Tuan Muda Tampan Yang Kejam

Tuan Muda Tampan Yang Kejam
Pergi dengan Tuan Muda


__ADS_3

Albert seperti biasa bertemu dengan beberapa rekan kerja yang ingin bekerja sama dan ikut gabung dengan kelompok Dominic tentunya. Mereka beranggap akan sangat mudah dan tidak beresiko namun dugaannya salah


Mereka mencoba bermain – main dengan Dominic sekalipun.


Akhirnya dirinya bertemu dengan klain perwakilan yang hadir adalah Halton Rajeev dan sekertarisnya. Wanita cantik seperti model, tentu saja tubuhnya sangat sexy di mata para pria pastinya. Namun terlihat biasa saja di mata Albert sendiri.


“Maaf tuan muda Dominic saya terlambat karena ada kendala kecil menuju kemari.” Jawab Halton meminta maaf dengan Albert.


“Silakan duduk tuan Halton.” Jawab Mike yang tentu saja sudah mengerti dengan tugasnnya untuk mengambil ahli lebih dulu dan itu memang tidak masalah dan justru Albert sendiri yang menyuruhnya.


“Terimakasih tuan Mike, perkenalkan putri saya selaku seketaris saya di dalam perusahan.” Jawab Halton memperkenalkan wanita cantik di sampingnya.


“Tuan muda dia putri saya, Rosa Talisa. Dan dia juga termasuk model kelas atas, namun sekarang dirinya ingin merintis usaha seperti saya.”


“Tuan muda... Rosa Talisa.” Rosa menyalurkan tangannya mencoba mengajak kenalan dengan Albert.


“Lanjut langsung ke pembahasan untuk proyek hotel yang akan kita bangun.” Jawab cuek Albert mengabaikan Rosa.


Rosa Talisa, seorang model tentunya dengan bantuan uang dari Halton sendiri. Karena ingin putrinya terkenal dan banyak mencari wajah untuk para pria meliriknya. Bahkan dirinya juga sering berganti – ganti pria namun fakta ini tidak ada yang tahu.


Karena Halton menggunakan kekuasaanya untuk menutup berita yang sangat meledak itu. Kini seperti curiga Mike dan Albert bahwa Halton sengaja putrinya untuk menarik perhatian dari Albert sendiri.


“Bagaimana menurutmu Mike tentang penjelasan dan perjanjian yang dia ucapkan?”


“Saya setuju tuan muda, itu juga membuat kita untung hanya beberapa persen saja. Walaupun banyak kerugian kita tidak akan mengalami juga.” Jawab Mike mulai menulis dan mencatat point penting yang Halton ucapkan.


“Baik aku setuju, kirimkan berkas dan dokumennya biar bisa di mulai untuk pembangunannya.”jawab Albert melihat ponselnya sudah hampir malam.


“Terimkasih tuan muda, Anda pemuda yang sangat hebat dan sukses.” Jawab Rosa yang sejak tadi terus memperhatikan Albert tidak ada habisnya.


“Terimakasih nona Talisa.” Jawab Albert membuat jantung Rosa berdetak jauh lebih cepat sekali.


“Tuan muda bagaimana kabar nyonya Clara?” tanya Rosa sengaja menyinggung Clara karena sudah beberapa kali bertemu.


“Mommy saya baik, apa Anda mengenalnya?” tanya Albert.


“Saya tidak begitu mengenalnya tuan muda, hanya beberapa kali bertemu saat ada peresmian beberapa acara yang disitu ada beberapa model kelas atas yang pastinya ada saya juga.” Jawab Rosa mulai membanggakan dirinya.


“Begitu ya. Baiklah Mike kita pergi sekarang.” Jawab Albert langsung berdiri dan berjalan keluar.


“Saya permisi lebih dulu tuan Halton, senang sekali bertemu dengan Anda.” Jawab Mike segera menyusul Albert.


Rosa Talisa, dulu pernah sangat terkenal sekali karena dirinya lagi naik daun papan atas. Oleh sebab itu banyak sekali dari rekan Clara kalau Rosa sangat cocok dengan putranya. Hingga pernah sekali Claa menyuruh Albert mencari tahu latar belakang Rosa.

__ADS_1


Namun hasilnya di luar dugaan Clara, jadi Clara tidak akan mengizinkan calon nyonya muda Dominic seperti Rosa tersebut.


“Rosa kau memang mengenal nyonya Clara Dominic?” tanya Halton.


“Tidak pah, hanya beberapa kali bertemu saja itu hanya kebetulan diacara peresmian model baju kalau tidak salah... sudah lama pastinya.”


“Apa tuan muda tampan?” tanya Halton.


“Hanya orang buta tidak melihat yang mengatakan dirinya jelek pah, sudah sangat tampan kaya sukses dan mempunyai kekuasaan yang sangat besar sekali.”


“Kalau tuan muda ada hubungan denganmu, pasti kau akan mempunyai kekuasaan seperti nyonya muda Dominic Rosa.” Hawa – hawa kerakusan sudah muncul di dalam diri Halton.


“Papah tenang saja, aku akan mencoba mendekati tuan muda. Kabarnya sekarang tuan muda masih singel. Aku ingin mencoba membuatnya jatuh cinta denganku pah, bagaimana menurut papah?”


“Papa dukung Rosa kamu harus mendapatkan perhatian dari tuan muda lagi, kalau bisa kau harus menjadi nyonya muda Dominic sekaligus.”


Jawab Halton sudah berkhayal jika putrinya menjadi nyonya Dominic pasti dia juga ikut ditakuti dengan banyak orang dan pastinya sangat banyak menguntungkan dirinya juga.


***


“Mike kita datang ke mansion Eroise sebentar.” Jawab Albert tiba – tiba.


“Mansion Eroise tuanku?” tanya Mike memastikan kalau indra pendengarannya tidak akan salah lagi.


“Maafkan saya tuan muda, saya hanya memastikan saja.” Jawab Mike langsung mengendarai mobil dengan kecepatan sangat tinggi.


Vallen akhirnya berhasil melarikan diri lagi dari mansion, kini tengah berlari. Dirinya hanya mengunakan celana pendek dan baju crop lengan pendek juga. Membuat dirinya segar namun dingin karena udara malam sangat dingin.


“Tuan muda itu bukannya nona Eroise?” tanya Mike saat melihat Vallen berlari seperti dikejar pengawal juga.


“Bawa dia masuk ke dalam sini Mike.” Jawab Albert.


Vallen yang sudah berlari kakinya sangat pegal sekali, ditambah udara sangat dingin untuk tubuhnya yang baru saja baikkan dari demam kemarin.


“Kau, ada apa kau kemari.” Tanya Vallen tidak suka dengan Mike.


“Tuan muda menunggu Anda di dalam mobil nona.” Jawab datar Mike.


“Untuk apa? Tidak, aku sangat sibuk. Pergi sana!!!” usir Vallen melanjutkan berjalan dengan cepat karena dirinya sangat bosan di mansion.


"Ikut denganku, jika kau tidak ingin aku memaksamu." jawab dingin Albert yang sangat geram dengan wanita ini.


"Memang kau siapa berani menyuruhku seperti itu?" tanya senyum remeh Vallen.

__ADS_1


Sepertinya batas kesabaran Albert benar-benar diuji saat bersama Vallen. Dia gadis akan tetap melawan jika tidak terus memaksanya akan tetap diam.


“AWWWWWW.....LEPAS ANJINGG!!!!” umpatan Vallen terus menerus saat Albert menggendongnya seperti karung beras saja.


Akhirnya Vallen berhasil masuk ke dalam mobil Albert yang pasti kini mobilnya jauh lebih aman. Bahkan tidak ada alat pukul lagi, karena Mike sudah membuangnya.


“ih buka, mau kemana sih. Selalu saja ikut campur urusan orang.” Gerut Vallen karena kesal.


Ya pastinya juga kesal karena mereka bertemu terus menerus, serasa dunia milik mereka berdua saja. Apalagi Albert sifatnya sangat kaku dan dingin seperti beruang kutup saja.


“Kembali ke mansion Eroise Mike....” suara Albert membuat langsung Vallen menggelangkan kepalanya tidak mau.


“TIDAKKK jangan... jangan ke mansion. Ayah akan marah lagi dengan beberapa pengawal karena aku memaksa pengawal tadi.” Jawab Vallen seperti anak kecil memohon.


“Kalau tidak ke mansion kau ingin kemana?” tanya Albert datar tidak peduli dengannya.


“Aku ingin membeli beberapa keperluan. Nah bagaimana kita ke supermarket atau kemana. Eh tunggu tidak bisa... aku tidak membawa uang.” Jawab lesu Vallen karena tidak membawa uang juga.


“Kau miskin sekali, bahkan keluarga Eroise juga kaya tapi kau tidak punya uang.” Jawab ejek Albert membuat Vallen kesal.


“Yaaa....pasti aku ada uang. Tapi kan baru saja pergi, untuk apa juga uang.” Jawab bodoh Vallen tidak bisa mengelak.


“Kita ke supermarket Mike untuk memberi makanan dengan putri Eroise yang miskin ini.”


“Baik tuan muda.” Jawab Mike masih datar padahal dirinya sedang menahan senyum dan tawa karena mereka berdua telihat sangat lucu.


***


“Jadi putriku kabur lalu pergi bersama tuan muda William?” tanya Gabriel mendengar aporan dari Crist.


“Iya tuan, bagaimana apa perlu saya memaksa nona untuk kembali?” tanya Crist.


“Tidak biarkan saja, kalau dengan Albert William aku tidak masalah. Karena untuk apa juga dia ada dikawasan mansion kalau tidak untuk bertemu dengan putriku?” jawab Gabriel dan disetujui oleh Crist juga.


“Namamu siapa?” tanya Albert jalan dengan Vallen dan dibelakang ada Mike dan mendorong troli berisi makanan ringan dan juga tidak bergizi. Sudah pasti dilarang dengan Albert melarangnya namun berdebat dengan Vallen dirinya mengalah.


“Aku?” tanya balik Vallen menatap mata Albert.


“Bukan, wanita disampingku. Jangan terlalu kepedean jadi orang.” Jawab asal Albert mendahului jalan Vallen.


“Dih pria tidak jelas banget. Wanita mana kan hanya ada aku.” Jawab Vallen cemberut.


“Ini untuk terakhir kalinya kamu boleh makan yang tidak sehat seperti ini.” Kesal Albert bagaimana bisa makanan yang di pilih oleh Vallen tidak sehat semua.

__ADS_1


__ADS_2