Uncle Dokter, JODOHKU!!!

Uncle Dokter, JODOHKU!!!
UDJ-26


__ADS_3

"Siapa kalian!" Pekik Airin kala melihat dua orang berbaju hitam yang menghadang jalan nya.


"Ikut kami nona!"


"Tidak mau kalian siapa!"


"Bereskan segera!" Ucap salah satunya, dengan pertahanan yang dimilikinya Airin berusaha untuk melepaskan diri, namun kesialan lagi-lagi menghampiri nya. detik kala mulut dan hidungnya di sumbat dengan kain, perlahan kesadaran nya menghilang.


"Lepaskan dia!" Teriak orang suruhan Uncle Dony.


"Mimpi! Dia harus mati!" Ucapnya salah satu penculik itu, baku hantam tak bisa lagi di hindarkan.


Namun kali ini pasukan Uncle Dony berhasil di lumpuhkan.


...****...


"Dimana Airin brengs*k" Ucap Uncle Angga tiba-tiba langsung mencengkram kuat kerah baju yang di gunakan Elang.


"Aku tak tau! Aku juga mencarinya!" Ucapnya tak terima langsung mengibaskan tangan Uncle Angga dari kemeja miliknya.


"Jangan membohongi ku! Dimana Airin katakan!" Tanyanya lagi.


"Kalau aku tau! Aku tak mungkin mencarinya!"


"Arghhh!!! Sialan!" Umpat Uncle Angga tertahan.


"Shinta!" Panggil Elang pada sahabat nya.


"Ya?"


"Apa Airin bersamamu?" Tanya Elang seolah sorot matanya mengatakan, ku mohon kau harus tau kali ini dimana keberadaan Airin.


"Justru itu yang ingin aku tanyakan padamu, aku mencari Airin? memangnya dia kemana?" Tanyanya ingin memperoleh jawaban.


Deg


Perasaan tak tentu semakin menghantui kedua Laki-laki beda usia itu,


"Kita cari Airin sama-sama, aku akan menghubungi mu jika aku menemukan Airin! Sementara aku akan cari disekitar kampus, kau carilah dia di luar kampus, ke tempat yang mungkin kau tau?" Ucap Elang memberi solusi.


"Aku setuju denganmu, aku akan kerumahnya terlebih dahulu untuk mencarinya!" Jawab Uncle Angga berlalu pergi.


"Ada apa sebenarnya?" Tanya Shinta tak mengerti pada Elang.


"Perasaan ku tak enak, Airin tak ada dimana pun. Dan Uncle Angga tadi tak mungkin se panik ini jika Airin tak kenapa-kenapa!" Lirihnya.


"Yasudah aku akan membantumu!" Ucap Shinta ikut mencari keberadaan Airin menyusuri kawasan kampus.


...****...


"Maaf tuan, Nona Airin di culik! Kita kehilangan jejak penculiknya!" Ucap Salah satu bodyguard Uncle Dony.


"Kep*r*t! Culik Tuan Surya sekarang!"


"Baik tuan!"

__ADS_1


"Satu lagi! Hubungi semua investor yang menanamkan sahamnya di Sanjaya Grup untuk menarik semua investasi nya, jika ada yang tidak patuh! Buat perusahaan mereka jatuh pailit!"


"Semua akan berjalan sesuai rencana anda tuan! Saya pastikan Sanjaya Grup akan meminta investasi lagi ke perusahaan kita!"


"Baiklah! Aku tunggu kabar baiknya segera! Esok semua nya harus beres sesuai dengan keinginan ku!" Ucap Uncle Dony mematikan


...****...


Hanya keheningan yang Uncle Angga dapat kala ia sudah sampai di rumah milik Airin, Saat kakinya ingin melangkah masuk seseorang tiba-tiba menepuk pundak nya.


"Mas mau apa?" Ucapnya.


"Astaga bapak, ngagetin aja! Airin nya udah pulang? Saya mau cari dia!" Ucap Uncle Angga jujur.


"Nona Airin belum pulang mas, udah dari kemarin!" Tutur Pak RT tetangga sebelah rumah Airin.


"Kalau Airin sudah pulang kabari saya ya!" Ucap Uncle Angga menyerahkan kartu nama, "Saya permisi dulu pak!" Ucapnya pamit untuk mencari ke tempat lain.


Disisi lain, Elang juga tak menemukan keberadaan Airin di area kampus, maupun cafe yang sering mereka bertiga kunjungi hanya sekedar untuk minum secangkir kopi.


"Ngapain lo bawa gue kesini!" Ucap Elang bingung karena Shinta membawanya ke sebuah pemakaman umum.


"Ya cari Airin lah!"


"Shinta jangan main-main deh! Ngapain Airin di sini coba?"


"Gue pernah sekali nemenin Airin untuk Ziarah ke makam orang tuanya, siapa tau dia habis dari sini dan kita bisa dapet petunjuk!" Ucap Shinta melangkah masuk.


"Lo yakin?"


"Coba aja dulu! Udah ayo ikut!"


"Riko Dirgantara? Senja Aulia? Mereka siapa? Kenapa Airin kesini!" Tanya Elang tak mengerti.


"Ini kan makam kedua orang tua Airin!"


"Apa!" Pekik Elang kaget.


"Kenapa sih! Lo ga tau soal ini? Oh ya deh! Airin juga yang gak mau ngasih tau ke siapapun! Dia aja kesini ngajak gue cuman sekali!".


"Halo Ma! Elang mau tanya Ma!" Tanya Elang langsung menghubungi handphone milik Mamanya.


"Ya sayang ada apa?"


"Papa dan Mama Baby Ay nama lengkapnya siapa?" Tanya Elang langsung pada intinya.


"Kalau gak salah Riko Dirgantara, dan Mommy nya Senja Aulia Husna... Ya! Itu namanya, Mama ingat." Ucap Mama Nina jujur.


"Ma! Airin Ma!" Lirih Elang


"Kenapa Airin Elang! Kenapa?"


"Airin Baby Ay Ma! orang yang selama ini kita cari ternyata ada di depan kita ma!" Lirih nya sedih.


"Bagaimana bisa?"

__ADS_1


"Nanti Elang bakal berita ke Mama, sekarang Elang mau cari Airin dulu Ma, dia gak ada di mana pun! Bye Ma!" Ucap Elang langsung mematikan telfon itu.


"Baby Ay? Maksudnya apa sih!" Tanya Shinta tak mengerti.


"Bukan waktunya untuk aku jelasin semua ini ke kamu sekarang Shinta, apa kamu ada tempat lain yang biasanya di datangi Airin?" Ucap Elang penuh harap.


"Hem.... engga ada!" Lirih Shinta.


"Ya sudah kita cari ke tempat lain siapa tau Airin belum jauh dari sini!" Ucap Elang, Shinta hanya menganggukkan kepala tanda ia menyetujui nya.


Hingga malam hari, pencarian tak membuahkan hasil sama sekali baik dari pihak Elang dan Shinta, maupun pihak Uncle Angga.


"Angga! Kau dimana!" Cercah Clara di telfon kala dia sudah menunggu hampir dua jam lebih di restoran namun Dokter Angga tak kunjung datang.


"Pertemuan aku batalkan!" Kata singkat padat dan jelas di iringi putusnya sambungan telfon kala kata itu sudah berakhir, peduli apa dengan Clara yang sudah menunggunya, untuk kali ini keberadaan Airin lebih penting dari pada makan malam itu.


...****...


"Untuk apa anda menyekap saya tuan Dony!" Teriak pria paruh baya itu, kala ia duduk di kursi dengan keadaan tangan dan kaki terikat.


"Gadis ini bernama Airin! Apa benar dia putri kandung Tuan Iko dan Nyonya Senja!" Tanyanya menyodorkan foto Airin yang sempat anak buahnya abadikan kala di pemakaman itu.


"Saya tak mengerti dengan maksud anda!" Kilahnya berbohong.


"Katakan! Atau putri mu akan mati di tangan ku!" Ucap Uncle Dony memperlihatkan keberadaan Clara yang berada di luar dengan pemantauan ketat.


"Jangan sentuh putriku! Dia tak tau apa-apa!" Teriaknya pilu.


"Katakan!"


"Ya benar! Dia Airin putri Tuan Iko dan Nyonya Senja!" Ucapnya jujur.


"Dimana dia!! Kemana kau menyembunyikan kan nya!"


"Saya tak tau! Apa yang anda maksud! sungguh saya tak tau!"


...****...


"Sudah bangun putri Dirgantara?"


"Siapa kamu!"


"Kau tak perlu tau siapa aku! Tapi kau harus mati di tangan ku malam ini!"


"Apa salahku!" Teriak Airin pilu.


"Kau memang tak salah, tapi semua ini kesalahan Papa mu!"


"Papa? Tak mungkin Papa ku melakukan kesalahan!" Ucapnya menapik fakta menyakitkan itu.


"Akan ku beri tahu, kesalahan Papamu..... "


🎶


Ini udah jumat Thor! Besok sabtu jangan lupa! Crazy UP nya😂

__ADS_1


Oke😶


Udah mengingatkan diri sendiri kok🤣


__ADS_2