
“Crist bagaimana bisa berita seperti. Tentu saja tidak mungkin Albert membuatnya itu akan sangat tidak mungkin.”
“Saya sudah menyelidiki tuan Mosha yang membuat ini semua tuan.” Jawab Crist saat menghubungi Moshapun dia mengatakan jujur juga.
“Mosha memang sedikit sangat nakal. Bagaimana putriku, dia sudah tidur?” tanya Gabriel karna sebelumnya dia mengatakan agar putrinya bersama dengan Albert.
“Saya sudah memberi pesan katanya nona sudah tidur, bahkan sebelumnya nona sempat melarikan diri juga.” Jelas Crist.
“Baiklah, kau bisa istirahat Crist.” Jawab Gabriel lalu pergi menuju kamarnya.Kamarnya tidak dia ubah sedikitpun.
Konsep dalam kamar Gabriel masih sama saat Yasmine istrinya masih ada, karna dia tidak ingin mengubah apapun sesuai permintaan Vallen juga ingin seperti ini.
“Yasmine kau pasti akan sangat bangga, karna putrimu ada ditangan pria yang tepat. Apalagi Clara sabahatmu itu, kau akan bahagia melihatnya bukan.
Awalnya aku tidak setuju, namun saat aku mengerti situasi dan suasanya yang beda aku akan mendukungnya juga. Putrimu sudah tumbuh dewasa Yasmine, bahkan wajahnya sangat mirip denganmu. Namun tetap saja sifatnya sedikit keras sama denganku.
Aku akan menjaganya sepenuh hidupku. Terimakasih sudah ingin mengandung putri kecil yang sangat cantik.”
Gabriel berbicara dengan foto dirinya dan Yasmine, mereka hampir mirip tapi cantikan Vallen juga. Bahkan yang dikatakan John untuk standar Vallen jika tidak segera untuk menemukan calon kekasihnya bisa mengancam nyawanya juga.
Bagaimana juga kekuasaan akan jatuh di tangan pria, namun Vallen lahir di atas kekuasan yang sangat besar dan alasan utama keluarga Eroise sangat tepat sekali.
***
“Tuan Barnes ada didalam tuan muda, tadi dirinya mencari tuan muda.” Jawab Aaron.
“Baiklah aku akan menemuinya, terimakasih Aaron.” Mosha pergi menuju ruangan ayahnya.
Bart menatap kedatangan putranya dengan tatapan tajam juga, karena putranya ini tidak bisa ditebak. Bahkan dirinya seperti anak kecil yang tidak tahu salahnya apa.
“Ayah... apa mencariku?” tanya Mosha duduk dihadapan ayahnya.
“Kau darimana Mosha?” tanya langsung Bart.
__ADS_1
“Hanya mencari udara malam ayah, apa Mosha menunda pekerjaan?” tanya Moshatersenyum.
“Kenapa kau jarang sekali berada di dalam mansion. Apa mansion ini menurutmu seperti neraka?” tanya Bart.
“Iya ayah, seperti neraka dan juga sangat membosankan sekali aku hanya berdiam diri saja.” jawab polos Mosha seperti anak kecil.
“Apa kau tahu kalau Albert mempunyai kekasih?” tanya Bart dengan Mosha.
“Tidak bisa di ketahui ayah, bahkan beritanya dengan cepat menghilang juga.” Jawab Mosha mengambil buah anggur didepan ayahnya.
“Cari tahu wanita yang bersama dengan Albert Mosha.” Perintah Bart karena hanya Mosha putranya yang bisa mencari informasi dengan mudah.
“Untuk apa mencarinya ayah? Jika besok pesta putri Sean ada dirinya, bukan begitu ayah?” jawab Mosha tersenyum meremehkan Ayahnya.
“Kau sangat cerdas sekali Mosha.” Tatapan tajam Bart dengan Mosha.
“Mosha memang cerdas ayah, begitupun ayah Mosha juga.” Jawab Mosha tersenyum.
‘Bukan kamu yang Ayahku maksud, kau tetap akan bodoh Bart Barnes.’
***
Dimiliki Vallen sangat cerdas sekali.
Albert dengan cepat mengacak keberadaan Vallen karena tidak sengaja dirinya memberi sinyal ke anting Vallen saat semalam dirinya tidur. Albert yang mengetahui Vallen sudah sangat jauh dari mansion membuat Albert semakin emosi sekali.
Vallen terus berlari hingga dia menuju arah hutan lalu ada pohon besar dirinya duduk untuk istirahat karena sangat lelah sekali seperti olahraga di pagi hari bukan?
“Aku harus segera menjauh dari tempat ini. Aku tidak mau dengan pria itu.” Jawab Vallen segera lari lagi menjauh. Untung saja dirinya sudah berganti pakaian. Jadi langkahnya sangat cepat dengan baju yang mendukung juga.
Tiba – tiba pandangan Vallen melemah karena dirinya sudah berlari sangat jauh bahkan hingga hampir 3 jam sangat panas sekali hari ini. Dia duduk di akar pohon dalam hutan itu. Kini dirinya tidak takut sama sekali dalam situasi ini.
“Bagaimana sudah lelah?” suara Albert tiba – tiba muncul membuat Vallen seketika jatuh pingsan.
__ADS_1
“Apa pekerjaanmu hanya menangkapku saja?” jawab Vallen masih mengelak di tengah-tengah lelahnya.
“Dasar gadis menyebalkan, sudah ku bilang aku tidak akan menyakitimu. Tetap saja kau berlari hingga tidak memikirkan kondisimu ini.” Jawab geram Albert menggendong Vallen menuju mansionnya lagi.
“Bahkan beberapa pengawalpun tidak bisa mengintai pergerakannya tuan.” Jelas Mike juga ikut kerja keras menemukan Vallen.
“Dia akan seperti ini kalau dipaksa Mike, bahkan Gabriel sendiri juga mengatakan. Saat melarangnya dia akan lebih menantang sekali.” Jelas Albert.
“Kondisi nona muda seperti itu, apa kita akan tetap datang ke pasta tuan?” tanya Mike saat sudah tiba di mansion.
“Harus tetap datang, mom akan kesini sebentar lagi.” Jawab Albert saat Clara mengirim pesan akan kemari.
“Baik tuan muda, saya akan membawa beberapa dokumen ke sini agar tuan muda tetap menyelesaikan pekerjaanya.” Jawab Mike mengambil berkas.
“Benar Mike, aku harus turun langsung. Panggil dokter untuk memberinya obat agar tidak lemah lagi. Aku sedikit kasihan dengannya yang sering pingsan.” Jawab Albert.
“Baik tuan muda, saya permisi lebih dulu.” Jawab Mike.
“Kau memang sangat menyebalkan nona Eroise. Bahkan aku harus turun langsung mengawasimu.” Jawab Albert saat melihat dokter mulai memberi suntikan untuk Vallen.
Benar saja tidak lama Vallen bangun dan dengan sengaja Alberti mengingat kakinya dengan rantai. Sangat tidak mungkin dirinya ingin lari lagi. Vallen manatap malas Albert dirinya lebih baik dari sebelumnya.
Dia kini memilih menurunkan egonya agar tidak berpikir untuk pergi lagi, lagipula acara pesta juga sebentar lagi. Tidak ingin juga Vallen harus main kejar – kejaran lagi dengan Albert.
‘Baiklah Vallen menurut hingga pesta saja oke? Kamu harus mengikuti alurnya jangan lari terus justru akan menambah masalah.’ Batin Vallen menguatkan dirinya.
“Kau sudah bangun? Kau lelah bukan. Tidurlah.” jawab Albert tanpa melihat Vallen.
'Aku benar-benar harus mengalah kali ini, aku tidak ingin membuang tenagaku yang hampir mati seperti tadi.'
Akhirnya Vallen mengalah dan mengikuti kemauan dari Albert sendiri yang masih bekerja di depannya. Daripada Vallen menatapnya saja lebih baik dia tidur lagi, karena tidur membuatnya lebih tenang walaupun pikiran sedang kacau dan juga berisik.
Vallen masih sempat berpikir bagaimana Albert menemukannya dengan cepat, bahkan dia lari saja tidak ada siapa - siapa kenapa tiba-tiba dia datang didepannya.
__ADS_1
Kaki Vallen sangat sedikit pegal mungkin efek dari larinya selama 3 jam tidak berhenti dadi baru ini efek yang dia rasakan. Dia menciba menggerakkan kakinya untuk mengurangi rasa sakitnya.