Tuan Muda Tampan Yang Kejam

Tuan Muda Tampan Yang Kejam
Gadis Menarik


__ADS_3

Saat Crist menarik paksa Vallen dan Cassie juga sama. Akhirnya Vallen bertindak terpaksa dia memukul perut Crist. Crist merasakan perutnya sakit dan Vallen segera memukul kakinya agar Crist terjatuh. Tidak lupa Vallen memukul tenguk Cassie hingga dirinya pingsan.


Saat itu dia berlari menuju gerbang mansion. Disana dirinya mengancam semua pengawal agar diam dan menuruti Vallen.


Saat mobil Clara tiba, segera Vallen masuk ke dalam dan membuat Clara terkejut.


Bahkan pengawal langsung melaporkan dengan Gabriel dan Crist yang masih kesakitan dengan pukulan yang diberikan oleh Vallen sangat cukup sakit. Segera mengejar mobil Vallen yang belum cukup jauh.


"Tuan maafkan saya, saya sudah menahan nona muda namun diluar pikiran saya bahwa nona memberi pukulan dengan saya." Jawab Crist disela mengemudi sangat tinggi.


"Sudahlah Crist sekarang pentingnya putriku, aku tidak ingin terjadi sesuatu dengan putriku sendiri." jawab Gabriel khawatir dengan Vallen.


Mobil Clara menuju dimana mansion Dominic itu sendiri, sedangkan Vallen masih melihat arah belakang ayahnya pasti tidak akan diam saja.


'Kenapa ayah tidak boleh aku berurusan dengan Dominic, apa aku terlalu hidup tidak berguna sehingga aku tidak mengetahui Dominic sekalipun.'


Pandangan Vallen tertuju dengan bom dibawanya, dan beberapa pistol. Langsung dirinya menatap Clara masih datar dia langsung paham.


'Ternyata cukup berbahaya. Tapi tidak masalah.'


"Hutan..." Vallen merasakan aura mencengkram dan dirinya melihat kebelakang mobil ayahnya tidak ada.


"Turun sekarang juga, jangan coba lari dariku sekalipun. Kau bisa saja lari dari Gabriel namun tidak denganku."


Perkataan Clara membuat merinding Vallen sekalipun. Bahkan dia terlalu pikir lebih muda.


'Oh jadi begini rasanya berhadapan sesuai tandinganku. Baiklah Vallen kau tidak perlu khawatir. Sudah biasa bukan.'


Vallen dan Clara turun dengan santai seolah-olah tidak takut sama sekali walaupun Vallen sudah biasa dalam situasi seperti ini.


'Gadis ini bahkan sangat tenang. Menarik benar apa yang dikatakan dengan Boy.'


"Bawa gadis ini masuk dan jangan biarkan dirinya pergi sekalipun."


Clara masuk disana sudah ada Albert Mike dan juga Jason suaminya.


"Boy lihatlah mommy belum ada 3 jam sudah membawa gadis itu didepanmu."


"Nyonya Dominic selalu melakukan pekerjaan dengan mudah." jawab Mike menatap tajam Vallen.

__ADS_1


"Bisakah kalian menatapku biasa saja, mata kalian bisa hilang kalau terus menatap tajam namun tidak setajam kemampuan kalian."


Perkataan Vallen membuat Clara dan juga Jason tersenyum. Vallen menatap remeh Albert yang masih duduk dengan wajah datarnya.


"Jadi kalian semua Dominic?" tanya Vallen dengan polos.


Wajahnya terlihat sangat polos dan bingung. Disana Clara terus menahan senyum dirinya harus tegas apalagi didepan Jason tidak boleh lemah.


"Aku bertanya kenapa kalian diam saja?" tanya Vallen lagi.


"Sebaiknya anda jaga ucapan!" Mike turun tangan karna menurutnya Vallen sangat tidak punya etika sama sekali.


"Siapa kau menyuruhku? Kau hanya seorang pengawal darinya yang tidak bisa membawaku bukan?" senyuman Vallen seperti biasa.


"Keluarga Eroise sendiri yang terlalu baik menjaga Anda." jawab Mike sendiri dengan datar.


"Nyonya saya haus, apa ini caranya menyambut tamu dari jauh dan tidak memberinya minum."


Vallen cemberut bahkan Jason sendiri tertegun dirinya tidak takut. Jason terus mengeluarkan aura menyeramkan.


"Sudahlah paman jangan menatap diriku seperti itu, aku tidak takut. Kau hanya lelah saja jika terus seperti itu." ucapan Vallen hampir membuat Clara tertawa.


"Boy kau masih berdiam diri?" tanya Clara menatap putranya seperti biasa saja.


Pelayan tersebut kaget saat semua mata melihatnya. Bahkan juga tekejut melihat wanita muda cantik menghampirinya.


"Kau lama, dimana dapur mansion ini?" tanya Vallen tidak tau dengan siapa.


Dirinya melihat lemari pendingin segera membukanya mengambil gelas lalu mengisinya dengan air putih segera meminumnya.


"Dia tidak takut sekali, siapa yang dia hadapi sekarang." jawab Albert terus menatap tajam Vallen.


"Mom.. Dad perlu bicara dengan mom. Boy kau awasi dia terlebih dulu." Jason menarik paksa tangan Clara dan masuk ke dalam kamar.


"Jadi dia putri dari Yasmine sabahat mom yang sering mom ceritakan dulu?" Saat Jason bertanya bagaimana istrinya bisa membawa gadis itu dengan mudah.


"Iya dad, awalnya juga mom kaget kalau dirinya mirip dengan Yasmine. Tapi suaminya Gabriel Eroise tidak suka dengan mom. Saat itu juga gadis itu dibawa paksa masuk ke dalam. Dan mom pergi meninggalkan mansion dan tiba-tiba juga gadis itu ikut sendiri dengan mom."


Clara antusias sekali menceritakan kejadian yang terjadi hari ini.

__ADS_1


"Dad bagaimana bisa selama ini kita tidak mengetahui kalau Yasmine menikah dengan Eroise?" kesal Clara menyesal tidak mencari tahu terlebih dulu.


"Dad gadis itu sangat cantik, mommy ingin dirinya dengan boy juga. Astaga pasti boy sudah macam - macam." Clara segera meninggalkan suaminya sendiri dan menuju Vallen ada.


***


"Berdiri siapa yang menyuruhmu duduk." Keras Albert menarik paksa tangan Vallen. Bahkan mencengkeramnya sangat keras sekali.


Vallen sebenarnya kesakitan tapi dirinya tetap tenang tidak mengeluh sama sekali.


"Boy lepaskan tanganmu yang kotor itu! " sengit Clara yang baru saja tiba.


"Boy kenapa kau kasar sekali dengan perempuan, bahkan mommy tidak pernah mengajarimu seperti itu. DADDY DADDY LIHATLAH BOY DAD!!!"


Clara memanggil Jason dengan malas Jason tadi mengikuti dirinya.


"Dad lihat boy benar-benar kasar dengan wanita. Boy tadi kau mengincarnya sekarang mom sudah membantu tapi kau masih kasar juga." teriak tegas Clara membuat Vallen menutup telinga dengan tangannya.


"Nyonya telinga saya bisa sakit." jawab Vallen tersenyum.


'Sepertinya wanita ini ada dipihak ku jadi aku bisa sedikit manfaatkan untuk keadaan.'


"Oh Ayah... " suara Vallen saat melihat ayahnya sudah penuh emosi. Dirinya membantai semua orang di mansionnya.


"Ayah sudah jangan... princess tidak apa." jawab Vallen ayahnya sangat marah.


"Pulang." jawab Gabriel dengan tegas.


"Ha. oh yaudah iya pulang. Paman nyonya aku pulang dulu ya. Oh ya kau sebentar. Crist mana dompetmu." tajam Vallen menatap tajam Crist.


"Crist.... " suara Gabriel mulai menyadarkan Crist.


Vallen mengambil beberapa lembar uang pastinya banyak juga tidak sedikit.


"Hei ini untukmu, kau bisa membeli pakaian dan makanan karna kau orang yang sudah memberi arah tadi untuk aku minum. Ambillah."


Pelayan tersebut masih diam saja. Dirinya takut akan kemarahan tuan dan nyonyanya.


"Kelamaan ini." Vallen menarik paksa tangan pelayan tersebut dan melewati Albert dan Clara dengan biasa saja.

__ADS_1


"Sudah ayah, princess menemukan hal aneh di sini. Mari kita pulang ayah, princess lapar karena mereka hanya memberi air putih saja." jawab Vallen dengan cemberut.


Gabriel yang awalnya emosinya sudah memuncak kini terlihat tenang karena Vallen sendiri juga tidak takut.


__ADS_2