Tuan Muda Tampan Yang Kejam

Tuan Muda Tampan Yang Kejam
Pesta


__ADS_3

Albert merangkul pinggang Vallen tentu saja Vallen ingin menghantam langsung pria disampingnya ini namun dia harus menahannya.


"Dimana yang memiliki pesta?" Tanya Vallen saat mulai menjadi sorotan semua orang.


"Di depan bersama dengan mom dan dad, kau tau apa yang harus kau lakukan?" Tanya Albert pelan.


"Tidak usah mengajariku, ini mudah bagiku sialan." Jawab Vallen geram.


"Wajahmu sangat sombong sekali, aku menyukainya." Jawab Albert seketika membuat Vallen harus menahan malu detik itu juga.


"Diamlah, kau berisik sekali ingin aku memukulmu. " Jawab Vallen geram.


Sedangkan Oliver dan Paul Sean menatapnya penuh tanya siapa yang bersama dengan Albert bahkan kini semua orang tau kalau Albert sendiri sedang mencari wanita untuk menjadi istrinya.


"Mom kau sudah tiba rupanya." Jawab Albert mencium pipi mom dan Jason segera merangkul putranya sebagai sambutan.


Sangat harmonis bukan? Berbeda dengan beberapa jam sebelumnya yang hampir membuat Clara meledak emosinya karena diserang dengan putra kurang ajarnya ini.


"Iya mom baru tiba." Jawab Clara menatap tanya Vallen meminta Albert memberi penjelasan.


Dan Vallen sama sekali tidak berminat untuk berbicara dirinya terlihat angkuh sekali. Dan tentunya ingin sekali Mosha yang ada disana tertawa paling ngakak kini.


"Boy kau membawa wanita siapa?" Bisik Clara tapi mampu didengar oleh Oliver dan juga Paul.


"Oh dia, mendekatlah tidak perlu takut. Ini mommy dan daddyku. Mom dad namanya Vallenrie." Jawab Albert merangkul pinggang Vallen segera.


"Hallo Vallenrie." Terlihat jelas wajah Clara tidak suka dengan Vallen dan ini membuat Vallen langsung senyum remeh dengannya.


Sontak membuat Oliver dan Paul yang menjadi saksi bahkan beberapa orang pentingpun tekejut dengan yang dilakukan oleh Vallen sendiri.


"Hallo Bibi, senang bertemu denganmu." Jawab Vallen senyum sangat manis sekali bahkan Clara ingin ikut membalas senyum itu namun di tahan.


"Albert apa dia yang berulang tahun?" Tanya Vallen dengan wajah polosnya.

__ADS_1


"Iya Vallen dia yang memiliki acara, namanya nona Oliver Sean. Dan di sampingnya ayah darinya bernama Paul Sean." Jawab Albert memperkenalkan mereka dengan Vallen.


"Baiklah, selamat ulang tahun nona. Aku dengan Albert memberimu hadiah, Mike beri kado yang sudah disiapkan." Jawab Vallen sangat tenang bahkan tidak takut sekali.


Albert yang disana juga tercengang namun bisa mengatasi ekspresinya untuk pertama kalinya dia memanggil namanya.


"Ini hadiah dariku dan juga AlbertĀ  semoga kamu suka." Jawab Vallen tersenyum dengan Oliver yang masih berdiam belum mengeluarkan suara apapun.


"Eh iya nona terimakasih sudah datang di acara ku." Jawab Oliver menerima kado yang Mike bawa.


Oliver terlihat sangat kecewa dan tentunya marah, karena pesta ini ingin sekali dirinya memperkenalkan Albert dengan semua orang namun kehadiran Vallen yang sudah merusak semuanya.


Bahkan Vallen senyum melihat Oliver sedang merencanakan sesuatu untuknya, begitu pun Paul yang masih melihatnya dengan lekat.


"Maaf tuan Sean, kenapa Anda terus memperhatikan saya?" Tanya Vallen tajam segera Paul tersenyum merasakan aura tajam yang dikeluarkan oleh Vallen.


"Tidak ada, saya hanya memikirkan bagaimana seorang ****** sepertimu bisa hadir dipesta putriku ini. Bahkan nyonya dan tuan besar Dominicpun tidak mengenalmu." Jawab sengat Paul suara sangat keras bahkan Vallen bisa merasakan ke cengkraman yang ada di ruangan ini.


Clara dan Jason hanya menatap tajam, begitu juga Albert hanya ikut melihat saja tanpa berminat membantu Vallen karena mereka semua penasaran dengan sifat yang akan diberikan Vallen dengan orang seperti Paul Sean.


"Kau cukup berani nona, apa kau tidak sadar dengan posisi yang kau tempati sekarang?" Jawab Oliver segera karena berharap Clara membantunya.


"Benar apa yang dikatakan nona Sean, kau bahkan belum menjadi nyonya muda keluarga kami. Tapi kau cukup berani berbicara langsung dengan Paul Sean langsung." Jawaban Clara yang mengerti hanya Vallen.


Jason segera menarik Clara agar diam saja tapi selalu merusak suasana. Hal itu membuat Mike menahan tawanya karena sangat lucu sekali tuan dan nyonya besarnya ini.


"Lihat bahkan nyonya Dominic sekalipun tidak menyukai dirimu." Jawab penuh kemenangan Oliver.


"Oh benarkah? Harus menjadi nyonya muda dulu... Hmm tapi aku tidak tertarik menjadi nyonya muda pada akhirnya aku akan sangat mudah menggeser posisi Anda nyonya Dominic." Jawaban Vallen yang di tunggu Albert tapi sedikit kecewa karena Vallen tidak sama sekali berminat menjadi bagian dari Dominic sendiri.


"Harusnya anda belajar etika yang baik nona agar bisa menjadi nyonya muda Dominic. Saya pikir dan sangat pasti kau merayu tuan muda agar ingin ke pestaku untuk mencari hidung belang bukan?" Jawaban menyakitkan yang diberikan oleh Oliver tapi Vallen hanya tersenyum meremehkannya mendengar beberapa orang sudah menilai Vallen sangat buruk tentunya.


"Sayang sekali etikannya kurang, mungkin saja memang ****** yang disewa oleh tuan muda."

__ADS_1


"Tuan muda menyewa ****** yang jangan berani bahkan tidak takut dengan nyonya Dominic sekalipun. "


"Sepertinya tuan besar Dominic menahan emosi karena wanita itu sudah mempermalukan keluarga Dominic."


Terlihat dan terdengar jelas bisik - bisikan dan omongan sampah di telinga Vallen membuatnya tersenyum remeh dengan Paul.


'Wanita ini sudah meremehkanku dengan putriku, awas saja aku akan membalasnya.' batin Paul Sean yang memperhatikan.


"Sudahlah nona Sean, jangan merusak pestamu dengan kedatanganku. Kau ingin menari dengan tuan muda Dominic bukan? Musik dansa akan segera dimulai." Jawab Vallen menahan emosi sekali tapi dari ekspresinya sangat tenang.


Lalu Vallen mencoba mengalah dan benar saja Oliver langsung menarik Albert untuk berdansa dengannya.


"Tuan muda bisakah kita berdansa?" Oliver meminta izin untuk mengajak Albert dansa. Dirinya sangat berharap kalau Albert akan mau.


"Tidak bisa nona Sean, aku sedikit lelah. Lebih baik dengan pria lain saja." Jawab Albert menolak karena matanya melihat Vallen tidak ada disana.


"Putriku, ayooo... " Ya Paul mengajak Oliver berdansa karena dirinya juga tidak ingin mengacaukan pesta yang ada.


Bahkan Albert bisa melihat pasangan - pasangan juga berdansa. Albert mencari Vallen tidak ada karena minim cahaya yang dimatikan.


"Mom dia dimana?" Tanya Albert menghampiri Clara.


"Mom juga sedang mencarinya boy." Jawab Clara karena dia dan Jason melihat pergerakan Vallen yang tiba-tiba menghilang.


Vallen merasa bosan dirinya memilih duduk di kursi tempat tamu di sediakan, bahkan beberapa orang sudah membicarakan yang tidak benar dengan mengira dia ****** atau mengimis dengan Albert sendiri.


"Nona ingin mengambil cake ini yang manis?" Suara Crist membuat Vallen tersenyum dia segera mengambil cake dan minum yang Crist berikan.


'Ternyata ayah sangat peduli dengan ku, bahkan dengan keluarga Dominic sekalipun ayah tetap saja mengkhawatirkanku. '


"Nona berhati-hatilah saya akan memantau dari jauh." Jawab bisik Crist sangat pelan.


"Terimakasih aku bisa menjaga diriku." Jawab sombong Vallen karena dia tidak perlu dikasihani.

__ADS_1


__ADS_2