
Di mini bar club ada seorang wanita cantik yang sedang melampiaskan kesalnya dengan Clara karena sudah mengusirnya pergi dari mansionnya.
Dia memesan akhohol rendah segelas lalu mulai minum juga, dia sangat kesal karena sudah di rendahkan seperti itu.
"Nona apa anda baik - baik saja?" Tanya pria dengan senyuman yang manis sekali membuat Rosa ikut tersenyum juga.
"Tentu baik, memangnya kau siapa?" Tanya Rosa minum dengan sedikit. Kepalanya sudah pusing sekali seperti kehilangan akal lagi dirinya.
"Dirimu tidak baik nona jika datang kemari bukan begitu?" Tanya pria itu mulai mencari apa yang harus di ketahui.
"Kau benar, dia mengusirku dan meremahkanku. Bagaimana aku bisa mendapatkan tuan muda Dominic dan menjadi nyonya muda juga." Jawab Rosa sudah mengelantur karena mabok sudah.
"Sangat sulit sekali sepertinya." Jawab pria tersenyum ingin tertawa sangat keras tapi ditahannya.
"Aku akan mendapatkannya dengan mudah, jangan meremehkanku. Kau tidak usah ikut campur." Jawab Rosa tidak suka.
"Oh baiklah, dia menunggumu sepertinya." Jawab Mosha tersenyum saat pria tua menarik Rosa dengan paksa.
Dan Rosa seakan tersentuh dan langsung pria tua itu membawa Rosa ke kamar hotel. Rosa memang sering seperti itu, dia sudah melakukannya dengan banyak pria jika saat dia mabuk berat.
Bahkan dia juga menikmati permainan ini walaupun saat sadar dia akan marah karena melakukannya dengan pria tua sekali dengan kekuatan yang sangat kuat pastinya.
"Cih wanita ****** itu bahkan mau dengan pria tua seperti itu, tidak habis pikir dengan Albert yang mau dekat dengannya sangat menjijikkan sekali." Jawab Mosha memulai meminum anggur di tangannya.
"Tidak enak, disini anggurnya sangat murah sekali lebih baik aku pergi saja." Jawab Mosha mulai pergi dari mini bar tersebut.
Mosha mulai masuk ke dalam mansion Barnes banyak sekali pengawal menatapnya dengan tajam tapi tidak masalah untuk Mosha sendiri.
"Tuan Mosha anda di cari oleh tuan Barnes di ruangannya." Jawab Aaron saat menghampiri Mosha.
"Baiklah Aaron kau boleh kembali." Jawabannya.
Sangat malas sekali menemui Bart tapi bagaimana juga dia harus menurut. Dia mulai masuk ke dalam ruangan Bart sama seperti neraka yang sebenarnya.
"Ayah kenapa belum istrahat? Ini sudah malam ayah." Jawab Mosha dengan lembut mulai duduk didepan ayahnya.
"Kau darimana Mosha, aku tidak melihatmu semalam." Jawab Bart tajam.
"Menyelesaikan hal yang seharusnya Mosha selesaikan ayah, kenapa?" Tanyanya dengan senyuman yang biasanya.
"Kau selalu menjawab pertanyaan dengan jawaban yang sama Mosha." Jawab Bart tidak suka.
"Pergilah ke kamarmu, jangan pergi terus kau besok harus menghadiri rapat dengan para CEO lainnya dan disana juga ada Albert Dominic kau harus menghancurkannya." Jawab Bart mulai kesal.
"Baikalah ayah selamat beristirahat." Jawab Mosha segera ke kamarnya karena sangat sesak sekali bicara dengan Bart ini.
***
__ADS_1
Clara menelpon Albert karena dia belum kembali ke mansion, jadi Clara menitipkan cake yang ada terkenal itu untuk membelinya. Awalnya Albert menolak karena sudah melewati tapi Clara terus mengomel untuk membelinya lagi dan putar balik dengan terpaksa Mike harus menurut permintaan Clara juga.
"Boy udah mau sampai mom, besok saja ya belinya cakenya." Jawab Albert terus menolak.
"Gak bisa boy harus sekarang cepat beli kalau kamu tidak mau suruh Mike saja." Jawab Clara kesal juga.
"Hmm iya iya boy putar balik beli cake. Kalau perlu cakenya boy beli semua untuk mom." Jawab Albert dengan cepat matikan telponnya dengan sepihak.
"Anak kurang ajar ini, tidak sopan sekali mematikan telpon sebelum aku selesai bicara." Jawab Clara.
"Mike cari toko cake yang terkenal itu, beli semua cakenya." Jawab datar Albert.
"Baik tuan muda saja akan memutar baliknya." Jawab Mike mulai mencari cake yang diminta oleh Clara.
"Bagaimana nona lezat bukan yang rasa coklat ini?" Tanya Crist saat Vallen menyicipi cake yang masih hangat ini.
"Lezat, aku ingin membawanya untuk ayah dan semua orang juga. Crist kamu harus membeli toko ini sekarang." Jawab Vallen tidak rela rasa enak seperti ini jika punya orang lain.
"Siapa manajer toko cake ini?" Tanya Vallen agak keras lalu manajer wanita dan pria datang ke Vallen.
"Saya nona, apa rasa cake yang diberikan tidak enak? Saya akan mengantinya nona, maafkan kami." Jawab manajer pria itu sangat takut karena Crist menatap tajam juga.
"Cepat bungkus semua cake yang ada disini, dan total semua harganya berapa aku akan membayarnya. Mana kartuku?" Tanya Vallen meminta kartu black card lalu memberikan kebahagiaan manajer tersebut.
"Cepat siapkan, dan bayar sesuai maumu. Aku tidak mau menunggu terlalu lama." Jawab Vallen duduk dan mulai minum coklat hangat yang manisnya pas juga.
"Baik nona saya akan menyiapkannya, mohon tunggu sebentar." Jawab manajer itu segera menyiapkan cake yang Vallen borong tanpa sisa.
Dia segera masuk kedalam dengan Mike dan mulai memilih rasa yang Clara inginkan, rasa kacang Almond dan juga Tiramisu cake juga.
"Saya ingin rasa kacang Almond dan juga Tiramisu Cake segera siapkan." Jawab Albert datar lalu petugas tersebut bingung harus menjawab apa karena semua cake sudah di borong oleh Vallen.
"Maaf tuan, semuanya sudah di borong oleh seseorang. Jadi kemungkinan pesanan Anda bisa kami proses besok." Jawab petugas tersebut dengan ramah membuat Albert dan Mike saling menatap.
"Siapa yang membeli semuanya?" Tanya Albert penasaran, bagaimana juga ini permintaan Clara kalau tidak mendapatkan sudah pasti akan terus mengomel tidak berhenti.
"Nona yang duduk disana, dia yang memborong semuanya tuan. Jika hanya ingin, sebaiknya meminta izin lebih dulu." Jawab petugas tersebut karena sebelumnya ada yang beli Vallen dengan cepat harus izin denganya dulu.
Albert menghampiri wanita yang sudah berani membuatnya meminta izin terlihat familiar sekali dan benar dia Vallenrie sedang menikmati cake rasa Redvelvet yang manis dengan toping buah cerry.
Vallen melihat kesamping dan tekejut kenapa dunia sangat sempit mempertemukan dia dengannya lagi. Ya ampun apa Vallen harus tinggal di Kutub Utara saja agar tidak bertemu dengan pria menyebalkan ini.
"Ada apa?" Tanya Vallen datar.
"2 cake untuk ibuku, yang rasa Almond dan Tiramisu saja." Jawab Albert cuek datar dan dingin bahkan bisa dirasakan oleh Crist dan juga Mike yang didekatnya.
Vallen melihat isi toko ini sudah sepi hanya ada dirinya saja karena dia meminta Crist untuk mengosongkan juga karena banyak mengira Vallen sombong.
__ADS_1
"Tidak boleh, kau cari ditoko lain." Jawab Vallen tidak rela jika ada yang mengetahui rasa cake ini juga.
"Pergilah, kenapa masih disini kau tidak tuli bukan?" Tanya Vallen tersenyum remeh dengan Albert.
"Kau gadis yang menyebalkan sekali." Jawab Albert membuat Vallen kesal dan melepaskan sendok ke wajah Albert namun dengan cepat dirinya menghindari dan terkenal kaca toko.
"Pergilah, kenapa kau terus mengikutiku." Jawab Vallen sangat benci sekali dengan Albert.
"Kau menatapku seperti kebencian." Jawabannya.
"Memang aku membencimu, pergilah sana. Crist tugasmu suruh dia pergi." Jawab Vallen mulai makan lagi karena merasa terganggu sekali untuknya.
"Maaf tuan muda sebaiknya Anda pergi saja." Jawab Crist tidak tega tapi bagaimana juga ini perintah.
"Kita pergi Mike." Jawab Albert mulai emosi lagi, Vallen bisa merasakan kalau Emosi yang dibuat Albert itu sangat langkah dia kalau tidak belajar menahan emosinya bisa saja membuat terluka orang lain.
Saat baru tiga langkah berjalan, tiba-tiba Vallen berubah pikiran untuk memberi cake dengan ibunya bagaimana juga dia anak yang penurut mampu mencari cake untuknya.
"Beri dia cake Almond dan juga Tiramisu." Jawab Vallen memerintah semuanya.
"Berikan dengannya juga." Jawab Vallen melanjutkan makannya yang sekarang tidak selera bahkan dia menatap kaca yang pecah akibat lemparan sendok darinya.
"Ini cakenya, berikan dengan nyonya Clara saja. Karena nona Vallen sedang tidak ingin diganggu." Jawab Crist dengan Mike yang menunggunya.
"Sepertinya sama dengan yang tuanku juga alami, semoga mereka akan baik - baik saja." Jawab Mike lalu izin untuk pulang.
"Kalau begitu aku izin lebih dulu, terimakasih selamat malam." Jawabnya.
"Iya, hati - hati." Jawab Crist melihat mobil yang mereka sudah menjauh.
'Kenapa rasanya seperti ini melihat dia membenciku, aku sudah biasa dibenci tapi tidak seperti ini. Ini rasanya beda sekali, bahkan dibenci dengan wanita juga aku sering. Saat dengan ini berbeda aku merasa tidak rela saat dia marah denganku.'
Tidak sampai 20 menit mereka tiba di mansion Dominic, Clara menunggu di ruang tamu untuk menyambut putranya tapi terlihat Albert yang tidak baik bahkan langsung masuk ke lift untuk istirahat.
"Mike apa yang terjadi? Kenapa putraku seperti itu." Tanya Clara dengan Mike.
"Tuan muda bertemu dengan nona Vallen lagi nyonya, mereka sempat adu mulut karena nona Vallen memborong cake dan tidak memberikannya untuk Anda." Jelas Mike dengan jujur.
"Oh benarkah? Lucu sekali mereka sering bertemu baiklah tidak masalah juga, dunia memang milik mereka Mike yang lain hanya menumpang saja." Jawab Clara tersenyum.
"Nona Vallen juga terlihat emosi juga nyonya." Jawab Mike saat melihat kondisi Vallen yang sudah baikan tapi terlihat begitu emosi tadi.
"Biarlah Mike, aku juga punya kabar baik untuk putraku. Aku akan memberitahunya di ulang tahunnya minggu depan hehe." Jawab Clara saat sudah mengetahui kalau Vallen gadis yang dia cari juga dan dengan sengaja akan memberitahunya tepat di hari ulang tahun Albert sendiri.
"Baik nyonya semoga tuan menyukainya besok." Jawab Mike mulai meletakkan cake untuk Clara.
"Tentu saja boy akan menyukai hadiah yang aku persiapkan Mike, kau boleh kembali istrahat." Jawab Clara sudah berhasil membuat Mike penasaran sekali hadiah apa yang akan diberikan oleh tuan muda untuknya.
__ADS_1
"Baik nyonya Clara, saya permisi lebih dulu." Jawab Mike segera kembali ke kamarnya untuk istirahat dan Clara menikmati cake yang di ambilkan oleh Mike tadi.
"Lembut sekali, pantas saja dia memborongnya." Jawab Clara merasakan kelezatan di cakenya dan mengingat Vallen memborongnya tadi membuatnya tersenyum.