
John mulai menyelidiki cerita yang berikan oleh Clara dan beberapa orang yang dulu mengetahui informasi tentang gadis kecil yang berani mendekati Albert cucunya. Karena Albert tibe orang yang tidak peduli sama sekali. Bahkan sejak kecil aura kekejamannya sudah muncul juga.
“Apa hanya ini yang tersedia Clara?” tanya John saat melihat beberapa laporan yang diberikan oleh menantunya.
“Iya Ayah, Clara hanya mengetahui ini. Dan kini gambar diri dari gadis itu sudah tidak ada. Bahkan cctv dulupun tidak menampakkan juga. Hanya ada beberapa foto gadis yang sering menunggu jemputan di tempat yang sama saat boy menunggu juga.” Jelas Clara.
“Baiklah biar ayah yang menyelesaikan ini semuanya. Ternyata London menyimpan kisah untuk cucuku sendiri.”jawab John.
“Baiklah ayah, semoga gadis itu cepat ketemu. Karena sudah membuat boy seperti tidak ada cinta lagi dengan wanita lain selain dirinya.”
“Sungguh, bukannya semalam cucuku pergi dengan wanita?” tanya John meminum teh hangat disampingnya.
“Apaa? Ayah sungguh? Bagaimana gadis itu?” tanya tersentak Clara bagaimana bisa boy pergi dengan wanita tapi siapa.
“Ini foto yang berhasil mereka tanggap. Ia masih sangat kecil sekali bukan? Kau pasti mengetahui sesuatu tentangnya.” Jawab John.
“Ini putri Eroise ayah, kami sudah sering bertemu hanya beberapa kali saja. Wajahnya sama seperti Yasmine bukan?” tanya Clara mulai serius.
“Hmm ya, dia juga sangat menarik sekali. Tapi sayang sekali, pasti Albert tidak bergerak cepat untukknya.” Jawab sedikit kecewa John.
“Dia gadis yang sangat cerdik sekali, aku ingin meminangnya untuk cucuku.” Jawab John.
“Cucu ayah? Albert?” tanya Clara memastikan.
“Memang cucuku apa berapa Clara, ya pasti untuk Albert sendiri.” Jawab John tersenyum.
“Clara juga setuju ayah, tapi bagaimana dengan putri Paul dia juga ingin meminta Jason untuk dengan putrinya.” Jawab Clara.
“Kembali lagi dengan Albert Clara, sudah jangan terlalu khawatir dengan langkah yang dia jalani.” Jawab John.
John dan Gabriel Eroise cukup dekat, tapi itu semua tidak ada yang tahu.
Bahkan Jason, putranya sendiripun tidak tahu kalau ayahnya mengenal Eroise sangat lama. Kini John sudah meminta seseorang untuk mencari gadis yang tidak bisa di pecahkan sekali keberadaannya.
“Cari dimana data yang aku kirimkan di 15 tahun silam, aku tidak ingin butuh waktu lama untuk menemukannya segera.” Jawab John di panggilan yang tertuju.
Segera langsung John menutup telponnya dan seperti biasa dirinya mengelilingi mansion untuk olahraga juga. Dia meminta Clara dan Josan untuk menami masa tuannya. Walapuan mereka juga mempunyai mansion sendiri, tapi bagaimana juga perintah John Dominic tidak bisa ditolak.
***
__ADS_1
Vallen duduk di tepi kolam renang, sejak pulang dengan Albert dirinya banyak diam dan bahkan tidak ingin pergi lagi dari mansion. Kini dia bermain air di tepi kolam. Seperti orang sedang patah hati sekali bukan?
Tiba-tiba suara telapak kaki terdengar di telinga tajam Vallen, instingnya sangat kuat sekali bukan?
“Ada apa ayah menghampiri princess?” tanya Vallen itu ayahnya.
“Putriku memiliki ketajaman yang sangat kuat, ayah bangga dengan princess.” Jawab Gabriel duduk di dekat putrinya.
“Iya karena sering belajar, jadi tidak bisa berdiam dan membiarkan lawan mendapatkan celah. Bukan bergitu ayah?” tanya senyum Vallen.
“Ayah kira kamu sedang melamun sayang, ada apa?” tanya Gabriel.
“Tidak ada, hanya sangat bosan sekali ayah. Princess padi tadi mengikuti latihan khusus dengan beberapa pengawal juga. Terus ikut memanah juga di temani dengan Crist. Tapi sama saja, sangat bosan juga.” Jawab mengeluh Vallen.
“Putri ayah ingin kemana memangnya?” tanya Gabriel. Sebenarnya dia juga tidak tega dengan Vallen hanya berdiam diri. Apalagi sejak Crist menjaganya tidak ada celah untuk Vallen bergerakpun.
“Bagaimana kalau kita pergi tapi Princess ingin ke taman saja.” jawab Vallen mulai antusias.
“Baiklah sayang ingin berkeliling bukan?” tanya Gabriel dan disitu Vallen setuju.
“Akhirnya siang ini sedikit mendung dan tidak terlalu panas juga.”
“Ayah kita ke taman itu ya.” Jawab Vallen menuju taman yang sangat cantik sekali apalagi di sisinya ada danau namun tidak ada orang sekali.
“Ayah udaranya sangat segar, rasanya tenang sekali.” Jawab Vallen merasakan angin danau yang mengenai rambutnya.
“Iya princess nikamti waktumu biar ayah tunggu di sini.” Jawab Gabriel melihat putrinya ingin menikamti waktunya.
‘Rasanya tenang sekali Tuhan, aku sekarang hidup tidak susah lagi. Aku tidak susah untuk makan, tidak lelah lagi untuk bekerja. Bahkan orang – orang sangat meremehkan diriku sekarang justru aku sangat di ratukan bahkan dilayani juga. Memang roda kehidupan itu berputar sekali.’
‘Kalau ayah mencarikan aku pasangan, apa aku terima saja ya. Sekarang ku dengar banyak sekali kelompok jahat sedang memperebutkan diriku.’
Vallen di landa rasa bimbang, bahkan matanya tertuju dengan beberapa kilo meter ada pria yang dia kenali bakan setiap bertemu selalu bertengkar terus. ‘Albert’
Albert baru saja keluar dari Cafe yang ada disana dan segera menuju mobil karena pekerjaannya snagat banyak sekali. Tentu saja Albert tidak melihat Vallen di tepi danau karena dirinya harus mengejar waktu.
‘Memang dunia sangat sempit sekali.’ Vallen segera mengalihkan matanya menuju air yang sangat tenang.
“Tuan Eroise, nona muda sepertinya ada yang disembunyikan.” Jawab Crist saat memperhatikan Vallen.
__ADS_1
“Dia mendengar saat aku akan mencari pria untuknya. Jadi dia pasti sedang memikirkan cara yang tepat untuk menolaknya.” Jawab Gabriel tanpa mengalihkan matanya.
“Jadi kemungkinan nona akan menolak?” tanya Crist.
“Iya jadi aku akan mengurungkan niatku itu. Bagaimana juga kebahagian putriku tidak bisa aku tentukan.”
“Crist sepertinya ada tamu yang datang.” Jawab Gabriel mulai berdiri menuju putrinya.
Benar tiba – tiba ada senapan yang hampir terkena Vallen, namuan Vallen dnegan cepat menghidarinya. Karena dirinya juga merasakan ada hal yang akan terjadi. Dia melihat ayahnya juga tersenyum, segera menuju ke Gabriel.
“Kamu tidak apa princess?” tanya Gabriel sangat tenang walaupun dirinya panik juga.
“Tidak ayah, hanya orang pengecut yang berani bermain di belakang. Bukan begitu ayah?” jawab senyum Vallen penuh arti.
“Bersiap Vallen.” Jawab Gabriel dan benar saja tiba – tiba sekelompok pengawal menyerangnya.
Dengan mudah Vallen menghindari dan menghantam mereka semua, bahkan Crist juga ikut turun tangan.
“Ayah mereka semakin banyak.... harus tetap fokus.” Jawab Vallen mulai mengambil tongkat yang pengawal berikan dan memukul bereka seperti mainan yang siap tempur.
“Kalah banyak orang bukan kalah sebenarnya.” Jawab Vallen melempar tongkat tesebut.
Terdengar tepuk tangan dari pria tua, Vallen tidak mengenalnya hanya Gbariel dan Crist yang lansung menatap tajam dua pria itu. Dia kakek John dan Jason.
Karena John ingin menuju mansion Eroise, namun saat itu banyak mobil keluar dari mansion Eroise yang baru saja keluar tentu saja pasti tuan rumahnya yang sedang di kawal. Akhirnya mereka mengikuti dan menyerang secara langsung.
“Apa kabar Gabriel Eroise.” Sapa tajam Jason Dominic di depan Vallen sekaligus.
“Gadis hebat yang sudah bisa mengalahkan pasukan khusus saya juga.” Jawab John yang ikut bicara, karena pertama kali bertemu dengan Vallen sudah bisa ditebak dia sangat hebat.
“Ada apa Jason tuan John lama tidak bertemu denganmu.” Jawab datar Gabriel.
Akhirnya mereka memberi isyarat untuk mengikutinya dengan cepat Gabriel menyuruh pengawal yang sakit agar segera diobati langsung.
Dan Crist mengendari mobil mengikuti Jadon dan juga John di depannya. Vallen masih bertanya – tanya siapa mereka sebenarnya. Bukan Vallen lebih kepo ada hubungan apa keluarganya denan mereka.
“Ayah apa sebaiknya kita pulang saja?” tanya Vallen mulai merasakan aura sangat berbeda.
“Sebentar princess, sepertinya mereka ingin berbicara denganmu juga. Karna sejak tadi mereka mengikuti kita.” Jawab Gabriel.
__ADS_1
“Hmm baiklah ayah, siapa mereka ayah?” tanya Vallen.
“Nanti kamu akan mengetahuinya princess.”