic sekalipun. Kalaupun aku menerimanya belum tentu bisa bahagia dengan kejamnya pria bodoh seperti cucu Anda sendiri. Aku tidak mau.” Jawab Vallen meninggalkan semuanya dan itu merupakan hal sangat tidak baik.


“Aku tidak bisa memaksa putriku paman, biarkan cucumu dan juga putriku saling dekat lebih dulu.” Jawab Gabriel langsung.


“Baiklah aku hanya tidak ingin putrimu jatuh di tangan pria lain apalagi kelopok lain Eroise, kau juga sangat mengerti bukan?” tanya Jason.


“Aku mengerti, tapi kebahagian putriku untuk segalanya bagiku Jason. Apalagi aku baru bertemu dengannya selama dia pergi dari mansion juga.” Jawab Gabriel.


“Baiklah mungkin terlalu cepat juga. Biarkan mereka menganl lebih dulu, aku juga yakin kalau putrimu akan memikirkan ini dengan baik lagi.” Jawab John.


“Kalau begitu aku pulang lebih dulu paman, ku harap kau sehat selalu agar bisa terus melihat keturunan genarasi Dominic sekalipun.” Jawab Albert takut Vallen pergi lagi.


***


Vallen keluar lebih dulu, dia melihat pemandangan di mansion ini sangat sejuk seklai. Dia melihat kolam renang dengan panturan yang juga sangat menarik sekali. Vallen mendekati kolam tersebut ternyata menurutnya cukup berbahaya dan kedalamannya terlihat sangat dalam juga.


“AWWWWWW.....” teriak Vallen kaget tiba – tiba seseorang sengaja menceburkan dirinya ke kolam.


“Silakan berenang saja, norak banget kayak gak pernah liat kolam ini saja.” jawab sinis Albert yang tiba – tiba datang.


Vallen bisa berenang namun dirinya ingin balas dendam dan sedikit mengerjai Albert yang sengaja menjatuhkannya di kolam ini.


Vallen berpura – puratidak bisa berenang dan kelagapan sepergi tidak berdaya lagi. Dirinya mencoba mengambil udara agar tidak banyak air yang masuk ditubuhnya.


“Tuan muda sepertinya dia tidak bisa berenang.” Jawab Mike yang memperhatikan juga.


“Jangan berpura – pura kau pasti bisa berenang. Gak usah lebay berlagak gak bisa.” Jawab Albert dengan sinis.


“Ayah,..... ouh... “ Vallen berdiam dan tubuhnya mulai tenggelam tentunya hanya untuk membuat mereka khawatir juga.


“Vallen princesss,,, apa yang Anda lakukan dengan putriku. Dia tidak bisa berenang.” Jawab geram Gabriel melihat Vallen mulai tenggelam.

__ADS_1


Dengan cepat Albert melepaskan sepatu dn juga jasnya dia ikut masuk ke dalam kolam mencari Vallen di bawah kolam karena kolam ini sangat dalam sekali. Hal itu tidak luput dari perhatian John dan Jason begitujuga Gabriel dan juga asistennya Mike dan Crist hanya melihat dengan datar juga.


Albert menggendong Vallen dan menidurkan di kursi dekatnya dengan cepat menyuruh Mike membawa air hangat untuknya.


“Heii tidak lucu, bangun...” Albert menepuk pipi Vallen dan menekan dada Vallen karena dirinya benar kemasukan air.


“Huk huk huk...” Vallen batuk – batuk dan merasa puas dengan dramanya. Banyak juga yang melihat dirinya begitu, Crist tersenyum seperti mengerti apa dia lakukan juga.


“Kau tidak bisa berenang?” tanya polos saat Vallen masih berbatuk memegangi dadanya.


“Hanya orang bodoh yang ingin membuat orang mati dengan mudah.” Jawab Vallen dengan sinis.


“Jadi kau membohongiku?” tanya tajam Albert bagaimana bisa dirinya sudah ikut basah kuyup.


“Tentu saja, kau memang bodoh karena hanya tertipu dengan situasi seperti itu.” jawab Vallen tenang tersenyum menghina Albert.


“Heiii lepaskan mau kemana woiii?” tanya Vallen saat di gendong langsung oleh Albert dengen mudah melewati semuanya di depannya.


Menuju kakamr yang ada di bangunan tua itu dan menyuruh memanggil dokter menyuruh Vallen juga berganti pakaian.


“Kau lihat Jason, kita tidak perlu bersusah payah untuk membujuk gadis itu. Akan ada waktunya tiba di tangan Albert dengan cepat walapun sedikit paksaan.” Jawab John yang memperhatikan mereka.


“Benar ayah, Albert sepertinya sudah menyukai gadis itu tapi rasa gengsi dan sombongnya selalu tinggi.”


“Keturunan Dominic harus memiliki rasa sombong Jason.”


“Ayo kita kesana.” John mengajak Jason menuju lebih dekat dengan Eroise.


“Bagaimana tawaranku Eroise? Apa kau mengizinkan putrimu dengan cucuku?” tanya John langsung.


“Aku mengizinkannya tuan John tapi semuanya kembali lagi dengan putriku, aku tidak bisanya memasaknya.” jawab Gabriel Eroise dengan tenang.


“Nona Eroise memang sedikit kasar tuan, jadi dirinya akan luluh sendiri tapi tentu saja butuh waktu untuk bisa meluluhkan hatinya.” jawab Crist.


“Benar, putriku jika terlalu dipaksa akan semakin melawannya.”


“Cucuku bisa mengatasinya dengan mudah, jangan khawatir. Aku lebih mengkhawatirkan jika putrimu jatuh di tangan pria yang berbeda apalagi putrimu sangat menarik sekali.” jawab John.

__ADS_1


“Terimakasih tuan John.” jawab tersenyum Eroise.


__ADS_2