
Mosha sudah menunggu Albert sejak 15 menit yang lalu. Kini dirinya tengah menikmati anggur yang ada didepannya. Dirinya berada di salah villa yang pasti sangat privasi tempatnya. Bahkan jika ada orang lain melihatnya, maka orang itupun akan mati juga.
"Sepertinya kau tidak tau jam tuan Dominic yang terhormat." jawab Mosha meletakkan anggurnya.
"Mau anggur?" Mosha tersenyum menawarkan anggur dengan Albert.
"Oh sorry aku lupa. Kamu tidak meminum anggur." jawab Mosha tersenyum licik.
"Silakan dimulai tuan Barnes, dokumen yang Anda ingin sampaikan." jawab Mike di duduk di sebelah Albert.
"Baiklah Mike, ini laporan yang kau inginkan." jawab Mosha mengeluarkan laporan yang sudah dia bawa.
“Laporan ini dari Bart sendiri, pria tua bodoh itu yang memberikan ini denganku. Jadi lihat dulu saja.” Jawab Mosha.
“Tuan muda sepertinya Bart ingin mencurangi laporan yang dibuatnya. Terlihat beberapa data yang sempat dia ubah berbeda dengan pertemuan yang sempat kita adakan tuan muda.” Jawab Mike menjelaskan data laporan yang diterimannya.
“Memang Bart Barnes sangat bodoh, sama seperti putranya sendiri tidak jauh berbeda.” Jawab Albert menatap tajam Mosha.
“Apa maksudmu? Kau mengira aku bodoh? Kau salah besar sampai kau mengira aku bodoh tuan Dominic yang terhormat.”
“Memang apa yang kau lakukan jika aku salah besar denganmu.” Tanya Albert mulai serius.
“Seperti mengetahui bahwa tuan muda Albert William Dominic tertarik untuk pertama kalinya dengan wanita Eroise itu sendiri. Bukan begitu Mike?”
“Saya tidak tahu tuan muda, tuan Barnes jangan mencari masalah dengan tuan muda sekalipun.” Jawab Mike memecahkan situasi didepannya.
Bahkan jika orang lain ikut berbicara dengan mereka bergita hanya ada sesak nafas, aura kekejaman mereka sangat terlihat jelas. Apalagi Albert yang memang sudah sangat terkenal kejam sekalipun, bahkan kekejamannya melebihi daddynya Jason.
“Baiklah aku hanya bicara kosong saja, tapi kasihan juga ya. Kabarnya nona Eroise melarikan diri dari mansion. Bahkan sekarang tuan Eroise sedang mencarinya juga.” Jawab Mosha menikmati anggur digelas di depannya.
“Kau mengetahui sesuatu?” tanya Albert dirinya memang mendengar bahwa Vallenrie melarikan diri dengan alasan bosan. Tapi Albert tidak menyangka kalau Mosha bisa tahu juga pasal ini.
“Ku dengar Gabriel Eroise mencarikan pria untuk putrinya juga.” Jawab Mosha tersenyum licik.
“Dengan syarat bisa menjaga dan melindungi Vallenrie dengan baik. Dan aku bisa melukannya, aku juga ingin dekat dengan Vallen deh kalau begitu.” Jawab Mosha dengan senyum seperti biasanya.
“Mike kita pergi sekarang, berbicara dengan pria ini memang sangat menguras emosi sekali.” Jawab Albert sekaligus bangkit dari kursinya.
__ADS_1
“Tuan muda bagaimana dengan laporannya?”
“Akan saya urus tuan Barnes, Anda tidak perlu risau dengan itu.” Jawab Mike menyerahkan berkasnnya ke Mosha lagi.
‘Benar dugaanku, kalau tuan Dominic tidak mengetahui kepergian Vallenrie sekalipun, saat mengetau dirinya pasti akan mencari gadis itu juga. Sangat lucu sekali saat orang tampan yang kejam sudah menemukan gadis yang dia incarkan selama ini. Huh tidak sabar bertemu dengan Vallenrie juga.’
Mosha mengamati pergerakan Albert yang sudah menjauh, segera dirinya kembali ke mansion bertemu dengan ayahnya yang bodoh itu siapa lagi kalau bukan Bart Barnes yang akan gelap uang, kekuasaan bahkan juga gelap semuanya.
Mosha masuk kedalam mansion, terlihat seperti biasannya. Semua mansion menetap dirinya tajam tidak ada yang takut atau tunduk sekalipun dengannya. Untung saja Mosha tidak bodoh, jadi beberapa pengawal dan pelayan di mansion ini ada juga dibawah kekuasaanya.
Aaron Ryder selaku pengawal setia Bart dan juga asisten sekaligus. Kemampuannya jangan ditanyakan, bahkan dia lebih pintar daripada Bart sendiri.
Mosha ingin menuju kamarnya namun langkahnya terhenti saat Aaron memanggilnya. Aaron tipe orang yang tidak mudah percaya dengan apa yang dikatakan orang lain. Bahkan dirinya tidak menyukai Mosha sekaligus.
“Tuan muda Mosha, tuan Bart mencari Anda dan menyruuh untuk menemuinya di ruang kerjanya tuan.” Jawa Aaron langsung pergi dari hadapan Mosha sekaligus.
‘Huh malas sekali aku harus selalu bertemu dengan pria tua itu, baiklah Mosha kau harus tetap tenang bukan?’
Dengan langkah terpaksa Mosha akhirnya menemui ayahnya yang sedang bergulat dengan laptopnya yang pastinya sangat sibuk sekali.
“Ayah.... ada apa?” tanya Mosha menampilkan wajah polos dan seperti anak kecil umumnya dan itu membuat Bart selalu tidak suka.
“Darimana kau Mosha? Bagaimana untuk laporan yang ayah perintahkan untukmu?” tanya Bart mulai serius.
“Aku sudah memberikannya dengan Aaron ayah, apa ayah tidak mengetauinya?” tanya balik Mosha.
“Benarkah Aaron? Dia sudah menjalankan tugasnya?” tanya Bart kepada Aaron yang sedang bekerja juga.
“Sudah tuan, tuan muda langsung mengirimkan hasil laporan lewat email Anda. Jadi Anda bisa memeriksa dan mengecek hasilnya dengan ulang. Kalau menurut saya pribadi, hasil kerja dari tuan muda sudah maksimal tuan.
Bahkan beberapa laporan dengan tuan Williampun terselesaikan dengan baik tuan.” Jelas Aaron saat menerima laporan yang diberikan oleh Mosha sendiri.
“Bagaimana ayah.. apa Mosha sudah bisa istirahat?” tanya Mosha tersenyum seperti biasanya.
“Pergilah, dan jangan sekali – kali kau mempermainkan ayah Mosha. Ayah akan terus memantaumu hingga kau tidak sadar detik itu juga.” Jawab Bart yang membuat Mosha menahan emosinya dan segera keluar dari ruangan neraka ayahnya ini.
“Aaron terus awasi putraku, aku yakin dia merencanakan sesuatu di luar kelapaku.” Jawab Bart menatap Aaron.
__ADS_1
“Baik tuan Barnes saya akan memantau tuan muda selalu.” Jawab Aaron singkat.
‘Bart Barnes.... huh kapan aku akan menghancurkannya. Aku ingin segera dia meminta ampun dan maaf terus saat aku menyiksanya. Ibu... yang tenang disana ayah juga. Aku akan membalaskan semuannya. Bahkan ibuku juga yang meminta.’
***
“Crist bagaimana sudah menemukan putriku?” tanya Gabriel ditengah panggilan dengan Crist.
“Sudah tuan, kini nona tengah berada di tempat anak – anak jalanan. Bahkan nona membelikan banyak sekali makanan dengan anak kecil. Dan nona tampak senang tidak terlihat sedih sedikitpun. Apa saya langsung memaksakan nona untuk pulang?” tanya Crist sesuai menjalankan perintah.
“Biarkan saja Crist jangan menggangunya walapun ada hal lain kamu hanya perlu mengawasinya. Jika princess terus dipaksa dirinya akan semakin tidak suka berada disini.”
Jawab Gabriel sangat mengerti sekali apa yang di inginkan oleh putrinya. Mungkin dirinya memang terlalu sayang hingga keras terhadap Vallen pun tidak terlihat dimatanya sendiri.
“Baik tuan saya akan terus memantaunya.”
Vallen melarikan diri dengan membawa motor di mansion, yakni motor salah satu pengawal yang ada. Vallen tidak lari hanya saja dirinya bosan. Dan dia juga mampir ditempat pizza kesukaan anak – anak kecil dia membeli sangat banyak untuk mereka.
“Vallen kamu pasti sangat kaya ya? Bahkan membeli pizza waktu itu saja kita hanya bisa makan sedikit agar semuanya juga ikut makan.” Tanya salah satu dari mereka.
Mereka anak- anak kecil yang pasti keluarganya hanya orang disini, Vallen dulu sering sekali memberinya makanan dengan mereka. Dan Vallen rela bekerja demi membuat mereka senang.
“Tidak aku hanya punya uang banyak saja, jadi kalian makanlah cepat.” Jawab Vallen memang dirinya jika didepan anak kecil tidak akan marah galak atau sombong.
“Vallen kau sering dicari oleh Dayton. Dirinya kini sangat kuat bahkan sering mengalahkan orang – orang.” Seru salah satu dari mereka.
“Dayton? Memangnya ada apa dengannya?” tanya Vallen.
“Sekarang dia bukan Dayton yang selalu kalah Vallen, kini dirinya sangat kuat sekali bahkan sering merampok orang – orang yang punya banyak uang juga.”
“Kalian tidak boleh takut dengan orang jahat. Karena jahat akan selalu kalah bukan?” Vallen merasa senang jika memiliki temannya. Dirinya ingin hidup dikebebasan namun selalu saja ayahnya melarangnya karena demi keselamatan Vallen sendiri.
“Tapi dia sekarang beda Vallen. Kau jangan menemuinya dia sangat kuat sekarang.” Saran dari mereka membuat jiwa didalam diri Vallen dianggap lemah tapi Vallen hanya bisa mengiyakan mereka semuanya.
“Sudah selesai, sisa ini bawa saja. Aku harus pulang pasti aku sudah dicari untuk segera pulang.” Jawab Vallen mulai berdiri dan pergi.
“Vallen hati – hati dan terimakasih.” Jawab mereka entah kenapa membuat Vallen tersenyum juga.
__ADS_1