
“Es krim enak. Manis mau coba?” tawar Vallen menyuapi es krim ke Albert dan tidak luput dari Mike yang menjadi nyamuk sudah.
“Tidak, kau makan saja.” Tolak Albert dengan datar.
“Kau, harus mencobannya. Ini varian rasa baru menurutku.” Kini giliran Vallen memberi suapan kepada Mike tidak luput dari tatapan tajam Albert jika menerimanya pasti dirinya akan mati detik itu juga.
“Tidak, nona saja yang makan.” Jawab datar juga Mike.
Vallen tengah kesal karena dirinya merasa hanya menikamti sendiri, sedangkan dua pria disampingnya tidak mau mencobannya sama sekali.
Akhirnya sambil menunggu Mike membayar semuanya, kini Albert dan Vallen duduk di kursi temapt menunggu. Vallen menikmati es krim yang sudah dibayar. Dan Albert hanya bermain ponsel tentunya. Bagaimana juga Albert cuek dengan Vallen saat mereka berdekatan.
“Tuan muda William....” suara wanita lain menyapa Albert.
“Oliver Sean tuan... pasti Anda mengingatnya bukan?”jawab Oliver tersenyum cantik sekali dengan Albert.
Dan Vallen merasakan ketidaknyaman saat berada disituasi seperti ini, jadi dia hanya memakan es krim saja. Oliver menatap ke arah Vallen bertanya – tanya siapa gadis kecil ini.
“Tuan muda mengingatnya bukan?” tanya lagi Oliver karena tidak mendapatkan respon apapun.
“Ada apa?” tanya Albert datar menatap Vallen melihat orang – orang berkendara di jalan.
“Tuan muda sedang apa kemari? Dan dirinya siapa tuan muda?” tanya Oliver manatap Vallen.
“Oh aku? Aku hanya menumpang duduk saja disini. Aku tidak mengenal pria ini.” Jawab Vallen karena juga geram karena sudah pasti Oliver ini cerewet.
“Saya kira Anda wanita tuan Albert, soalnya nyonya sendiri sedang mencari calon istri untuk tuan muda.” Jawab Oliver dengan senyum kemenangan.
‘Apa jadi wanita tua itu sedang mencarikan istri untuk pria ini.’
“Bagaimana tuan muda sudah menemukan?” tanya Oliver mencoba merayunya.
“Aku ikut dengan mereka, apapun pilihan mereka aku tidak bisa menolak.” Jawab Albert datar.
“Nyonya Clara kemarin juga bertemu dengan ayah Paul saat memberi undangan beberapa waktu lalu. Dan banyak juga cerita tentang Anda tuan muda." Oliver sangat senang bisa diberi kesempatan saat bicara dengan Albert sekaligus.
“Iya mommy kalau sudah bertemu memang banyak bercerita.” jawab Albert.
“Dan juga ayah Paul ingin memperkenalkanku dengan Anda sendiri. Malahan kita bertemu lebih dulu disini.” jawab Oliver sangat centil.
"Bisakah Anda diam, Anda terlalu banyak bicara." jawab sinis Vallen tak suka.
"Kalau anda terganggu silakan pergi saja." jawab Oliver mencoba tidak terima dengan perkataan Vallen.
“Tuan muda semuanya sudah selesai, dan sudah ditaruh ke dalam bagasi mobil tuan.” Jawab Mike tiba – tiba datang.
__ADS_1
“Aku harus pergi, duluan ya.” Jawab Albert tanpa menatap Oliver.
“Tuan muda saya harap hanya menghadiri pesta ulangtahun saya beberapa hari lagi.” Jawab Oliver sangat berharap agar Albert ikut datang ke pesta juga.
“Kami pergi dulu nona Sean.” Jawab Mike dengan sopan.
“Dari dulu tuan muda William sangat datar dan dingin. Tapi untung saja dirinya tampan, tidak salah jika ayah menyuruh untuk mendekati tuan muda juga.” Jawab tersenyum Oliver.
“Sepertinya dia menyukaimu.” jawab Vallen saat berjalan meninggalkan Oliver.
“Aku tau kau tak suka dengannya. Aku tidak akan menyukainya." jawab Albert dengan santai.
"Kau terlalu berharap hingga kau lupa siapa aku." jawab sinis Vallen.
***
Vallen hanya berdiam saja, dirinya mengingat ucapan ayahnya dengan Crist beberapa waktu lalu. Kalau Vallen harus dijaga, sudah banyak sekali pria yang datang melamarnya. Tentu saja Gabriel menolaknya karena Vallen tidak suka juga.
Kini malahan ayahnya ingin mencari pria yang tepat untuknya, karena ayahnya tidak bisa menjaga sepenuhnya untuk Vallen sendiripun.
Albert merasakan perbedaan Vallen saat bertemu dengan Oliver tadi, terlihat dari raut wajahnya hanya banyak diam saja. Bahkan dirinya melupakan apa yang dia beli tadi juga.
“Kau baik – baik saja?” tanya Albert memperhatikan Vallen.
“Baik, aku tidak apa. Memangnya aku terlihat buruk?” tanya polos Vallen.
“Itu tidak mungkin terjadi.” Jawab Vallen singkat.
"Kenapa kau selalu bisa melawan pembicaraan orang lain." tanya Albert.
"Dengan sangat mudah menjawab pertanyaan bodohmu, bahkan sangat tidak berguna juga."
"Kau galak sekali, aku bahkan malas untuk meladenimu." jawab sinis Albert.
"Terimakasih, aku akan membawa semuanya ini. Aku akan memberitahu Crist kalau ini kau yang bayar."
Vallen keluar dari mobil, disana sudah ada Crist yang menunggu dan mengambil barang yang Vallen bawa masuk.
"Crist tolong ganti uang ini, berikan padanya aku tidak bisa memakan gratisan." jawab Vallen sedikit keras sehingga Albert bisa mendengar.
"Baik nona akan saya lakukan sesuai dengan perintah nona muda sendiri." jawab Crist segera mengeluarkan beberapa lembar uang untuk Albert.
"Aku tidak butuh uang itu, ambil kembali. Aku hanya ingin memanjakan saja bukan untuk meminta ganti rugi." jawab Albert segera masuk ke dalam mobil dan meninggalkan area mansion.
Didalam kamar Vallen sedikit uring - uringan dan akhirnya dia memilih untuk mandi malam agar otaknya juga ikut dingin.
__ADS_1
Setelah mandi dirinya berganti pakaian dan menemui ayahnya sedang mengobrol telepon namun Vallen urungkan dan kembali ke kamar untuk tidur.
***
Mike mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi, tapi tiba-tiba ada motor yang berusaha menghalangi jalannya untuk pulang.
"Siapa Mike?" tanya Albert sudah pasti tau jawabannya.
"Sepertinya Mosha tuan muda." jawab Mike datar.
"Bocah ini lagi, mau apa lagi dirinya membuang waktuku saja." jawab Albert geram.
"Aku sudah menunggu terlalu lama untukmu, dan kau malahan mengabaikanku begitu saja ha.. " Mosha mencoba menghantam pukulan untuk Mike namun berhasil dia tangkap.
"Kau cukup lincah Mike, dimana tuanmu?" tanya Mosha saat yang turun hanya Mike saja.
"Didalam mobil dirinya tuan Barnes." jawab Mike segera masuk ke dalam mobil.
Disana Albert mengerjakan berkas melalui tablet yang dia pegang, Karena di manapun dia berada dia harus tetap bekerja untuk Dominic sekalipun.
"Bagaimana hari ini tuan Albert?" tanya tersenyum Mosha seperti dia mengetahui kalau Albert baru keluar dari Wilayah Eroise.
"Kau tidak usah berpura-pura bodoh Mosha. Kau pasti tau aku sedang apa. juga." jawab malas Albert.
"Seperti kau membawa gadia kecil bertemu dengan Oliver juga pasti?" tanya Mosha.
"Cepat katakan ada apa? Aku harus kembali ke mansion untuk bekerja." jawab tak suka Albert karena sudah pukul 12 hampir.
"Oliver sepertinya ingin denganmu, dan dia juga merasakan kalau gadis itu ancaman untuknya saat kau dekat dengannya." jawab Mosha karena menurut dugaan dan tentunya penyelidikan.
Oliver menyukai Albert tentu pasti karna Albert orang terkenal dan juga sangat tampan dan tentu kaya raya. Hingga dia ingin kesempatan memperlihatkan dirinya untuk Albert sendiri.
"Aku sudah tau, apa kau mendapatkan undangan darinya?" tanya Albert.
"Tentu saja Barnes mendapatkan undangan itu."
"Apa akan terjadi sesuatu dengan acara itu?" tanya Albert.
"Kau bisa menunggu hingga waktu itu bisa tuan muda Dominic. Kalau begitu aku pergi dulu. Selamat tinggal Mike." jawab Mosha segera keluar dari mobil dan mengendarai motornya untuk berkeliling.
Mosha merasakan ada yang mengawasi segera dia mengejar orang tersebut sangat menabraknya hingga orang itu tergeletak.
Dia segera membawanya ke tempat dimana yang tepat.
'Bart Barnes sangat bodoh, siapa mengawasi orang yang salah. Dan kau juga lebih bodoh mau di jadikan umpan oleh Bart. Tapi aku sedang tidak baik hati. Jadi maafkan aku.'
__ADS_1
Ya orang yang sudah mengawasi Mosha akhirnya mati ditangannya sendiri. Karena Bart curiga dengannya melakukan sesuatu yang tidak terduga maka itu dia segera membereskan orang-orang kecil yang mencoba mengganggu hidupnya.