Tuan Muda Tampan Yang Kejam

Tuan Muda Tampan Yang Kejam
Pusat Perhatian


__ADS_3

"Ini beberapa foto penampilan nona muda tuan, sangat terlihat cantik sekali." Jawab Cristian mendapatkan gambar itu tentunya dengan Mike yang sudah penuh untuk memberi laporan yang terjadi.


"Sangat cantik, kau juga pergi ke pesta sana Crist. Aku tidak ingin putriku lengah dengan situasi yang berbeda. Ini pertama kalinya dia terjun langsung ke dunia mafia yang kejam. Apalagi Paul juga licik seperti Bart juga." Jawab Gabriel pastinya tidak akan datang walaupun dirinya mendapatkan undangan.


"Apa tuan Eroise datang saja?" Tanya Crist bisa melihat raut khawatir Gabriel.


"Tidak, aku sudah meminta Mosha juga untuk mengawasi princess." Jawab Gabriel masih tenang lalu mengambil dokumen untuk bekerja pastinya.


"Baiklah tuan, saya akan kesana sekarang. Saya undur diri." Jawab Crist meninggalkan Gabriel sendiri.


"Aku hanya mengkhawatirkan putriku, bahkan putriku mampu melewati masa sulitnya sendiri tanpa denganku." Jawab Gabriel.


***


Pesta Oliver Sean, putri dari Paul Sean. Ibu Oliver sudah meninggal karena terkena racun, dan yang sudah pasti yang memberi racun tentunya Oliver Sean sendiri putrinya. Karena ibunya sangat mengajarkan hal yang keras menurut Oliver sedangkan ayahnya Paul selalu memanjakan dirinya hingga akhirnya Oliver memberi racun untuk ibunya sendiri.


Pesta ulang tahun sangat megah sekali, bahkan ruangan hotel digelar karpet merah untk tamu yang akan masuk.


Paul juga orang yang terkenal menyambut Jason dan Clara yang baru saja tiba. Dengan cepat Oliver juga menyambutnya dan tentunya mencari muka untuk Jason dan Clara agar memperhatikannya.


"Terimakasih nyonya dan tuan Dominic, akhirnya kalian menepati janji kalian untuk datang kemari." Jawab senyum Paul melihat Clara sangat awet mudah bahkan dengan cepat Jason merangkul istrinya.


"Terimakasih tuan Sean sudah menyambut kami dengan baik." Jawab Jason memberi tatapan tajam sekali dengan Paul Sean hingga membuat Paul merasakan sesak di tenggorokannya.


"Selamat ulang tahun nona Sean, aku ada kado istimewa untukmu. Berikan kadonya untuk nona Sean." Jawab Clara lalu asisten yang bersamanya memberi hadiah yang sudah disiapkannya.


"Terimakasih nyonya Dominic, dimana tuan muda William?" Tanya Oliver tersenyum karena tidak melihat Albert sendiri.


"Apa putraku belum datang?" Tanya Jason seperti tidak tau apa - apa.


"Belum ada tiba tuan muda Dominic, mungkin lagi sedang dalam perjalanan." Jawab Paul.

__ADS_1


"Tolong hubungi boy, kenapa belum tiba juga." Jawab Clara dengan asistennya mampu di dengar Oliver dengan senyuman puas.


Menurutnya Clara akan memilih dirinya untuk mencari nyonya muda Dominic karena sudah tersebar berita kalau Albert sedang mencari istri. Dan berita itu dibuat sendiri oleh Clara.


***


"Dimana wanita itu dan juga paman." Tanya Vallen bermaksud Clara dan Jason.


"Dia mommy dan daddy. Jangan memanggilnya seperti itu. Kalau mereka dengar kau akan dihajar dengan tangannya." Jawab Albert.


"Tidak masalah aku bisa melawannya sangat mudah menghadapi wanita tua itu." Jawab Vallen karena sangat memiliki dendam yang tertinggal dengan Clara yang menyebalkan.


"Tuan muda kita sudah tiba di dalam pesta. Mari kita turun. " Jawab Mike setelah tiba di gerbang menyambutan.


Tiba-tiba tubuh Vallen sangat gugup bahkan sangat nerves sekali. Jujur dia taku akan membuat malu Albert sendiri. Albert yang mengerti Vallen tiba-tiba gugup segera memberi minum.


"Minum dulu biar tenang." Jawab Albert membuka botol mineral.


"Kau tidak mencampuri obat tidur seperti pria sialan itu kan?" Tanya Vallen curiga saat mengingat dirinya di bodohi oleh Mosha bahkan dia sudah berjanji kalau bertemu dengan Mosha akan menghajarnya langsung.


"Aku sangat gugup, sepertinya ini pesta besar yang aku hadiri. Jadi sebelum terjadi sesuatu aku meminta maaf jika membuatmu malu." Jawab jelas Vallen karena dia tiba-tiba seperti orang bodoh. Melihat sekeliling tampak wanita cantik dan seksi tentunya hingga membuat jantungnya berdetak sangat cepat.


"Tidak akan, seperti biasa saja. Bukannya kamu tidak takut dengan manusia? Keluarkan sifat sombongmu itu aku menyukainya." Jawab Albert mengusap pucuk kepala Vallen membuat Vallen malu dan tersenyum saat Albert keluar membukakan pintu untuknya.


Vallen menerima tangan Albert karena lumayan juga buat dirinya berpegangan karna heels yang dia gunakan cukup tinggi.


"Tuan muda sedang dalam perjalanan nyonya." Jawab asistennya yang membuka ponsel mencari informasi.


"Baiklah kalau begitu, silakan masuk dan kami sudah menyiapkan hidangan untuk Anda." Jawab Paul tersenyum dengan Jason.


"Terimakasih tuan Sean." Jawab Jason datar lalu tiba-tiba suara bisik bisik mucul.

__ADS_1


Dan dengan jelas Albert menjadi pusat perhatian karena membawa Vallen yang sangat cantik dan juga elegant bahkan Vallen jalan saya seperti ratu.


Mereka langsung menatap Albert dan bertanya - tanya penasaran siapa wanita yan bersama dengannya. Vallen mendengarkan semua bisikan itu karena pendengaran sangat tajam bahkan suara gosip nyamuk saja dia mendengarnya.


Mike mengeluarkan undangan memberi bahwa dia tamu yang tidak bohong, tujuannya tentu untuk keamanan karena orang yang bisa datang. Orang yang memiliki undangan pastinya.


Jadi mencegah orang asing masuk ke pesta walaupun selalu ada dan sangat mudah untuk masuk tanpa undangan. Tentu saja itu hanya formalitas.


Clara dan Jason menahan senyum, terlihat sekali semua orang itu berbisik - bisik tentang putranya dan juga Vallen. Tidak ada yang mengenal Vallen karena tidak ada yang tau kalau dia putri Eroise mafia kejam juga tapi pada waktu lampau.


Bart Barnes dan Mosha menatap tajam arah Albert dan Vallen tiba. Mereka sangat bersinar sekali, seperti pasangan yang cocok bahkan wajah sombong Vallen juga terpancar dirinya tidak gugup lagi karena saat baru masuk ada seseorang mengatakan dia yang buruk makan langsung dia menghapus rasa gugup itu.


"Mosha dia sangat cantik." Jawab Bart Barnes menikmati anggur di tangannya melihat Vallen sangat cantik.


"Iya ayah, tapi siapa dia?" Tanya Mosha pura-pura tidak tau.


"Itu tugasmu selanjutnya Mosha." Jawab senyum Bart sepertinya tertarik dengan gadis yang dibawa oleh Albert.


'Aku tidak habis pikir dengan Vallen, dia cantik sekali bahkan benar kata Crist jika pria tidak tepat jatuh ke tangan Vallen dengan senang orang akan memanfaatkannya.'


Mosha tersenyum seperti biasa melihat kedatangannya mereka, bisa didengar bisik - bisik tentang Vallen dan Albert.


"Itu bukannya tuan muda Dominic ya?"


"Iya itu tuan muda Dominic, siapa wanita yang di bawa."


"Tidak ada yang tau bahkan sekarang juga sedang tranding karena tuan muda mencari istri untuk menempati kekuasaan seluruh Dominic."


"Tapi wanita yang dibawa sangat asing, apa dia keluarga dari mafia juga?"


"Cantik dan sweet sekali ya mereka."

__ADS_1


"Iya seperti pangeran dan ratu, yang tau tampan dan yang satu cantik seperti princess di film kartun."


Suara bisik - bisik tersebut di dengar langsung oleh Crist yang menyamar menjadi tamu. Tentu saja mudah baginya untuk masuk keluar dari pesta ini.


__ADS_2