
"Mike apa belum ada informasi tentang gadis kecil yang ku cari?" Tanya Albert di tengah jalan menuju mansion Eroise.
Karena Albert mendapatkan laporan kalau Vallen sudah ada di mansion, tapi semuanya memang sudah diatur oleh Gabriel sialan itu.
Gabriel sengaja membuat semuanya rumit karena dia ingin mempermainkan Albert sendiri. Albert tidak masalah karena ini hal kecil, dia diserang tiba-tiba bahkan ada juga sengaja mengempeskan ban mobilnya tapi hanya membuat tersenyum.
"Kami masih berusaha tuan muda, tapi kemarin ada beberapa data ditemukan tapi langsung menghilang begitu saja seperti ada yang sengaja melakukannya."
"Kau bisa berusaha untuk mendapatkannya Mike, aku harap gadis itu tumbuh dengan baik. Siapa pun namanya pasti dia cantik." Jawab Mike saat mengingat gadis itu sangat imut dan lucu begitupun pemberani sekali bahkan.
"Baik tuan muda saya akan berusaha lagi untuk mendapatkan Informasi dan bukti yang lebih lagi tuan muda." Jawab Mike karena dia begitu kesulitan mendapatkan Informasi yang sangat jauh apalagi sudah 15 tahun lalu.
"Tuan muda seperti Paul Sean ingin bermain - main dengan kita. Dia mengacaukan proyek pembangunan mall yang kita rencana tuan muda."
"Dia sangat licik sekali Mike, tapi mereka semua akan mengatasinya dengan mudah juga."
Benar Albert mendapatkan laporan kalau pasukan dari Paul Sean mengganggu pembangunan mall yang dia rencanakan. Ini real dari proyeknya sendiri bahkan banyak sekali pengusaha lain ingin berkerjasama dalam pembangunan ini Albert menolaknya.
"Bagaimana sudah hancur semuanya?" Tanya Paul saat menerima panggilan dari orang bawahnya.
"Pasukan kita kalah tuan Sean, bahkan mereka tergelak sudah dan semuanya dibawa langsung oleh pengawal dari tuan Dominic."
Jelas kata yang di laporan itu seketika Paul Sean marah dan melemparkan ponselnya terlihat dirinya emosi sekali.
"Anak itu benar-benar sialan, aku tidak akan diam saja aku akan menghancurkan semuanya. Bahkan Dominic akan jatuh ke tanganku jugaa." Geram Paul karena semua tindakannya gagal bahkan Albert dengan cepat mengatasinya.
"Ayah.... Ada apa kenapa ayah marah seperti ini. Ayah tenang." Oliver baru pulang dan melihat ayahnya marah marah seperti ini segera dia menenangkannya.
"Albert sialan itu membunuh pasukan ayah semua Oliver." Jawab Paul mencoba menenangkan dirinya di hadapan putrinya.
__ADS_1
"Ayah tenanglah, ayah tidak bisa bertindak gegabah ayah harus merencanakan hal yang baik dan matang ayah." Oliver mulai muncul ide jahat yang ada di otaknya bahkan kini.
"Apa maksudmu Oliver? " Tanya tajam Albert langsung dengan putrinya.
"Oliver ingin mendekati tuan muda ayah, kalau tuan muda sudah jatuh hati dengan Oliver pasti akan sangat mudah membunuhnya bukan?" Jawab Oliver dengan senyuman liciknya.
"Sangat sulit Oliver kau bahkan tidak bisa mengatasinya." Jawabnya.
"Ayah percaya saja dengan Oliver bahkan wanita ****** yang dibawa dalam pesta kemarin dia menghilang ayah... Ada juga yang mengatakan dia penjaga toko sebarang. Gosip itu terdengar jelas bahkan Bart Barnes sendiripun terkejut mengetahui kabar itu."
"Ayah juga sama tidak mungkin selera Dominic rendahan Oliver karena dalam generasi sangat tinggi sekali."
"Baiklah ayah, Oliver ingin mengambil hati nyonya Clara lebih dulu." Jawab Oliver sangat licik bahkan bermimpi dia akan ada di pihak Clara juga.
Apalagi terlihat jelas tatapan dari Jason dan Clara tidak menyukai Vallen sedikitpun. Jadi ini adalah kesempatan yang Oliver gunakan untuk mencari perhatian dari keluarga Dominic sendiri.
***
"Kalian selalu mengganggu rencanaku tidak bisa berjalan dengan mulus. Kalian akan merasakan akibatnya sekarang." Mosha tersenyum menyeramkan sekali menyiksa pasukan - pasukan yang berani membuat dia harus bekerja lebih banyak lagi.
"Aku harus menyelesaikan ini dengan cepat." Mosha mempercepat kegiatan agar dia bisa segera pergi.
"Huh selesai juga, kalian urus bangkai ini semuanya." Jawab Mosha lalu meninggal tempat itu.
Disana ada Aaron yang bersamanya, Bart sengaja menyuruh Aaron bersamanya dan juga beberapa orang yang khusus untuk bersamanya. Mosha tidak masalah dia mendapat pesan agar segera ke mansion Eroise. Karena Gabriel memanggilnya tapi dia akan datang setelah tugasnya selesai.
"Sudah kalian bisa kembali ke mansion aku ingin jalan - jalan sore dulu dah... " Mosha pergi lebih dulu Aaron menatap tajam pria muda itu mulai melajukan motornya sangat cepat sekali.
"Kalian urus semua dengan cepat kita harus kembali ke mansion segera." Perintah Aaron dengan pengawal lainnya.
__ADS_1
Aaron pengawal pilihan dan khusus yang sudah bersama dengan Bart Barnes sangat lama. Bahkan semuanya sangat mudah di atasi Aaron sendiri. Tapi Aaron dan Mosha tidak akrab.
Karena menurut Mosha, Aaron juga mengganggu kegiatannya apalagi saat ini. Mosha tak bisa leluasan karena harus fokus bekerja, dia seperti orang gila menyelesaikan dengan cepat dan membuat Aaron tidak habis pikir dengan Mosha sendiri.
Aaron melihat Mosha selalu mencurigakan banyak hal yang akan dilakukan Mosha tanpa sepengetahuannya bahkan orang - orang yang mengikuti Mosha berakhir dengan mati ataupun hilang sendiri.
"Tuan muda Mosha mengerjakan ini dengan cepat sekali." jawab beberapa pengawal melihat Mosha menyiksa orang bahkan membunuhmu orang tanpa ada rasa kasihan.
"Memang tugasnya harus seperti itu, cepet selesaikan ini kita harus kembali ke mansion segera." jawab pengawal Barnes yang membantu Mosha menyelesaikan misinya agar ham yang mengganggunya berkurang.
Aaron hanya mengawasi mereka tanpa turun tangan langsung karena bisa mengotori tangannya maka itu dia memilih untuk menjadi penonton dan perintang dengan anak buahnya yang sedang sibuk.
Mosha mempercepat menggunakan motornya menuju mansion Eroise dis melihat dibelakang ada beberapa orang yang memang selalu mengikutinya, dia menunggu 2 motor juga datang mulai menyerangnya dan Mosha segera mempercepat gas motornya agar tiba di mansion Eroise.
***
“Nona muda ada yang bisa saya bantu?” tanya Crist melihat Vallen menghampirinya.
“Tinggalkan aku Cassie, dan yang lain bisa kembali melanjutkan pekerjaan kalian.” Jawab Vallen meninggalkan semuanya. Karena Vallen ingin berbicara dengan Crist saat ia diamati dari kejauhan.
“Crist apa Albert mencariku?” tanya Vallen dengan lansung.
“Iya nona muda sekarang mereka sedang menuju kemari untuk menemui Anda. Bahkan kami sudah mencoba menyembunyikan nona tapi sepertinya rencana tuan Eroise gagal nona hehe.” Tawa Crist pecah saat Vallen juga ikut tertawa. Bahkan sangat lucu mungkin ayahnya sedang kesal juga.
“Crist bagaimana kau bisa masuk ke dalam pesta itu?” tanya penasaran Vallen.
“Rahasia kelompok nona, bahkan sangat mudah sekali masuk keluar di acara seperti itu. Hanya menyamar menjadi pengawal biasa agar saja bisa memantau nyonya lebih baik lagi.” Jelas Crist juga mengingat Vallen sangat cantik sekali saat itu.
“Benarkah, aku juga melihat orang – orang banyak menggunakan topeng juga.”
__ADS_1
“Benar nona mereka juga menggunakan topeng untuk mencari aman hidup mereka sendiri.”