
"Kita pergi bomnya akan segera meledak." Suara Mike yang memantau hitungan bom tinggal menghitung beberapa detik lagi.
Vallen tidak sengaja menginjak Kaca lampu kakinya berdarah disaat semua orang lari ingin menyelamatkan dirinya. Albert membantu Clara yang keluar terlihat sangat syok sekali begitupun Jason juga keluar dengan Mike.
"Oliver kita keluar dan pulang sekarang ayoo." Ajak Paul begitupun Mosha dan Bart sudah keluar lebih dulu. Tinggal keluarga Dominic yang didalamnya.
Hingga Vallen tertinggal di dalam karena ia harus mencabut tusukan kaca di kakinya.
"Sialan, sakit sekali." Jawab Vallen terlihat gaunnya darah semua.
Vallen bisa mencium aroma bom akan meledak tapi dirinya tidak panik. Dia memilih jalan yang tidak ada kacanya walaupun kakinya sudah sakit semuanya karena dua - duanya terinjak kaca.
Dengan tidak sadar seseorang menggendong Vallen membuat Vallen bertanya dan ternyata Gabriel.
"Ayah... " Jawab Vallen.
"Diam princess bahkan mereka membiarkanmu seperti ini. Ayah akan kasih mereka pelajaran." Jawab Gabriel menyuruh seseorang berpakaian sama mayat dengan Vallen sebagai bukti juga.
Bahkan Clara dengan segera memeluk Jason dirinya hampir mati detik itu juga, kalau tidak Vallen menolongnya.
"Mom tidak apa kan?" Tanya Albert juga kaget dengan Clara.
"Dimana Vallen? Kakinya terkena kaca kau tidak menolongnya boy?" Tanya langsung Clara mencari Vallen tidak ada.
"Mike dia sudah keluar?" Tanya Albert tidak memikirkan Vallen lagi.
"Albert akan masuk ke dalam mom." Namun Selesai berkata seperti itu, hotel mewah itu meledak dan terbakar tentunya.
Detik itu membuat Albert melemas dan bahkan dirinya tidak melihat Vallen lalu dengan segera Mike menyuruh semuanya untuk segera memadamkan api sebelum membesar.
Plakkkk....
Clara pertama kalinya menampar Albert karena sangat bodoh tidak memperhatikan keadaan sekitar.
"Kau sangat bodoh sekali Albert, bahkan kau meninggalkannya di dalam." Jawab emosi Clara sudah memuncak.
"Mom tenang dulu, biar semuanya mencarinya. Mom harus ke mansion, keadaan mom sangat kacau sekali." Jawab Jason saat melihat istrinya sangat kacau.
Akhirnya dengan sampai 40 menit api padam, Albert mencari ke dalam dan terlihat wanita tergelak namun wajahnya sudah hancur. Membuat langsung Albert menggendongnya dan membawa langsung ke mansion.
__ADS_1
***
Mosha dan Bart sudah tiba bahkan Bart Barnes sangat senyum bangga mendapatkan laporan bahwa wanita yang di Albert hilang mati terbakar.
Tapi Mosha tidak percaya begitu saja dan memiliki untuk mengabaikan ayahnya yang bodoh ini segera ke kamarnya.
"Sangat bodoh sekali, Albert tidak mungkin membiarkan itu terjadi bahkan bibi Clara saja bisa selamat siapa lagi kalau bukan Vallen yang mendorongnya." Pikir Albert saat tiba di kamarnya dia mengingat jelas khawatir Vallen mendorong Clara saat itu juga.
Albert yang baru saja menyadari kalau orang yang tergelak bukan Vallen dengan menahan amarah langsung menyuruh semuanya melihay hotel tersebut lagi.
"Cepat cari wanita itu hingga ketemu..." Emosi Albert sudah memuncak, bahkan kekacauan ini dimuat oleh Bart Barnes bodoh itu.
Albert menelpon Mosha di dalam mobil, Mosha baru tiba di kamarnya menerima panggilan dari Albert tersenyum.
"Iya kawan ada apa?" Tanya Mosha berbaring di kasur.
"Dimana Vallen?" Tanya langsung Albert seketika Mosha bingung sendiri terakhir dia lihat Vallen ada dengannya kenapa sekarang bertanya dengan Mosha. Tidak jelas sekali pria ini batin Mosha.
"Aku tidak tau, kau sendiri yang berada dengannya. Aku sudah mengatakan kalau kau harus menjaganya ku pikir kau membawanya pergi, karna dia tidak sengaja melukai dirinya untuk menolong ibumu." Jawab Mosha masih ingat bagaimana siaga dan tajamnya Vallen menolong Clara.
Seketika panggilan terputus, dia memikirkan bagaimana bisa orang hebat seperti Vallen tidak bisa menyelamatkan dirinya.
***
"Princess ayah ingin sedikit memberi pelajaran dengan mereka. Kau terluka tapi mereka tidak peduli denganmu."
Gabriel yang awalnya tidak ingin datang ke pesta dengan terpaksa datang menyamar seperti pengawal pada umumnya. Dan tentunya dia memperhatikan putrinya pasti.
"Sudah ayah, princess tidak apa hanya luka kecil." Jawab Vallen senyum.
"Sekarang istirahat saja ayah sudah mengatur rencana semuanya. Kamu bisa bekerja sama dengan ayah bukan?" Jawab Gabriel.
Vallen memikirkan pasti juga Clara sangat marah dengan putranya yang tidak peduli dengan Vallen lalu Vallen menyetujui rencana ayahnya sekaligus Vallen harus beristirahat untuk penyembuhan.
"Baik ayah Vallen akan mengalah kali ini, siapa yang mengacaukan pesta itu ayah?" Tanya Vallen.
"Mosha Vallen, didalam dunia kita memang pesta hanya topeng untuk menghancurkan satu dengan lainnya." Jawab Gabriel mulai bercerita dengan Vallen.
"Mosha?"
__ADS_1
"Pria tua yang bersama dengan Mosha itu Bart Barnes. Mosha yang mengatur semua ini, tapi sepertinya keluarga Dominic sudah mengetahuinya jadi rencana mereka gagal. Apalagi ketajaman kamu sangat kuat sayang, kamu bisa memprediksi itu akan terjadi tapi terlalu ceroboh sampai kamu terluka."
"Vallen tidak memakai sepatu ayah, kan ayah tau sendiri bagaimana kondisi Vallen juga."
"Baiklah sayang yang penting sekarang kamu selamat, ayah akan menghukum Mosha yang tidak menolongmu juga."
"Ayah apa Albert pergi dari sana?" Tanya Vallen kepikiran Albert tiba-tiba.
"Dia mencarimu, bahkan beberapa pengawal dan pasukan khusus menyebar agar lebih cepat menemukanmu. Tapi ayah bergerak lebih dulu.
Bahkan Albert sangat marah dengan beberapa orang yang melupakanmu begitu saja. Oh ya Clara menampar Albert juga karena tidak ada kamu saat itu juga."
Gabriel menceritakan kejadian yang di dalam dari Crist bahkan membuat Vallen terkejut jika Clara hingga menamparnya hanya karena tidak ada di sana dirinya.
"Sekarang apa dia menghubungi ayah?" Tanya Vallen.
"Tidak, dia hanya menghubungi orang yang dikirim ke mari tapi ayah sudah lebih dulu mengatasinya." Jawab Gabriel bergerak dan mempersiapkan lebih cepat dari Albert.
"Vallen kau sudah masuk ke dalam dunia mafia, kamu tidak akan bisa lari tapi harus di hadapi. Ayah tidak rela jika kamu harus turun langsung. Tapi bagaimana juga semua keputusan ada di kamu."
Gabriel merasakan kalau Vallen akan di kelilingi bahaya untuk selanjutnya, dia tidak ingin melihat putrinya tersiksa untuk kedepannya. Tapi Vallen selalu percaya kalau dia bisa melewati ini semua dengan baik bahkan dengan dukungan ayahnya juga.
"Ayah jangan khawatir terus, Vallen buktikan bisa adu mulut dengan Oliver Sean." Jawab Vallen menyombongkan dirinya.
"Paul Sean bekerjasama dengan Bart Barnes untuk menghancurkan Dominic. Namun kerjasama itu lebih dulu di ketahui oleh Dominic jadi mereka mengikuti permainan mereka walaupun tidak ada yang berhasil karena Dominic sangat cerdas sekali." Gabriel mulai menjelaskan asal usul cerita awal mereka bermusuhan.
"Vallen pikir mereka bermain licik ayah." Saat Vallen memperhatikan bahkan mereka selalu merendahkan orang lain.
"Benar princess bahkan Paul Sean tertarik denganmu juga hingga putrinya merasa terabaikan saat anak ayah cantik ini menyapanya." Gabriel tidak bisa bohong saat Vallen datang mereka langsung menyorot Vallen.
"Apa aku secantik itu?" Vallen juga merasa dirinya cantik tapi apa orang - orang tidak pernah melihat orang cantik bahkan yang lebih cantik ada tapi kenapa dirinya yang menjadi sorotan.
"Sangat, ayah mengambil beberapa gambar untukmu." Jawab Gabriel melihat beberapa Vallen datang saat di gandeng dengan Albert.
Langsung detik itu juga orang mengira Vallen adalah calon yang Albert cari bahkan langsung tranding topik membuat Vallen malas membuka handphonenya.
"Baiklah ayah tidak masalah untukku, bisakah aku tidur?" Jawabnya mencoba mengusir ayahnya sendiri.
"Bilang saja kau ingin mengusirku princess." Jawab Gabriel mencium kening putrinya lalu mematikan lampu kamar membiarkan lampu tidur menyala agar Vallen segera tidur juga.
__ADS_1
'Kenapa aku jadi memikirkan Albert sih. Aneh banget.'