Tuan Muda Tampan Yang Kejam

Tuan Muda Tampan Yang Kejam
Tidak Membenci


__ADS_3

Gabriel menatap tajam Jason, begituoun Jason memberi tatapan dengan Gabriel yang sama membuat Vallen malas saat hidup dengan orang-orang seperti ini hanya mata tajam saja yang diperlihatkan.


"Paman, tadi aku sudah mengatakan jangan menatapku seperti itu. Aku tidak takut sama sekali. Jadi Paman lebih baik biasa saja kan bisa. Benar kan Ayah?"


Vallen mencari pembelaan dengan Ayahnya. Gabriel mengamati Albert. Memang pria muda itu sama kejamnya dengan Jason.


Keluarga Dominic, bukan keluarga yang baik apalagi sejak keturunannya selalu menjadi lebih kuat.


"Princess kita pulang, ini bukan tempat kamu." jawab Gabriel menggandeng putrinya.


"Ayah... bagaimana kalau kita ke tempatku dulu? Oh sudah lama tidak bertemu dengan hama - hama. Ayok ayah kita mampir sebentar disana sambil membawakan pizza untuk mereka." jawab Vallen menarik ayahnya keluar.


Dorrrr.


Namun seketika pengawal menembakkan pistol. Vallen segera mendorong ayahnya dan terkena vas bunga yang sudah pecah.


Vallen menatap tajam pria tua di depannya ini. Segera dia menarik pistol ayahnya di saku celananya.


"Aku hanya ingin pulang ke rumahku, bukan ke rumah Tuhan. Kau hanya pengawal berani sekali kau hampir membuatku mati." geram Vallen segera menembak pistol yang dia genggam dan jatuh.


Dorrr...


Vallen memberi pistol itu lagi dengan ayahnya dan pengawal tersebut gugup karena sudah melakukan hal itu.


Vallen memukul perut dan wajahnya. Bahkan merebut pistol itu lagi dan menembakkannya di tangannya dan keluarlah darah segar yang banyak.


"Cih..... makanya jadi manusia jangan sok jagoan. Gitu aja lemah!" jawab Vallen segera keluar dari mansion.


"Siapa yang menyuruhmu keluar, bahkan kau tidak punya etika sama sekali. Dan sudah membuat kekacauan di mansion Dominic." suara berat Albert akhirnya keluar.


"Oh terus kau ingin aku membersihkannya? Humm ku rasa bisa." jawab Vallen tiba-tiba menembakan pistol kepada Albert.


Seketika Albert menghindarinya karena sudah tau itu akan terkena dirinya.


Jason tersenyum begitupun Clara sama sepertinya memang putranya mengincarnya karena dia gadis yang sangat menarik sekali. Tentu saja membuat Albert ingin mengincarnya.


"Princess jangan, sudah buang pistolnya." jawab Gabriel karena tidak ingin mempunyai permusuhan dengan mafia Dominic sekalipun.


"Brakkkk... pistol murah. Ayok ayah kita pulang, paman aku pergi dulu." jawab Vallen sudah keluar dulu menyisakan Gabriel dan Gabriel memberi kode kepada Crist untuk mengikuti Vallen.

__ADS_1


"Gabriel Eroise, sudahlah kau tidak perlu menyembunyikan putrimu lagi. Aku juga tidak tau kalau dia putrimu. Jadi aku minta maaf dan berterimakasih karna wajahnya cantik sekali." ucapan Clara membuat Gabriel terdiam.


"Aku tidak mempercayai perkataanmu sekalipun." jawab Gabriel singkat segera pergi.


"Jaga putrimu tuan Eroise, karna dia bisa saja diambil oleh orang lain." ucapan Clara membuat Gabriel menatap tajam dirinya.


"Tidak usah mencampuri putriku Clara, aku tidak akan percaya lagi dengan siapapun." ucapan Gabriel membuat Jason emosi.


"Apa Eroise punya masalah dengan Dominic hingga kau terlihat membenci istriku seperti itu." Jason turun bicara dengannya.


"Tidak, aku hanya tidak ingin kejadian dulu terulang lagi." Gabriel segera menyusul Vallen.


***


"Mom ada apa?" tanya Albert penasaran.


"Urusan rumah tangga, jadi kalau kau ingin tau menikah lebih dulu boy. Iya kan dad?" jawab Clara sambil menarik tangan Jason pergi dari anak mereka.


"Tuan muda, sepertinya nyonya dan tuan besar mengenal lebih detail tentang keluarga Eroise itu." Mike yang sejak tadi memperhatikan.


Dari mata Gabriel dan Jason tidak sama sekali terlihat musuh yang menyimpan dendam. Hanya saja mereka seperti mempunyai makna sendiri.


"Cari tau yang sebenarnya Mike, kita pergi sekarang." jawab Albert segera pergi juga.


"Tidak mom, sudah jangan memikirkan hal yang tidak penting. Lagipula dulu Yasmine juga juga memaafkan mom." jawab Jason saat Clara tampak sedih.


"Dad, bagaimana kalau boy dengan gadis cantik tadi?" tanya Clara.


"Yang penting mereka saling mencintai mom, sudahlah jangan terlalu ikut campur dengan perasaan boy mom. Kasihan dirinya." jawab Jason yang hampir tiap hari ingin Albert segera menikah.


"Pasti boy sedikit curiga dad, dad bisa mengurusnya bukan?" Tanya Clara sejak tadi putranya hanya memperhatikan.


"Sudah dad urus mom, jadi semuanya akan aman." jawab Jason.


***


"Princess kamu tidak boleh seperti ini lagi. Kamu bisa bahaya sayang kalau sendirian tadi." jawab Gabriel yang sejak tadi berdiam diri.


"Iya ayah, memangnya Dominic itu sekuat apa yah?" tanya penasaran Vallen.

__ADS_1


"Mereka sangat kuat dan kejam princess, bahkan sudah sejak Jason muda mereka menduduki kekuasaan pertama hingga kini." jawab Gabriel mulai menceritakan kejadian sebenarnya.


"Apa ayah membencinya? Ayah telihat tidak suka dengan wanita tadi?"


"Namanya Clara, dia sabahat ibumu Yasmine."


Perkataan Gabriel membuat dirinya paham dan diam. Pantas saja saat bertemu menatap dirinya seperti tidak bertemu lama.


"Memangnya kenapa dengan ibu ayah?" tanya Vallen lagi.


"Dulu mereka bersahabat, saat Eroise jayanya dan sejak kakekmu tau kalau ibumu akan menjadi incaran semua musuh. Karena kelemahan Eroise ada di ibumu nak, maka itu alasannya Eroise menutupkan dirinya saat ibumu sedang mengandungmu.


Saat itu Yasmine setelah menikah, dia tidak memberitahu kalau dengan Clara kalau dirinya menikah dengan Eroise. Ayah sendiri juga tidak tau kalau Clara merupakan bagian dari Dominic.


Clara perempuan yang tegas, namun ibuku lebih lemah lembut ayah menyukainya. Saat mereka berdua pergi. Tiba-tiba mereka di serang dengan musuh dari Dominic. Dia merupakan kelompok Bart Barnes. Hingga kini terus menjadi incaran untuk memusnahkan Dominic."


Lalu bagaimana dengan ibu ayah?" tanya penasaran Vallen tentang ibunya.


"Saat itu, ibumu mengalami luka bahkan tidak sadarkan diri selama 3 hari. Apalagi tembakan di lengannya juga. Ayah masih mengingat. Dan ayah juga bangga denganmu princess. Kandunganmu saat itu sangat kuat sekali. Bahkan kakek bangga dengan ibumu dan juga kamu."


"Ibu berjuang ditengah mengandung aku?" tanya Vallen memastikan.


"Iya, saat itu juga kakek menyuruh untuk menjauhkan Yasmine dari Clara. Sejak kejadian itu mereka tidak bertemu lagi namun masih sering memberi pesan."


"Jadi ayah tidak membenci Dominic?" tanya Vallen.


"Tidak princess ayah hanya tidak ingin kamu terluka, ayah tau kamu hebat dan cerdas sekali. Tapi tetap saja perasaan ayah tidak ingin membuatmu terluka." jawaban Gabriel membuat Vallen tersentuh.


'Ayah memang segalanya bagiku, bahkan dia rela mengorbankan cinta hidupnya demi buah hatinya.'


Vallen segera memeluk ayahnya. Gabriel membalas pelukan itu dengan rasa sayang dan cinta.


"Ayah Vallen akan baik baik saja. Ayah tidak perlu khawatir dengan Vallen. Bahkan kalau bisa princess yang manja ini harus ayah didik menjadi Vallen yang kuat seperti yang ayah liat."


Vallen tersenyum, membuat Gabriel terus bangga dengan putrinya.


"Nanti Crist akan mengajarkan kamu princess. Bagaimana Crist?" tanya Gabriel dengan Crist.


"Saya siap menerimanya tuan, dan sip mengajari nona Eroise juga." jawab Crist yang masih mengemudi.

__ADS_1


"Tidak aku tidak ingin dipanggil nona Eroise, bukankan harusnya nona Eroise itu ibu? Aku tidak ingin membuat ibuku sedih." jawab Vallen menatap tajam Crist.


"Sudah kita kembali ke mansion saja." jawab Gabriel tersenyum melihat kelakuan putrinya.


__ADS_2