
"HAHAHAHAHA.... SIALAN INI SANGAT LUCU SEKALI HAHAHA..." Vallen tertawa sangat puas sekali bahkan Gabriel hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah anaknya ini.
"Princess kalau dia tau kau akan habis sayang, jangan seperti itu. Ayah hanya menyuruh kamu tiduran saja bukan ide gila ini." Jawab Gabriel merasa tertipu juga.
"Tidak apa ayah, Vallen puas mengerjai dirinya ayah." Jawab Vallen tersenyum.
"Baiklah sayang, tapi sepertinya kau melupakan sesuatu." Jawab Gabriel langsung membuat Vallen berpikir.
"Anak sialan itu lari dariku... " Dia mengingat Mosha langsung lari saat Vallen belum bangun untuk dijadikan kesempatan ini.
"Ayah, Vallen ingin pergi. Apa boleh?" Tanya Vallen langsung karena dia kepikiran dengan Albert.
"Kemana sayang, kamu masih sakit." Jawab Gabriel saat melihat perban kaki Vallen tidak ada karena sudah sembuh walaupun masih membekas lukanya.
"Ingin ke mansion pria sialan itu ayah." Gabriel mengerti yang di maksud oleh Vallen adalah Albert.
"Dia tidak ada di mansion." Jawab cepat Gabriel mengetahui semua gerak gerik Albert.
"Oh lalu dimana?" Tanya Vallen dengan penasaran.
Akhirnya Vallen di antarkan oleh Crist menemui Albert dan dirinya sudah meminta izin dengan Gabriel tentu saja Gabriel mengizinkannya dengan cepat.
***
"Argghhh ampunn.... Sakit arghhhh.. " Suara jeritan dari hama hama pengganggu, Albert hanya menatapnya tanpa enggan menyentuh sedikitpun. Begitu juga Mike hanya melihatnya saja, karena mereka bukan tandingannya juga.
"Sepertinya tuan muda Dominic tidak ingin mengotori tangannya." Suara tiba-tiba Vallen yang menerobos masuk ke dalam begitu juga semua pengawal langsung mengangkat senjata ke Vallen sendiri.
Albert melihat datar diri Vallen seperti ada sesuatu yang aneh. Bahkan beberapa jam dia baru saja ke mansion Eroise dia dalam keadaan sekarat tapi kini?
"Turunkan senjata kalian." Jawab Mike yang melihat langsung siapa yang datang lalu mereka segera menurunkan senjatanya.
"Sedang apa kau disini." Tanya Albert tajam aura menyeramkan muncul bahkan Vallen bisa merasakan itu hanya tersenyum lalu menghampirinya.
"Sedang menemuimu, ayo kita keluar disini." Jawab Vallen menarik tangan Albert seperti sengaja menggodanya.
"Kau menipuku." Jawab singkat Albert yang merasa di bohongi oleh wanita pertama kalinya.
"Baiklah kalau kau tidak mau, aku akan kembali pulang." Vallen mundur beberapa langkah dan berjalan keluar dengan hati - hati dan pelan karena kakinya masih sakit.
Albert melihatnya langsung menggendong gadis itu membuatnya tersenyum, bahkan dengan cepat Vallen menggalungkan tangannya ke leher Albert.
"Kau pandai menggoda orang tuan muda." Jawab Vallen tersenyum lalu duduk di kursi mobil dia menyuruh Mike agar segera ke mansion Dominic karena John bersih keras untuk tinggal di sana juga.
__ADS_1
"Kau juga pandai membuat orang khawatir dan merasa bersalah." Jawab Albert tanpa menatap Vallen.
"Oh ya, bagaimana bisa kau khawatir dengan diriku. Bahkan kau melupakan aku haha... " Tawa Vallen renyah seperti dipaksa karena kalau mengingat tentu saja menyebalkan.
"Aku hanya mengikuti perintah dari mom saja, untuk apa juga aku peduli denganmu wanita sialan." Jawab Albert langsung tidak suka dan Vallen menatap Albert hanya tersenyum memilih untuk diam.
"Kemampuanmu hebat juga bisa masuk ke markasku dengan menerobos langsung." Jawab Albert mulai beralih topik.
"Tentu saja, rahasia pastinya. Kau tidak akan bisa bukan." Jawab Vallen tersenyum aneh seperti biasanya.
"Kau pandai berbicara omong kosong nona Eroise. Kau mirip dengan Gabriel Eroise sekalipun hanya pengecut yang pandai berbicara kosong dengan orang."
Sebenarnya Albert sangat kecewa dengan Gabriel yang sudah membawa Vallen diam - diam, dan saat dirinya ingat n bertemu dengan Vallen malahan Gabriel menyiapkan kekacauan saat itu juga dan berakhir Vallen juga langsung mengerjai Albert yang kondisinya semakin buruk padahal itu hanya bercanda.
"Kau juga tak kalah pengecut Albert, bahkan kau sendiri bodoh juga." Jawab Vallen sedikit tersinggung dengan perkataan Albert.
'Sepertinya pria ini memang hanya penasaran denganku, bukan menyukaiku. Vallen kau bermain sangat jauh sekali. Dia hanya ingin dekat dengan wanita untuk kekuasaannya. Bukan dengan perasaan yang sesungguhnya.'
Vallen memandangi jalan bahkan pria disampingnya belum menatapnya sama sekali selepasnya dari markas tadi.
Albert berbicara tanpa melihat Vallen, Vallen memilih diam dan dia memikirkan kalau dia juga ikut terjun langsung menggunakan perasaannya.
Dia dilanda oleh hati yang bimbingan apalagi tujuan Albert ingin mencari pendamping hidup untuk memenuhi persyaratan agar kekuasaan Dominic sepenuhnya untuk Albert sendiri.
Sangat berat hidup yang Vallen jalani, bahkan dunianyapun kini cukup menurutnya tidak banyak hal yang harus dia hadapi lagi. Apalagi ini adalah tantangan baru untuknya juga.
Albert masih diam saja dan memeriksa ponselnya, dia mencari orang yang di tugaskan untuk mencari gadis kecilnya itu. Tapi hasilnya belum ada sama sekali.
Menurut Albert gadis kecil itu yang di harapkan selama ini, karena untuk pertama kalinya dia suka dengannya apalagi dia tidak takut sama sekali. Bahkan orang pertama yang sudah berbicara dengan lucu juga.
Mereka sama - sama bertarung dengan pikiran dan hatinya masing-masing. Bahkan Mike melihat sangat menyeramkan sekali, lebih baik mereka banyak berbicara daripada diam - diam seperti ini.
***
"Kita sudah sampai mansion Dominic tuan muda." Jawab Mike membuka pintu Albert lalu dirinya keluar dan Mike juga membuka pintu Vallen dia keluar dengan jalan pelan dan tegas bahkan dia menahan rasa sakitnya.
Albert berjalan lebih dulu, membuat Vallen harus mengikuti langkahnya juga. Dan Mike ada di belakang Vallen untuk berjaga.
"Boy kau datang, uh dengan si cantik." Jawab Clara menyambut mereka, Vallen hanya tersenyum biasa melihat Clara.
"Bibi bagaimana kabarmu?" Tanya Vallen dengan santainya membuat Albert menendang meja di depannya.
Jason dan John melihat dari atas tangga dan tidak berniat turun langsung karena Clara tidak mengizinkannya juga.
__ADS_1
"Apa Gabriel Eroise tidak pernah mengajarkanmu etika untuk sopan santun?" Jawab sengat Albert menatap tajam Vallen yang kebingungan kenapa.
"Apa maksudmu membawa nama ayahku?" Jawab Vallen tidak terima begitu saja, akan sangat cepat semua orang mengetahui kalau Eroise memiliki putri.
"Kau memang gadis nakal, bahkan kau tidak seperti putri Eroise sendiri. Apa kau orang lain yang mencoba menyamar membawa nama Eroise?" Sengat Albert langsung mengintimidasi Vallen.
"Kau bicara apa, aku tidak mengerti." Vallen mencoba menahan emosinya, karena di melihat Albert sedang emosi maka dia tidak ingin terlihat lemah didepannya.
"Kau hanya gadis yang hidup di jalanan, aku curiga kau ****** yang berpura-pura ingin mendekati Gabriel Eroise dan mengaku putrinya. Bukan begitukan? " Sungguh Albert sangat menyeramkan sekali, dirinya seperti sudah masuk fase iblisnya.
"Bahkan kau dengan mudah masuk menerobos markasku, dan kau juga menipuku dengan sakit busuk yang kau alami itu." Jawab Albert masih kesal dan emosi saat mengetahui kalau dirinya di bohongi oleh Vallen.
Albert tau darimana? Tentu saja Mosha mengirim rekaman vidionya. Niat Mosha ingin menghina Albert dengan candaan tapi justru membuat Albert sungguh murka dan semua dampak menuju Vallen didepannya.
Vallen masih tenang dan diam saja, dia masih menatap Albert dengan datar mencoba tidak memasukkan hati omongannya karena sudah bisa mendengar perkataan seperti itu.
"Baiklah aku minta maaf, aku hanya kesal kau pergi begitu saja dan membiarkanku di ledakan bom." Jawab Vallen mencoba menenangkan situasi. Karena Clara hanya berdiam juga.
"Kau bahkan tidak tau terimakasih sama sekali, ayoo ikut aku kau harus mendapatkannya." Albert menarik paksa tangan Vallen dia berjalan kencang sekali Vallen berusaha memberontak tapi kekuatan Albert kini tinggi.
Dirinya menuju gudang tua yang tidak terawat sama sekali. Bahkan sangat bauk busuk tempatnya. Dia melihat sangat buruk sekali apalagi Albert menatapnya tajam kali ini.
"Kau harus merenungi kesalahanmu agar kau mengerti, bahkan ibuku sendiri membelamu hanya karena wajah tampang mu yang jelek ini." Albert mendorong Vallen dirinya terjatuh langsung di bawah dengan cepat Albert mengunci sel penjara itu. Lalu dirinya pergi meninggalkannya sendiri kembali ke kamar walaupun Clara meminta penjelasan tapi jelas tidak bisa.
Vallen belum bangun dari lemparan yang Albert lalukan bahkan dia berdiam kenapa Albert seperti ini.
'Apa yang di lakukan denganku, aku hanya mengerjainya seperti itu. Bahkan dia lebih parah juga pernah.' batin Vallen masih diam mematung saja.
'Aku seperti tidak cocok untuk berada dengan orang-orang terdekatku, lebih baik aku hidup susah sendirian daripada seperti ini.' batin Vallen lagi merasakan hawa kepahitan hidupnya.
Vallen masih berdiam diri dia memundurkan tubuhnya bersandar di tembok yang sangat kotor dia menutup matanya. Hingga tidak sadar dia pertama kalinya menangis lemah seperti ini. Bahkan jika ada orang lain pun menghina dirinya dia tidak peduli, tapi perkataan Albert sangat sakit untuk di dengarnya.
***
"Beri mom kuncinya boy, kau keterlaluan sekali dengannya. Bahkan kau tega mengurung ke gudang tua itu yang sudah tidak terawat sangat lama." Jawab Clara marah mendengar penjelasan dari pengawal mansion.
"Sudahlah mom biarkan dia menyesali perbuatannya karena sudah berani menipuku dengan sakit pura pura seperti itu." Jawab Albert tidak terima masih.
"Kau memang mirip dengan iblis sama - sama egois bahkan kau menyuruh dia menyadari penyesalannya. Kau sendiri yang akan menyesal jika dia jauh dari mu juga." Clara sangat geram sekali dengan sifat yang Albert berikan sekarang.
"Aku tidak akan menyesal dengan wanita jalanan sepertinya, dia memang ****** yang mencoba menyamar sebagai orang asing." Jawab Albert meninggal Clara yang masih emosi kini dirinya keluar dari mansion.
Mike tidak bisa menahan emosi Albert kini dia dan beberapa pengawal hanya mengikutinya. Dan menyuruh semua pengawal agar tidak berada di dalam gudang itu begitupun dengan Clara tidak bisa berbuat apa apa.
__ADS_1