
"Uncle!!!" Pekik Airin kala Uncle Angga masuk dan menarik Airin kedalam pelukan nya, menduselkan kepalanya mencari posisi yang dirinya anggap nyaman.
"Apa! Ku kira kau sudah tidur!" Jawabnya tak berdosa, hanya kepalanya yang mendongak keatas melihat wajah alami sang istri, Ah ingin rasanya untuk di terkam sekarang.
"Lepas Ih! Sesak tau!"
"Tau mau! Enak saja lepas-lepas kau kan istriku! Ya ini hakku!" Sungutnya terus membenamkan kepala di dada Airin.
Glek!
"Itu tapi... Ah jangan seperti ini Uncle!"
"Aku bukan paman mu! Kalau kau terus memanggilku Uncle, akan ku buat kau memiliki seorang anak!"
Glek!
"Baby! Kau kan sudah berjanji tak menyentuh ku dulu!" Gugupnya harap cemas, bukan nya Airin tak mau tapi kan dirinya masih ragu,
Bukan ragu perkara cinta Uncle Angga tapi ragu dirinya bisa mengemban tanggung jawab menjadi ibu disaat dirinya tengah berjuang dengan syarat sang Papa.
"Diam lah Baby! Ayo tidur!"
"Tapi ini... "
"Mau mengajak ku berolahraga hem?"
"Oke baiklah!"
Tak ada malam yang penuh desahan dengan ritme yang sangat indah malam ini, Uncle Angga hanya tidur memeluk Airin.
Menghormati sang istri yang belum siap menjalankan kewajiban nya, tak apa. Perlahan namun pasti semua akan indah pada masanya bukan?
Bermimpi menikah, menjalin hidup bahagia seperti sekarang saja tak pernah terfikir sebelum nya dalam benak Uncle Angga, nyatanya Tuhan memang sangat baik pada dirinya ini.
__ADS_1
...******...
Pesawat telah lepas landas, menuju Amerika. Hanya 3 hari setelah mengucap janji suci pernikahan, pengantin ini mau tak mau bertolak ke Amerika.
Airin harus menuntut ilmu, dengan Uncle Angga yang setia menemaninya. Salah satu rumah sakit swasta di sana telah setuju untuk menjalin kerjasama dengan rumah sakit Yudistira miliknya.
Tak hanya menemani istri kecilnya, ia bisa juga bekerja bukan?
"Terimakasih!" Kata dan senyuman tulis itu terucap dari bibir Airin untuk suaminya, Angga Yudistira.
"Aku yang harus berterima kasih, karena kau mau menerima ku!" Ujarnya membawa Airin dalam dekapan hangat peluknya.
Babak awal kehidupan yang sesungguhnya di mulai, menikah tak perkara tentang hubungan ranjang seorang wanita dan pria saja bukan?
Bagaimana sikap istri dengan segala kesibukan yang harus di kerjakan, namun masih tanggung jawab atas tugas dan kewajiban nya mengurus suami.
Tentang suami yang harus bersyukur, mau menerima kekurangan dan kelebihan istrinya. Tak menuntut banyak atas apa yang ia inginkan, namun saling bahu membahu untuk meraih dan mewujudkan nya.
Jalan biduk rumah tangga tak semulus yang diharapkan oleh keduanya, akan ada beberapa masalah kecil yang menguji kesetiaan, harap tak lari dengan kata selingkuh setelah perjuangan akhir yang di ucap untuk meminta putri tersayang nya di hadapan penghulu.
...******...
"Ditekuk mulu itu muka, kek kain pel tau!" Goda Shinta mendudukkan dirinya di kursi taman, tepat di sebelah Elang yang tampak duduk frustasi, ah terlihat sekali dari raut wajah nya.
"Semua orang sakit pasti ada obatnya!" Ujar Shinta lagi.
"Ha? Siapa yang sakit?"
"Kamu!"
"Maksudnya!"
"Sakit hati, wkwkwkwk.... Tuhan menyiapkan luka berserta penawar bahagianya! Jangan sedih mulu ih! Ini makan!" Ujar Shinta menyerahkan Es cream.
__ADS_1
"Emang aku anak kecil, di bujukin pake es cream langsung gak ngambek!"
"Ya gimana? Es Cream enak kok, bisa mencairkan hati yang dingin dan terluka! Lagian aku cuman punya ini!" Ujar Shinta tak tau.
"Ya udah sini! Lumayan! Rezeki gak boleh di tolak!" Ujar Elang tersenyum.
Hanya Es Cream, tapi terbukti ampuh bisa mencairkan suasana, hati Elang nampak senang tertawa bahagia dengan Shinta sore hari itu.
...******...
"Akhirnya sudah siap!" selembar roti dan segelas susu hangat sudah tersaji di meja makan kecil, kaki mungilnya melangkah masuk kedalam kamar.
"Sini ku bantu!" Ujarnya membenarkan posisi dasi serta merapikan jas putih kebanggan sang suami. "Sudah! Suami ku sangat tampan!" Ucap Airin mengecup singkat pipi Uncle Angga.
"Terimakasih baby!"
"Ini sepatumu! Kau bisa memakai sendiri atau ingin ku pakaikan?"
"Memakai sendiri saja, kau lekas ganti baju! Ayo berangkat bersama!"
"Baiklah, tunggu sebentar!" Semua masih baik-baik saja, jadwal kuliah yang belum padat dan masih bisa untuk di handle untuk membagi kuliah dan di rumah mengurus bayi besar kesayangan nya, baru seminggu keadaan manis dan romantis ini berlangsung tanpa ada masalah.
Semoga kedepan nya lebih baik lagi.
"Belajar yang rajin istriku!" Ucap Uncle Angga mengecup singkat bibir merah Cerry itu.
"Ya! Kau juga yang semangat bekerjanya!" Ucap Airin turun dan melambai, kaki kecilnya melangkah masuk untuk segera menerima semua materi perkuliahan hari ini.
🎶
Happy Reading.
Kalian nunggu apa? Hayo!!!!
__ADS_1
Wkwkwk.....
Belah duren mulu mintanya😆