
"Apapun princess, bertanyalah!" Jawab Gabriel.
"Princess kan sudah tidak di mansion selama hampir 2 tahun ayah, dan itu juga princess tidak mengingat apapun karna princess sendiri kecelakaan hingga lupa ingatan."
"Apa Princess menjadi incaran banyak orang ayah?" tanya Vallen.
"Tidak sayang, ayah dengan cepat menutup identitasmu. Kemungkinan banyak di luar sana tidak mengetahui kalau ayah punya putri yang sangat cantik sekali. Mereka yang tau hanya kau juga sudah tiada dengan ibumu."
"Karna dunia ini kejam princess, ayah tidak ingin kau ikut merasakan juga. Maka itu saat kau pergi, ayah juga mencarimu namun mereka tidak akan mencurigai apapun. Ayah melakukan dengan rapi dan tidak bisa di cium dengan siapapun langkah ayah."
"Jadi tidak ada yang tau kalau Ayah punya putri yang cantik ini?" tanya Vallen tidak percaya.
"Iya hanya beberapa orang namun tidak banyak, karena Ayah sudah mengatasinya dengan mudah." jawab Gabriel tersenyum.
"Hmm baiklah Ayah yaudah princess mau bersiap diri dulu ya."
'Vallen pasti bisa melewati cobaan yang akan terjadi, sudah terbukti dia bisa bertahan hidup tanpa kekayaan dan uang. Tapi aku tetap saja mengkhawatirkan putriku. Hanya dia yang ku punya, bahkan kekuasaanpun tak ada artinya sama sekali.'
***
Albert dan juga Mike menuju restoran yang salah satu terkenal di London yaitu The Prince of Wales. Salah satu restoran miliknya yang sangat berkembang dengan pesat.
Salah satu menu favorit yang sangat terkenal bahkan chefnya juga ahli dan juga mahal. Sehingga mereka yang makan hidangan disini sangat menikmati.
Kini Albert dan Mike menunggu seseorang yang ingin memberi laporan selama ini. Bahkan Albert kini hanya bermain ponsel dan Mike meminum jus yang dia pesan.
Albert pria yang menghindari minuman jenis alkohol, karna pernah sekali dia minum tubuhnya tidak kuat dan dia gampang mabuk. Dari itu dia tidak pernah lagi meminumnya.
Begitu dengan Mike juga sama mengikuti Albert yang hidup sehat selama ini, justru membuat tubuh menjadi ringan dan sehat terus.
"Tuan Albert ini laporan yang Anda minta, semua informasi sudah ada di dalam sini." seorang pria berbadan besar memberi berkas kepada Albert.
"Kau boleh kembali." jawab Mike setelah Albert menerima berkas tersebut.
Kini Albert membuka berkas tersebut, seperti biasa itu adalah informasi tentang serangga serangga yang ingin mengganggu wilayahnya.
__ADS_1
"Apa perkerjaan yang dia lakukan dengan ucap besar tidak cukup? Hingga harus mengambil uang orang lain juga." Sinis Albert saat melihat laporan itu.
"Saya akan membereskannya tuan muda kalau perlu sekarang." jawab Mike.
"Bereskan Mike, sangat tidak bermanfaat sekali dia di sini." jawab Albert.
Kini mata Albert tertuju dengan wanita tidak tau diri itu, lagi dan lagi dia bertemu dengan cara tidak sengaja. Padahal Albert sudah tidak ingin peduli dengan wanita itu, namun kini malahan ia bersama dengan pria yang sudah pasti cukup tua.
'Apa itu dia? Siapa sebenarnya dia, selalu bertemuku di mana - mana.'
Mike ikut melihat arah mata Albert juga biasa saja datar seperti biasanya. Bahkan dia juga terheran mungkin yang diucapkan ****** itu memang pantas di wanita itu.
"Apa yang kau pikiran Mike, jangan bilang kau ikut memikirkan dia." jawab datar Albert yang melihat Mike memikirkan wanita itu.
"Saya tidak memikirkan dia tuan muda, hanya saja mungkin dia memang ****** yang sedang berjalan dengan pria hidung belang." jawab Mike tapi dia merasa pernah bertemu dengan pria di belakang mereka.
"Siapa pria dibelakang itu Mike, kau tau pastinya." jawab Albert saat melihat Cristian asisten Gabriel berada tidak jauh dari mereka.
"Dia Cristian tuan, saya pernah melihatnya saat ada pesta dibeberapa kali pertemuan. Tapi kalau pria tua didepannya saya juga kurang mengetahui. Apa itu tuan Eroise?" tanya Mike kepada Albert.
Belum ada 5 menit Mike sudah menemukan kalau itu adalah keluarga Eroise. Dia seorang duda karena istrinya meninggal pasca melahirkan, dan anaknya di kabarkan juga meninggal.
Mike menjelaskan pelan, memang keluarganya dan Eroise tidak ada hubungan. Mereka juga sama baiknya namun juga tidak akrab karena tidak mengenal jauh.
Albert tertarik melihat gadis didekatnya, sepertinya bukan seorang kekasih melainkan orang lain dugaan Albert.
***
"Ayah aku ingin memesan makanan favorit yang ada di resto ini." jawab Vallen tersenyum segera membuka daftar menu makanan.
"Apapun Princess kau boleh memesannya."
"Ayah aku ingin, ini. Ini. Dan ini juga boleh." Vallen menujuk gambar makanan di sana terlihat sangat lezat. Bahkan dia sempat lupa terakhir makan enak kapan tidak tau juga.
"Chris pesanlah jangan lupa princess yang dipilih itu tadi." jawab Gabriel.
__ADS_1
"Baik tuan, sebentar lagi pesanan nona dan tuan akan segera tiba." jawab Cristian.
Vallen melihat situasi resto yang sangat nyaman tiba-tiba, pandangan dia tertuju dengan mata yang sedang menatapnya sangat tajam.
'Waw dunia memang sempit sekali, bahkan aku bertemu dengan dia lagi. Astaga Tuhan mengapa kau temukan aku dengn laki-laki gila seperti dirinya.'
"Lihatlah Mike bahkan dia menatapku tanpa ada rasa takut, justru seperti menantang dirinya denganku." jawab Albert mulai mengintimidasi Vallen.
'Waw sangat menarik, cih tapi aku sama sekali tidak tertarik.'
Vallen segera tersenyum kepada Gabriel yang dari tadi memperhatikannya. Gabriel tau putrinya sedang melihat seseorang.
'Siapa pria itu, mengapa menatap princess seperti itu. Ternyata putriku punya cukup keberanian yang besar. Bahkan dia tidak takut sama sekali.'
"Princess apa kau suka dengan tempat ini?" tanya Gabriel memecah keheningan.
"Suka ayah, aku bahkan merasa tidak pantes disini karena ku rasa ini bukan tempatku." jawab Vallen kecut.
"Sudahlah princess jangan memikirkan sesuatu yang membuat dirimu susah. Lebih baik kau nikmati apa yang ada nak." jawab Gabriel.
"Ayah seperti aku harus menyelesaikan masalah kecil. Ayah jangan menyusul atau ikut campur ya." jawab Vallen tersenyum manis.
"Kau ada masalah dengan pria muda itu?" tanya Gabriel karena Christian ikut khawatir saat mata mereka menatapnya ke arahnya.
"Hanya masalah kecil, princess sangat mudah mengatasinya. Bentar ya ayah." Segera Vallen menuju ke meja Albert yang dari tadi melihat ke arahnya.
"Baiklah princess, ayah akan melihatnya dari jauh." jawab Gabriel.
Cristian segera membisikan sesuatu kalau pria itu adalah Albert Dominic, penguasa kejam yang menjadi waris utama Dominic.
"Apa kau sungguh Crist?" tanya Gabriel mulai khawatir.
"Iya tuan, tapi sepertinya nona muda sudah mengenalnya. Bahkan nona sendiri tidak takut dengan tatapan mereka." jawab Cristian yang dari tadi ikut memperhatikan.
"Kau benar Crist, tapi aku khawatir akan terjadi sesuatu di antara mereka untuk kedepannya. Begitu dengan Eroise itu sendiri." jawab Gabriel terus melihat putrinya yang sudah tiba di meja Albert.
__ADS_1