
Albert langsung menembak pengawal tersebut bertubi-tubi hingga tak terasa pengawal tersebut mati di depan mata kepala Vallen sendiri.
Vallen merasakan dadanya sesak dan sakit di tangannya. Dia menangis dan berlari keluar dari mansion. Disana ada Mosha yang sudah melihat semua itu.
Pengawal tersebut masih menyerang Vallen karena ingin melarikan diri, hingga akhirnya Vallen murka dan marah.
"Bajingan kalian semua." jawab Vallen penuh penekanan dan tetesan air mata yang menahan sakit.
Mosha melawan orang yang menghalangi Vallen lalu segera pergi, sebelum dirinya diambil lagi oleh Albert.
Albert dengan cepat menembakkan ban motor Mosha. Membuat Vallen malas dengan kelakuan bodoh Mosha.
"Sangat bodoh sekali." jawab Vallen menatap Mosha.
"Tanganmu terluka Vallen." jawab Mosha dengan sedikit cemas. Kalau Gabriel tau pasti dirinya akan di hukum.
"Sakit hiks..... " Vallen mengadu dengan Mosha membuat Mosha tersenyum lucu dengan wajah Vallen.
"Kamu bisa lari? 10 km dari sini ada mobil yang sedang menunggu kita." jawab Mosha.
"Aku tidak kuat, aku lapar hiks... belum makan dari kemarin karena aku kesal dengan orang mansion." jawab Vallen duduk di pinggiran jalan melihat tangan putihnya berwarna ungu kebiruan.
Albert yang melihat Mosha dengan wanita itu menatap tajam dirinya. Karena ada rasa salah karena sudah membiarkan gadis itu terluka.
Bugh... bugh...
Mosha langsung berlari memberi pukulan dengan Albert. Mike hanya menatap dari belakang sedangkan Vallen hanya duduk berdiam tidak tertarik lagi.
Melihat ada mobil menuju mansion itu, dan itu mobil Gabriel ayahnya.
"Ayah..." Gabriel segera turun dan melihat tangan putrinya terluka.
Segera dia ikut menyerah Albert dan Mike langsung menyeranb Crist. Dan membuat Vallen kagum dengan Albert yang masih sanggup melawan dua orang kuat sekaligus.
Lalu tak lama Jason menyerang Gabriel juga, sepertinya pertandingan yang seru. Bahkan mereka menyerang satu sama lain. Membuat Vallen frustasi dan berteriak.
"AYAHHHHH TANGAN PRINCESS LUKA!!!" geram Vallen sudah menangis untuk pertama kalinya dirinya tidak tahan dengan kelakuan mereka.
Seketika semuanya berhenti diam, Gabriel segera mendekati putrinya. Karena membiarkan putrinya menahan luka sendirian.
"Sakit luka princess, kenapa kalian malahan bertengkar. Hiks..." Sungguh Vallen benar-benar nangis bahkan di mata Mosha sangat lucu sekali.
"Kita pulang ke mansion Crist. Untuk urusan kalian belum selesai dengan apa yang terjadi dengan putriku." jawab Gabriel dingin tegas auranya.
__ADS_1
Bugh.... Mosha memberi pukulan dengan Albert yang berdiam. Segera di memasuki mobil dan meninggalkan motornya. Karna sudah ada yang mengurusnya.
Jason terlihat marah sekali langsung masuk ke dalam masion Albert diikuti Albert dari belakang. Clara hanya berdiam dan Mike membereskan yang lainnya.
Plakkk.... Tamparan keras dari tangan Jason untuk Albert. Karena sudah membuat kekacauan yang sangat buruk ini.
"Boy daddy pikir kamu bisa menyelesaikan semuanya dengan baik. Namun dugaan daddy tetap salah, kamu belum bisa menjadi pemimpin untuk Dominic sekalipun." geram Jason dengan Albert.
"Dad ini bukan yang dad pikirkan, bahkan aku sendiri tidak mengetahui kalau gadis iku lari dan pengawal memukulnya dengan besi hingga tangannya terluka seperti itu dad." jawab Albert membela dirinya karena di sudutkan oleh Jason.
"Ingat Wiliam, kau mengibarkan perang dengan Eroise. Dad kecewa denganmu." Jason segera pergi dari hadapan Albert yang masih emosi.
"Maaf boy, mom setuju dengan daddy juga." jawab Clara mengikuti Jason pergi.
"Mike dimana pengawal itu?" tanya Albert menemui Mike saat itu juga pengawal itu sudah mati ditangan Albert tadi.
"Dia sudah mati tuan, mayatnya sudah saya bereskan seperti biasa." jawab Mike datar.
Albert dilanda frustasi dia menuju ruang kerjanya untuk menyelesaikan pekerjaan yang harus dia selesaikan.
"Tuan apa saya perlu melihat kondisi gadis itu?" jawab Mike membuka suara.
"Awasi saja Mosha terus Mike, dia benar-benar licik menjadi manusia. Panggil dokter suruh dia memberi obat. Pukulan dad sakit terasa sekaki."
"Baik tuan muda. Tunggu sebentar." jawab Mike pamit.
Sementara Vallen terus menangis karena sakit sekali tangannya, bahkan Gabriel sendiri juga tidak tega melihat putrinya sakit seperti ini.
"Sudah nona, Anda hanya perlu istrahat yang cukup dan minum obat dengan baik. Saya akan memeriksanya secara rutin." jawab dokter tersebut.
"Crist antar dokter keluar juga dan kamu urus anak nakal di jika masih ada dibawah." jawab Gabriel.
"Baik tuan Eroise saya akan mengurusnya segera." jawab Crist.
"Princess bagaimana masih sakit?" tanya Gabriel saat Vallen hanya diam saja.
"Sakit, bahkan rasanya tangan Vallen ingin copot ayah..." jawab Vallen dengan tegas.
"Ayah, princess ingin bertanya siapa pria yang membawa princess tadi?" tanya. Vallen yang dimaksud Mosha.
"Dia Mosha sayang, putra dari Bart Barnes." jawab Gabriel sambil mengusap rambut Vallen.
"Jadi dia juga ingin mengincar princess yah?" tanya Vallen.
__ADS_1
"Sebenarnya dia bukan anak kandung dari Bart Barnes. Dia merupakan ponakan dari ibumu. Jadi Yasmine punya adik perempuan menikah yang sudah hamil Mosha namun pria itu meninggal di tangan Bart juga. Maka dengan itu Ibu dari Mosha membalas dendam saat sudah hamil menikah dengan Bart sayang."
Jelas Gabriel saat tau kalau Mosha juga sepupunya. Karena masih ada ikatan darah. Namun dirinya juga kesal dengan Mosha yang sangat bodoh.
"Princess tidak asing dengan wajahnya ayah..."
"Benar sayang, dia bahkan sudah beberapa kali memantau kamu saat di jalanan katanya. Tapi tidak yakin kalau itu kamu. Soalnya kamu dari dulu hanya pendiam dan malu. Tiba-tiba menjadi kuat dan hebat. Membuat orang kaget bukan?"
Perkataan Gabriel membuat Vallen malu karena memang dirinya terlihat sangat berantakan hidupnya.
"Vallen belum kuat dan hebat ayah. Vallen masih belajar banyak hal. Ternyata menjadi kuat itu tidak mudah. Maka dari itu princess akan tetap menjadi anak yang manja seperti yang ayah inginkan." jawab Vallen tersenyum.
"Entah kamu Vallen atau princess. Kamu tetap princess kecil bagi ayah. Karena bagaimana juga kamu putri ayah satu - satunya." jawab Gabriel.
"Istirahat sayang, ayah ingin memberi hukuman kecil untuk dirinya. Karena sudah membuat kamu terluka." jawba Gabriel meninggalkan Vallen sendiri.
"Ayah panggilkan Cassie untuk membawa makanan. Vallen lapar ayah." jawab Vallen mengingat dirinya sngat lapar.
"Baik sayang, tunggu sebentar ya. Ayah akan memberitahu Cassie untuk segera datang. Ingat kata dokter jangan. banyak bergerak tangan kamu harus sembuh lebih dulu."
"Siap tuan besar Eroise." jawab Vallen mengedipkan mata.
Gabriel menutup pintu, memberitahu pengawal di depan pintu Vallen untuk menjaga putrinya. Sebelum Gabriel turun dia meminta Cassie untuk mengantarkan makanan ke kamar Vallen.
Setelah itu menuju ruang bawah tanah, disana sudah ada Mosha duduk berdiam karena Crist tidak mengizinkan untuk berbicara sama sekali.
"Bagaimana Crist? Apa anak nakal ini mengatakan sesuatu?" tanya Gabriel menatap tajam Mosha.
"Sesuai perintah Tuan, bahwa tuan muda tidak boleh mengeluarkan suara apapun." jawab Crist dengan Gabriel.
"Bagaimana ceritanya princess bisa terluka seperti itu Mosha?" tanya Gabriel menatap tajam dirinya dan Mosha hanya menatap polos karena dirinya seperti belum di izinkan untuk bicara.
"Jawab Mosha... jangan membuang banyak waktu." jawab geram Gabriel.
"Paman, tadi Crist bilang tidak boleh bicara." jawab Mosha dengan polosnya.
"Baiklah, Mosha hanya melihat dari luar. Saat itu Vallen pingsan sepertinya dan tidak lama sekitar 30 menitan Vallen dikejar dengan pengawal yang menjaga mansion itu. Vallen menyerang semuanya dengan cepat namun dia menghindarinya.
Ada satu pengawal yang membawa tongkat besi ingin memukul Vallen namun dengan cepat Vallen menghalangi dengan tangannya maka dari itu lukanya membiru seperti itu paman.
Dan seperti menurut Mosha tuan muda Dominic tertarik dengan Vallen karna selepas pengawal itu memukuk Vallen dia langsung dibunuh oleh tuan Dominic sendiri detik itu juga."
Penjelasan Mosha membuat Gabriel dan Crist saling tatap. Tapi bagaimana bisa Dominic tetap salah.
__ADS_1
"Pergilah dan kembali Barnes mencarimu sudah." jawab Gabriel segera meninggalkan ruangan itu.
"Crist bagaimana? Oh kenapa kalian pergi. Menyebalkan sekali." jawab Mosha segera keluar dari mansion ini.