Tuan Muda Tampan Yang Kejam

Tuan Muda Tampan Yang Kejam
Kejam yang Tertipu


__ADS_3

Mosha seperti biasa menyelesaikan misinya, dia membunuh pasukan hama tikus yang mengganggu rencananya.


"Huh selesai juga, kalian urus bangkai ini semuanya." Jawab Mosha lalu meninggal tempat itu.


Disana ada Aaron yang bersamanya, Bart sengaja menyuruh Aaron bersamanya dan juga beberapa orang yang khusus untuk bersamanya. Mosha tidak masalah dia mendapat pesan agar segera ke mansion Eroise. Karena Gabriel memanggilnya tapi dia akan datang setelah tugasnya selesai.


"Sudah kalian bisa kembali ke mansion aku ingin jalan - jalan sore dulu dah... " Mosha pergi lebih dulu Aaron menatap tajam pria muda itu mulai melajukan motornya sangat cepat sekali.


"Kalian urus semua dengan cepat kita harus kembali ke mansion segera." Perintah Aaron dengan pengawal lainnya.


Aaron pengawal pilihan dan khusus yang sudah bersama dengan Bart Barnes sangat lama. Bahkan semuanya sangat mudah di atasi Aaron sendiri. Tapi Aaron dan Mosha tidak akrab.


Karena menurut Mosha, Aaron juga mengganggu kegiatannya apalagi saat ini. Mosha tak bisa leluasan karena harus fokus bekerja, dia seperti orang gila menyelesaikan dengan cepat dan membuat Aaron tidak habis pikir dengan Mosha sendiri.


***


“Nona muda ada yang bisa saya bantu?” tanya Crist melihat Vallen menghampirinya.


“Tinggalkan aku Cassie, dan yang lain bisa kembali melanjutkan pekerjaan kalian.” Jawab Vallen meninggalkan semuanya. Karena Vallen ingin berbicara dengan Crist saat ia diamati dari kejauhan.


“Crist apa Albert mencariku?” tanya Vallen dengan lansung.


“Iya nona muda sekarang mereka sedang menuju kemari untuk menemui Anda. Bahkan kami sudah mencoba menyembunyikan nona tapi sepertinya rencana tuan Eroise gagal nona hehe.” Tawa Crist pecah saat Vallen juga ikut tertawa. Bahkan sangat lucu mungkin ayahnya sedang kesal juga.


“Crist bagaimana kau bisa masuk ke dalam pesta itu?” tanya penasaran Vallen.


“Rahasia kelompok nona, bahkan sangat mudah sekali masuk keluar di acara seperti itu. Hanya menyamar menjadi pengawal biasa agar saja bisa memantau nyonya lebih baik lagi.” Jelas Crist juga mengingat Vallen sangat cantik sekali saat itu.


“Benarkah, aku juga melihat orang – orang banyak menggunakan topeng juga.”


“Benar nona mereka juga menggunakan topeng untuk mencari aman hidup mereka sendiri.”


“Sangat ribet sekali hidup dalam dunia ini Crist tapi menyenangkan juga sih hehe...” Vallen dan Crist bercerita tentang kehidupan seperti ini tapi diluar dugaan Crist dengan sengaja mendorong kursi Vallen karena seseorang mencoba memanahnya.


“Apa yang kau lakukan tuan Mosha, nona hampir celaka.” Geram Crist karena Mosha datang memanah Vallen dan Vallen juga menyadari tapi kondisinya buruk jadi sudah pasti di selamatkan oleh Crist.


“Kau mempunyai ketajaman yang kejam Crist. Baiklah aku hanya datang juga. Oh Vallen kakimu? Pasti sakit ya, kau lemah sekali hingga duduk di kursi roda.” Ejek Mosha tersenyum menghina Vallen.


Vallen dengan cepat melempar vas kayu di sampingnya dan tentu saja Mosha menghindari itu dengan mudah ingin sekali Vallen membunuh Mosha dengan cepat dia lari menemui Gabriel yang sudah menunggunya.


“Sialan, bahkan dia sering mengerjaiku. Awas saja aku akan membalasnya.” Kesal Vallen menatap Crist juga ikut datar karena malas menghadapi Mosha yang seperti orang gila itu.


“Dia memang gila nona muda, sangat gila. Sepertinya Bart tidak punya banyak uang untuk masuk rumah sakit jiwa dan memilih rawat jalan nona.” Jelas Crist juga sangat kesal dengan Mosha.


“Kau harus memberinya uang untuk dia berobat ke rumah sakit jiwa.” Kesal Vallen.

__ADS_1


“Ada apa dia kemari Crist? Bagaimana di sangat mudah masuk ke dalam sini.” Jawab Vallen penasaran karena mansion ini sangat ketat sekalipun.


“Untuk keamanan sepeti ini menurutnya sangat mudah baginya nona, sepertinya tuan Gabriel memanggilnya.” Jawab Crist juga tidak tahu pasti apa yang mereka bicarakan hanya saja mengetahui kalau dirinya di panggil oleh Gabriel.


***


“Paman, ini aku.” Jawab Mosha mengetuk pintu ruangan Gabriel. Mosha harus melewati waktu yang singkat menuju kamari dan itu tidak mudah bagi orang lain jika tidak mempunyai bakat seperti Mosha sendiri.


“Masuk Mosha, duduk.” Jawab Gabriel tanpa mengalihkan tatapannya dari layar komputer karena pekerjaanya yang sangat banyak dan juga pasti sibuk.


“Kau melakukan kesalahan bukan? Bahkan kau membiarkan Vallen terluka hingga dia tidak bisa jalan kini untuk sementara waktu. Kamu juga menyebarkan berita yang membuat pekerjaanku semakin bertambah dan kamu juga tidak merasa bersalah sama sekali Mosha.” Jawab Gabriel menatap tajam dirinya dan Mosha hanya tersenyum seperti tidak salah apapun.


“Aku hanya bermain saja paman, apa tidak boleh humm?” tanya cemberutnya karena merasa di larang oleh Gabriel sendiri.


“Bukan itu yang aku inginkan Mosha, bagaimana dengan putriku jika kau melakukan hal itu. Bahkan Clara Dominic pun hampir mati detik itu juga.” Jawab tajam Gabriel dengan Mosha.


“Sepertinya mereka bergerak lebih cepat dari yang aku pikirkan paman.”


“Kau merasa tidak salah sama sekali Mosha.” Jawab kesal Gabriel berbicara dengan Mosha hanya membuatnya kesal saja.


“Bagaimana dengan Vallen paman? Dia baik – baik saja bukan? Bahkan Albert sempat mengataiku yang tidak – tidak karena aku sudah membawanya padahal itu salah uh menyebalkan bukan?”


“Menjijikkan pergilah, kau bukannya minta maaf tambah membuatku pusing saja.” jawab Gabriel mulai menyelesaikan pekerjaanya dan mengabaikan Mosha.


“Ayah harusnya kau membunuh pria menyebalkan ini, bahkan dia memberi obat tidur dengan Vallen juga.” Adu Vallen menatap tajam lalu dengan cepat Gabriel menarik tangan Mosha yang ingin lari.


“Jadi kau mengerjai putriku juga? Baiklah seperti aku harus benar – benar menghukummu hari ini.” Jawab Gabriel niatnya dia memang ingin menghukum Mosha tapi dia malas karena kita mood juga. Vallen datang mengadu seperti itu langsung membuat Gabriel naik darah lagi.


“Ayah bagaimana kalau dia sehari harus mengurusku?” tawaran Vallen terlihat mencurigakan sekali cepat langsung Mosha menolaknya.


“Tidak bisa tuan muda Dominic sudah tiba di gerbang utama. Dia nanti akan curiga kalau aku terus ada bersamamu.” Jawab Mosha sepertinya mendapatkan peluang yang sangat tepat sekali.


“Kau pandai beralasan Mosha, ayah aku mohon tunggu mereka pergi. Princess sangat kesal sekali dengannya.” Jawab Vallen memohon ke Gabriel akhrinya dia turuti permintaan putrinya yang konyol ini.


"Paman ayo bantu aku, aku akan melakukan apapun tapi tidak dengan Vallen paman." jawab cemberut Mosha membuat Vallen sangat puas sekali.


"Maaf tuan Eroise, dibawah ada tuan muda William ingin masuk ke dalam tapi dia menerobos keamanan tuan." Lapor pengawal yang berjaga di depan mansion.


"Biarlah dia masuk, princess masuk ke kamar." Jawab Gabriel menyuruh Mosha untuk mengantarkan Vallen ke kamar.


"Apa yang paman inginkan?" Tanya Mosha bertanya bingung.


"Hanya ingin balas dendam yang kecil." Jawab Gabriel lalu pergi menemui Albert di bawah.


"Mosha ayo cepat atau aku akan lari sendiri." Jawab kesal Vallen karena Mosha hanyalah menatap dirinya datar tidak berminat sama sekali.

__ADS_1


"Malas tapi tidak masalah baiklah... " Jawab Mosha lalu mendorong Vallen masuk ke dalam kamarnya.


" Mosha bagaimana kalau kita membuatnya merasa bersalah?" Tiba-tiba ide jahat dari otak Vallen muncul dan Mosha sangat setuju. Dia menyuruh pelayan memanggil dokter dengan cepat.


"Kau yakin Vallen, ini sangat lucu bahkan aku ingin tertawa sekali." Jawab Mosha sendiri tadi tertawa tidak berhenti.


"Diamlah sekali kau tertawa aku akan juga membuat serakat juga." Jawab tidak terima Vallen.


Vallen sengaja membuat lukanya semakin parah bahkan seluruh tangannya di perban dan juga kepalanya.


Dia menyuruh dokter memberi obat lemas agar tubuhnya lemah, sangat gila bukan? Kini Vallen sudah lemah dan lemas tentunya dia mengantuk dan tidur pastinya.


Mosha segera memasang kamera dan bersembunyi di kamar samping Vallen kalau di kamar Vallen sendiri akan ketahuan apalagi Albert orang yang berbahaya.


***


Gabriel berjalan menuju Albert yang sudah menunggu sejak tadi. Bahkan terlihat jelas Albert sangat dingin sekarang karena Gabriel berani ikut campur membawa putrinya sendiri tanpa memberi kabar dengan Albert sendiri.


"Dimana putrimu?" Tanya to the point Albert langsung.


"Kamu nanya?" Tanya Gabriel tidak suka.


"Jangan sembunyikan dia dariku tuan Eroise, aku sudah mengatakan lebih darimu kenapa mau tetap membawanya pergi dariku." Albert kini terlihat sangat ingin marah.


"Kau tidak bisa menjaga putriku hingga meninggalkan dirinya di tengah ledakan bom itu sendiri. Pergilah putriku harus istirahat lebih banyak lagi." Jawab Gabriel mengusir Albert.


Dan dengan cepat Albert menghajar Gabriel namun dengan cepat Gabriel menahan pukulan itu dan Albert menarik tangannya sendiri, dia berjalan melewati Gabriel tanpa sopan menuju kamar Vallen yang dia tau. Bahkan aura kemarahannya sangat terlihat jelas saat banyak pengawal ingin mencegahnya.


Membuat Gabriel tersenyum karena sikap yang dikeluarkan Albert adalah secera tidak sengaja sikap peduli dengan putrinya.


Albert masuk ke dalam kamar Vallen melihat Vallen lemah seperti ini bahkan semua badannya hampir diperban bahkan matanya tertutup.


Albert mendekati dirinya kesana bahkan terlihat jelas bahwa Vallen sedang tidur, tentu saja tidur karena dia mengantuk dokter memberi obat tidur agar Vallen tidak tertawa nantinya.


'Dia tidur saja seperti dongeng putri tidur sangat cantik, apa aku terlalu bodoh hingga membuat dia seperti ini. Awas saja Bart Barnes aku akan membalas semunya, hingga menunggu waktunya tiba.'


"Maafkan aku. Selamat istirahat." Jawab Albert meninggalkan kamar Vallen membiarkan dirinya istrahat lalu pergi di ikuti Mike keluar dari mansion Eroise.


Disana Mosha tertawa sangat puas bahkan perutnya sakit sekali, kalau Vallen bangun pasti dia akan mengumpat yang aneh aneh dengan Albert dia gampang di tipu oleh Vallen.


Crist juga ikut tertawa ternyata mafia muda kejam akan tertipu dengan gadis seperti Vallen ini. Sangat lucu juga. Ia tidak sabar melihat Vallen bangun agar dia tau ekspresi seperti ini.


"Sudah sudah ini sangat lucu sekali aku tidak sabar melihat ekspresi Vallen sendiri." Jawab Mosha sangat tertawa paling keras.


Sedangkan Albert pergi dengan Mike dengan penuh amarah ia melampiaskan seperti biasa di tempat eksekusi untuk menjadi lebih tenang lagi.

__ADS_1


__ADS_2