Tuan Muda Tampan Yang Kejam

Tuan Muda Tampan Yang Kejam
Kebusukan Paul Sean


__ADS_3

Paul Sean sudah berada di sebuah private room restoran bintang kelas atas pastinya menunggu kedatangan Albert yang belum juga datang. Bahkan dirinya sudah menunggu sangat lama hampir 2 jam.


Albert datang dengan angkuh dan juga datar begitupun Mike yang sama disana banyak sekali pengawal Sean bahkan Albert hanya memberi perintah Mike bersamanya dan yang lain berjaga di luar.


"Katakan dengannya, Albert William." Jawab Albert dengan datar.


"Silakan masuk tuan muda Dominic, tuan Sean sudah menunggu Anda." Jawab pengawal pribadi Paul.


Tanpa menjawab Albert dan Mike segera masuk dan tentu saja Paul sudah tersenyum menyambut kedatangannya.


"Selama pagi tuan muda Dominic, eh maksud saya William." Jawab Paul sengaja memanggilnya William karena Dominic belum sepenuhnya jatuh ke tangan Albert.


"Tidak perlu basa basi tuan Sean, mana data berkas yang ku minta." Jawab sengit langsung Albert karena dia sangat menguras waktu meladeni Paul bodoh ini.


"Ini tuan William, semuanya sudah baik Anda hanya menandatangani saja." Jawab Paul tersenyum licik.


Tapi Albert tetap tidak bodoh didi y membuka dokumen tersebut sangat ada sedikit kecurigaan dan kecurangan yang terjadi dengan segera Albert merobek kertas itu.


"Apa kau pikir aku bodoh Paul Sean?" Jawab tajam Albert mampu membuat Paul sangat gugup bahkan takut juga.


"Aku tidak akan pernah setuju seperti ini, bahkan kau sendiri yang membuat kekacauan semalam hingga ibuku hampir mati juga. Bahkan tidak itu, wanitaku juga terluka karena egoku yang ingin menghabisi keluargaku. Kau jangan bermimpi." Langsung Albert mengeluarkan kata penghinaan untuknya.


"Apa maksudmu tuan William aku tidak mengerti."


"Jangan pura-pura buta Paul masih masih berdiam bukan berarti aku tidak tau. Bahkan sekarang kau sudah melakukan kecurangan bahkan hanya memanfaatkan nama Dominic untuk kekuasaanmu saja."


"Tu-tuan muda saya bisa jelaskan yang sebenarnya."


"Aku tidak butuh penjelasan sampahmu Paul Sean. Cepat tanda tangan berkas pengakhiran ini agar kau tidak semudahnya mengatasnamakan Dominic untuk kepentinganmu sendiri."


"Saya melakukan itu tentu saja juga membantu Dominic tuan muda."


"Bicara sampah apalagi yang kau sampaikan, bahkan itu membantu pribadimu sendiri. Jangan menyamakan dirimu dengan Dominic sangat jauh sekali."


"Tuan muda tolong ampuni saya, saya tidak akan mengulanginya lagi."


"Aku sudah tahu akal busukmu, kini semua rencana busukmu aku tau tidak ada kesempatan dan jangan bermimpi kau bisa kembali dengan Dominic sendiri."

__ADS_1


Paul Sean sudah mulai ketakutan karena dirinya memanfaatkan nama Dominic dengan beberapa rekan kerjanya agar setuju bekerja sama dengannya tentu saja Paul mengancam mereka atas nama Dominic.


Siapa juga yang tidak mengenal Dominic sangat kejam seperti itu apalagi Albert sendiri yang masih muda sangat lagi kejam tidak punya rasa kasihan dengan siapapun.


Maka setiap rekan kerja yang ditemui Paul Sean pasti mereka menolak ajakan Paul utuk kerja sama. Karena Paul selalu mengambil keuntungan sangat besar, mereka yang awalnya tidak mau bahkan tidak ingin melanjutkan lagi karena mendapatkan rugi yang besar dengan cepat Paul mengatasnamakan Dominic agar mereka menjadi patuh dan menerima kemauannya sendiri.


Paul kini mulai takut karena Albert Dominic tidak akan diam saja, dia pasti sudah merencanakan sesuatu untuknya.


"Mike kita pergi." Jawab Albert langsung meninggalkan ruangan ini.


"Permisi tuan Sean." Pamit Mike mulai mengikuti Albert. Terlihat jelas semua orang yang dibawa Paul sangat siap menembak Albert tapi dirinya tidak takut sama sekali.


"Anak sialan, aku harus cepat menghabisi anak itu. Bahkan dia sengaja merencanakan ini semua. Awas saja aku tidak akan diam aku akan terus menghancurkan Dominic sekalipun. Jika Jason sangat sulit bagiku setidaknya Albert William sangat mudah untukku."


Paul mulai emosi dirinya sangat marah karena Albert sudah menghina dan menyudahi kerja samanya makan resmi Paul Sean tidak memiliki Dominic sedikitpun.


Kini dia mulai memikirkan cara bagaimana menghancurkannya Albert sendiri. Dirinya sudah sangat muak sekali.


Albert dan Mike berjalan santai seolah-olah tidak apa. Mereka segera masuk ke dalam mobil dan menuju ke mansion Jason untuk melihat kondisi Clara.


***


Padahal sangat aneh menurut Mike karena orang yang stay di mansion Eroise mengatakan sedang mencari Vallen maka dari itu Albert tidak jadi ke sana lalu langsung bertemu dengan Clara.


"Iya mom, nanti boy akan cari Vallen lalu kesini. Sekarang mom harus banyak istirahat dulu." Jawab Albert walaupun keadaan Clara sudah baik tapi tetap saja dia sangat syok malam itu hingga John langsung ikut marah ke semua pengawal karena tidak melihat ke ganjalan.


"Mom anggap ini janji." jawab Clara lalu pergi ke kamarnya dan Jason hanya menghembuskan nafas lelah.


"Dad apa terus mom seperti itu?" Tanya Albert karena Jason sangat sabar menghadapi mommy yang terus marah - marah membuatnya pusing mendengarnya apalagi dengan Jason yang setiap hari pasti sangat pusing sekali.


"Mom memang seperti itu boy, menikahlah biar kau bisa merasakan apa yang dad rasakan juga."


"Dad... Jangan memaksaku untuk menikah terus, aku bahkan belum dekat dengan wanita." Tolak Albert karena merasa terpojokan jika disuruh menikah.


"Kau harus dekat dengan wanita boy, apa yang kurang darimu. Kau tampan, kaya, penguasa kurang apalagi sampai kau tidak laku seperti ini. Bahkan sampai mom sendiri membuat rumor berita kau sedang mencari istri pun tidak ketemu juga astaga boy boy." Jason seperti puas melihat putranya sudah emosi saat menghinanya tidak laku.


"Mike kita pergi, kemari hanya membuatku menjadi gila saja. Tidak ada kehidupan disini semoga harimu suram terus dad."

__ADS_1


"Apa itu pujian boy?" Tanya Jason tersenyum melihat putranya mengancam juga. Sangat lucu baginya seperti itu.


"Mike kita pergi sekarang." Albert tidak menanggapi ucapan Jason dirinya memilih pergi dan meninggalkan perkerjaannya yang sangat padat.


Albert segera meninggalkan mansion Dominic, karena sudah mengetahui keadaan Clara yang sudah baik. Bukannya Clara senang karena sudah sembuh tapi marah karena Albert tidak menemukan Vallen.


"Gadis itu membuat aku gila." Jawab Albert menatap lurus jalanan.


***


"Jadi gadis kecil yang mendekati cucuku adalah putri Eroise?" Tanya John terkejut karena kabar ini. Apalagi seperti rencana takdir yang nyata apalagi mereka sudah mengenalnya bahkan sekarang mereka sempat pergi ke acara pesta tentu saja keberanian yang di ambil Vallen dan Albert sangat besar.


"Iya tuan John, saya juga sempat terkejut karena beberapa bukti mengarah dengan gadis bersama Vallenrie Veronika dan nama Eroise sengaja tidak di cantumkan karena saat itu kekacauan sangat besar terjadi." Jelas orang yang John untuk mengungkapkannya.


"Baiklah secara langsung mereka sudah bertemu tapi belum menyadarinya juga. Semoga cucuku tidak melakukan hal yang tidak ku inginkan.


Apalagi gadis itu sudah membantu menantuku karena Bart Barnes dan juga Paul sengaja melakukan itu." Jawab John tajam menatap lurus.


John memang orang yang hebat, bahkan kekuatan sangat tidak bisa di tandanya maka itu dia menurunkannya bukan ke Jason tapi ke Albert William sebagai penerus generasi Dominic selanjutnya.


"Tuan John kalau saya menyarankan lebih baik Anda langsung melamarkan nona Eroise dengan tuan muda sebelum nona Eroise sendiri memilih orang lain." Jawabannya.


"Tidak, aku tidak ingin cucuku menikah dengan tidak cinta. Bagaimana juga cinta akan terus tumbuh, untuk apa segalanya jika hidup tidak ada cinta? Lebih baik sederhana tapi cinta mencintai juga."


John ingin cucunya Albert juga seperti Jason yang menikah dengan dasar cinta. Dia tidak ingin seperti keluarga lain yang dipaksa karena kekuasaan juga. Untuk apa kalau akhirnya akan sia - sia juga.


"Kalau begitu apa harus tuan muda tau tentang kebenarannya ini tuan?"


"Tidak perlu, bahkan cucuku sudah mengetahui lebih dulu dariku tapi dia tidak menyadari. Suatu saat dia akan mengetahui fakta sebenarnya yang terjadi. Bahwa gadis kecil yang pertama kalinya dia berbicara dengan wanita sudah ada di sampingnya selama ini."


"Baik tuan, saya juga mendapatkan laporan bahwa nyonya Clara marah dengan tuan muda karena keberadaan nona Eroise belum ditemukan." Jawab orang yang bersama dengan John.


"Biarkan saja, Gabriel Eroise pasti ingin memberi sedikit hukuman untuk cucuku yang sudah ceroboh meninggalkan gadis itu apalagi dia sudah menolong Clara secara tidak sengaja. Dia mempunyai kemampuan yang luar biasa. Bahkan Dominic sendiri tidak menyadari itu."


John sangat bangga dengan Vallen dan dia mengingat saat bertemu dia memiliki kekuatan yang hebat juga. Bahkan tidak takut dengannya juga. Apalagi dia seperti anak kecil jika orang lain mengira. Dan John menyukai senyum Vallen yang sangat aneh menurutnya.


"Sepertinya Bart Barnes mengira kalau gadis bersama tuan muda terluka tuan. Karena laporan yang ada tuan muda melakukan hal tidak terduga saat bom itu meledak. Padahal mereka sangat lengah membiarkan mereka begitu saja."

__ADS_1


"Mereka sangat bodoh, sudahlah biarkan saja. Kita hanya perlu melihatnya tidak usah ikut campur sebelum cucuku meminta walaupun itu tidak akan pernah terjadi." John tersenyum licik karena Albert sangat sombong apalagi dia tidak ingin meminta bala bantuan dengan siapapun juga.


__ADS_2