Tuan Muda Tampan Yang Kejam

Tuan Muda Tampan Yang Kejam
Fakta yang Tersembunyi


__ADS_3

"Kita pergi dari sini Mike, tempat ini sangat tidak layak untukku." jawab Albert menyuruh Mike meninggalkan tempat ini segera mungkin.


Crist dan Gabriel menatap tajam mobil Albert yang sudah keluar dari mansionnya. Bagaimana juga dirinya tidak ingin putrinya menjadi lemah hanya karna seorang pria juga.


Kini Albert sudah pergi dari kejauhan mansion Eroise. Sekarang menuju tempat eksekusi untuk melampiaskan semua emosinya dengan membereskan beberapa hama yang sudah ada.


"Siapkan semunya, aku akan bermain - main dengan yang paling kecil dulu."


Yaitu Albert menyiksa anak muda yang sempat merampoknya dulu. Karena dirinya mabok tidak sadar kalau yang di rampok itu adalah Mafia Dominic Orang yang berkuasa tinggi di London sekalipun.


Setelah Albert puas dengan hasil penyiksaannya. Kini melihat anak muda itu telanjang dan beberapa luka darah yang sangat mengenaskan ditubuhnya.


Albert menyuruh orang untuk membereskannya, dan seperti biasa Mike menyiapkan pakaian ganti untuk Albert yang dimintanya.


"Terimakasih Mike, apa jadwalku selanjutnya?" tanya Albert yang sudah kembali segar.


"Bertemu dengan Mosha Barnes tuan muda." jawab Mike dengan datar.


"Cih, bocah itu lagi. Majukan jamnya Mike karena memang liciknya pria itu tidak berubah sama seperti orangtuanya. Sama-sama bodoh." jawab Albert segera pergi dari tempat eksekusi yang ada di tengah hutan.


Flashback.


"Crist buat jadwal pertemuan dengan Jason Dominic. Ada beberapa hal yang ingin aku tegaskan dengannya mengenai putriku." jawab Gabriel.


"Baik tuan Eroise saya akan menentukan jadwal untuk pertemuan Anda. Bagaimana dengan nona muda sendiri? Apa akan aman jika nona sendirian di mansion?" tanya Cristian.


"Aku tidak akan memberitahu kepergian ini dengan princess. Bisa saja di pergi dari mansion. Dan siapkan penjagaan putriku jauh ketat lagi."


"Nona muda terus saja mengeluh bosan di mansion ini, bahkan beberapa guru Pita menyuruhnya belajar nona menurut dan belajar tapi tetap saja mengeluh bosan."


"Putriku memang tidak bisa dikurung seperti ini, tapi aku tidak mungkin membiarkan lagi berkeliaran seperti dulu."


"Tapi alangkah baiknya jika nona dibebaskan tuan, tapi dengan pengawasan jauh yang ketat juga. Mungkin tidak akan membuat nona merasa bosan seperti ini."


"Saya akan pikirkan perkataanmu Crist. Aku juga tidak tega melihat putriku selalu mengeluh bosan kesepian seperti ini tapi hingga luka ditangannya membaik lebih dulu."


"Baik tuan Eroise saya akan menyiapkan keperluan untuk pertemuan mendatang, saya permisi dulu tuan." jawab Crist.


"Iya Crist."


***


"Apa dad, jadi Gabriel ingin bertemu dengan daddy?" tanya Clara yang terkejut bagaimana bisa Gabriel menemui dirinya dan juga Dominic sekalipun.

__ADS_1


"Iya mom, dad juga mengizinkan. Karena siapa tau penting. Dan dad juga yakin ini hanya berbincang saja tidak akan ada penyerangan atau pembalasan tentang kajadian yang menimpa putrinta beberapa waktu lalu."


"Mom ikut?" tanya Clara.


"Tidak mom, lebih baik mom di mansion saja. Dad yang akan menyelesaikan semuanya ini."


"Memang boy tidak bisa mengatasinya dad?"


"Boy bisa mengatasi dengan cara bertindak tapi tidak baik seperti Gabriel yang ingin berbicara dengan dad mom."


"Baiklah dad, bawa penjagaan keamanan yang baik. Mom juga ingin ke mansion boy juga."


"Iya mom jaga diri baik - baik mom." jawab Jason dengan Clara.


***


Sebuah room private, yang sudah pasti keamanan sangat ketat Jason menunggu Gabriel Eroise akan datang menemuinya.


"Maaf menunggumu terlalu lama Jason, ada beberapa hal yang harus aku selesaikan lebih dulu tadi." jawab Gabriel baru saja datang.


"Tidak masalah Gabriel, duduklah. Apa yang ingin kau bicarakan denganku." jawab Jason langsung ke topik.


"Katakan dengan putramu Albert William untuk tidak mengusik putriku. Aku tidak ingin kejadian kemarin terulang lagi." jawab Gabriel serius.


"Gabriel jangan mengungkit sesuatu yang sudah terjadi. Aku bahkan tidak tau kalau itu adalah kau sendiri."


"Hanya itu yang ingin aku sampaikan, dan aku tidak ingin ada penyerangan atau kekacauan yang terjadi lagi."


"Aku tidak bisa melarang putraku untuk sesuatu seperti itu Gabriel. Bagaimana jika putraku tertarik dengan putrimu?" tanya Jason serius.


"Aku kembali lagi dengan putriku, tapi aku juga belum memastikan. Putriku masih sangat muda."


"Jadi kau tidak masalah kalau putraku dengan putrimu?" tanya Jason.


"Sudah kukatakan semuanya kembali lagi dengan putriku. Aku tidak mau memaksa atau menyuruh apapun.


Jika putriku memiliki perasaan yang sama aku tidak masalah, asal putramu bisa menjaga putriku dengan baik tidak seperti kemarin yang hampir membuat tangannya lepas begitu saja."


Gabriel bisa melihat kalau Albert William tertarik dengan putrinya. Tapi itu belum bisa membangun keyakinan Gabriel dengan baik. Apalagi jika putrinya juga memiliki perasaan yang samapun tidak masalah untuk Gabriel.


"Aku tidak akan pernah ikut campur lagi urusan putraku lagi." jawab Jason.


"Aku hanya menyuruhmu untuk mengatakan dengan putramu agar tidak terulang lagi kejadian lalu."

__ADS_1


Drtt.... drtt.....


Ponsel Gabriel bergetar terus menerus hingga akhirnya dia mengangkatnya.


"Sebentar... sepertinya sangat penting." jawab Gabriel.


"Tidak masalah."


"Tuan besar, di mansion ada pasukan Dominic mereka menyerang semua penjaga karena tidak diizinkan masuk langsung. Kini nona juga keluar kamar menemui tuan muda Dominic tuan."


Gabriel menerima laporan dari orang mansion, baru saja dirinya membicarakan anak iki. Ternyata sudah lebih cepat mencari perhatian untuknya.


"Suruh putriku tetap di dalam kamar dan beristirahat." jawab Gabriel segera memutuskan panggilan tersebut.


"Sepertinya memang putramu tertarik dengan putriku. Sekarang saja dirinya sudah mulai mencari masalah dan mengacaukan mansionku.


Aku harus segera pergi, terimakasih untuk waktunya Jason."


Pamit Gabriel menjabat salam tangan Jason.


"Aku tidak akan ikut dalam urusan apapun Gabriel, aku juga berterimakasih denganmu. Sudah lama kita tidak jumpa seperti ini."


"Kau bisa datang ke mansion ku, kalau saja putriku tidak ada dengan Albert mungkin aku tidak akan bertemu bahkan berbicara denganmu sekaligus." jawab Gabriel segera meninggalkan ruangan tersebut dan segera kembali ke mansion.


"Crist 15 menit harus sampai mansion, aku tidak ingin putriku kenapa - kenapa." jawab Gabriel.


"Baik tuan muda amankan sabuk pengaman Anda." jawab Crist mulai melajukan mobil dengan tinggi.


Sementara di dalam ruangan tadi masih ada Jason sendiri dia tersenyum karena memang putri Gabriel bukan sembarang putri. Bahkan sangat dilindungi oleh Gabriel sendiri.


"Aku khawatir kalau putri Eroise jatuh di tangan pria selain putraku sendiri. Sepertinya putraku sudah bergerak cepat untuk mendapatkan putri Eroise itu sendiri.


Ah tapi sayang sekali, Eroise sekarang bukan Eroise yang dulu sangat berkuasa dan juga kuat." Jawab Jason tersenyum mengingat putranya.


Gabriel memang awalnya tidak ingin Vallen berurusan dengan dunia luar sekalipun. Tapi ada beberapa faktor yang menjadi pertimbangan Gabriel. Sifat dan tingkah Vallen yang sangat cerdik bisa menjaga dirinya sendiri.


Semua itu hanya kekhawatiran seorang ayah kepada putrinya. Gabriel juga tidak bisa terus menjaga Vallen, ditambah lagi jika kelompok mafia lain mengetahui bahwa dirinya memiliki putri wanita maka nyawa Vallen yang akan menjadi incaran.


Maka dari itu, Gabriel saat melihat Albert memang sedikit ancaman untuknya. Namun setelah fakta yang benar terungkapkan bahwa Clara juga sahabat dari istrinya.


Dirinya mempertimbangkan lagi, yakni sekarang dia juga ingin mencarikan pendamping hidup untuk Vallen. Agar Vallen bisa terus ada menjaganya tanpa dikurung seperti di mansion ini.


Gabriel hanya tidak ingin jika Vallen menjadi incaran orang lain sekaligus. Maka dari itu Gabriel membicarakan ini semua dengan Jason agar tidak menggangu Vallen kalau perlu jika putranya tertarik itupun semuanya keputusan ada di Vallen juga.

__ADS_1


__ADS_2