Tuan Muda Tampan Yang Kejam

Tuan Muda Tampan Yang Kejam
Kedatangan Nyonya


__ADS_3

Vallen kini tengah menuju ruang keluarga, dirinya sangat bosan. Sudah seharian di kamar namun sudah sangat bosan. Bahkan Gabriel sendiri terus membiarkan agar Vallen senang juga.


"Princess duduk!" jawab Gabriel langsung dua kata membuat Vallen terdiam.


"Ayah princess bosan sekali, boleh ya keluar." Vallen terus merayu ayahnya namun tetap saja Gabriel melarangnya.


"Tidak princess kamu diam saja di mansion, jangan mencoba melarikan diri lagi." jawab Gabriel dengan tegas.


"Ayah mau kemana?" tanya Vallen karena Ayahnya meninggalkan dirinya sendiri.


"Ayah ingin ke ruangan kerja, kamu bersantai lah. Cassie temani princess agar tidak sendirian." jawab Gabriel.


"Baik tuan." jawab Cassie segera berdiri di samping Vallen.


"Huh sangat bosan, aku ingin ke halaman mansion." jawab Vallen.


Detik itu juga pengawal dan penjaga sudah langsung singgap dan siaga.


"Tidak aku tak akan pergi, jangan menatapku seperti itu." jawab Vallen sangat kesel sekali namun wajahnya lucu.


Tiba-tiba ada pengawal yang berlari menuju ke dalam. Segera Vallen tahan.


"Hei kau kenapa seperti itu. Katakan!"


"Maaf nona, nyonya Dominic ada di depan dia memaksa masuk ingin menemui nona." jawab sopan pengawal tersebut.


Dominic? Siapa itu? Ah mungkin saja musuh dari ayah. Biarlah sekalian aku menghilangkan bosan ini.


"Suruh dia masuk!" jawab tegas Vallen.


Karena hidup Vallen tidak pernah berpikir posisi terus negatif selamanya. Menurutnya orang baik dan positif itu tidak ada, semua orang jahat selamanya. Apalagi di dunia ini tidak ada yang tidak mungkin melakukan cara apapun untuk keinginannya.


"Nona kita tidak bisa menerima tamu sembarangan, bagaimana juga harus lapor dengan tuan besar atau Crist juga." Cassie mengela perbicaraan.


Dengan cepat Vallen menatap Cassie tajam, membuat Cassie segera menundukkan dirinya. Kini Vallen bukan putri kecil yang manja namun jauh lebih mandiri dan tegas juga.


Pengawal tersebut takut karena Vallen seperti memberi tatapan membunuh. Segera belari menuju gerbang membiarkan Clara Dominic masuk ke dalam.


***


"Maaf nyonya sepertinya mereka sangat ketat sekali. Bahkan saya sudah meminta masuk tetap saja tidak diperbolehkan kalau tidak membuat janji terlebih dulu."

__ADS_1


Supir dan pengawal yang sudah melawan mereka yang menjaga gerbang tetap tidak di izinkan untuk masuk juga. Clara nampak biasa saja tidak takut apapun.


"Bilang nyonya Dominic datang." jawab Clara dengan santai.


Tak lama pintu tersebut terbuka, Clara cukup terkejut tidak ada 1 menit langsung terbuka. Apa keluarga Eroise mengetahui dirinya datang?


Dia turun didepan pintu utama, disana sudah ada Vallen yang menatap biasa saja tidak tertarik apapun.


Clara turun dari mobil dan melihat mansion ini juga mewah tapi ya masih mewah punya dirinya. Dia menatap gadis muda didepannya.


'Yasmine? Apa ini putri Eroise, kenapa mirip dengan Yasmine sekali.'


Clara menatap Vallen sangat tidak percaya, bahkan dirinya terlihat seperti sabahatnya.


Sabahatnya menikah dengan salah satu juga anak dari mafia. Tapi Clara tidak tau kalau itu adalah Eroise sendiri.


Yasmine dan Clara dulunya bersahabat, namun karena Yasmine sudah menikah dengan Gabriel dan tau kalau Clara menikah dengan seorang mafia. Melarang dirinya bertemu dengan Clara. Mereka masih komunikasi lewat pesan email yang dikirimkan.


Namun kabar Yasmine meninggal dan bayinya sudah tersebar, hingga Gabriel kini menutup diri hanya fokus dengan bekerja dan bekerja.


Tapi siapa sangka putrinya sudah tumbuh menjadi wanita cantik sekali. Bahkan sempat juga kabarnya Vallen juga menghilang.


Vallen merasa dirinya di tatap seperti itu, menatap tajam dengan senyuman seperti biasanya. Senyuman yang memiliki maksud tidak bisa di tebak.


"Maaf nyonya, ada apa? Kenapa menatap nona saya seperti itu." Ucapan Cassie mengalihkan pandangan Clara.


"Apa kau putrinya Yasmine?" tanya langsung to the point Clara.


"Kenapa kau mencari putriku, princess masuk ke dalam kamar." jawab tegas Gabriel karena tidak ingin putrinya ikut campur urusan tentang ini.


"Memangnya kenapa ayah?" tanya Vallen terus terang.


"Suaramu sama sekali dengan Yasmine." jawab Clara terus menatap Vallen sangat lekat sekali.


"Aku sedang tidak menerima tamu, silakan pergi dari mansionku ini." jawab tegas Gabriel dengan Clara.


"Aku hanya ingin bertemu dengan putrimu, jadi urusanku ada dengannya bukan dengamu." suara tak kalah tegas dari Clara membuat Vallen tersenyum.


'Nyonya ini sangat menarik juga, tapi tunggu dulu. Apa maksudnya dengan Ibuku, Yasmine? Kenapa dia mengenalnya?'


"Keluargaku tidak pernah berurusan dengan Dominic pergilah. Princess masuk ke dalam! Cassie bawa princess masuk."

__ADS_1


"Tidak ayah... Ini ada apa dulu. Kenapa dia menyebutkan nama ibuku. Ada apa ayah?"


Vallen mendesak ayahnya, karna dia juga ikut penasaran dengan wanita di depannya ini.


"Crist bawa princess masuk ke dalam."


"Nona mari ke dalam." jawab Crist namun Vallen masih berdiam saja.


Akhirnya Crist menarik paksa Vallen tak. lupa dibantu juga dengan Cassie. Bahkan Crist sekarang semakin khawatir karena Vallen sudah diketahui dengan keluarga Dominic.


"Apa kau sekhawatir itu dengan putrimu? Padahal aku ingin menyapa saja belum." Jawab Clara menatap tajam Gabriel.


"Dominic terlalu bahaya, aku tidak bisa membiarkan putriku bertemu denganmu bahkan putramu William sekalipun!"


"Kau yakin putraku akan menyakiti putrimu? Bahkan kau belum mengenal putraku jauh lebih banyak. Kenapa kau buruk sekali berpendapat."


"Aku tidak punya banyak waktu untuk menanggapi pembicaraanmu itu."


"Dasar pria tua menyebalkan. Bahkan aku ingin sekali memukul wajahnya yang sombong itu. Yasmine jika kau masih ada kau akan merasakan betapa tidak bergunanya suami yang sombong." Clara segera masuk ke dalam mobil.


Namun gerbang mansion belum saja dibuka. Clara terus waspada didalam tasnya sudah berisi pistol dan pisau. Bahkan bom juga ada di dalam mobil dirinya.


"Kenapa mereka tidak membuka gerbangnya?" tanya Clara dengan supirnya.


"Apa nyonya ingin bertemu dengan saya?" tanya Vallen tiba-tiba masuk ke dalam mobil tersebut.


"Kamu...." Clara tak kalah terkejut bagaimana bisa Vallen ada di dalam mobil ini.


"Aku ikut dengan nyonya sebentar, aku bosan di mansion. Ayolah boleh." jawab Vallen tersenyum, sungguh sangat cantik sekali.


"Tapi kalau mereka tau bagaimana?" tanya bodoh Clara bagaimana bisa dirinya terus menatap Vallen seperti itu.


"Jalan cepatlah ayo, sebelum ayahku mengejarnya." jawab Vallen.


Supir tersebut langsung mengemudi dengan tinggi setelah terbang di tutup. Vallen rasanya lega sekali melihat udara kini jauh lebih segar dan nyaman.


Clara menelan ludah, bahkan dirinya sedang menghadapi seorang gadis bukan musuh yang sulit. Namun Clara tetap saja merasa tenggorokannya kering tidak bisa berbicara apapun.


"Oh seperti ayahku akan mengejar kita teeus." tanya Vallen saat melihat ke belakang dirinya dikejar dengan mobil milik Crist.


"Cepatlah, kau sangat lambat sekali. membawa mobil. Jika kau masih lambat aku bisa meleparmu dari sini."

__ADS_1


__ADS_2