Uncle Dokter, JODOHKU!!!

Uncle Dokter, JODOHKU!!!
UDJ-40


__ADS_3

Sorot mata Uncle Angga menajam kala tamu yang mengetuk pintu rumah Airin adalah sepasang suami istri yaitu Pak Surya dan Nyonya Rika. Minus tak ada putrinya Clara yang menjengkelkan.


Merasa di tatap oleh Dokter Angga dengan mengintimidasi membuat keduanya merasa tak enak dan kurang nyaman.


"Maaf Dokter Angga? Apa ada yang ingin anda sampaikan?" Tanya Pak Surya, akhirnya pria tua itu tak tahan terus di tatap oleh Dokter yang dengan tak tau malunya merangkul pundak Airin dan merapatkan tubuhnya begitu rapat.


Seolah memberikan peringkatan bahwa Airin adalah milikku, jangan kau menganggu


nya apalagi menyakitinya.


"Tak ada!" Jawabnya dengan ketus.


"Pak Surya, Nyonya Rika silahkan di nikmati minuman dan cemilan nya!" Ujar Airin mencairkan suasana kala Bi minah sudah menaruh cemilan itu di atas meja.


"Ah iya Airin, terimakasih kau memang gadis yang baik!" Senyum Ramah di layangkan Nyonya Rika pada Airin.


"Ah Nyonya bisa aja!"


"Jangan panggil saya Nyonya! Airin, panggil tante, supaya lebih akrab!"


"Ah baiklah, ada apa tante kemari?"


"Ah begini Airin, tante ingin mengundangmu untuk makan malam di rumah tante! Sebagai wujud terimakasih atas kebaikan mu yang mau membebaskan suami tante atas kesalahan yang ia perbuat!"


"Tante tak perlu seperti itu!"


"Tante mohon jangan menolak ini Airin, kau boleh mengajak Dokter Angga untuk menemani mu!"


"Ya memang, dia harus pergi denganku!"


"Baby! Diam lah! Jangan seperti ini, kau membuat mereka tak nyaman!" Lirihnya persis didepan telinga Uncle Angga tak lupa tangan dokter itu di tepis kasar untuk tak lagi merangkulnya.


"Baiklah Tante, Pak Surya. nanti malam Airin akan datang ke sana!"


"Benarkah?"


"Iya!" Ucap Airin tersenyum ramah dengan keduanya.


...*****...


"Stop jangan layangkan protes untuk kesekian kalinya Baby! Aku jenuh mendengar nya!" Ucap Airin jenggah,


Bayangkan saja, sepanjang perjalanan mengantarkan Airin ke kampus, menunggunya seperti seorang bodyguard yang siap sedia 24 jam untuk tuan Putrinya.


Baiknya rekor MURI memberikan Uncle Angga predikat pria penguntit pacar dengan segala sikap posesif dan menjengkelkan.


"Tapi baby itu!"


Cup!


"Aku mencintaimu percaya padaku!" Tindakan nekat itu ternyata benar bisa membungkam mulut Uncle Angga untuk tak melayangkan ocehan nya kembali setidaknya beberapa jam ke depan Airin bisa tenang begitu pola pikirnya.


Tapi di luar dugaan, mobil yang di kendarai oleh keduanya, di rem secara mendadak oleh Uncle Angga.

__ADS_1


"Uncle! Kau ini bisa menyetir atau tidak!" Protes Airin kala membenarkan kembali posisi duduknya dan menata rambutnya yang agak berantakan.


"Kau bilang apa tadi? Ucapkan sekali lagi!" pinta nya dengan wajah bodoh.


"Aku mencintaimu!" Ucap Airin dengan lempeng.


"Aghhhh.... Aku juga mencintaimu!" Teriak Uncle Angga menggema di dalam mobil tak lupa ia melayangkan kecupan di semua sisi wajah Airin, hingga membuat gadis itu tak percaya!


Hatinya cukup senang mendapatkan pengakuan cinta dari Airin, sangat senang.


"Uncle!!!!!" Ucapnya mendorong tubuh Uncle Angga menjauh dan menutupi wajahnya dengan tas.


"Kau mesum sekali Uncle...!!!" Umpatnya dengan kesal.


"Tak apa mesum dengan mu! Kau kan pacarku! Ah... Aku ingin menikahi besok."


...*****...


"Kau sudah siap baby?" Tanya Uncle Angga kala keduanya sudah sampai di rumah Pak Surya.


"Hah, ya!" Ucap Airin menormalkan degub jantung nya, ia harus percaya pada laki-laki yang saat ini dengan mesra menggandeng tangan kecilnya, bahwa dia akan selalu ada dan melindungi Airin.


"Ayo masuk Airin!" Ujar Pak Surya dengan senyum ramah, kakinya melangkah masuk dan mendudukkan dirinya di kursi meja makan yang telah di sediakan.


Berbagai macam olahan masakan nusantara di suguhkan dengan cantik, sungguh menggugah selera siapa yang menatapnya.


"Ayo di makan!" Suara Tante Rika menginterupsi semuanya untuk segera menyantap hidangan, Clara tampak diam memandang Airin, raut wajahnya bersifat abu-abu, antara sudah merestui hubungan Uncle Angga dengan Airin, atau malah gadis ini akan menjadi senjata tikam yang paling mematikan.


"Tante? Apa Airin boleh menumpang ke toilet sebentar?" Ujarnya meminta izin kala acara makan malam itu telah selesai dan semuanya duduk di ruang keluarga dengan berbincang.


"Biarkan Clara saja yang mengantarkan nya Ma!" Usul sang putri.


"Tapi nona Clara.... " Ujar Airin tak enak kala ia mendapat sorot mata dari kekasihnya yang mengatakan aku tak setuju jika dia yang mengantarkan mu!


Tepukan pundak Airin pada bahu pria dewasa itu, seolah memberi tanda "Its Okey! Aku tak apa! Kau harus percaya padaku!" Lirihnya tersenyum.


"Bisa kita bicara di taman sebentar?" Ujar Clara.


"Ya tentu! Apa yang ingin kau bicarakan padaku nona Clara!"


"Hah, aku tak tau harus memulai dari mana berbicara padamu!" Ujarnya mendudukkan dirinya di bangku taman.


"Katakan!"


"Selamat!" Ujarnya mengulurkan tangan.


"Eh....?"


"Selamat kau telah menang, membuat dia menjadi milikmu!"


"Maksudmu?"


"Sebentar lagi kalian akan menikah bukan? Selamat!" Ujarnya lagi.

__ADS_1


"Kau masih marah padaku?"


"Hah! Bukan Marah, kecewa pasti! Dia pemuda pertama yang membuatku jatuh cinta!" Lirihnya.


"Tapi jika bahagia nya dengan mu aku ikhlas!"


Dibuat tak percaya dengan apa yang baru saja Clara ujarkan pada Airin, apa benar? Clara sudah berubah menjadi lebih baik.


"Hah, kau pasti tak percaya bukan? Jika aku bisa semudah itu mengikhlaskan nya untukmu?" Tanya Clara dengan senggolan kecil pada bahu Airin.


"Ya, dulu kau... "


"Maaf jika aku yang dulu begitu menjengkelkan mu! Kau wanita yang baik dan pantas mendampinginya! Tenanglah aku benar-benar sudah mengikhlaskan, jika kalian bersama!"


"Ha terimakasih!"


"Ya, dan terimakasih juga telah membebaskan papaku Airin, Dia lebih segalanya bagiku! Terimakasih kau telah mengembalikan keutuhan keluargaku!" Lirihnya tertunduk sedih.


"Hey! Jangan seperti ini! Papa mu memang orang baik Clara, wajar jika manusia berbuat kesalahan kecil bukan?"


"Ya! Terimakasih, tak salah Angga lebih memilihmu dari pada diriku!" Ucapnya tersenyum.


"Airin!" Panggilan keras penuh penekanan di layangkan Uncle Angga, kakinya melangkah cepat kala melihat Airin dan Clara tengah berbincang.


"Baby kau tak apa!" Tanyanya langsung menarik Airin dalam sisinya.


"Ya aku tak apa, aku hanya berbincang dengan nona Clara baby!" Ucap Airin dengan jujur.


"Dia tak menyakitimu kan?" Tanyanya dengan menangkup kedua pipi Airin, wajahnya khawatir kala Clara akan menceritakan bahwa dirinya mencintai Airin dalam sosok Senja, yang tak lain adalah Mommy nya.


"Aku tak menyakitinya! Hanya mengucapkan terimakasih telah membebaskan papaku? Oh ya! Jangan lupa kalian harus mengundangku jika kalian menikah oke! Aku tunggu Airin!" Ucap Clara berdiri dan melangkah masuk.


"Baik Kak Clara!" Ucap Airin senang dengan mengacungkan jempol sebelah tangan nya.


"Kak? Baby, apa benar yang dia katakan tadi?" Tanyanya sekali lagi.


"Ya baby! Kau tak perlu khawatir! Clara sudah menjadi wanita yang baik!" Ujarnya dengan senyum mengembang.


"Hah! Jangan membuat ku khawatir lagi!" Ujar Uncle Angga mendekap Airin dalam pelukan nya.


Maaf! Aku belum bisa menjelaskan semuanya padamu Airin, tentang siapa diriku di masa lalu! Dan tentang siapa wanita yang membuatku menyendiri hingga sekarang! yang tak lain adalah Mommy sendiri Airin! Lirihnya dalam hati kala mendekap Airin dalam pelukannya.


Ia masih meragu, apakah Airin masih mau menerima dirinya kala mengetahui semua hal tentang masa lalunya?


Termasuk tentang dirinya dan Senja?


🎶


Happy Reading.


Kalian jangan ikut mikir reaksinya Airin ya!🤣 Ntar bingung sendiri 🙈


Cukup author saja yang bingung memikirkan nya, Wkwkwkwk... Canda ding🙈

__ADS_1


Gimana nih Airin? Mau ga? Terima mantan tunangan Mommy? ☹️


__ADS_2