Tuan Muda Tampan Yang Kejam

Tuan Muda Tampan Yang Kejam
Persiapan Pesta


__ADS_3

Vallen yang akhirnya mengalah, kini dirinya dengan malas di sibukan dengan orang-orang yang merias wajahnya. Vallen juga berpesan agar tidak terlalu meror juga ingin natural dengan keinginan akhirnya perias meminta izin dengan Albert dan disetujui asal Vallen nyaman dengan tampilannya sendiri.


"Nona Anda sangat cantik sekali, bahkan terlihat natural saja masih sangat manis." Goda penata rias tersebut.


Vallen tidak mengeluarkan suara apapun dirinya melihat dicermin dan menurut tidak terlalu buruk.


"Jadi aku memakai gaun itu?" Tanya Vallen saat melihat gaun berwarna biru muda sangat manis di kulitnya.


"Iya nona, tuan muda Dominic sendiri yang memilih gaun ini untuk Anda." Jawab ramah perias tersebut.


"Baiklah tidak masalah." Jawab Vallen segera berganti mengenakan dan dirinya juga memakai heels yang lumayan tinggi.


Bukan berarti Vallen tidak bisa memakai, justru terlihat sangat mudah baginya. Sebelum keluar dari kamar dia meminta orang-orang di dekatnya untuk keluar.


"Saya akan membantu kekurangan Anda tuan, tuan muda berpesan agar kami tidak meninggalkan anda sendirian." Jawab ramah bibi pelayan di mansion.


"Aku tidak akan kabur, pergilah aku akan menemui pria itu sendiri." Jawab Vallen tanpa melihat mereka.


Dia melihat dirinya di cermin, tidak bisanya di pungkiri dia sangat cantik sekali di rombak wajahnya. Menggunakan gaun sangat elegant dan berkesan manis untuk kulitnya yang putih.


Vallen menggunakan Gaun tanpa lengan, terlihat sedikit belahan dadanya namun dia segera menarik gaun itu dan tertutup langsung.


'Ini apa tidak terlalu terbuka ya, tapi untung saja bahan gaun ini lembut. Tidak sia - sia aku memborong gaun yang ada di butik kemarin.'


Pintu terbuka terdapat beberapa pelayan masuk lagi menyuruh Vallen segera turun karena Albert menunggunya.


"Nona mari kita keluar, tuan muda sudah menunggu anda dibawah. Mohon nona segera menemuinya." Jawab sopan pelayan tersebut membuat Vallen malas dan mengambil tas biru yang senanda dengan pakaiannya sudah disiapkan untuknya.


Dengan malas tentu saja tidak ada raut senyum Vallen jalan menuruni tangga. Pelayan dan pengawal sudah gugup karena Vallen tidak menggunakan lift mansion.


Mike setia menunggu Albert disampingnya dan Albert memeriksa ponselnya melihat beberapa laporan dari orangnya.


Terdengar suara langkah kaki Vallen dari tanga, Albert menatap dan menanti Vallen yang datar sangat cantik dan anggun sekali. Bahkan Mike juga berani menatap Vallen tidak bisa di skip karena sangat cantik sekali.


"Turunkan pandanganmu Mike." Jawab langsung tidak suka Albert dengannya.


"Ampuni saya tuan muda." Jawab Mike merasa bersalah karena sudah lancang memperhatikan Vallen.


Vallen sudah berjalan menuju Albert terlihat jelas wajah kesalnya karena terpaksa sekali. Albert masih memandangi Vallen sangat berbeda sekali. Apalagi saat bertemu di jalanan seperti gembelpun kini seperti princess kerjaan.


"Jangan memandangku seperti itu." Jawab datar Vallen dengan Albert.

__ADS_1


"Kenapa? penampilanmu sedikit bagus malam ini. " Puji Albert karena tidak ingin jujur takut membuat Vallen besar kepala jadinya.


"Oh benarkah? Tidak masalah. Menunggu apa ayo pergi." Ajak Vallen karena tidak bergerak apapun.


"Menunggu seseorang datang duduklah." Jawab Albert duduk kembali tapi Vallen tidak mau duduk dia masih berdiri seperti patung.


"Tuan muda, nyonya dan tuan besar sudah tiba di luar mansion." Lapor Mike saat mendengar percakapannya menggunakan airport di telinganya.


"Biar saja mereka masuk, aku tidak akan menyambut mereka." Jawab Albert kembali menatap Vallen.


Vallen yang merasa di perhatikan menjadi sangat malu dan canggung tentunya. Dia mencari cermin melihat kaca vas bunga penampilannya cukup baik tapi apa yang kurang.


"Boy kau tidak punya etika sama sekali." Suara Clara langsung menghebohkan isi mansion.


Tentu saja karena Albert sengaja untuk menyerang pengawal yang dibawa oleh Clara dan Jason sendiri.


"Boy asal kau tau mom terus marah sejak tiba disini. Kenapa kau menyambut dengan cara seperti itu." Jawab Clara masih menatap tajam Albert yang tersenyum penuh kemenangan.


Mata Clara langsung berahli ke Vallen sangat cantik sekali, bahkan wajahnya bukan seperti Vallen membuat Clara menegang langsung begitupun Jason juga kagum tapi dirinya menahan karena sudah pasti Clara akan menghajarnya langsung kalau melihat wanita lain.


"Boy kau bawa siapa ini?" Tanya Clara terkejut karena tidak tau ada wanita cantik disini.


"Anda tidak perlu berpura-pura, aktingnya kurang bagus bintang 1." Jawab Vallen cepat.


Seketika Clara merasa tertantang dengan perkataan Vallen barusan, dirinya memang sombong tapi harus dengan Vallen juga.


"Putraku hebat bisa menaklukkan gadis nakal ini. Mom bangga denganmu boy." Jawab Clara penuh tantangan.


"Sudah tiba, mari kita pergi. Dad taukan?" Tanya Albert menatap Jason yang masih memperhatikan mereka.


"Apa yang dad tidak tau boy, bahkan wanita denganmu yang masuk hutan pun dad akan tau." Jawab Jason sombong.


"Baiklah, ayo nona Eroise kita pergi." Jawab Albert menyalurkan tangan agar diterima oleh Vallen.


"Berhenti memanggilku nona Eroise sialan. Panggil Vallenrie." Jawab Vallen sangat menekan ucapannya.


"Baiklah Vallen ayo kita pergi, tanganku sudah pegal kenapa tau tidak mau menerimanya." Jawab Albert akhirnya dengan paksa menarik tangan Vallen sendiri.


"Apa penampilanku buruk?" Tanya Vallen karena tidak yakin dengan dirinya.


"Tidak begitu buruk, kenapa kau ragu?" Tanya Albert melihat keraguan dari Vallen.

__ADS_1


"Iya aku bahkan tidak pernah datang ke pesta kelompok mafia seperti ini. Apa ayah tau?" Tanya Vallen saat mengingat ayahnya.


"Tentu saja tau, kau akan aman tidak akan terluka sedikitpun percayalah." Jawab Albert melihat Vallen tidak mudah percaya dengan orang.


"Lihat nanti saja apa yang akan terjadi." Jawab Vallen tersenyum pertama kalinya membuat Albert terpukau begitu saja.


"Kau manis saat senyum." Jawab Albert langsung mengambil ponselnya membuka laporan dari orangnya.


"Apa itu pujian? " Tanya Vallen mengira kalau Albert sedang memujinya.


"Bukan, tapi lebih ke nyataan yang pasti tentunya." Jawab Albert datar lalu tidak ada percakapan lagi karena Vallen melihat jalanan yang cukup rame. Tentunya rame pengawal yang di bawa.


'Mereka yang berbicara saja menggunakan kekuatan yang di miliki apalagi kalau bertengkar bisa perang Dunia langsung.' batin Mike yang tutup telinga seperti tidak mendengarkan apapun.


Mereka pergi ke pesta Oliver Sean yang diadakan di hotel bintang lima sangat mewah dan megah tentunya. Apalagi Paul Sean merupakan kelompok mafia yang cukup besar tapi tidak sebesar Dominic sekalipun.


Paul Sean pernah menjadi bagian dari Dominic sebenarnya hanya memanfaatkan nama Dominic untuk dirinya sendiri. Jason ingin sekali menghancurkan Paul Sean, tapi John melarang karena itu hak Albert jadi Albert hanya bisa menjalaninya.


Apa yang Albert lakukan? Tentunya bermain -main pasti, apalagi dengan cara memanfaatkan Oliver yang menyukainya sangat mudah bukan?


Tapi sepertinya juga sulit karena Albert sedang bersama dengan Vallen tidak mungkin dirinya langsung terang- terangan melawan begitu saja.


Bagaimana juga Dominic akan menjadi teratas untuk wilayah London bahkan tidak ada yang bisa menandinginya. Kalau ada akan langsung dihancurkan oleh Albert sendiri dengan waktu singkat tentunya.


Mobil yang mereka bawa sangat berbeda dari sebelumnya. Mike masih setia mengemudi dan didepan mobil Jason dan Clara di belakang ada juga beberapa pengawal pilihan yang sudah dipilih pastinya.


"Dad apa yang terjadi dengan putri Eroise hingga sangat kaku seperti itu." Tanya Clara didalam mobil.


"Boy memaksanya mom, makanya dia akan datar dan menahan emosinya seperti itu." Jawab Jason.


"Cantik banget ya dad, mom saja kagum dengan kecantikannya apalagi boy." Jawab Clara tersenyum mengingat melihat langsung betapa kagumnya tadi.


"Iya mom sangat cantik, dad harap Albert bisa mencairkan sifatnya yang sedikit kaku. Sepertinya boy harus berkerja keras mengambil hati gadis itu, bahkan bisa dilihat tidak mudah sekali untuknya." Jawab Jason karena sudah mendengar beberapa fakta tentang Vallen sendiri.


Bahkan Gabriel juga mengatakan harus sabar dan tidak boleh memaksa putrinya sendiri. Hingga akhirnya Albert harus mengalah dan tidak emosian mengadapi Vallen sendiri.


"Dad tidak mungkin berbohong dengannya bukan?" Tanya Clara melihat kagum wajah suaminya saat menceritakan Vallen.


"Apa dad pernah berbohong mom?" Tanya balik Jason.


"Tidak ada dad, mom hanya bercanda saja." Jawab Clara tersenyum lalu Jason memegang tangan istrinya ini.

__ADS_1


__ADS_2